cover
Contact Name
Dinia R Dwijayanti,
Contact Email
biotropika@gmail.com
Phone
+62341-575841
Journal Mail Official
biotropika@gmail.com
Editorial Address
Departemen Biologi FMIPA UB, Jalan Veteran, 65145, Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Biotropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23027282     EISSN : 25498703     DOI : 10.21776/ub.biotropika.
Biotropika: Journal of Tropical Biology invites research articles, short communication, and reviews describing new findings/phenomena of biological sciences in tropical regions, specifically in the following subjects, but not limited to biotechnology, biodiversity, microbiology, botany, zoology, biosystematics, ecology, and environmental sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 3 (2017)" : 26 Documents clear
Analisis Pertumbuhan Dua Varietas Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Pada Berbagai Perlakuan Pemupukan Widyaswari, Erningtyas; Santosa, Mudji; Maghfoer, Moch. Dawam
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.973 KB) | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2017.005.03.2

Abstract

Peningkatan pertumbuhan tanaman padi dapat dilakukan melalui pemberian stimulan organik dan pupuk anorganik dan juga penggunaan varietas yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian pupuk dan penggunaan varietas dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman padi. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2016 sampai dengan Juli 2016, di Dusun Sekarputih, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu dengan ketinggian 700 m di atas permukaan laut. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor yaitu varietas padi (V) dan dosis pemupukan (P) yang diulang 3 kali. Pengamatan yang diamati ialah indeks luas daun, laju asimilasi bersih dan laju pertumbuhan tanaman pada 49, 63, 77 dan 91 hst. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman padi dengan menggunakan varietas hibrida Mapan-P.05 didapatkan hasil indeks luas daun lebih tinggi dibandingkan varietas Ciherang. Perlakuan pemberian pupuk dengan dosis 100 kg phonska+100 kg urea+biourin sapi (P4) dan dosis 100 kg phonska+100 kg urea+biourin sapi+EM-4 (P6) menghasilkan indeks luas daun yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan EM-4 (P3) pada umur 63 hst.
Uji Antibakteri Isolat Bakteri Asam Laktat yang Diisolasi dari Limbah Cair Sagu Terhadap Bakteri Patogen Kasi, Pauline Destinugrainy; Ariandi, Ariandi; Mutmainnah, Heni
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.85 KB) | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2017.005.03.7

Abstract

Bakteri asam laktat (BAL) telah diisolasi dari limbah cair sagu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri isolat BAL yang diisolasi dari limbah cair sagu terhadap bakteri patogen Escherichia coli (bakteri gram negatif) dan Staphylococcus aureus (bakteri gram positif). Isolat BAL yang akan diuji terdiri atas isolat F1 dan F3 (yang diisolasi dari limbah cair sagu yang disimpan selama 1 hari dan 3 hari). Hasil uji antibakteri menunjukkan adanya zona penghambatan berupa zona bening yang terbentuk di sekitar kertas cakram yang mengandung isolat BAL isolat F1 menunjukkan daya hambat hampir sama terhadap bakteri E. coli maupun S. aureus (berturut-turut 22 dan 23 mm). Sedangkan pada isolat F3 daya hambat terhadap bakteri E.coli (25 mm) lebih besar dibandingkan terhadap S. aureus (16 mm). Kedua isolat BAL tersebut berpotensi sebagai starter probiotik untuk menghambat pertumbuhan bakteri patogen.
Pengaruh Salinitas dan Aplikasi Bakteri Rhizosfer Toleran Salin Terhadap Komponen Hasil Tanaman Mentimun cahyaty, Rikza Alfya; Aini, Nurul; Sumarni, Titin
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2094.791 KB) | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2017.005.03.12

Abstract

Di Indonesia lahan salin yang potensial untuk dijadikan lahan pertanian sekikat 9.5 juta hektar. Namun kendala yang dihadapi pada lahan salin membutuhkan teknologi khusus untuk dapat mengurangi efek salinitas pada tanaman. salah satunya yaitu penggunaan bakteri rhizosfer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi optimum aplikasi bakteri rhizosfer untum meningkatkan ketahanan tanaman terhadap salinitas. Isolat bakteri yang digunakan dalam percobaan ini merupakan isolat hasil eksplorasi yang telah diidentifikasi yaitu Bacillus megaterium yang telah terbukti dari hasil percobaan pendahuluan yaitu mampu menambat nitrogen dan penghasil hormon IAA. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok kombinasi yaitu tanah non salin dan tanah salin dengan konsentrasi bakteri tanpa aplikasi bakteri, 7.5 ml L-1 bakteri rhizosfer, 15 ml L-1 bakteri rhizosfer, 22.5 ml L-1 bakteri rhizosfer,, dan 30 ml L-1 bakteri rhizosfer,. Parameter pengamatan yang dilakukan adalah jumlah bunga jantan, betina, fruit set, bobot buah per buah, diameter dan panjangg buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salinitas menyebabkan tanaman mentimun tidak dapat menghasilkan bunga betina. Aplikasi bakteri rhizosfer dengan konsentrasi 22.5 ml L-1 mampu meningkatkan bobot buah per buah sebesar 20.8 % dibandingkan dengan aplikasi bakteri dengan konsentrasi 7.5 ml L-1.
The utilization of Noni Fruit (Morinda citrifolia L) As the Ice Cream ingredient Juhari, Anita; Azrianingsih, Rodliyati; Leksono, Amin Setyo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.832 KB) | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2017.005.03.3

Abstract

Abstract The objectives of this research were to determine of the society perception on the use of noni fruit and ice cream, technique to produce ice cream on processed products of noni, to know the content of the nutritional value of noni ice cream, as well as society prospects and perception toward noni ice cream products. The method of this research used a questionnaire survey involving semi structure direct interviews, marketing and beneficial calculation of noni ice cream products. The data were presented in graphical form followed by feasibility analysis. After the survey, 81% of respondents liked and interested in consuming ice cream noni products. Noni fruit mixture was added into the ice cream processed analyses showed that noni ice cream product healthier and have a high nutrient. Fat content of noni ice cream at 6.54 % and lower than the SII standard of 8 %, which indicated that the noni ice cream was low fat. Noni ice cream contain 36,89 mg/100g of vitamin C. most respondents favored  texture of noni ice cream at 69.9 %  and taste of noni ice cream at 54.50 % while products the ice cream by mixing 15% respectively noni fruit texture. Noni ice cream selling during one month resulted profits at 42.200 IDR. Analysis of feasibility noni ice cream was at 1.27 (> 1) which indicated that the business of ice cream noni products was feasible to be continued and carried out the development of the product. Keywords: business, ice cream, marketing, noni, processing  
Understanding Snake Bite Cases Pattern Related to Volcano-Seismic Activity: An Evidence in Bondowoso, Indonesia Kurniawan, Nia; Kadafi, Ahmad Muammar; Kurnianto, Agung Sih; Ardiansyah, Franky; Maharani, Tri
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.864 KB) | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2017.005.03.8

Abstract

Bondowoso located in a valley of Raung mountain roots in East Java, Indonesia. The eruption of Mt. Raung in 2015 not only cause loss of life, but also underlining the fact of unusual Snake Bite Cases (SBC), as recorded in the dr. Koesnadi Hospital. We conducted a thorough analysis of the SBC in 2015 along with the survey on all the incident location in January to March 2016. This study represented an improvement on the population of venomous snake in the agriculture area, and reached the highest peak before the eruption. The presence of continuous vegetation at the edge of watersheds become green corridor that functioned as the movement track for snakes in order to avoid the volcano effect.
Pengaruh Aplikasi Cendawan Mikoriza dan Perlakuan Pemberian Air terhadap Peningkatan Kadar Asiatikosida Tanaman Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) Ramadhan, Roni; Nihayati, Ellis; Sitawati, Sitawati
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.734 KB) | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2017.005.03.13

Abstract

Tanaman pegagan memiliki salah satu kandungan bahan aktif penting yaitu asiatikosida. Salahsatu cara untuk meningkatkan kadar asiatikosida tanaman pegagan adalah dengan aplikasi cekaman air dan cendawan mikoriza. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh cendawan mikoriza dan cekaman air terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pegagan untuk meningkatkan kadar asiatikosida. Penelitian secara faktorial dengan rancangan acak kelompok yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah 3 taraf dosis cendawan mikoriza yaitu tanpa cendawan mikoriza, 15 g polibag-1 cendawan mikoriza dan 30 g polibag-1 cendawan mikoriza. Faktor kedua adalah 4 taraf perlakuan cekaman air yaitu 100%, 75%, 50% dan 25% kapasitas lapang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara cendawan mikoriza dengan perlakuan cekaman air terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pegagan dalam meningkatkan kadar asiatikosida. Pada tingkat cekaman air 25% kapasitas lapang, perlakuan cendawan mikoriza 15 g polibag-1 dan cendawan mikoriza 30 g polibag-1 menghasilkan jumlah daun per rumpun, luas daun per rumpun, panjang tangkai daun per rumpun, panjang akar per rumpun, rasio tajuk akar dan kadar asiatikosida yang nyata lebih tinggi dibandingkan tanpa pemberian cendawan mikoriza. Pada perlakuan cendawan mikoriza 30 g polibag-1 dengan tingkat cekaman air 50% kapasitas lapang menunjukkan nilai kadar asiatikosida yang nyata lebih tinggi dibandingkan dengan tanpa perlakuan cendawan mikoriza, namun tidak berbeda dengan perlakuan cendawan mikoriza 15 g polibag-1.
Pengaruh Kombinasi Starter Bakteri Asam Laktat (BAL) pada Pembuatan Keju Kedelai (Soy Cheese) Anggraini, Ayu Arsyi; Ardyati, Tri
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.713 KB) | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2017.005.03.4

Abstract

Bahan dasar keju yaitu susu sapi yang menganduk lemak yang tinggi, sehingga tidak dapat dikonsumsi seseorang yang sedang diet. Susu kedelai sebagai bahan dasar alternatif dalam pembuatan keju belum banyak dilakukan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisitik sel BAL dan organoleptik keju kedelai. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor kombinasi BAL yaitu L. bulgaricus : S. thermophillus (1:1). Tahapan yang dilakukan meliputi karaketrisasi sel BAL, pembuatan soy cheese dan uji organoleptik. Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus memiliki hasil pewarnaan Gram positif. Berdasarkan hasil uji organoleptic, soy cheese dengan dua kombinasi BAL dapat diterima oleh responden (63,75 %).
Application of Morphological Index in the Assesment of Type and Function of Fat Tail Sheep in Sapudi Island Abdurrahman, A. M; Setiasih, Setiasih
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5539.312 KB) | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2017.005.03.9

Abstract

Morphological index could be used to evaluate type and function of livestock. The aim of this study was applying morphological index to assess the type and function of Sapudi fat tail sheep. About 65 headewes comprising 32 ewes from Gayam village of Gayam district and 33 ewes from Talaga village of Nonggunung district were analysed. Morphology observed were body weight, body length, height at wither, heart girth, chest width, chest depth, hip width, rump height, rump length, tail length, and tail width. Index used were weight, height slope index, length index, width slope index, depth index, foreleg length index, balance, and cumulative index. Data of morphology obtained were analysed by descriptive and pearson correlation. The results show that the average of body measurements of Gayam fat tail sheep was higher than that of Talaga fat tail sheep. Talaga fat tail sheep had balance better than that of Gayam fat tail sheep. Sapudi fat tail sheep were high type and potential to be developed as meat animal.
Kajian Kerapatan Tanam dengan Berbagai Arah Baris pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sorgum Manis (Sorghum Bicolor (l.) Moench) Yusuf, Andi Cakra; Soelistyono, Roedy; Sudiarso, Sudiarso
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.956 KB) | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2017.005.03.5

Abstract

Perbaikan faktor lingkungan dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum manis, salah satu alternatif yang dapat ditempuh dengan memanfaatkan suberdaya yang telah tersedia. Diantaranya adalah energi radiasi matahari yang berperan dalam proses fotosintesis. Arah baris dan kerapatan populasi tanaman mempengaruhi besarnya energi matahari yang diterima. Sehingga, perlu adanya pengaturan arah baris dan jarak tanam yang tepat agar penerimaan energi radiasi oleh tanaman lebih efisien. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Petak Terbagi (RPT). Penelitian terdiri dari 2 (dua) faktor perlakuan dan 4 (empat) ulangan. Faktor pertama adalah Arah baris timut-barat (TB) dan utara-selatan (US) Sedangkan faktor kedua adalah jarak tanam (JT15, JT30 dan JT45). Hasil penelitian menunjukkan arah baris utara-selatan meningkatkan bobot kering total tanaman umur 53 hst sebesar 36,71% apabila dibandingkan dengan arah baris timur-barat. Jarak tanam secara nyata meningkatkan komponen pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum manis. Pemberian jarak tanam JT45 memberikan bobot segar total tanaman umur 67 hst dan 81 hst sebesar 35,25%, namun tidak berbeda nyata dengan JT30. Pemberian jarak tanam JT45 memberikan bobot kering total tanaman umur 81 hst sebesar 11,30%, apabila dibandingkan dengan perlakuan tanam 75 x 30 cm dan peningkatan rata-rata sebesar 40,84% apabila dibandingkan dengan perlakuan jarak tanam 75 x 15 cm. Hasil panen biji kering jarak tanam 75 x 15 cm menunjukkan hasil yang lebih tinggi, dimana rata-rata hasil panen biji kering sebesar 3,84 ton h-1
Inventarization Epiphytic Mosses in Hutan Lumut Area “Dataran Tinggi Yang”, Wildlife Preserve Argopuro Mountain Rahardian, Galen; Prakosa, Gayut Widya; Anas, Aswar; Hidayatullah, Alhabsy; Hasan, Ahmad Zainul
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10.83 KB) | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2017.005.03.10

Abstract

Mosses are group of non-vascular plant, small size, and able to growth in many substrates. Epiphytes are organism witch growth at wood surface of living plant. Epiphytic mosses has some advantages, there are out of   range from terestial organism and to get more optimaly sun light. One of place which has suitable conditions for this research is in Wildlife Preserve “Dataran Tinggi Yang”, Argopuro Mountain. This research purpose to get known about species of epiphyte mosses and morphological characteristic each species of epiphytic mosses in Wildlife Preserve “Dataran Tinggi Yang”, Argopuro Mountain. The result of identification and characterization obtained 17 families and 25 species of epiphytic mosses. The main characteristic of mosses are leaf position, leaf form,  and leaf costa.

Page 1 of 3 | Total Record : 26