cover
Contact Name
Dinia R Dwijayanti,
Contact Email
biotropika@gmail.com
Phone
+62341-575841
Journal Mail Official
biotropika@gmail.com
Editorial Address
Departemen Biologi FMIPA UB, Jalan Veteran, 65145, Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Biotropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23027282     EISSN : 25498703     DOI : 10.21776/ub.biotropika.
Biotropika: Journal of Tropical Biology invites research articles, short communication, and reviews describing new findings/phenomena of biological sciences in tropical regions, specifically in the following subjects, but not limited to biotechnology, biodiversity, microbiology, botany, zoology, biosystematics, ecology, and environmental sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2021)" : 11 Documents clear
Teknologi Penanganan Limbah Cair Industri Pengolahan Susu Sapi Secara Biologis: Artikel Review Novianti Adi Rohmanna; Nurul Azizah; Nur Hidayat
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2021.009.02.04

Abstract

Industri susu merupakan salah satu industri penghasil limbah cair yang cukup besar. Pengolahan produk susu untuk setiap produk yang berbeda menghasilkan limbah cair dengan karakteristik yang berbeda pula dan berdampak pada lingkungan. Hal tersebut membutuhkan perhatian lebih terkait penanganan limbah cair yang sesuai. Tujuan dari naskah ini adalah untuk meninjau tentang teknologi penanganan limbah cair industri pengolahan susu secara biologis dari berbagai penelitian yang telah ada. Sumber dan karakteristik limbah cair industri pengolahan susu, opsi penanganan dan teknologi pengolahannya dideskripsikan. Penanganan secara biologis berupa penanganan aerobik dan anaerobik merupakan teknologi penanganan yang umum dilakukan pada limbah cair industri pengolahan susu dengan kelebihan dan kelemahan masing-masing dijelaskan secara detail. Berdasarkan pendekatan tersebut, pengolahan limbah cair pada industri susu lebih efektif dengan metode anaerob
Genetic Diversity of Dacrycarpus imbricatus At Bukit Tapak, Tabanan, Bali Based on RAPD Marker Made Pharmawati; I Made Anom Sutrisna Wijaya
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2021.009.02.09

Abstract

Dacrycarpus imbricatus Blume is a member of the Podocarpaceae family. In Bali, D. imbricatus was found in Bukit Tapak, Tabanan Regency. This species is one of the dominant species in Bukit Tapak. This study aimed to determine the genetic variation of D. imbricatus in Bukit Tapak using molecular markers RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA). The genetic diversity of D. imbricatus needs to be studied to obtain the information used for the conservation of this species. Leaf samples were taken from Bukit Tapak, Candikuning, Baturiti, Tabanan Regency, Bali. DNA was extracted using the CTAB method, followed by extraction using chloroform: isoamyl alcohol. DNA precipitation was carried out using ethanol. RAPD analysis was performed using polymerase chain reaction (PCR) using four primers. PCR products were visualized using agarose gel electrophoresis and ethidium bromide staining. The results showed that the amplified DNA bands ranged from 1 to 5 bands with DNA band sizes ranging from 230 bp - 422 bp. Only OPA4 and UBC106 primers can be used to detect D. imbricatus diversity based on the H, D, and R values. The detected genetic variation is low, as indicated by an average polymorphism of 32.5% and similarities between samples ranging from 0.51 to 1
Identifikasi Ikan Hasil Tangkapan Nelayan di Pantai Timur Pananjung Pangandaran Kartiawati Alipin; Nining Ratningsih; Retnaningtyas Siska Dianty
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2021.009.02.05

Abstract

Kawasan Pantai Pangandaran merupakan kawasan wisata dan penangkapan ikan bagi nelayan. Hasil tangkapan nelayan terdiri dari berbagai spesies ikan. Untuk mengetahui hasil tangkapan nelayan tersebut perlu dilakukan identifikasi spesies ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi spesies ikan berdasarkan struktur morfologis dan morfometrik. Metode penelitian yang dilakukan yaitu pengamatan secara morfologis dan morfometrik menggunakan sampel ikan masing-masing tiga ekor jenis ikan yang mewakili ikan terbanyak pada hasil tangkapan nelayan. Berdasarkan hasil identifikasi jenis ikan yang paling banyak dari hasil tangkapan nelayan didapat spesies ikan laut Kembung (Rastrelliger brachysoma) yang memiliki ekor berwarna kuning; ikan Talang (Scomberoides tol) yang memiliki corak keperakkan di sepanjang tubuh; dan ikan Kakapasan (Geres punctatus) yang memiliki bentuk mulut superior yang khas. Berdasarkan pengukuran morfometrik terdapat spesies ikan yang memiliki ukuran paling besar yaitu ikan laut Kembung (R. brachysoma) dengan panjang total 25,1 cm dan berat rata-rata 215 g. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa hasil tangkapan nelayan di Pantai Timur Pananjung Pangandaran berdasarkan hasil identifikasi terdapat tiga jenis ikan yang paling dominan untuk itu perlu dilakukan pemeliharaan kawasan agar memungkinkan berbagai jenis ikan dapat berkembang biak.
Behavior of Lutung Budeng (Trachypithecus auratus) in Adinuso Forest Batang District Central Java Rizki Fitrawan Yuneldi; Fibria Kaswinarni
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2021.009.02.10

Abstract

Lutung Budeng (Trachypithecus auratus) is an endemic primate of Indonesia, especially Java, Bali, and Lombok, which is vulnerable. This study aimed to determine the behavior of Lutung Budeng in the Adinuso Subah forest, Batang Regency. The study was conducted from January to December 2019. Lutung Budeng behavior is observed directly in the field using the roaming or exploration method. The equipment used were the digital singlelens reflex camera of the Canon EOS 650 D, telephoto tamron 70-300 mm, tripod, Sony handycam HRD- PJ410, compass, and Nikon Binocular A211 16x50 mm. The recorded vocal of Lutung Budeng was analyzed using Audacity. The data observed were the behavior of moving places, feeding, grooming, resting, playing, and vocalization. The data obtained were analyzed by means of descriptive qualitative. The results showed that in the Adinuso forest, the feeding behavior of Lutung Budeng did not interact with visitors or humans to get feed. Lutung Budeng more often feeds young leaves. It can be concluded that the behavior of Lutung Budeng in Adinuso Subah forest, Batang Regency is relatively the same as the behavior of Lutung Budeng in general. The behavior of Lutung Budeng in the Adinuso forest includes moving places, feeding, resting, grooming, vocalization, and playing.
Potensi dan Efektivitas Salmonella Typhimurium Hasil Rekayasa Genetika Sebagai Terapi Antikanker Glioblastoma Muhamad Ananda; Fiska Ivana Pratami Putri Tokede; Srigika Natalia Boru Ginting; Rani Nurlina Tifen; Delfania Apang Madao; Ellen Nur Endah Pangesti; Wahyu Irawati
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2021.009.02.01

Abstract

Kanker adalah penyakit mematikan karena perkembangan sel yang abnormal sehingga tidak terkendali oleh tubuh. Penyakit kanker telah menyerang laki-laki maupun perempuan dengan jenis kanker berbeda, seperti kanker paru-paru, kolorektum, kanker serviks. Pengobatan kanker terdapat beberapa cara salah satunya terapi. Pengobatan ini banyak diimplementasikan di beberapa jenis kanker, termasuk kanker otak, yaitu glioblastoma. Penelitian beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa pendekatan terapi dengan bakteri Salmonella Typhimurium berhasil memproduksi enzim antikanker, dan mensekresikan antigen sekaligus antibodi spesifik kanker untuk mengobati penyakit ini. Penulisan ini bertujuan mengkaji potensi dan efektivitas Salmonella Typhimirium sebagai agen terapi antikanker melalui rekayasa genetika galur gen VN20009 yang dilemahkan. Pengkajian dilakukan secara kualitatif dengan memaparkan secara deskriptif melalui kajian literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa Salmonella Typhimurium merupakan bakteri Gram negatif, fakultatif anaerob, dan bersifat motil. Bakteri ini berikatan secara spesifik pada sel-sel kanker dengan mentransferkan RNA onkogen serta menghambat pertumbuhan sel kanker. Pengembangan bakteri Salmonella menjadi kandidat terapi sebagai strategi terapi utama dalam pengobatan kanker karena spesifik menargetkan sel kanker sehingga menghambat pertumbuhannya dan meningkatkan kelangsungan hidup penderita kanker. Hasil kajian menunjukkan bahwa Salmonella Typhimurium memiliki prospek yang menjanjikan untuk penyembuhan penyakit kanker serta menjadi referensi untuk penelitian selanjutnya dalam pengembangan dan pemanfaatan Salmonella Typhimurium sebagai antikanker.
Hubungan Antara Keanekaragaman Tanaman Pekarangan Dengan Pola Sosial Budaya Masyarakat Setempat Handika Dwi Prasetyo; Abdul Rahman Singkam; Hilman Fauzi; Muhammad Izzudin Al Qosam
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2021.009.02.06

Abstract

Pekarangan merupakan ruang terbuka hijau yang berada di antara rumah atau gedung dan difungsikan sebagai lahan untuk menanam. Pekarangan dapat juga difungsikan sebagai tempat konservasi keanekaragaman hayati. Struktur tanaman pekarangan biasanya dipengaruhi faktor iklim, edafik, dan sosial budaya masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan keanekaragaman tanaman pekarangan terhadap pola budaya masyarakat setempat. Pengumpulan data dilakukan melalui identifikasi spesies tanaman di lahan pekarangan dan penentuan nilai indeks kepentingan setiap spesies yang ditemukan. Pengambilan data dilakukan pada tiga daerah dengan pola budaya yang berbeda yaitu di Pematangsiantar untuk Suku Batak, di Ciracas Jakarta Timur untuk Suku Betawi, dan di Cibadak Sukabumi untuk Suku Sunda. Analisis data dilakukan dalam bentuk perhitungan nilai indeks keanekaragaman spesies Shannon-Wiener, indeks kemerataan (evenness), dan indeks kepentingan budaya (ICS). Hasil analisis menunjukkan nilai indeks keanekaragaman spesies tertinggi terdapat di Cibadak sebesar 2,48 sedangkan nilai kemerataan spesies tertinggi adalah di Ciracas dengan nilai sempurna yaitu 1. Nilai ICS tertinggi pada masing-masing lokasi adalah cokelat di Pematangsiantar dengan nilai 72, pepaya, jambu bol, dan mangga di Cibadak dengan nilai 21, dan kelapa di Ciracas dengan nilai 18. Spesies tanaman yang ditemukan di ketiga lokasi umumnya adalah tanaman budidaya, buah-buahan dan perkebunan. Fungsi tanaman pekarangan di Pematangsiantar terutama sebagai sumber pendapatan tambahan, di Cibadak sebagai sumber makanan tambahan, sedangkan di Ciracas terutama sebagai penghias rumah atau tempat berteduh.
Characterization and Antibacterial Activity of Endophytic Bacteria from Flesh Fruit of the Arecaceae Family Against Antibiotic Resistant Bacteria Escherichia coli Diannita Harahap
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2021.009.02.11

Abstract

Bacteria can symbiotic mutualism and synergize with plants in the tissue and do not cause harm to plants. On the other hand, bacteria resistance provides an opportunity to search for antibacterials from natural material without threatening plant biodiversity. The purpose of this study was to characterize and test the antibacterial activity of endophytic bacteria from the fruit of the Arecaceae family against antibiotic-resistant bacteria Escherichia coli. The method used was direct culture on the growth of media in the laboratory by first sterilizing the surface of the flesh of the samples, such as Aren (Arenga pinnata), Coconut (Cocos nucifera), and Sago (Metroxylon sagu). The pure isolates obtained were characterized according to Bergeys Manual for Identification by performing Gram stain, catalase, and coagulase test. The results obtained were five isolates with codes A1, A2, K, S1, and S2 with variation in morphology colonies. Gram staining, catalase, and coagulase verification of the five isolates were groups of Grampositive cocci, catalase-positive, and coagulase-negative bacteria. Based on tests carried out on the characters of the endophytic bacteria, it was obtained a close relationship with the genus Staphylococcus. The results of the inhibitory activity test showed that Staphylococcus sp. K with the highest criteria of 43.26 mm and Staphylococcus sp. A1 with the lowest inhibition criteria with a value of 24.73 mm. Both are categorized as very strong inhibition criteria.
Asosiasi Jenis-Jenis Burung Di Kemantren Kraton, Ngampilan, dan Gondomanan, Kota Yogyakarta Ichsan Luqmana Indra Putra; Nisrina Az-Zahra Nurlaily
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2021.009.02.02

Abstract

Asosiasi merupakan hubungan saling ketergantungan antarspesies, seperti asosiasi antarspesies burung. Burung memiliki peran penting serta kemampuan adaptasi yang baik terhadap lingkungan walaupun di wilayah perkotaan, salah satunya Kota Yogyakarta yang masih banyak terdapat ruang terbuka hijau sehingga dapat menjadi habitat burung. Penelitian ini kemudian menjadi penting dilakukan untuk mengetahui keanekaragaman dan asosiasi antarburung di Kota Yogyakarta. Penelitian dilakukan menggunakan metode Point Count dengan 12 wilayah pengamatan yang tersebar di wilayah Kemantren Kraton, Ngampilan, dan Gondomanan. Pengamatan dilakukan dengan mencatat kehadiran tiap spesies burung, lalu dilakukan analisis nilai keanekaragaman jenis Shannon Wiener dan analisis asosiasi dengan tabel kontingensi 2x2, dilanjutkan dengan uji Chi Square dan analisis asosiasi dengan indeks Ochiai. Selain itu, dilakukan juga penentuan jenis asosiasi yang ditemukan. Hasil yang didapatkan yaitu 26 jenis burung yang ditemukan dari 15 famili. Nilai indeks keanekaragaman jenis (H’) pada Kemantren Kraton, Ngampilan, dan Gondomanan secara berturut-turut yaitu 2,04, 1,89, dan 1,65. Tujuh pasang burung berasosiasi positif. Asosiasi burung terjadi antara Collocalia linchi dengan Columba livia, Streptopelia chinensis, dan Passer montanus; Columba livia dengan Lonchura leucogastroides, Passer montanus, dan Streptopelia chinensis, dan Streptopelia chinensis dengan Treron vernans. Asosiasi erat sekali terjadi pada pasangan burung Collocalia linchi dengan Passer montanus. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat 26 jenis burung yang dijumpai, dengan nilai indeks keanekaragaman 1,94 yang termasuk kategori sedang, serta terdapat tujuh pasang burung yang berasosiasi positif
Evaluation of The Effect of Age of Cultivation of Dumbo Catfish (Clarias gariepinus) on Changes in Pond Water Quality Using Plankton as Bioindicator in Gondosuli Village, Tulungagung Regency Satria Cahya Febriansyah; Catur Retnaningdyah
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2021.009.02.07

Abstract

Catfish is a freshwater fish that is widely cultivated but overfeeding causes organic pollution. This study aims to evaluate the water quality profile based on physicochemical and plankton as bioindicators in catfish ponds in Gondosuli Village, Tulungagung Regency. This type of research was ex post facto by monitoring the physicochemical parameters of water and the structure of the plankton community in control ponds, ponds with catfish aged <1 month, 2-3 months, and 3-4 months each with three replications. Water samples for each pond were measured on the physicochemical water quality included water temperature, conductivity, pH, water transparency, DO, BOD, and turbidity. Plankton identified and analyzed to determine community structure (Abundance, Frequency, Relative Abundance, Relative Frequency, Important Value Index) and biotic index (H', TDI, and %PTV) for water quality. The results of measurements of each physicochemical parameter between locations were statistically analyzed inferentially using a different test. The interaction between the plankton community structure and the physicochemical of water quality was analyzed using biplots. The results showed that ponds with the age of catfish ready to harvest had an impact on decreasing water quality. This condition was indicated by the high organic matter pollution reflected by the high BOD, high turbidity levels, and low DO values. Catfish pond waters quality based on the H' value of plankton community showed that organic matter pollution had not yet occurred. Based on TDI values, catfish pond waters were categorized as poor status (hyper eutrophic) and based on the %PTV index in ponds with catfish age 2-3 and 3-4 months were classified as high levels of organic matter pollution. 
Potensi Pemanfaatan Kulit Buah Kabau (Archidendron bubalinum) sebagai Antifungi Candida albicans ATCC 10231 Rizka Fitria Ningrum; Sipriyadi Sipriyadi; Euis Nursa&#039;adah
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2021.009.02.03

Abstract

Kabau (Archidendron bubalinum) merupakan tumbuhan yang termasuk famili Leguminosae berbentuk pohon dan menghasilkan biji berwarna hijau. Masyarakat Bengkulu memanfaatkan buah kabau sebagai lalapan. Bagian kulit buah tumbuhan kabau berpotensi sebagai antifungi Candida albicans karena mengandung senyawa fitokimia. C. albicans merupakan salah satu mikroorganisme patogen penyebab infeksi seperti kandidiasis, sariawan, lesi pada kulit, dan vulvovaginitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak kulit buah kabau sebagai antifungi serta mengetahui konsentrasi ekstrak yang optimal dalam menghambat pertumbuhan fungi. Ekstrak kulit buah kabau diuji pada fungi C. albicans dengan metode difusi menggunakan kertas cakram pada media Sabouraud Dextrose Agar (SDA). Ekstrak kulit buah kabau dilarutkan dengan pelarut aquades dan dimetil sulfoksida 2% pada konsentrasi ekstrak 5%, 10%, 20%, 40% dan 80%. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi 40% dengan pelarut aquades yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan fungi C. albicans dengan diameter daya hambat 4,05 mm. Dari data hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit buah kabau berpotensi sebagai antifungi C. albicans.

Page 1 of 2 | Total Record : 11