cover
Contact Name
Dinia R Dwijayanti,
Contact Email
biotropika@gmail.com
Phone
+62341-575841
Journal Mail Official
biotropika@gmail.com
Editorial Address
Departemen Biologi FMIPA UB, Jalan Veteran, 65145, Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Biotropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23027282     EISSN : 25498703     DOI : 10.21776/ub.biotropika.
Biotropika: Journal of Tropical Biology invites research articles, short communication, and reviews describing new findings/phenomena of biological sciences in tropical regions, specifically in the following subjects, but not limited to biotechnology, biodiversity, microbiology, botany, zoology, biosystematics, ecology, and environmental sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 554 Documents
Varietas Padi Lokal Jawa Timur Tahan Cekaman Kekeringan Berdasarkan Gen DREB2A Yudrik Lathif; Dwi Listyorini; Suharti Suharti
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2018.006.03.03

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) adalah tanaman pangan utama masyarakat Indonesia. Masalah kekeringan dalam upaya penanaman padi adalah hal yang biasa di kalangan petani. Penelitian tahan cekaman kekeringan pada padi perlu dilakukan untuk mengatasi masalah ketersediaan pangan. Sifat tahan cekaman kekeringan pada tanaman salah satunya dikendalikan oleh gen DREB2A. Varietas padi lokal Indonesia untuk tahan cekaman kekeringan belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari varietas padi lokal Jawa Timur yang tahan terhadap cekaman kekeringan menggunakan gen DREB2A, yang diisolasi menggunakan primer forward 5’-CCT CAT TGG GTC AGG AAG AA-3’ dan primer reverse 5’-GGA TCT CAG CCA CCC ACT TA-3’. Penelitian ini menggunakan tiga varietas padi lokal, yaitu Berlian dan SOJ A3, keduanya dari Banyuwangi, dan varietas Jawa dari Malang. Isolasi DNA total dilakukan mengikuti protokol Kit Macherey-Nagel. Amplifikasi gen DREB2A dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Fragmen gen DREB2A berhasil diamplifikasi sepanjang 239 bp (varietas Berlian), 239 bp (varietas SOJ A3), dan 240 bp (varietas Jawa). Analisis sampel gen DREB2A varietas padi lokal Jawa Timur menunjukkan hilangnya kemampuan gen DREB2A dari varietas Jawa untuk mengikat cis-regulator elemen promotor gen target.
Dinamika Struktur Komunitas Vegetasi Liar dan Pertumbuhan Padi Hitam Di Sawah Organik Kecamatan Kepanjen Malang Dinda Azalia; Endang Arisoesilaningsih
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dinamika struktur vegetasi liar selama  pertumbuhan padi hitam di persawahan organik di Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang dan menentukan interaksi keberadaan vegetasi liar pada pertumbuhan padi hitam. Metode yang digunakan adalah selected sampling, yaitu pemilihan petak contoh didasarkan pada pertumbuhan tanaman padi dan kelimpahan vegetasi liar. Pertumbuhan padi hitam diamati berdasarkan tinggi tanaman, biomassa, jumlah anakan, jumlah spikelet dan jumlah serta berat biji. Vegetasi liar diamati secara langsung dengan luasan 50 x 50 pada lokasi penentuan pengamatan pertumbuhan padi hitam. Faktor abiotik yang menjadi variabel bebas dalam penelitian ini meliputi tanah (berat jenis, bahan organik, pH dan konduktivitas) dan air sawah (pH dan konduktivitas). Genangan air sawah diamati dengan menggunakan score. Pengamatan dilakukan dalam empat fase (adaptasi tanaman 28 hst, pembentukan anakan 48 hst, pengisian malai 88 hst dan menjelang panen112 hst). Hasil pengamatan menunjukkan adanya dinamika vegetasi liar selama pertumbuhan padi hitam yang digambarkan dari biomassa vegetasi liar. Kelimpahan vegetasi liar yang tinggi menyebabkan penurunan terhadap pertumbuhan padi hitam, hal ini ditunjukkan dari tinggi pertumbuhan padi, jumlah anakan, malai dan spiklet pada masing-masing umur padi tumbuh minimal, rata-rata dan maksimal. Penutupan vegetasi liar berkorelasi negatif dengan genangan air sawah, yaitu tingginya genangan air sawah memberikan pengaruh terhadap vegetasi liar yang tumbuh.Kata kunci : Dinamika, padi hitam, pertumbuhan, vegetasi liar.
Keberhasilan Hidup Beberapa Tumbuhan Riparian Lokal yang Ditanam di antara Biomassa Kangkung yang Tumbuh Terapung di Kolam Fitoremediasi Lailatul Mufarida; Endang Arisoesilaningsih
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keberhasilan hidup dan pertumbuhan beberapa tumbuhan riparian lokal yang ditanam terapung di antara biomassa Ipomoea aquatica Forsk. (kangkung). Eksperimen semu ini menggunakan tumbuhan riparian lokal Acorus calamus L. (dlingo), Coix lacryma-jobi L. (Jagung jali), Colocasia esculenta (L.) Schott (Talas), Cyperus alternifolius L. (Bintang air), Fimbristylis globulosa (Retz.) Kunth. (Mendong), Hedychium coronarium J. Koenig. (Gandasuli), Ipomoea crassicaulis (Benth.) B. L. Rob. (Kangkungan), Limnocharis flava L. (Genjer), Monochoria vaginalis (Burm. f.) C. Presl ex Kunth. (Eceng padi). Sembilan spesies ditanam di antara biomassa I. aquatica, masing-masing sebanyak sepuluh individu secara monokultur di kolam fitoremediasi air irigasi. Keberhasilan hidup ditunjukkan oleh pertumbuhan tunas dan anakan. Pertumbuhan tunas dan anakan diamati satu bulan sekali. Analisis data menggunakan Ms. Excel, PAST dan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua tanaman riparian berhasil hidup sebagai tanaman terapung di antara biomassa I. aquatica, namun F. globulosa, A. calamus dan L. flava merupakan spesies yang mampu membentuk tunas dan anakan. Sebaliknya keterbatasan pertumbuhan tunas dan anakan diamati pada H. coronarium dan C. alternatifolius. Sedangkan keberhasilan hidup C. lacryma-jobi, I. crassicaulis, M. vaginalis dan C. esculenta termasuk kelompok sedang. Kata Kunci: Biomassa kangkung,  keberhasilan hidup, terapung, tumbuhan riparian lokal
Potensi Halaman Sekolah sebagai Mikrohabitat, serta Persepsi Masyarakat Sekitar Sekolah tentang Undur-undur (Myrmeleon sp.) sebagai Predator di Kec. Campurdarat, Kab. Tulungagung ardhanys wari putri; Bagyo Yanuwiadi; Amin Setyo Leksono
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi Halaman Sekolah sebagai Mikrohabitat, serta Persepsi Masyarakat Sekitar Sekolah tentang Undur-undur (Myrmeleon sp.) sebagai Predator di Kec. Campurdarat, Kab. TulungagungArdhanyswariputri, Yanuwiadi, B., Leksono, A.S. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya, MalangABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi halaman sekolah sebagai mikrohabitat undur-undur (Myrmeleon sp.) dan mengetahui persepsi masyarakat sekolah dan masyarakat di sekitar sekolah tentang undur-undur (Myrmeleon sp.) sebagai pengendali hayati di Kecamatan Campurdarat Kecamatan Tulungagung. Prosentase halaman sekolah yang dapat digunakan sebagai mikrohabitat undur-undur (Myrmeleon sp.) dapat diukur dengan membandingkan luasan tanah kering gembur dan tidak lembab maupun tanah berpasir pada halaman sekolah dengan seluruh luasan halaman sekolah. Kemudian presentase tersebut dideskripsikan berdasarkan skala estimasi. Adapun pengambilan data dilakukan dengan wawancara secara tertutup melalui questioner kepada responden yang merupakan warga sekolah dan masyarakat sekitar sekolah di Kecamatan Campurdarat. Pengolahan data dilakukan dengan analisis statistic skala lickert (lickert scale). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata prosentase halaman sekolah yang berpotensi sebagai mikrohabitat undur-undur (Myrmeleon sp.) sebesar 19,61%, yang berarti bahwa rata-rata sekolah yang berada di Kecamatan Campurdarat mempunyai pontensi yang sangat rendah sebagai mikrohabitat undur-undur (Myrmeleon sp.). Sedangkan persepsi warga sekolah dan masyarakat di sekitar sekolah berada pada kategori yang cukup. Prosentase pengetahuan responden tentang undur-undur sebagai musuh alami sebesar 53,92%, sikap responden tentang undur-undur sebesar 55,09%, keterampilan responden terhadap hal-hal berkenaan dengan undur-undur sebesar 55,09%, dan persepsi respondent yang lain secara pribadi sebesar 46,55%. Kata kunci : Mikrohabitat, Undur-undur (Myrmeleon sp.), potensi, persepsi 
Pengaruh Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) terhadap Kadar Glukosa Darah dan Kadar Glutation Peroksidase Tikus Jantan Hiperglikemik Syahrizal Ramadhan; Retno Sri Iswari; Aditya Marianti
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2019.007.01.01

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia. Pada DM  mudah  terjadi pembentukan  radikal  bebas. Antioksidan dari flavonoid diketahui dapat mengatasi penyakit disebabkan radikal bebas, seperti DM. Beberapa penelitian melaporkan ekstrak daun sirih merah memiliki aktivitas antioksidan dan antihiperglikemik. Belum ada data yang menunjukkan potensi tersebut secara in vivo.  Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ekstrak daun sirih merah terhadap kadar glukosa darah dan kadar antioksidan glutation peroksidase (GPx) tikus jantan hiperglikemik. Pada penelitian ini terdapat lima kelompok perlakuan yang terdiri dari kontrol positif (K+), kontrol negatif (K-), perlakuan ekstrak daun sirih merah dosis 100, 200, dan 400 mg/kgBB. Hewan coba yang digunakan adalah tikus jantan strain Wistar berumur 8-12 minggu dengan berat badan minimal 180 gram. Prosedur penelitian meliputi pengkondisisan hiperglikemik pada hewan uji dengan induksi aloksan 120 mg/kgBB secara intraperitoneal,  ekstraksi daun sirih merah menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, perlakuan dengan pemberian ekstrak daun sirih merah secara oral selama 28 hari, serta pengukuran kadar glukosa darah dan kadar GPx. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak daun sirih merah berpengaruh signifikan pada penurunan kadar glukosa darah dan kenaikan kadar GPx. Pengaruh yang diberikan daun sirih merah terhadap penurunan kadar glukosa darah sebesar 37,5%, sedangkan pengaruh yang diberikan daun sirih merah terhadap kenaikan kadar GPx sebesar 92,9%. Simpulan dari penelitian ini adalah pemberian ekstrak daun sirih merah pada tikus jantan hiperglikemik berpengaruh terhadap penurunan kadar glukosa darah dan peningkatan kadar GPx. Dosis 100 mg/kgBB merupakan dosis efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah dan menaikkan kadar GPx.
PENGUKURAN KADAR OX-LDL (Low Density Liporotein Oxidation) PADA PENDERITA ATEROSKLEROSIS DENGAN UJI ELISA raudatul jannah; Nashi Widodo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aterosklerosis disebabkan oleh  multifaktor, salah satunya yaitu paparan radikal bebas yang dapat  mengoksidasi LDL menjadi Ox-LDL. Proses oksidasi di anggap sebagai komponen  penting pada tahap awal perkembangan aterosklerosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar oksidasi LDL pada penderita aterosklerosis perokok, bukan perokok dan perokok disertai dislipidemia. Metode penelitian tersebut dilakukan dengan menggunakan uji ELISA dan data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance). Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa tidak terdapat perbedaan kadar oksidasi LDL yang signifikan  pada penderita aterosklerosis yang memiliki kebiasan merokok, tidak memiliki kebiasaan merokok dan penderita aterosklerosis yang memiliki kebiasaan merokok disertai dislipidemia, sehingga dengan demikian diketahui bahwa merokok tidak mempengaruhi peningkatan kadar Ox-LDL.
Isolasi dan Uji Antagonis Kapang Tanah terhadap Fusarium Patogen pada Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) di Lahan Pertanian Bocek, Jawa Timur Herlinda Mawardika; Suharjono Suharjono
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Salah satu kegagalan dalam budidaya tanaman tomat disebabkan oleh penyakit layu Fusarium. Penyakit ini dapat diatasi dengan penggunaan kapang antagonis yang mampu menghambat pertumbuhan kapang patogen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi Fusarium patogen dan kapang antagonis, serta mengetahui potensi kapang antagonis untuk menghambat pertumbuhan Fusarium patogen. Tahapan penelitian meliputi isolasi Fusarium patogen dan kapang antagonis, skrining kandidat kapang antagonis, dan uji antagonis dengan metode dual-culture. Data dianalisis ragam satu arah dengan α = 0,05. Dua isolat Fusarium patogen diperoleh dari batang tanaman tomat dan 19 kandidat kapang antagonis berasal dari sampel tanah. Kapang tanah yang berpotensi untuk menghambat pertumbuhan Fusarium yaitu  KT.7, KT.10. dan KT.16. Isolat KT.16 menunjukkan penghambatan tertinggi terhadap isolat FB.1, sedangkan isolat KT.7 menunjukkan penghambatan tertinggi terhadap isolat FB.2, yaitu berturut-turut 59,84 % dan 54,67 %. Kata kunci: antagonis, Fusarium, kapang tanah, tomat ABSTRACT One of the failure in tomato plants cultivation caused by Fusarium wilt disease. This disease can be overcome using antagonist mold which able to inhibit pathogenic Fusarium.  The purpose of this research were to isolation pathogenic Fusarium and antagonist mold and determine potency of antagonist mold to inhibit growth of pathogenic Fusarium. The research consist of isolation of pathogenic Fusarium and antagonist mold, screening of antagonis molds candidate, and antagonist test using dual-culture method. Data was analyzed One-way ANOVA at a significant level of α = 0.05. Two pathogenic  Fusarium were obtained from tomato plant stems and 19 candidate of antagonis molds were obtained from soil sample. Potential soil molds to inhibit growth of pathogenic Fusarium were isolates KT.7. KT.10, and KT.16. Isolate KT.16 showed the highest inhibition against isolate FB.1, whereas isolate KT.7 against isolate FB.2, 59.84 % and 54.67 % respectively. Key words: antagonist, Fusarium, soil molds, tomato
Aktivitas Ekstrak Etanol Umbi Uwi Ungu (Dioscorea alata L.) terhadap Sel B220+IgE+ pada Mencit BALB/c Model Alergi Pencernaan Yuyun Ika Christina; Muhaimin Rifa'i
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uwi ungu (Dioscorea alata L.) merupakan famili Dioscoreaceae yang mengandung diosgenin yang diketahui bermanfaat sebagai agen imunomodulator. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perubahan kuantitas sel B220+IgE+ pada organ lymph node mencit BALB/c model alergi pencernaan pasca pemberian ekstrak etanol umbi uwi ungu dan dosis optimum ekstrak etanol umbi uwi ungu. Pemberian ekstrak etanol umbi uwi ungu dilakukan pada hari ke 1-28. Hari ke-15 dilakukan injeksi ovalbumin (OVA) secara intraperitoneal. Kemudian 3 hari setelah injeksi OVA mencit dibedah. Hari ke-22 dilakukan challenge OVA secara intraperitoneal. Hari ke-23 sampai 28 mencit dilakukan injeksi OVA kembali secara oral. Kemudian dilakukan pembedahan pada hari ke-29. Limfosit diisolasi pada organ lymph node dan dilihat profil sel B220+ dan B220+IgE+ melalui analisis flow cytometry. Data dianalisis menggunakan One-way ANOVA (p<0,05) dan uji Tukey menggunakan SPSS 16  for Windows. Jumlah sel B220+IgE+ menurun signifikan pada dosis 0,167 g/kg BB dibandingkan pada dosis 2,008 g/kg BB dan 10,039 g/kg BB. Variasi dosis ekstrak etanol umbi uwi ungu berbeda secara signifikan. Ekstrak etanol umbi uwi ungu (Dioscorea alata L.) mampu menurunkan jumlah relatif sel B220+IgE+ pada dosis 0,167 g/kg BB. Dosis optimum untuk menurunkan level B220+IgE+ adalah pada dosis rendah yaitu 0,167 g/kg BB.Kata kunci : Alergi pencernaan, B220+IgE+, Dioscorea alata L., immunomodulator
Sebaran Ukuran Diameter Pohon Untuk Menentukan Umur dan Regenerasi Hutan di Lahan Bera Womnowi, Manokwari Slamet Arif Susanto
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2019.007.02.4

Abstract

Lahan bera telah menjadi bentuk ekosistem yang umum dijumpai di Papua. Mengukur dan mengidentifikasi sebaran ukuran diameter pohon di lahan bera Womnowi Sidey Manokwari Papua Barat adalah tujuan utama penelitian ini. Pada luas 1 hektar dibuat sub petak berukuran 20 x 20 meter yang di dalamnya terdapat sub petak 10 x 10 meter, sehingga total sub petak berjumlah 25. Diameter pohon diukur secara langsung di lapangan pada ketinggian 1.3 meter atau diameter pohon setinggi dada. Data diproses dan dianalisis secara statistik dan tabulasi untuk menentukan pola regenerasi vegetasi pohon. Hasil menunjukkan dominasi sebaran ukuran diameter pohon pada kelas-kelas tertentu, namun tetap menunjukkan kurva J terbalik sebagai ciri proses regenerasi hutan sekunder intermediet yang baik. Nilai korelasi yang tinggi antara jumlah individu per hektar dengan ukuran sebaran kelas diameter vegetasi pohon dominan berturut-turut Pometia pinnata, Lansium domesticum, Dracontomelon dao, dan Octomeles sumatrana. O. sumatrana adalah jenis dominan yang memiliki ukuran diameter pohon terbesar dibanding jenis dominan lainnya. Secara klasik disimpulkan preferensi habitat jenis tumbuhan selama periode bera berperan dalam daya regenerasi dan memengaruhi sebaran ukuran diameter pohon.Kata kunci: alluvial, diameter setinggi dada, hutan sekunder, kurva J terbalik, Papua Barat
Komposisi Serangga Kanopi Pohon Apel di Desa Poncokusumo Kabupaten Malang iin nursaidah; Amin Setyo Leksono; Bagyo Yanuwiadi
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iin Nursaidah(1), Amin Setyo Leksono(1), Bagyo Yanuwiadi(1), 1) Laboratorium Ekologi dan Diversitas Hewan Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universits Brawijaya, Malang 65145, Jawa Timur, Indonesia. Tel. & Fax. : +62341-575841. e-mail : iin_ns@yahoo.co.id ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan, struktur komunitas, diversitas serangga kanopi yang mengunjungi pohon apel di Poncokusumo pada musim bunga dan buah, mendiskripsikan komposisi serangga kanopi pohon apel Poncokusumo pada musim bunga dan buah, dan mengetahui pengaruh musim dan perangkap bejana (pan trap) warna kuning dengan warna biru terhadap kelimpahan serangga kanopi pengunjung pohon apel Poncokusumo, serta mengetahui struktur komunitas vegetasi semak dibawah pohon apel di Poncokusumo pada musim bunga dan buah. Pencuplikan serangga kanopi dilakukan dengan metode perangkap bejana (pan trap). Masing-masing pencuplikan dilakukan empat kali setiap musim. Analisis vegetasi semak dibawah pohon apel menggunakan metode Kurva Spesies Area. Data perbandingan kelimpahan, diversitas, struktur komunitas baik serangga maupun vegetasi semak dibawah pohon pada musim bunga dan buah dianalisis dengan indeks nilai penting dan diversitas (Indeks Shannon-Wiener). Pengaruh musim dan warna perangkap dianalisis dengan uji-t tidak berpasangan. Kesamaan komposisi dua musim dan warna perangkap dianalisis menggunakan (Indeks kesamaan Bray-Curtis). Hasil menunjukkan Serangga kanopi pohon apel Poncokusumo pada musim bunga lebih banyak dibandingkan musim buah dengan nilai berturut-turut 1014 spesimen dan 480 spesimen. Struktur komunitas dengan pola dominan ditunjukkan dengan indeks nilai penting yang diperoleh famili Aphididae pada musim bunga dengan jumlah INP 56,87% dan Famili Cecidomyiidae pada musim buah dengan INP 55,26% sedangkan diversitas serangga kanopi di musim bunga dan musim buah hampir sama pada tingkatan sedang yaitu berturut-turut dengan nilai 2,37 dan 2,40. Kesamaan antara dua komposisi serangga kanopi dengan indeks Bray-Curtis pada musim bunga dan musim buah sebesar 0,13. Berdasarkan hasil uji-t tidak terdapat perbedaan kelimpahan serangga kanopi secara signifikan antara perangkap warna biru dengan kuning. Struktur vegetasi naungan pohon apel pada musim buah didominasi oleh Capsicum annum dengan INP 37,65%. Kata kunci: apel, komposisi, pan trap, poncokusumo, serangga kanopi