cover
Contact Name
Dinia R Dwijayanti,
Contact Email
biotropika@gmail.com
Phone
+62341-575841
Journal Mail Official
biotropika@gmail.com
Editorial Address
Departemen Biologi FMIPA UB, Jalan Veteran, 65145, Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Biotropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23027282     EISSN : 25498703     DOI : 10.21776/ub.biotropika.
Biotropika: Journal of Tropical Biology invites research articles, short communication, and reviews describing new findings/phenomena of biological sciences in tropical regions, specifically in the following subjects, but not limited to biotechnology, biodiversity, microbiology, botany, zoology, biosystematics, ecology, and environmental sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 544 Documents
INTERVAL WAKTU OPTIMAL PENAMPUNGAN SEMEN BERDASARKAN KARAKTERISTIK DAN KUALITAS SPERMATOZOA KAMBING BOER Ariani Mahdiyah; Agung Pramana W.M
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interval waktu penampungan optimal pada kambing Boer serta mengetahui karakteristik semen dan kualitas sperma kambing yang ditampung dengan interval  berbeda. Salah satu faktor yang mempengaruhi penurunan kualitas semen kambing adalah interval penampungan. Frekuensi penampungan yang terlampau sering dan dengan jarak yang terlalu dekat, akan menurunkan kuantitas dan kualitas semen yang  dihasilkan. Semen diambil dari dua kambing pejantan jenis Boer produktif berumur 4 tahun  dengan bobot 70 kg selama 2 minggu, dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan: 1) penampungan sekali sehari, 2) penampungan sekali dalam dua hari. Analisis karakteristik semen meliputi volume, konsentrasi, viabilitas, abnormalitas dan motilitas spermatozoa menggunakan analisis regresi linier. Sedangkan warna dan konsistensi semen dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil yang didapat pada variabel warna dan abnormalitas tidak dipengaruhi oleh jarak penampungan yang terlalu dekat (P>0,05), warna semen yang ditampung rata-rata putih susu, dan keabnormalitasan sel spermatozoa kedua kambing rata-rata 1% - 1,5%. Variabel volume, konsistensi, viabilitas, motilitas, dan konsentrasi akan menurun seiring dengan semakin rapatnya interval penampungan (P<0,05). Variable volume semen kambing Boer B 085 mengalami punurunan volume sebanyak 0,1 ml setiap penampungan (R2=89%). Penampungan dengan interval dua hari dapat digunakan peternak tanpa mengurangi kualitas semen kambing Boer, sedangkan penampungan dengan interval satu hari menunjukkan penurunan kualitas seiring dengan meningkatnya frekuensi penampungan. Kata kunci: Boer, Penampungan, Interval, Kualitas, Semen.
Pengaruh Pemberian Komposit Kitosan Asap Cair terhadap Pertumbuhan Cabai Rawit Merah Capsicum frutescens Linn. Sasi Gendro Sari; Evie Selvia; Chatimatun Nisa; Ahmad Budi Junaidi
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2020.008.01.02

Abstract

Pemanfaatan kitosan asap cair dalam meningkatkan pertumbuhan cabai rawit merah Capsicum frutescens penting dipelajari karena kebutuhan cabai rawit merah meningkat setiap tahunnya namun tidak disertai dengan peningkatan produktifitas yang seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis kitosan asap cair yang paling optimal dalam mendukung pertumbuhan cabai rawit merah. Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial menggunakan empat ulangan dengan pemberian dosis kitosan asap cair sebesar 5, 7,5, 10, 12,5 dan 15% digunakan dalam penelitian. Parameter yang diamati adalah rasio C/N tanah, tinggi tanaman, jumlah daun, berat kering tanaman. Sebelum ditanam selama delapan minggu, biji cabai direndam dalam larutan akuades dan kitosan asap cair. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan dosis kitosan asap cair sebesar 7,5% dan 10% menunjukkan pertumbuhan yang paling optimal berdasarkan tinggi tanaman, jumlah daun, berat kering tanaman dibandingkan dosis lainnya.
Efek Blok Refugia (Ageratum conyzoides L., Ageratum houstonianum L., Commelina diffusa L.) Terhadap Pola Kunjungan Arthropoda di Perkebunan Apel Desa Poncokusumo, Kabupaten Malang fevilia suksma wardani; Amin Setyo Leksono; Bagyo Yanuwiadi
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Ekosistem yang terganggu dan aplikasi pestisida menyebabkan penurunan diversitas Arthropoda. Keberadaan Arthropoda dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan refugia di sekitar perkebunan apel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan, struktur komunitas, diversitas dan komposisi Arthropoda, efek blok refugia terhadap pola kunjungan Arthropoda, pengaruh faktor abiotik dan status fungsional Arthropoda. Pengamatan Arthropoda dilakukan secara visual control.  Pengukuran faktor abiotik meliputi suhu udara dan intensitas cahaya. Pengambilan data dilakukan empat kali pada musim buah dan empat kali sehari di setiap kombinasi refugia selama 15 menit setiap periode. Analisis struktur komunitas Arthropoda didapat dari nilai penting dan diversitas (Indeks Shannon-Wienner). Pola kunjungan dan komposisi Arthropoda (IBC) dibandingkan antar blok. Kelimpahan Arthropoda berjumlah 1424 individu terdiri dari 8 ordo dengan 28 famili, 5 famili tertinggi yaitu Aleyrodidae, Syrphidae, Pieridae, Tabanidae  1 dan Formicidae 2 dengan INP tertinggi yaitu Aleyrodidae (33.95 %). Diversitas Arthropoda tinggi dengan nilai 2-3. Rata-rata kesamaan komposisi Arthropoda menunjukkan tingkat kesamaan yang sedang. Blok refugia yang digunakan memiliki pengaruh terhadap kunjungan Arhropoda. Blok 1, 2 dan 4 menunjukkan tingkat daya tarik yang tinggi untuk menarik Arthropoda sehingga dapat direkomendasikan antara blok 1 dan 2. Status fungsional Arthropoda terdiri dari herbivor (54.14 %), polinator (28.72 %) dan predator (17.13 %). Suhu dan intensitas cahaya berpengaruh pada kelimpahan Arthropoda.   Kata kunci: Arthropoda, refugia, musim buah, visual control
Pengaruh Ekstrak Ethanol Kemangi (Ocimum canum Sims.) terhadap Struktur Histologi Testis Mencit (Mus musculus) Jantan Ivakhul Anzila; Agung Pramana W. M.; Aris Soewondo; Sri Rahayu
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2017.005.01.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak ethanol kemangi (Ocimum canum Sims.) terhadap struktur histologi testis mencit jantan (Mus musculus). Penelitian ini menggunakan 9 ekor hewan coba mencit strain Balb/c jantan berumur 3 bulan, berat badan 20 - 30 g. Hewan coba dibagi menjadi tiga (3) kelompok kontrol tanpa pemberian ekstrak kemangi (P0), kelompok yang diberi ekstrak kemangi dengan dosis 100 mg/kgBB (P1) dan 200 mg/kgBB (P2). Ekstrak kemangi diberikan setiap hari secara oral selama 35 hari. Parameter yang diamati adalah diameter tubulus seminiferus, tebal epitel germinal, jumlah lapisan germinal dan jumlah sel spermatogenik meliputi spermatogonia, spermatosit dan spermatid. Data yang diperoleh dianalisis dengan One-way ANOVA (p ≤ 0,05). Jika menunjukkan perbedaan yang bermakna, maka dilanjutkan dengan uji Least Significant Difference (LSD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kemangi dosis 200 mg/kgBB meningkatkan diameter tubulus seminiferus, tebal epitel germinal, dan jumlah sel spermatid
Identifikasi Makrofauna dan Pemetaan Gua Dopaam Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu Dhanang puspita; Andi Setyo Wibowo; Sigit Eko Prasetyo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2020.008.01.06

Abstract

Pulau Enggano adalah salah satu pulau terluar di Indonesia. Di pulau ini banyak terdapat gua-gua alam yang belum di ekplorasi. Salah satu gua alam adalah Gua Dopaam yang saat ini dimanfaatkan sebagai sumber air bersih oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan gua dan mengidentifikasi makro fauna gua. Metode penelitian dilakukan dengan survey gua, pemetaan gua, dan identifikasi makrofauna secara insitu dengan obsevasi dan dokumentasi, secara eksitu dengan cara studi komparasi dengan data sekunder. Hasil penelitian, gua Dopaam memiliki panjang ± 2.220 m dan terdapat 6 spesies fauna gua yakni kelelawar (Emballonura cf. semicaudata), jangkrik (Rhaphidophora oophaga), udang (Macrobrachium bariense), laba-laba (Charon grayi), kepiting (Varuna litterata), ular sanca batik (Malayapyton reticulatus). Gua Dopaan berfungsi sebagai habitat makrofauna, menjaga ketersediaan air bersih, dan kedepannya bisa dimanfaatkan sebagai potensi wisata minat kusus
Etnobotani Pemanfaatan Pisang Lokal (Musa spp.) di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang Naila Izzatul Mukhoyyaroh; Luchman Hakim
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2020.008.01.07

Abstract

Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang mempunyai keanekaragam kultivar pisang yang tinggi. Lokasinya yang strategis di Jalur Lintas Selatan (JLS) memberikan peluang untuk memperkenalkan keanekaragaman pisang sebagai salah satu daya tarik wisata pantai Malang Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kultivar pisang lokal (Musa spp.) dan menganalisis pemanfaatan pisang lokal (Musa spp.) setempat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi dan wawancara semi tersruktur. Analisis data kualitatif disajikan dalam bentuk deskriptif dan data kuantitatif dianalisis dengan perhitungan Relative Frequency of Citation (RFC). Kultivar pisang yang ditanam dan dimanfaatkan di Desa Srigonco terdiri dari 9 kultivar yaitu Pisang Kepok, Pisang Raja, Pisang Candi, Pisang Susu, Pisang Barlin, Pisang Ambon, Pisang Raja Nangka, Pisang Raja Awak, dan Pisang Raja Molo. Bagian dari tanaman pisang yang dapat dimanfaatkan yaitu buah, daun, jantung pisang dan pelepah pisang. Tanaman pisang yang dimanfaatkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari mencakup aspek pangan, adat, perdagangan, perabot dapur, kosmetik, dan pakan ternak. Kultivar pisang yang memiliki nilai RFC tertinggi yaitu pisang kepok sebesar 0,8, sedangkan nilai RFC terendah yaitu pisang raja molo sebesar 0,1.
Study of High Nature Value Farmland (HNVf) in Rehabilitation Area, Block Donglo, Meru Betiri National Park Agung Sih Kurnianto; Hari Purnomo; Nilasari Dewi
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2020.008.01.08

Abstract

This study aims to quantitatively analyze the agricultural commodities in the rehabilitation area and their relationship qualitatively in an understanding of biodiversity conservation. The research was held in the Rehabilitation area, Donglo Block, Wonoasri resort, Meru Betiri National Park (-8.41158, 113.67849). Vegetation analysis was held by using a circle method with (r=17.1 m) for trees and 5 square method (1x1 m) for ground cover. We applied the point count method (r=20 m) in this study to observe diurnal birds. Mammal observations were held on each land with an area of 500 m2 by an observer. The observations showed that Jackfruit  Arthocarpus heterophyllus (highest INP = 81.46) provided perch for insectivorous birds: Sooty-headed Bulbul, Black-winged Flycatcher-shrike, and Collared Kingfisher. The average circumference of trees reaches 73 cm and height reaches 8.4 m. Peje Pueraria javanica is a ground cover plant that dominates among other commodities in the Donglo (INP=58.73). Wild boar Sus scrofa and long-tailed monkeys Macaca fascicularis appear in groups (5-20 individuals) as pests. Six of the 9 bird species identified as insectivores. White-bellied Sea-eagle has a role as a carnivore. Only a species has granivore roles.
Kultur Kalus Tanaman Obat Physalis angulata L. (Ciplukan) Retno Mastuti; Wahyu Widoretno; Nunung Harijati
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2020.008.01.05

Abstract

Ciplukan (Physalis angulata L.) merupakan anggota famili Solanaceae yang telah lama dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Penyediaan tanaman obat yang umumnya tumbuh liar dan belum banyak dibudidayakan ini telah diupayakan melalui propagasi tanaman secara in vitro. Kultur kalus banyak dilaporkan berpotensi sebagai alternatif sumber metabolit sekunder termasuk yang berkhasit obat. Penelitian ini bertujuan untuk optimasi inisiasi dan pemeliharaan kultur kalus P. angulata menggunakan eksplan kotiledon dan hipokotil kecambah in vitro. Kalus diinduksi pada medium MS ditambah Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) BAP 0,5 dan 2 mg/l yang masing-masing dikombinasikan dengan 2,4-D 1, 2, dan 4 mg/l dan IAA 0,05 , 0,5 dan 1,0 mg/l. Secara umum kedua eksplan kotiledon maupun hipokotil menunjukkan respon proliferasi yang baik terhadap kombinasi ZPT yang diujikan. Jenis eksplan tidak berpengaruh nyata pada kemampuan pembentukan kalus pada semua (100%) bagian jaringan eksplan dan berat basah (BB) kalus primer maupun sekunder. Berat basah kalus primer maupun sekunder lebih dipengaruhi oleh kombinasi ZPT. Subkultur kalus primer pada medium pemeliharaan dengan kombinasi BAP (0,5 dan 1 mg/l) + IAA / 2,4-D 0,2 mg/l tidak hanya menghasilkan kalus sekunder tetapi juga menghasilkan tunas dan akar. Kombinasi BAP 2 mg/l + 2,4-D (1, 2 dan 4 mg/l) dapat mempertahankan pertumbuhan kalus sekunder tanpa mengalami organogenesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kultur kalus dapat dihasilkan secara optimal baik dengan eksplan hipokotil maupun kotiledon in vitro pada medium induksi dan pemeliharaan yang sama yaitu MS + BAP 2 mg/l + 2,4-D (1, 2 dan 4 mg/l).
Etnobotani Tanaman Pangan dari Hutan dan Pekarangan Rumah pada Masyarakat di Pemukiman Kondang Merak, Malang Selatan Aya Shofiyah; Luchman Hakim
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2020.008.02.05

Abstract

Tanaman pangan yang tumbuh di hutan dan pekarangan rumah masyarakat merupakan sumberdaya penting dalam program ketahanan pangan masyarakat pesisir yang hidup di sekitar hutan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui spesies tanaman pangan yang dimanfaatkan masyarakat Kondang Merak baik yang diperoleh dari hutan maupun pekarangan rumah, dan mengetahui persepsi masyarakat terhadap pemanfaatan pekarangan rumah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dan wawancara semi tersruktur. Analisis data kualitatif disajikan dalam bentuk deskriptif dan data kuantitatif dianalisis menggunakan Skala Likert. Dari hasil penelitian ditemukan 17 spesies (15 famili) tanaman pangan dari hutan Kondang Merak dan 20 spesies (17 famili) dalam dari pekarangan rumah. Tanaman pangan dalam penelitian ini dikategorikan dalam bahan pangan tambahan, yaitu umbi-umbian, sayuran, buah-buahan, bumbu dan aroma masakan, serta bahan minuman. Tanaman penghasil buah-buahan merupakan kelompok dengan persentase pemanfaatan tertinggi (37,5%), diikuti dengan sayuran dan lalapan (25%), bumbu dan aroma masakan (25%), bahan minuman (10,4%), dan persentase paling rendah yaitu umbi-umbian (2,1%). Cara pengolahan yang paling sering dilakukan adalah dengan cara dikonsumsi secara langsung. Masyarakat Kondang Merak telah mengetahui tentang pekarangan rumah (Skala Likert 4,09). Masyarakat cukup setuju (Skala Likert 2,64) terkait pemanfaatan pekarangan rumah dapat bernilai ekonomi dan estetik. Masyarakat cukup setuju (Skala Likert 3,27) terhadap cara pengolahan pekarangan rumah seperti di kebun. Kondisi pekarangan rumah masyarakat cukup terawat (Skala Likert 2,75).
Pengaruh Protein CSN1S2 dari Susu dan Yogurt Kambing Peranakan Ethawah Terhadap Komposisi Mikrobiota pada Feses Tikus RA-CFA Adhya Dava Aligarh Yahya; Eko Suyanto; Fatchiyah Fatchiyah
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2020.008.02.06

Abstract

Rheumatoid arthritis (RA) merupakan salah satu penyakit autoimun yang menyebabkan inflamasi pada jaringan sinovial. Prevalensi RA semakin meningkat setiap tahunnya dan berpotensi menghambat produktivitas. Komposisi mikrobiota merupakan salah satu faktor lingkungan yang mempengaruhi perkembangan penyakit RA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengamati efek pemberian protein CSN1S2 susu dan yogurt peranakan Ethawah terhadap komposisi mikrobiota pada usus tikus rheumatoid arthritis yang diinduksi Complete Freund’s Adjuvant (CFA). Tikus dibagi menjadi dua model yakni kontrol dan RA yang masing – masing diberi perlakukan protein CSN1S2 susu dan yogurt. Feses yang diperoleh lalu dianalisis total koloni bakteri, isolasi bakteri, karakterisasi, perhitungan indeks Simpson, isolasi DNA bakteri dan amplifikasi gen 16S sRNA. Hasil menunjukkan bahwa pemberian protein CSN1S2 pada model hewan mempengaruhi komposisi bakteri dengan peningkatan jumlah koloni bakteri pada kelompok RAM dan RAY. Pada perlakuan kontrol dan RA didominasi oleh kelompok bakteri Lactobacillus berdasarkan analisis gen 16S rRNA. Kelompok Lactobacillus lebih banyak ditemukan pada perlakuan kontrol dibandingkan RA. Lactobacillus berperan dalam mempengaruhi perkembangan penyakit RA, serta mampu menghambat bakteri patogen dari golongan Clostridium dan Enterococcus, ini bergantung pada tingkat spesies bakteri tersebut.