cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Physics Student Journal
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 150 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2014)" : 150 Documents clear
PENGUKURAN DENSITAS BAHAN ORGANIK BERSKALA MIKRO-LITER(µL) DENGAN METODE LEVITASI MAGNETO-ARCHIMEDES MENGGUNAKAN SUMBER MAGNET GANDA BASORI, HASAN; Saroja, Gancang; Iswarin, S.J.
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Densitas merupakan parameter fisika yang penting. Dalam laboratorium riset, pengukuran densitas bahan sampel menjadi tahapan yang sangat penting karena densitas bahan merupakan representasi dari populasi sample. Saat ini, masih diperlukan cara pengukuran densitas sampel berukuran kecil dengan metode yang sederhana, tidak mahal, praktis, cepat, serta memiliki keakuratan yang tinggi. Metode levitasi magneto archimedes adalah metode pengukuran sebuah densitas dengan memanfaatkan sifat fluida magnetik. Salah satu sifat fluida magnetik adalah ketika sebuah benda dimasukkan kedalam fluida magnetik dan di beri gaya magnet maka benda tersebut akan terlevitasi. Sampel uji yang terlevitasi nilai ketinggian levitasinya akan berubah sebagai fungsi densitas, suceptibilitas dari sampel dan fluida magnetik, dan kuat medan magnet. Tabung  fluida magnetik berisi larutan Manganese(II) Chloride Tetrahydrate (MnCl2 4H2O yang kedua ujungnya ditutup dengan magnet Neodimium (NIB atau NdFeB). Bahan yang digunakan dalam eksperimen adalah bahan-bahan organik seperti keju, putih telur dan daging sapi. Hasil eksperimen  Didapatkan nilai densitas masing-masing sampel yaitu untuk keju 1355±6 kg/m3, sampel putih telur 1435 ±7 kg/m3 dan sampel daging sapi 1506 ±6 kg/m3.
ANALISIS PETROFISIKA DAN PERHITUNGAN CADANGAN MINYAK PADA LAPANGAN “BEAR” CEKUNGAN SUMATRA TENGAH (Studi kasus PT Chevron Pacific Indonesia) Vidhotomo, Eko; Juwono, Alamsyah Muhammad; Mekarsari, Rinie
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lapangan “Bear” merupakan salah satu lapangan besar di wilayah kerja SLN Bangko PT Chevron Pacific Indonesia yang telah berproduksi sejak tahun 1973. Analisa petrofisika sebelumnya pada lapangan ini perlu dianalisis dan dilakukan analisis petrofisika ulang karena properti petrofisika sebelumnya belum tepat. Hasil analisis petrofisika baru digunakan untuk memetakan reservoar dan menghitung cadangan awal minyak(OOIP). Analisis petrofisika dilakukan pada 50 sumur pada dua reservoar yaitu reservoar formasi Duri “A” dan “B” dengan menghitung volume serpih, porositas, permeabilitas dan saturasi air menggunakan data well log. Hasil analisa petrofisika pada reservoar formasi Duri “A” memiliki nilai volume serpih 0,163 – 0,413, porositas total 0,193 – 0,306, porositas efektif 0,113 – 0,250, permeabilitas 89,63 – 16982,36 mD, tingkat saturasi air 0,194 – 1 dan tingkat saturasi air Irreducible 0,147 – 1. Sedangkan pada reservoar formasi Duri ”B” memiliki nilai volume serpih 0,229 – 0,475, porositas total 0,185 – 0,286, porositas efektif 0,107 – 0,230, permeabilitas 12,90 – 16518,96 mD, tingkat saturasi air 0.362 – 1 dan tingkat saturasi air Irreducible 0,297 – 1. Pada peta sebaran reservoar diketahui reservoar terpusat pada dua antiklin. Hasil perhitungan OOIP, formasi Duri “A” mempunyai cadangan minyak 39,96 MMBbl untuk saturasi air Simandoux dan 55,80 MMBbl untuk saturasi air Irreducible, reservoar formasi Duri “B” mempunyai cadangan minyak 3,59 MMBbl untuk saturasi air Simandoux dan 6,79 MMBbl untuk saturasi air Irreducible.
IDENTIFIKASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN BENDUNGAN SUTAMI DAN SEKITARNYA BERDASARKAN ANOMALI GAYABERAT Purwanto, Elwin; Sunaryo, Sunaryo; Wasis, Wasis
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian geofisika menggunakan metode gayaberat telah dilakukan di Bendungan Sutami dan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui struktur bawah permukaan dengan melakukan pemodelan . Berdasarkan penelitian di daerah dengan luas wilayah 10x10 km2 dan interval 500 m menggunakan gravimeter Lacoste-Romberg tipe G-1053, diperoleh data titik ukur sebanyak 120 titik. Pengolahan data dilakukan hingga diperoleh anomali Bouguer. Pemisahan anomali regional dan lokal dilakukan menggunakan metode upward continuation dengan ketinggian pengangkatan 1900 m. Hasil pemodelan yang dilakukan menggunakan 2 lintasan menunjukkan adanya indikasi struktur yang diakibatkan oleh kelurusan dan merupakan batas formasi pada jarak sekitar sekitar 1,5 km dari bendungan. Densitas batuan penyusun lapisan bawah permukaan diperoleh dari kontras densitas pada pemodelan. Diindikasikan di daerah penelitian terdapat jenis batuan soil dan batuapung, tuf pasiran, batu pasir, batu gamping, dan lava dengan densitas 1,92 – 2,9  g/cm3.Kata Kunci: Bendungan Sutami, anomali Bouguer, densitas
Analisis Daerah Rawan Tsunami dan Perhitungan Selisih Waktu Tiba Gelombang Tsunami dan Gelombang Seismik Sebagai Upaya Mitigasi Bencana Tsunami Studi Kasus: Tsunami Banyuwangi 03 Juni 1994 Pratiwi, Intan Widya; Juwono, Alamsyah; Hendrastuti, Novita
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 1994 terjadi tsunami besar di Selatan pesisir pulau Jawa, tepatnya di daerah Banyuwangi yang merupakan tunami terbesar dalam sejarah tsunami di daerah Banyuwangi. Hal ini dikarenakan di Selatan pesisir Jawa merupakan zona subduksi yang merupakan dampak dari pergerakan lempeng Indo-Australia yang relatif bergerak ke utara menyusup ke bawah lempeng Eurasia yang relatif bergerak ke Selatan. Gempa-gempa besar pada zona subduksi ini umumnya berpotensi menimbulkan tsunami. Proses pengolahan data dilakukan dengan menggunakan software winITDB di mana data yang digunakan adalah dari hasil penelitian ilmuwan Jepang yang bernama Tanioka dan Kenji Satake dalam karyanya yang berjudul “ Tsunami Generation by Horizontal Displacement of Ocean Bottom”. Hasil  dari pengolahan software ini adalah waktu tiba gelombang tsunami dan ketinggian gelombang tsunami (run-up). Dari hasil penelitian, selisih waktu tiba gelombang tsunami dan gelombang seismik pada daerah penelitian, yaitu di Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi, adalah antara 23-30 menit. Dari hasil selisih yang cukup lama ini dimungkinkan untuk upaya mitigasi. Hasil run-up gelombang tsunami, digunakan untuk pembuatan peta kerawanan. Hasil dari peta kerawanan tsunami dan perhitungan selisih gelombang tsunami dan gelombang seismikdijadikan sebagai masukan awal pada Pemerintah Daerah Banyuwangi yaitu kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), yang digunakan untuk peringatan dini (early warning) sebagai upaya mitigasi bencana tsunami untuk meminimalisir korban jiwa. Kata kunci : Banyuwangi, Tsunami, Subduksi, Run-up, Software winITDB, waktu tiba gelombang tsunami dan gelombang seismik, dan Mitigasi Bencana.
Pengukuran Produk Aktivasi Pesawat Medical Linear Accelerator iX hartanti, aditya surya; Noor, Johan A. E.; APU, bunawas
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran produk aktivasi dari komponen akselerator linear untuk terapi radiasi merupakan upaya untuk proteksi radiasi pada umumnya dan decommisioning pada khususnya. Produk aktivasi dalam pesawat LINAC berasal dari proses efek fotonuklir dan penangkapan neutron yang dapat mengaktivasi komponen kepala akselerator. Spektrum energi sinar gamma yang dipancarkan akibat aktivasi produk yang berasal dari kepala akselerator model Clinac iX diukur menggunakan spektroskopi gamma in situ di isocenter. Setelah analisis spektrum didapatkan isotop yang teraktivasi sebanyak tiga belas, yaitu 24Na, 28Al, 56Mn, 57Ni, 58Co, 60Co, 64Cu, 82Br, 102Rh, 122Sb, 124Sb, 187W, dan 196Au. Dari isotop yang telah terdeteksi aktivitas yang paling besar diberikan oleh 28Al sebesar 9,7 MBq dengan laju dosis 2,289 μSv/jam. Kata kunci: Clinac iX, produk aktivasi, spektrometer gamma
Pendugaan Zona Endapan Mineral Logam (Emas) di Gunung Bujang, Jambi Berdasarkan Data Induced Polarization (IP) Pramana, Ariski Juli; brawijaya, Sunaryo; Akbar, Muhammad
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul Pendugaan Zona Endapan Mineral Logam (Emas) di Gunung Bujang, Jambi Berdasarkan Data Induced Polarization (IP) di PT. ANTAM (Persero), Tbk. bertujuan untuk mengidentifikasi zona mineralisasi (emas) dan pola penyebarannya. Akuisisi data dilakukan dengan menggunakan alat SuperSting R8/IP dengan jarak spasi  serta . Data terdiri atas 6 lintasan secara sejajar dengan panjang masing – masing lintasan sekitar 2500 m dan jarak antar lintasan sebesar 100 m. Metode pengukuran yang dipakai yaitu menggunakan domain waktu dengan konfigurasi dipole-dipole. Pengolahan data dengan menggunakan software EarthImager 2D didapatkan pencitraan bawah permukaan atau spot-spot yang kemungkinan mengandung deposit emas. Kemudian divisualisasi secara 3D dengan menggunakan software Geosoft Oasis Montaj. Berdasarkan hasil pengolahan data bahwa terdapat zona alterasi yang memiliki  parameter nilai resistivity < 100 ohm m dan chargeability > 450 msec serta zona silifikasi yang memiliki nilai resistivity 100-200 ohm m dan chargeability > 500 msec. Kedua zona itulah yang memungkinkan terdapat mineralisasi logam. Sedikitnya terdapat 3 zona yang memiliki nilai chargeability cukup tinggi yang potensi mineralisasi paling kuat. Daerah tersebut terletak pada 177.800 mE – 178.800 mE, 179.000 mE – 179.600 mE, dan 179.800 mE – 180.400 mE. Kata kunci: Induced Polarization, Sistem Epithermal, Chargeability, Resistivity, Zona Silifikasi, Alterasi
PENDUGAAN AKUIFER SERTA POLA ALIRANNYA DENGAN METODE GEOLISTRIK DAERAH PONDOK PESANTREN GONTOR 11 SOLOK - SUMATERA BARAT enggarwati, dwi ajeng; Susilo, Adi; Wardhana, Dadan Dani
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian potensi air tanah di daerah Pondok Pesantren Gontor 11 Solok, Sumatera Barat.Penelitian dilakukan dengan 18 titik pengukuran yang terbagi dalam 6 lintasan untuk mengetahui letak serta pola aliran akuifer daerah penelitian. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik konfigurasi  schlumberger. Metode ini digunakan untuk mengetahui karakteristik lapisan bawah permukaan, yaitu untuk mengetahui kemungkinan adanya lapisan akuifer, umumnya yang dicari merupakan lapisan akuifer yang diapit oleh lapisan batuan kedap air. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa litologi daerah penelitian terdiri dari 4 lapisan utama yaitu, lapisan penutup, lapisan pasir tufaan dan breksi kering, lapisan pasir tufaan serta breksi tufaan yang mengandung air, serta lapisan breksi kompak. Lapisan akuifer ditunjukkan oleh lapisan yang memiliki nilai resistivitas <100 Ωm pada kedalaman 40 – 130 meter sedangkan untuk pola aliran air tanah yaitu mengalir dari punggungan menuju ke utara dan barat punggungan yang memiliki elevasi lebih rendah.  
Perbandingan Metode Pulsa-Echo dan Metode Korelasi Silang Untuk Pengukuran Jarak Menggunakan Tranduser Ultrasonik Khoironi, Muhammad Fadlil; Naba, Agus; Santjojo, Dionysius Joseph Djoko Hari
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran jarak dengan menggunakan tranduser ultrasonik termasuk dalam pengukuran non kontak. Metode yang sering digunakan dalam pengukuran jarak menggunakan tranduser ultrasonik adalah metode pulsa-echo dan metode korelasi silang. Metode pulsa-echo adalah metode yang didasarkan pada pengukuran waktu tempuh gelombang ultrasonik. Sedangkan metode korelasi silang didasarkan pada korelasi antara dua gelombang yakni gelombang ultrasonik kirim dan gelombang ultrasonik terima. Penelitian ini melakukan pengukuran jarak menggunakan metode pulsa-echo dan membandingkannya dengan hasil dari metode korelasi silang. Pengambilan data dilakukan setiap pertambahan jarak 0,01  melebihi 1 panjang gelombang ultrasonik. Hasil pengambilan data menunjukkan bahwa metode pulsa-echo memiliki tingkat akurasi dan presisi pengukuran jarak yang cukup baik.
Identifikasi Struktur Bawah Permukaan Berdasarkan Data Gayaberat di Daerah Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat Chumairoh, Diah Ayu; Susilo, Adi; Wardhana, Dadan Dani
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan dengan menggunakan metode gayaberat sebagai survei awal untuk keperluan mitigasi, di Koto Tangah Kota Padang yang berada di tepi Barat pulau Sumatera, yang merupakan daerah pertemuan lempeng Erusia dengan Indo-Australia. Daerah ini beberapa kali menderita bencana, khususnya bencana alam. Metode yang digunakan adalah metode analisa derivative (First Horisontal Derivative dan Second Vertical Derivative). Metode ini dimaksudkan untuk menentukan letak struktur geologi pada penampang lintasan. Distribusi densitas model bawah permukaan adalah dilakukan dengan metode pemodelan kedepan.Hasil yang diperoleh, yang didasarkan pada hasil analisis struktur pada anomali FHD dan SVD, menunjukkan bahwa di daerah penelitian, terdapat stuktur geologi. Struktur geologi ini ditunjukkan dengan adanya nilai maksimum atau minimum sebagai batas kontak bidang FHD, serta terdapat kontak bidang, yang mempunyai nilai maksimum dan minimum pada SVD, yang dibatasi dengan nilai nol atau mendekati nol sebagai batas karakteristik geologi.Berdasarkan hasil pemodelan anomali gayaberat, daerah ini menghasilkan 4 lapisan batuan. Lapisan pertama dan kedua merupakan batuan endapan permukaan kuarter, yang berumur Holosen dengan nilai densitas 1,9 gr/cm3 dan 2,21 gr/cm3, lapisan ketiga batuan gunung api tersier berumur Pleistosen dengan densitas 2,45 gr/cm3,dan lapisan paling bawah adalah batuan gunung api tersier berumur Pliosen dengan densitas 2,75 gr/cm3.
Penerapan Metode Swift dalam Merotasi Tensor Impedansi Data Magnetotellurik Suryawan, Bagus; Susilo, Adi; Nefrizal, Nefrizal; Saputra, Deny
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode magnetotellurik yang memanfaatkan penjalaran gelombang elektromagnetik ke dalam bumi secara alami mampu memberikan gambaran kondisi bawah permukaan bumi hingga puluhan kilometer berdasarkan informasi tensor impedansi. Namun tensor impedansi yang terukur terkendala permasalahan dimensionalitas. Kondisi tensor impedansi ideal dapat diperoleh jika, salah satu komponen medan listrik atau medan magnet pada sumbu horizontal x atau y ( ) dapat tegak lurus terhadap struktur geologi. Salah satu metode untuk memperoleh arah struktur geologi adalah metode swift, yaitu dengan mencari sudut rotasi yang mampu mencapai kondisi ideal tensor impedansi dengan mengabaikan noise. Parameter yang digunakan dalam metode swift adalah impedansi skew dan ellipticity serta tipper (strike dan magnitude). Telah dilakukan penelitian dengan 14 titik sounding data magnetotellurik yang dirotasi dengan metode swift dan berdasarkan arah struktur geologi regional . Berdasarkan metode swift diketahui arah rotasi untuk memperoleh tensor impedansi ideal senantiasa berubah terhadap kedalaman. Hasil pada frekuensi rendah cenderung tidak akurat akibat noise dan efek galvanik. Hasil pemodelan dengan metode swift kurang memberikan informasi yang bagus karena data yang mengandung noise diabaikan.Kata kunci :Magnetotellurik, Tensor impedansi, Swift, Impedansi skew, Impedansi ellipticity, Tipper 

Page 7 of 15 | Total Record : 150


Filter by Year

2014 2014