cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Physics Student Journal
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 150 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2014)" : 150 Documents clear
THE EFFECT OF MICROWAVE RADIATION FROM MOBILE PHONE TO PROTEIN CONTENT OF BEEF fitriani, umi; Juswono, Unggul P; Widodo, Chomsin S
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hand phone (HP) is becoming a primary need after food, clothing and shelter. Hand phone is an electronic device that is capable of emitting microwave radiation. Although the radiation emitted by hand phones are essentially small, but capable of long user interactions potentially cause health problems or even damage to the tissue and cells. This study was conducted to determine the effect of duration of exposure and the distance of  sources of hand phone radiation to the protein content of beef. Beef samples irradiated with long exposure variation 50, 60, 70, 80 and 90 minutes, and the variation of the radiation source spacing 1.5, 5, 10, 15 and 20 cm to the object. Then the sample was measured a protein content of beef by using UV-Vis spectrophotometer. The results showed a decrease in the percentage of protein content of beef irradiated from normal state with increasing duration of exposure, and otherwise the percentage of protein content of beef  with increasing distance of the radiation source. This occurs because intensity of radiation received increase with increasing of radiation exposure  and decreasing of distance of the radiation source. The effect of duration of exposure and the distance of the radiation source to the protein content of beef as evidenced with decreasing the percentage of protein content occurred at the long exposure time of 90 minutes and the distance of the radiation source from material is 1,5 cm.
Pengaruh Paparan Partikel Ultrafine dalam Asap Kendaraan Bermotor terhadap Gambaran Mikroskopis Kerusakan Sel Darah Merah Mencit (Mus musculus) Sofihayati, Islakhah; Juswono, Unggul P.; Wardoyo, Arinto Yudi P.
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan kendaraan bermotor tidak lepas dari efek samping yang merugikan, salah satunya disebabkan oleh asap kendaraan yang ditimbulkan. Asap kendaraan bermotor mengandung zat-zat yang berbahaya bagi tubuh yang dapat menyebabkan kelainan bentuk sel darah merah. Untuk mendeteksi dampak asap kendaraan bermotor terhadap kerusakan sel darah merah, dilakukan pengamatan gambaran mikroskopis sel darah merah menggunakan metode preparat. Penelitian ini menggunakan 2 sampel kendaraan bermotor. Dalam penelitian ini digunakan hewan coba berupa mencit (Mus musculus) dengan 6 perlakuan yaitu P0 (kontrol), P1 (30 detik), P2 (60 detik), P3 (90 detik), P4 (120 detik) dan P5 (150 detik). Masing-masing perlakuan dilakukan di dalam chamber yang didiamkan selama 3 menit dengan 3 kali pengasapan dalam sehari selama 10 hari. Kerusakan sel darah merah akibat paparan asap kendaraan bermotor berkisar dari 4 % sampai 29 % pada motor 1, dan 13 % sampai 29 % pada motor 2. Partikel ultrafine yang diberikan berkisar antar 2,30×〖10〗^11 partikel sampai 〖7,23×10〗^11 partikel pada motor 1, dan 〖4,04×10〗^11 partikel sampai 〖6,04×10〗^11 partikel pada motor 2. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa semakin lama paparan asap kendaraan bermotor, persentase kerusakan sel darah merah semakin meningkat.
Study of Traffic Noise In Brawijaya University Malang triwinarti, dyah; Wardoyo, Arinto Yudi Ponco
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was aimed to measure the noise loudness generated by the motor vehicle as well as the influence of vehicles on the noise intensity. The sound intensity of the motor vehicle was measured by using a sound level meter. The results of this study show that the intensity of the noise was in the range of 69.48 dB and 71.67dB.   KEYWORDS: Noise, Traffic, Motor Vehicle
Pengaruh Paparan Asap Kendaraan Bermotor terhadap Gambaran HIstologi Organ Ginjal Mencit (Mus musculus) Juswono, Unggul P.; Wardoyo, Arinto Yudi P.
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asap kendaraan bermotor merupakan salah satu penyumbang polusi udara karena mengandung berbagai macam polutan. Polutan ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan sehingga berbahaya bagi kesehatan, salah satunya dapat mengganggu kerja dan fungsi organ ginjal. Ginjal merupakan organ yang berfungsi membuang zat sisa metabolisme tubuh. Hal ini yang menyebabkan ginjal sering mengalami kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerusakan organ ginjal yang diakibatkan oleh paparan asap kendaraan bermotor. Selain itu, dilakukan pengukuran total partikel ultrafine asap kendaraan bermotor menggunakan P-Trak. Kendaraan bermotor yang digunakan adalah 2 sampel sepeda motor, yang mana masing-masing terdiri dari 6 perlakuan secara berturut-turut, yaitu P0 (kontrol), P1 (30 detik), P2 (60 detik), P3 (90 detik), P4 (120 detik) dan P5 (150 detik). Hewan coba berupa mencit jantan yang diberi paparan asap selama 10 hari dengan waktu 3x3 menit dalam sehari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi kenaikan persentase kerusakan organ ginjal seiring bertambah lamanya waktu paparan asap. Kerusakan organ ginjal yang diakibatkan dari paparan asap kendaraan bermotor berkisar 24% sampai 35% untuk motor 1 dan 24% sampai 36% untuk motor 2. Selain itu juga dapat ditunjukkan semakin lama waktu pemberian asap, maka semakin besar total partikel ultrafine yang dihasilkan. Total partikel yang diberikan pada hewan coba berkisar 2,30x1011 sampai 7,23x1011 untuk motor 1 dan 4,04x1011 sampai 6,04x1011 untuk motor 2.
IDENTIFIKASI ZAT ANORGANIK DARI EMISI PARTIKEL PM2,5 YANG DIHASILKAN OLEH EMISI SEPEDA MOTOR Hajar, Umi; Wardoyo, Arinto Yudi Ponco
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PM2,5 merupakan salah satu penyusun emisi kendaraan yang mempunyai dampak merugikan bagi kesehatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi dan mengetahui konsentrasi zat anorganik dari emisi PM2,5 pada berbagai macam sepeda motor yang menggunakan bahan bakar premium 88. Asap kendaraan sepeda motor ditangkap  dengan kertas filter PM2,5Whatman5 selama 60 menit. Kemudian dianalisis dengan menggunakan XRF (X-ray Fluorescence)Panalytical Minipal 4. Zat anorganik yang teridentifikasi adalah P, Ca, Ti, Sc, Cr, Ba dan Mn. Pada setiap sepeda motor menghasilkan konsentrasi total partikel anorganik yang berbeda – beda denganrange mulai dari 1,12 mg/m3 sampai 33,17 mg/m3. Faktor emisi yang telah dihitungmempunyairange rata-rata mulai dari 0,02 mg/liter sampai 5,11 mg/liter. Nilai emisi faktor tergantung pada jenis sepeda motor.
PENGARUH PAPARAN ASAP KENDARAAN BERMOTOR TERHADAP GAMBARAN MIKROSKOPIS PARU MENCIT (Mus musculus) Sativan, Reza; Juswono, Unggul Punjung; Wardoyo, Arinto Yudi Ponco
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebab terbesar terjadinya polusi udara adalah asap kendaraan bermotor yang mengandung senyawa atau partikulat berbahaya. Kandungan tersebut dapat masuk dalam tubuh melaui proses respirasi dan membahayakan organ paru. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengukur partikel ultrafine yang terdapat pada asap kendaraan bermotor dan mengetahui bagaimana pengaruh asap kendaraan bermotor terhadap organ paru. Pada asap kendaraan bermotor mengandung partikulat matter berupa partikel ultrafine yang dapat masuk melalui saluran pernafasan dan sampai pada organ paru yang merupakan satu-satunya organ yang berhubungan dengan udara luar. Keberadaan senyawa dan partikulat di dalam tubuh akan membahayakan organ paru yang berperan penting untuk proses respirasi. Pada penelitian ini dilakukan pemberian asap yang berasal dari sepeda motor terhadap mencit sebanyak 3 kali setiap hari selama 10 hari dengan variasi pemberian asap sebanyak 6 perlakuan (0, 30, 60, 90, 120, dan 150 detik). Hasil penelitian ini didapatkan persentase kerusakan alveoli paru mencit mencapi 70% dan total partikel ultrafine mencapai 2,4x1010. Semakin lama pemberian asap, semakin besar total partikel ultrafine, semakin meningkat persentase kerusakan alveoli paru mencit.
PENGARUH PARTIKEL ULTRAFINE DALAM ASAP KENDARAAN BERMOTOR TERHADAP ORGAN HATI MENCIT (Mus Musculus) BERDASARKAN PENGAMATAN MIKROSKOPIS Maysaroh, Sitti; Juswono, Unggul Punjung; Wardoyo, Arinto Yudi Ponco
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asap kendaraan bermotor menduduki posisi pertama sebagai sumber pencemaran udara. Asap kendaraan bermotor mengandung partikel ultrafine yang berbahaya bagi tubuh khususnya organ hati. Oleh sebab itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis dampak yang ditimbulkan oleh partikel ultrafine yang berasal dari kendaraan bermotor terhadap organ hati. Pada penelitian dilakukan pengasapan terhadap hewan coba menggunakan 2 sepeda motor dengan 6 perlakuan. Pengasapan dilakukan selama 3 kali sehari selama 10 hari berturut-turut. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan semakin banyak partikel ultrafine yang diberikan maka semakin tinggi persentase kerusakan organ hati mencit. Selain itu terbukti jika salah satu kandungan asap kendaraan bermotor yaitu partikel ultrafine dapat merusak organ hati. Partikel ultrafine dapat masuk dalam tubuh melalui proses respirasi. Partikel ultrafine dapat menembus sel epitel paru dan mausk ke dalam peredaran darah yang akhirnya terbawa oleh darah menuju hati. Partikel ultrafine yang masuk dalam tubuh akan menyebabkan stress oksidatif dan peradangan yang pada akhirnya menimbulkan efek kerusakan. Pada penelitian ini persentase kerusakan sel hati akibat pengasapan mencapai 40% pada kendaraan bermotor 1 dan 44% pada kendaraan bermotor 2. Kata kunci : Asap kedaraan bermotor, Partikel ultrafine, Organ Hati.
PENGARUH EMISI PARTIKEL ULTRAFINE ASAP PEMBAKARAN BIOMASSA PINUS (Pinus merkusii) DAN JERAMI PADI (Oryza sativa) TERHADAP KERUSAKAN SEL HATI MENCIT (Mus musculus) BERDASARKAN GAMBARAN MIKROSKOPISNYA RIVAI ZULMI, YUSUF BAKHTIAR
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partikel ultrafine (UFP) merupakan salah satu emisi yang dihasilkan dari proses pembakaran biomassa. Partikel ultrafine memiliki diameter 0,1 µm dan telah diidentifikasi dapat mempengaruhi kesehatan manusia. Partikel ultrafine dapat terinhalasi kedalam alveoli melalui sistem pernafasan dan dapat menembus sel epitel kemudian masuk kedalam aliran darah dan ditransfer ke hati, sehingga dapat menyebabkan kerusakan sel hati. Penelitian ini dilakukan  untuk mempelajari pengaruh partikel ultrafine yang dipancarkan dari asap pembakaran biomassa terhadap sel hati mencit. Penelitian ini dilakukan dengan memasukan asap dari pembakaran biomassa ke dalam exposure chamber yang sudah terdapat 5 mencit didalamnya. Pemaparan dilakukan pada waktu pemaparan pagi hari dan sore hari serta digunakan variabel lama pemaparan 90 detik, 180 detik, 270 detik, 360 detik dan 450 detik dalam satu hari. Setelah 10 hari dilakukan pembuatan preparat histologi hati mencit dan diamati kerusakan struktural sel hati mencit dengan mikroskop digital binokuler CX-31 dengan perbesaran 100x. Kemudian dilakukan pengukuran total emisi partikel ultrafine yang terdapat di dalam exposure chamber dengan menggunakan alat P-Trak UPC 8525. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan secara linier antara jumlah emisi partikel ultrafine asap pembakaran biomassa yang dipaparkan kepada mencit (Mus musculus) dengan kerusakan sel hati mencit. Kata kunci : Partikel Ultrafine, Sel Hati, Pembakaran Biomassa, Mencit (Mus musculus),
ALAT UKUR IMPEDANSI AKUSTIK MATERIAL LOGAM DENGAN METODE ULTRASONIK PULSA ECHO Relado, Rizky Benny; Naba, Agus; Santjojo, Djoko Herry
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengidentifikasi suatu jenis logam salah satunya dapat digunakan parameter impedansi akustik. Dalam mencari besar impedansi  akustik dari logam biasanya digunakan metode ultrasonik pulsa echo. Metode pulsa echo adalah metode yang didasarkan pada perhitungan delay time dari gelombang pantul pertama dan kedua pada benda uji. Selain itu, untuk meningkatkan keakuratan dalam mencari delay time maka digunakan teknik envelope. Teknik envelope berguna untuk mencari puncak dari pola sinyal pantul. Perangkat lunak LabVIEW digunakan untuk membuat program saat proses perhitungan nilai impedansi akustik. Pengukuran dilakukan pada logam aluminium, kuningan, besi, dan stainless steel. Kombinasi metode pulsa echo dan teknik envelope pada penelitian ini mampu memberikan hasil impedansi akustik yang akurat dengan rata-rata error di bawah  5 %.
PENGARUH EMISI PARTIKEL ULTRAFINE ASAP PEMBAKARAN BIOMASSA TERHADAP GAMBARAN MIKROSKOPIS ORGAN GINJAL MENCIT (Mus musculus) -, suaibah -
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partikel ultrafine merupakan partikel yang berukuran <0,1 µm. Partikel ultrafine dapat dihasilkan dari emisi asap pembakaran biomassa. Partikel ultrafine dapat masuk kedalam alveolus paru-paru melalui sistem pernafasan, sehingga dapat terbawa kedalam sistem peredaran darah dalam tubuh dan ditransfer ke ginjal. Partikel ultrafine dapat menyebabkan kerusakan sel-sel organ ginjal, untuk mengetahui kerusakan organ ginjal akibat partikel ultrafine maka dilakukan penelitian tentang pengaruh emisi partikel ultrafine asap pembakaran biomassa terhadap gambaran mikroskopis organ ginjal mencit (Mus musculus). Penelitian dilakukan dengan memasukkan asap hasil pembakaran biomassa dari Burning Chamber kedalam Exposure Chamber. Di dalam Exposure Chamber terdapat 5 hewan uji mencit. Dalam penelitian ini mencit akan dipapari asap pembakaran biomassa selama selama 90s, 180s, 270s, 360s dan 450s dalam 10 hari, kemudian dibuat preparasi organ ginjal mencit dan diamati kerusakannya dengan perbesaran 400×. Setelah itu asap pembakaran biomassa dimasukkan kedalam Exposure Chamber untuk diukur kosentrasi partikel ultrafinenya.  Pengukuran kosentrasi partikel ultrafine menggunakan P-Trak UPC model 8525.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya korelasi yang siknifikan antara jumlah partikel ultrafine yang terkandung asap pembakaran biomassa terhadap kerusakan organ ginjal mencit. Semakin besar partikel ultrafine yang terkandung dalam asap pembakaran biomassa, semakin besar pula persentase kerusakan organ ginjal pada mencit. Kata Kunci: Pembakaran Biomassa, Partikel Ultrafine, Ginjal, Mencit

Page 8 of 15 | Total Record : 150


Filter by Year

2014 2014