cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Ilmu Pemerintahan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 2 (2018)" : 7 Documents clear
INOVASI SISTEM ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN ELEKTRONIK LAHIR DAN MATI PADA APLIKASI E-LAMPID (Studi kasus di Kecamatan Tambaksari Kota Surabaya Tahun 2017) Yuniar, Chikita; Setiawan, Andi; Ulfah, Irma Fitriana
Jurnal Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul penelitian ini inovasi sistem administrasi kependudukan elektronik lahir dan mati pada aplikasi E-LAMPID di Kecamatan Tambaksari Kota Surabaya Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan memaparkan secara deskriptif analisa. Kajian ini menganalisis inovasi E-LAMPID dengan menggunakan teori tahapan inovasi Bruno Dente dan Paola Coletti yang terdiri dari 4 tahapan. Pertama, inovasi agenda. Perencanaan awal lahirnya inovasi E-LAMPID hingga pada implementasi inovasi digunakan untuk memperbaiki kekurangan sistem yang sebelumnya. Kedua, inovasi proses. Program inovasi E-LAMPID mampu memberikan beberapa solusi tentang permasalahan lama dan menciptakan hal baru. Ketiga, produk inovasi. Produk inovasi yang dihasilkan mampu membentuk kreasi baru yang dapat memberikan respon positif dari masyarakat. Keempat, komunikasi. Kemampuan untuk meningkatkan komunikasi dari dalam maupun dari luar dengan mempertahankan program inovasi dan mengkampanyekan.
EVALUASI PROGRAM GERTAK SEBAGAI PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN DI KABUPATEN TRENGGALEK TAHUN 2017 (Studi Kasus di Desa Bendoagung Kecamatan Kampak) Mukholiq, Ilham; Gustomy, Rachmad; Hakim, Muhammad Lukman
Jurnal Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesiapan dan implementasi program Gertak di Kabupaten Trenggalek dalam mengatasi kemiskinan. fokus utama penelitian ini adalah permasalah kemiskinan yang masih belum berkurang pasca implementasi program Gertak khususnya di Desa Bendoagung. Di desa tersebut angka kemiskinan justru tidak ada bedanya antara sebelum dan sesudah adanya program Gertak. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Teknik pengumpulan informan adalah purposive sampling. Untuk menilai program Gertak ini peneliti menggunakan kerangka teori evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) dari Danie Stufflebeam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari sisi konteks program Gertak ini telah sesuai dengan permasalahan kemiskinan yang ada. Sedangkan dari sisi input, baik strategi, unsur pelaksana sudah siap akan tetapi dari sisi pendanaan masih masuk dalam kategori pemborosan. Kemudian dari sisi proses dan hasil masih belum sesuai dengan tujuan dan input yang telah ditetapkan sehingga dapat dikatakan masih gagal dalam mengatasi kemiskinan di Bendoagung.
IMPLEMENTASI PROGRAM E-WARONG KUBE SRIKANDI DI KOTA MALANG TAHUN 2017 (Studi Di Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen) Pramesti, Indira Putri; Utaminingsih, Alifiulahtin; Rahayu, Restu Karlina
Jurnal Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada implementasi program Elektronik Warung Gotong Royong Kelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan (E-Warong KUBE-PKH) di Kota Malang Tahun 2017. Penelitian ini dilakukan di Dinas Sosial Kota Malang, Kantor Cabang Utama (KCU) BNI Kota Malang, Unit Pelaksana Program Keluarga Harapan (UPPKH) Kota Malang, dan E-Warong KUBE “Srikandi” Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Tujuan dari penelitian ini untuk memahami secara rinci tentang implementasi program e-Warong pada KUBE “Srikandi” di Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang sehingga dapat mencapai tujuan. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan top-down model implementasi dari Daniel Mazmanian dan Paul A. Sabatier yang terdiri dari 3 variabel; karakteristik masalah, karakteristik kebijakan, dan karakteristik lingkungan. Penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif yang dipaparkan secara deskriptif dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, kajian dokumen, dan foto. Hasil dari penelitian ini adalah, implementasi program pada e-Warong KUBE “Srikandi” masih belum optimal karena masih terdapat pelaksanaan yang tidak sesuai pendekatan top-down model implementasi dari Daniel Mazmanian dan Paul A. Sabatier diantaranya adalah pada karakteristik masalah terdapat permasalahan teknis, sifat populasi yang tidak mampu menjangkau selain Kelurahan Bareng. Pada karakteristik kebijakan para aktor pelaksana harus sesuai dengan peraturan sehingga kurang dapat mengembangkan kegiatan pada e-Warong, dan kurangnya akses formal pihak lain.  Pada karakteristik lingkungan adalah kurangnya dukungan publik, terdapat KPM yang menolak program, kepemimpinan tidak berjalan dengan baik.
POLITIK POPULISME RENDRA KRESNA Budiarti, Linda; Haboddin, Muhtar; Setiawan, Andi
Jurnal Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kesejahteraan masyarakat menjadikan satu alasan Kabupaten Malang harus membuat kebijakan yang mampu menyejahterakan masyarakatnya. Terkait pengentasan kemiskinan, kesehatan, dan Pendidikan menjadi hal penting yang harus diseleseikan. Angka kemiskinan kabupaten Malang mencapai 11,7 % (2014). Merupakan angka yang masih tinggi hingga perlu program yang tepat untuk menyelesaikannya. Kabupaten Malang memiliki program diantaranya program renovasi rumah, pembangunan jamban sehat, kesehatan gratis, program bina desa, dan bina desa wisata. Penelitian ini akan membahas terkait berjalannya program Rendra tersebut dan menganilisis bagaimana bentuk populisme yang dijalankan oleh Rendra. Analisis bagaimana bentuk populisme Rendra dilihat melalui konsep populisme dan konsep kepemimpinan demokratis. Populisme merupakan sebuah paham yang mengakui hak-hak rakyat kecil. Bentuk populisme yang dilihat adalah populisme “wong cilik”, populisme otoriter, dan populisme revolusioner. Hasil penelitian ini bahwa program Rendra mengarah ke bentuk populisme “wong cilik” dan populisme revolusioner Namun, semua program tidak bisa murni dianggap sebagai kebijakan populis, karena Rendra melaksanakan program tersebut diawal kepimpinannya.
EFEKTIVITAS PROGRAM DESA TANGGUH BENCANA DI DESA SIRNOBOYO KECAMATAN PACITAN KABUPATEN PACITAN TAHUN 2017 Aini, Nur; Ulfah, Irma Fitriana; Afala, Laode Machdani
Jurnal Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efektivitas diperlukan untuk mengetahui seberapa jauh target yang telah dicapai. BNPB mencanangkan program desa tangguh bencana tahun 2012 yang harus dijalankan oleh desa-desa yang memiliki ancaman bencana. Desa Sirnoboyo merupakan salah satu desa yang menjalankan program desa tangguh bencana sejak tahun 2012. Untuk mengetahui efektivitas  program Desa Tangguh Bencana Di Desa Sirnoboyo pada tahun 2017 dianalisis menggunakan teori efektivitas milik Lubis dan Huseini serta faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas miliki Richard M. Steers. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni kualitatif. Indikator efektivitas Lubis dan Huseini terdiri dari pendektan sumber, pendektan proses, dan pendekatan sasaran. Berdasarkan ketiga pendekatan tersebut pelaksanaan program desa tangguh bencana di Desa Sirnoboyo belum efektif. Sedangkan untuk faktor yang mempengaruhi efektivitas program desa tangguh bencana sendiri terdiri dari empat karakteristik yaitu karakteristik organisasi, karakteristik lingkungan, karakteristik pekerja dan karakteristik kebijakan dan praktik manajemen. Berdasarkan empat karakteristik tersebut faktor yang mendukung dan mempengaruhi efektivitas program desa tangguh bencana di Desa Sirnoboyo yaitu karakteristik organisasi. Hal tersebut karena dalam pelakaksanaanya sudah dinilai efektif.
HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA DALAM PENGEMBANGAN TATA KELOLA EKOWISATA BOWELE DI DESA PURWODADI KECAMATAN TIRTOYUDO KABUPATEN MALANG Widyanisa, Prila; Rahman, Ahmad Zaki Fadlur; Gustomy, Rachmad
Jurnal Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekowisata Bowele merupakan salah satu kawasan pantai yang berpotensi bagus untuk dikembangkan. Ekowisata Bowele menyimpan potensi yang tidak dimiliki oleh pantai-pantai lain di Kabupaten Malang seperti surfing, snorkeling, diving, dan wisata bahari lainnya. Namun dalam pengembangannya masih ditemukan kendala terkait tumpang tindih kewenangan antar lembaga pengelola. Lembaga tersebut adalah Perhutani KPH Malang, LMDH Purwo Wono Asri, Pokmaswas Purwodadi, Ladesta Bowele, dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang. Pada penelitian ini, tujuan peneliti adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan antar lembaga dalam pengelolaan Ekowisata Bowele di Desa Purwodadi Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti dalam hal ini menggunakan Teori Rational Choice Institutionalism (Peter A. Hall dan Rosemary C.R. Taylor) yang berisi empat indikator, yaitu (1) Keterlibatan Aktor dalam Lembaga (2) Tindakan Aktor dalam Pencapaian Preferensi (3) Interaksi Antar Lembaga dan Kepentingan Aktor, dan (4) Instrumen atau Aturan Lembaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antar lembaga pengelola Ekowisata Bowele dalam praktiknya masih tumpang tindih. Pengelolaan masih didominasi Perhutani KPH Malang sebagai penerima bagi hasil terbanyak namun tidak melakukan peningkatan Ekowisata Bowele. Pengembangan justru dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang dengan memberikan fasilitas pendukung melalui Ladesta. Pada sisi aturan terkait perjanjian kerjasama pengelolaan, terdapat beberapa ketentuan pasal yang dianggap kurang sesuai dan lebih menguntungkan Perhutani.
KERJASAMA TIGA DAERAH DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA KAWASAN GUNUNG SEWU UNESCO GLOBAL GEOPARK TAHUN 2015-2017 Anggraini, Wildania; Rahayu, Restu Karlina; Damayanti, Ratnaningsih
Jurnal Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Gunung Sewu UNESCO Global Geopark terletak di tiga wilayah di tiga provinsi yang berbeda yaiu Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Pacitan. Hal tersebut tidak terlepas dari pendanaan, promosi, sarana dan prasarana yang menunjang. Berkaitan dengan hal tersebut maka tujuan penelitian ini adalah mengetahui  pelaksanaan kerjasama antar daerah Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Pacitan dalam pengembangan pariwisata kawasan Gunung Sewu UNESCO Global Geopark tahun 2015-2017  dengan menggunakan tiga aspek yaitu sharing of experiences, sharing of benefits, dan sharing of berdens. Serta mengetahui faktor pendorong kerjasama antar daerah tersebut. Dalam penelitian ini, metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Penelitian tersebut, dapat dilihat bahwa dasar hukum yang digunakan kerjasama antar daerah ini khususnya dalam pengembangan pariwisata Kawasan Gunung Sewu UNESCO Global Geopark yaitu perjanjian maupun kesepakatan bersama yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Pacitan. Kerjasama antar daerah ini juga digunakan sebagai sarana berbagi pengalaman diantara daerah-daerah yang terlibat didalamnya. Selain itu kerjasama antar daerah tersebut juga menunjukkan adanya keuntungan yang didapat. Kerjasama yang dilakukan ketiga daerah menunjukkan sharing yang dilakukan sudah cukup baik diantara ketiganya.

Page 1 of 1 | Total Record : 7