cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Mahsiswa Fakultas Ilmu Budaya.
Arjuna Subject : -
Articles 975 Documents
AN ANALYSIS ON TRANSLATION OF METAPHORS IN A NOVEL ENTITLED FALLEN KADIWANU, VALENTINE TYSHA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 1, No 4 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.414 KB)

Abstract

Keywords: translation, metaphors, metaphor translation procedure, Fallen The existence of many diverse languages results in the closure of information exchange. Translation then appears as the solution, which is not an easy job. Having linguistics skill and knowledge of the culture cannot guarantee the translator to face no problem at all. Metaphor is one of the significant translation problems since it is usually influenced by the culture. Thus, the translator has to carefully consider how to translate metaphor. This study analyzes metaphor translation in a novel entitled Fallen. There are two problems to be solved in the study namely: (1) what kinds of procedure are applied in translating the metaphors; (2) what are the possible reasons in using particular procedure in translat ing the metaphors in Lauren Kate’s novel ent it led Fallen.This study uses qualitative approach in document analysis since it focuses on analyzing and identifying procedures in translating metaphors. The data source are the English and Indonesian version of a novel entitled Fallen, both the English and Indonesian versions. The data are analyzed by using theory about metaphor translation proposed by Newmark (1988).This study reveals that there are five of seven procedures applied to translate the metaphors namely reproducing the same image in the TL (20 data), replacing SL image with a standard TL image (6 data), translating metaphor by simile (11 data), converting the metaphor into sense (13 data), and deleting the metaphor (2 data). There are various possible reasons to use particular procedure namely because the SL images are universal images, the SL images have broad definition or quality, the SL images are confusing, the SL images are offensive, and the SL images are religious terms.The writer suggests the next researchers to use another type of text or using another theory, or to conduct study about metaphor translation in terms of equivalency, accuracy, and appropriateness.
TINJAUAN PSIKOLOGI PERKEMBANGAN ANAK DI MASA PERANG DUNIA II PADA TOKOH GEN DALAM FILM ANIMASI HADASHI NO GEN KARYA SUTRADARA MORI MASAKI SEPTIANA, DIAN
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 1, No 4 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.338 KB)

Abstract

Kata Kunci : Psikologi perkembangan anak, Perang Dunia II, animasi, perang danperkembangan anak Film Hadashi no Gen merupakan karya sastra lama karya Mori Masaki. Film Hadashi no Gen menceritakan tentang seorang anak kecil berusia sekitar delapan tahun yang tinggal bersama keluarganya di kota Hiroshima. Jepang pada saat itu dalam kondisi Perang Dunia II. Pada film Hadashi no Gen menunjukkan adanya pengaruh lingkungan terhadap perkembangan psikologi seseorang. Oleh karena  itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perang terhadap perkembangan psikologi.Pada penelitian ini, menggunakan pendekatan psikologi perkembangan dari Elizabeth B. Hurlock. Proses perkembangan psikologi pada masa akhir kanak-kanak sangat mempengaruhi penyesuaian pribadi dan penyesuaian sosial anak. Oleh karena itu pada proses psikologi perkembangan muncul tugas-tugas perkembangan. Tugas-tugas perkembangan ini bertujuan untuk memberikan motivasi, dan memudahkan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perang memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap perkembangan psikologis tokoh Gen, sehingga ada lima tugas perkembangan yang tidak dapat diselesaikan. Selain itu perang juga telah membentuk tokoh Gen menjadi seseorang yang bertanggung jawab tinggi melebihi anak seusianya.Penulis menyarankan kepada mahasiswa jurusan bahasa Jepang untuk meneliti konflik batin pada tokoh utama
STRATEGI UNGKAPAN PENOLAKAN BAHASA JEPANG DALAM DRAMA SERIAL NIHONJIN NO SHIRANAI NIHONGO EPISODE 1-12 MASLAKHAH, LENI
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 1, No 4 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.268 KB)

Abstract

Kata Kunci : Strategi, Penolakan, MaksimBahasa adalah alat komunikasi untuk menyampaikan suatu maksud, tujuan, atau keinginan. Dalam hal ini keinginan untuk menolak suatu ajakan atau tawaran. Penolakan adalah respon yang bersifat menolak atas suatu ajakan, permintaan, dan tawaran. Penolakan dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Penelitian ini membahas mengenai strategi penolakan yang berjudul “Strategi Ungkapan Penolakan Bahasa Jepang Dalam Drama Serial Nihonjin no ShiranaiNihonggo Episode 1-12”.  Penelitian ini menggunakan acuan teori Beebe et al untuk analisis strategi penolakan dan teori Leech untuk analisis maksim kearifan.Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 8 strategi ungkapan penolakan yang digunakan dalam drama Nihonjin no Shiranai Nihonggo, yaitu (1) Strategi penolakan langsung yang mengunakan pernyataan non performatif, (2) strategi penolakan tidak langsung yang menggunakan pernyataan penyesalan, (3) strategi penolakan tidak langsung yang menggunakan pernyataan alasan atau penjelasan, (4) Strategi penolakan tidak langsung yang menggunakan pernyataan alternative, (5) Strategi penolakan tidak langsung yang menggunakan pernyataan janji, (6) Strategi penolakan tidak langsung yang menggunakan pernyataan mencoba membuat lawan bicara menghentikan pemikirannya, (7) Strategi penolakan tidak langsung yang menggunakan pernyataan penerimaan yang berfungsi sebagai penolakan, (8) Strategi penolakan tidak langsung yang menggunakan pernyataan penghindaran.
THE EXPOSURES OF SCOTTISH CULTURE IN DIANA GABALDON’S OUTLANDER KARDA, NI MADE FANY RENJANA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 1, No 4 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.569 KB)

Abstract

Keywords: Culture, Scotland, Outlander, novel.Culture and society are related to each other and inseparable. Based on Koentjaraningrat (2009), culture consists of seven elements called Cultural Universal.That is, culture appears in every country around the world, including in Scotland. Theproblem of this study is on how Scottish culture is exposed in a novel.This study aims to find out the culture of Scotland in Diana Gabaldon’s novel entitled Outlander. This novel tells about the experience of an English woman named Claire Randal Fraser when she lives in Scotland. To support the analysis, sociological approach to literature about the theory of culture is applied. This theory is used toanalyze the elements of Scottish culture appear in the novel.Since the main character of this novel experienced the culture of Scotland, the result of this study shows that the culture of Scotland is mostly influenced by the culture of Celtic. The elements of culture are reflected in the novel are the Gaelicspeaking of the people of Scotland, the local genius of Scottish ancient medication, the leadership system of a Scottish clan, the necessities shared by the people of Scotland including the house, food beverages and the clothing, the Quarter Days as farming system of Scotland, the rituals and superstitions shared by the people as the belief system, and the folktales that are handed through generations.In conclusion, the culture of Celtic influences Scottish culture from the language, medication, necessities of Scottish people, farming system, superstitions and rituals, and the folktales. English culture also influences Scottish culture in the clan system. The other researchers need to do further studies in the novel Outlander by exploring the novel with historical approach to expose deeper about the history of Scotland.
EKRANISASI KOMIK LOVELY COMPLEX KARYA AYA NAKAHARA KE DALAM FILM LOVELY COMPLEX KARYA SUTRADARA KITAJI ISHIKAWA MAHARANI, DEWI RIZKI
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 1, No 4 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.535 KB)

Abstract

Kata Kunci : Ekranisasi,Film, Komik, Lovely Complex, Struktural, Unsur   Instrinsik.Skripsi ini meneliti tentang ekranisasi komik Lovely Complex karya Aya Nakahara ke dalam film Lovely Complex karya sutradara Kitaji Ishikawa. Komik dan film Lovely Complex yang menceritakan tentang percintaan remaja, dalam penelitian tersebut peneliti bertujuan untuk menunjukan persamaan dan perbedaan yang ada dalam ekranisasi film Lovely Complex.Dalam penelitian ini penulis menggunakan teori ekranisasi dan teori struktul dalam unsur instrinsik yang meliputi, tema, alur, tokoh, latar, sudut pandang.Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam antara komik dan film terdapat perbedaan dan persamaan. Beberapa perbedaan tersebut ditunjukkan dalam alur yang dilakukan dengan penghilangan beberapa adegan dari komik kedalam film, penghilangan tokoh serta perubahan tempat dan waktu dalam latar. Sedangkan persamaan terdapat pada tema yang tetap mempertahankan cerita awal.Dalam penelitian selanjutnya disarankan untuk menganalisis karya sastra lain dari adaptasi novel ke dalam film dan dari film ke dalam novel atau dari komik ke dalam film, karena perbedaan media misalnya Paradise Kiss, 20th Century boy, sehingga dapat memperkaya analisis tentang ekranisasi khususnya alih wahana.
THE SPEECH STYLE OF STUDENTS IN CLASSROOM INTERACTION OF ARABIC CLASSES ON PONDOK MODERN DARUSSALAM GONTOR 1 PONOROGO LESTARI, CHARIS WAHYU
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 1, No 4 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.981 KB)

Abstract

Keywords: speech style, conversation, student, teacher.While most people are born with thephysical ability to talk, not all can communicate well unless they make specialefforts to develop and refine this skill further. This study was aimed to answer three problems of study. They are (1) what arethe speech styles used by the student while having conversation with his friend and his teacher in Arabic class on Pondok Modern Darussalam Gontor 1 Ponorogo (2)what the style occurs dominantly used by the student while having conversation with his friend and his teacher, and (3) what are the possible factors causing the uses of speech style when they communicate with the teacher and their friends. In this study, the researcher used the theory from Ryding (2005) about speech styles and Holmes (1992) about factors which influence the speech style.In this study, the researcher used descriptive qualitative approach because the researcher more focused on the explanation and description. The data of this studywere 30 conversations between student and student, and student and the teacher ofhigh, middle and low level class in Arabic class. In analyzing the data, the researcherdid the process of style identification and explanation about the style and the possiblefactors of using certain style.The result shows that while having conversation with the teacher, all students in high level class used formal style, in middle class almost all of the student used formal style, and in low class level, half of the student used formal style. While having conversation with his friend, almost all student in high, middle and low level class used the combination of formal and informal style. In addition, there were threepossible factors influencing the uses of speech style. Those factors were theparticipant (social status), setting and topic, but there were also some conversations which were not influenced by those three factors which could be caused by the lack of competence.From this study, the researcher suggest the next researcher analyze the speechstyle using another theory such as from Chaika, Holmes, Keraf and etc. The researcher also suggests future researchers analyze the function of speech style indaily conversation
DEIKSIS DALAM ANIME TONARI NO KAIBUTSUKUN KARYA ROBICO HABSARI, ELFIRA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 1, No 5 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.19 KB)

Abstract

Kata Kunci : deiksis, animeManusia merupakan makhluk sosial yang saling berkomunikasi antar individu maupun kelompok. Dalam berkomunikasi menusia menggunakan bahasa sebagai alat berkomunikasi. Ilmu yang mempelajari bahasa disebut linguistik, salah satu cabang linguistik adalah pragmatik. Dalam penelitian ini, penulis mengambil obyek kajian pragmatik yaitu deiksis. Rumusan masalah dari penelitian ini yaitu, (1) Apa saja jenis deiksis yang digunakan dalam anime Tonari no Kaibutsukun karya Robico, (2) Bagaimana Bagaimana acuan deiksis persona, deiksis ruang, deiksis waktu, deiksis wacana dan deiksis sosial berdasarkan referensi dalam anime Tonari no Kaibutsukun karya Robico?Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah deiksis yang terdapat dalam anime Tonari No Kaibutsukun Karya Robico. Adapun teknik yang digunakan adalah teknik simak. Data yang ditemukan  sebanyak 325 deiksis.Berdasarkan hasil penelitian, deiksis yang ditemukan adalah 119 deiksis persona, 60 deiksis ruang, 51 deiksis waktu, 52 deiksis wacana dan 43 deiksis sosial. Deiksis persona digunakan sebagai rujukan terhadap penutur, lawan tutur, dan orang yang tidak terlibat dalam peristiwa tutur tetapi menjadi bahan pembicaraan. Deiksis ruang digunakan sebagai rujukan terhadap tempat, keadaan, arah dan sesuatu yang ditunjuk penutur. Deiksis waktu digunakan sebagai rujukan terhadap waktu yang terjadi di masa lampau, masa sekarang dan masa mendatang. Deiksis wacana digunakan sebagai rujukan pada wacana sebelum dan sesuadahnya. Diksis sosial digunakan sebagai rujukan terhadap hubungan vertikal dan hubungan horizontal antara penutur dan lawan tutur. Penelitian ini juga mengungkap rujukan dari jenis-jenis deiksis yang mana rujukan tersebut 183 mengacu langsung pada objek atau hal yang dibicarakan  dan 142 sisanya memiliki referensi yang termasuk dalam 29 referensi eksofora, 78 referensi anafora dan 35 referensi katafora.  Penulis berharap agar penelitian selanjutnya mengenai deiksis lebih variatif, dapat menggunakan sumber penelitian lain, seperti surat kabar, novel atau siaran berita dalam bahasa Jepang.
ANALISIS KESALAHAN PERUBAHAN KEIYOUSHI PADA SISWA KELAS XII BAHASA SMAN 1 PAGAK - KABUPATEN MALANG ARIASTUTI, DWI AYU
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 1, No 5 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.653 KB)

Abstract

Kata Kunci : Analisis Kesalahan, Bahasa, Keiyoushi Latar belakang penelitian ini adalah ditemukannya kesalahan dalam perubahan keiyoushi yang dilakukan oleh siswa. Karena itu penulis tertarik untuk mengambil judul penelitian “Analisis Kesalahan Perubahan Keiyoushi Pada Siswa SMAN 1 Pagak – Kabupaten Malang”. Masalah yang dimunculkan dalam penelitian adalah mendeskripsikan jenis kesalahan siswa dalam mengubah bentuk keiyoushi, serta mengetahui penyebab kesalahan tersebut.Penelitian ini merupakan bentuk penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan instrumen penelitian berupa tes dan angket. Sumber data penelitian ini berupa hasil tes dan angket yang dikerjakan oleh sampel yang berjumlah 20 siswa. Analisis data menggunakan tabulasi lalu menetapkan jenis dan penyebab kesalahan.Pada hasil penelitian ditemukan 4 jenis kesalahan yang dilakukan responden yaitu kesalahan perorangan, kesalahan kelompok, kesalahan transfer dan kesalahan menganalogi. Sedangkan penyebab kesalahan yang terjadi adalah pendapat populer, bahasa ibu, kebiasaan dan interferensi.  
BENTUK-BENTUK WESTERNISASI PADA AWAL ZAMAN MEIJI YANG TERCERMIN DALAM ANIME SAMURAI X (EPISODE 8-94) KARYA SUTRADARA KAZUHIRO FURUHASHI SUKMAWATI, SINDHI WAHYU
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 1, No 5 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.451 KB)

Abstract

Kata Kunci:  mise en scene, sosiologi sastra, westernisasi, zaman Meiji. Karya sastra merupakan tanggapan pengarang terhadap dunia (realitassosial) yang dihadapinya. Namun, sebagai sebuah karya yang memilikiketerkaitan dengan kehidupan sosial, tidak bisa dilupakan bahwa karya sastramerupakan hasil karya imajinatif ciptaan pengarang yang juga mengandung unsurrekaan (fiksi). Salah satunya adalah anime Samurai X karya sutradara KazuhiroFuruhashi yang memiliki latar cerita 10 tahun awal zaman Meiji (1878) dimanapada zaman tersebut banyak bentuk westernisasi yang telah masuk dan diterapkanoleh masyarakat Jepang. Maka, rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk-bentk westernisasi pada awal zaman Meijiyang tercermin dalam anime Samurai X (episode 8-94) karya sutradara KazuhiroFuruhashi. Teori yang digunakan penulis dalam melakukan penelitian adalahsosiologi sastra berdasarkan pendapat Plato dan Aristoteles yang telahdisimpulkan oleh Ratna (2011) dan mise en scene sebagai teori pendukung.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis sesuai yangdiungkapkan oleh Ratna (2011). Hasil analisis yang dilakukan oleh penulis menunjukkan bahwa bentukwesternisasi yang banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari padamasyarakat awal zaman Meiji yang tercermin dalam anime Samurai X karyasutradara Kazuhiro Furuhashi antara lain adalah penggunaan pakaian ala Barat,senjata api, arsitektur khas Barat, makanan dan minuman, koran, transportasi, danlukisan. Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan penulis adalah meskipuntidak semua masyarakat menyerap sepenuhnya bentuk-bentuk westernisasi yanada, namun hampir setiap orang telah menerapkan unsur Barat dalamkehidupannya, meskipun hanya sebagian kecil saja. Pada penelitian selanjutnyadapat dilakukan  dengan membahas penerapan bentuk-bentuk westernisasi lainmenggunakan sumber maupun teori yang berbeda.
KEMAMPUAN SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 WONOAYU TAHUN AJARAN 2013-2014 DALAM MEMAHAMI KATA TUNJUK BAHASA JEPANG SARI, SERLI NOVITA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 1, No 5 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.884 KB)

Abstract

Kata Kunci: Kemampuan, Shijishi, Shiji daimeishi, dan Rentaishi.Penunjukan nomina maupun persona dalam bahasa Jepang menggunakan kata tunjuk (shijishi). Dalam Shjishi dibagi menjadi tiga yaitu: daimeishi, fukushi dan rentaishi. Untuk menunjukkan benda menggunakan kore,sore,are dan untuk menerangkan kata benda menggunakan kono+N, sono+N, ano+N. hal ini akan semakin membingungkan para pembelajar khususnya pembelajar bahasa Jepang dasar. Dalam penelitian ini penulis akan menjawab rumusan masalah yaitu (1) Bagaimana kemampuan siswa SMA Negeri 1 Wonoayu dalam memahami kata tunjuk bahasa Jepang khususnya kore, sore, are dan kono, sono, ano dan (2) Kesulitan apa yang dihadapi siswa SMA Negeri 1 Wonoayu pada saat akan menggunakan kata tunjuk bahasa Jepang khususnya kore, sore, are dan kono, sono, ano.Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kuantitatif deskriptif yang menggunakan tes dan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden kurang memahami kore, sore, are dan kono, sono, ano. Kemampuan rata-rata siswa sebesar 42, 84 pada soal kore, 44 pada soal sore, 47, 33 pada soal are, 40, 76 pada soal kono, 42, 61 pada soal sono, 36, 76 pada soal ano dan berdasarkan klasifikasi kemampuan termasuk dalam kelompok kurang. Kesulitan yang dihadapi siswa ialah tidak hafal huruf hiragana dan katakana, tidak hafal kata tunjuk bahasa Jepang, tidak hafal kosakata bahasa Jepang, tidak dapat membedakan partikel.Penulis menyarankan kepada pengajar agar memberikan penjelasan secara mendetail tentang pelajaran bahasa Jepang khususnya kata tunjuk bahasa Jepang.Selain itu, seorang pengajar sebaiknya mengetahui permasalahan atau kesulitan yang dihadapi siswa. Sedangkan saran kepada pembelajar ialah agar lebih banyakmenghafal dan mempelajari kembali tentang kata tunjuk khususnya kore,sore,aredan kono,sono,ano.

Filter by Year

2013 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 1, No 1 (2017) Vol 2, No 10 (2015) Vol 1, No 10 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 9 (2015) Vol 2, No 8 (2015) Vol 2, No 7 (2015) Vol 2, No 6 (2015) Vol 2, No 5 (2015) Vol 2, No 4 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 9 (2015) Vol 1, No 8 (2015) Vol 1, No 7 (2015) Vol 1, No 6 (2015) Vol 1, No 5 (2015) Vol 1, No 4 (2015) Vol 1, No 3 (2015) Vol 1, No 2 (2015) Vol 1, No 1 (2015) Vol 6, No 10 (2014) Vol 5, No 10 (2014) Vol 4, No 10 (2014) Vol 4, No 10 (2014) Vol 3, No 10 (2014) Vol 7, No 8 (2014) Vol 7, No 7 (2014) Vol 7, No 6 (2014) Vol 7, No 5 (2014) Vol 7, No 4 (2014) Vol 7, No 3 (2014) Vol 7, No 3 (2014) Vol 7, No 2 (2014) Vol 7, No 1 (2014) Vol 6, No 9 (2014) Vol 6, No 8 (2014) Vol 6, No 7 (2014) Vol 6, No 6 (2014) Vol 6, No 5 (2014) Vol 6, No 4 (2014) Vol 6, No 3 (2014) Vol 6, No 2 (2014) Vol 6, No 1 (2014) Vol 5, No 9 (2014) Vol 5, No 8 (2014) Vol 5, No 7 (2014) Vol 5, No 6 (2014) Vol 5, No 5 (2014) Vol 5, No 5 (2014) Vol 5, No 4 (2014) Vol 5, No 3 (2014) Vol 5, No 2 (2014) Vol 5, No 1 (2014) Vol 4, No 9 (2014) Vol 4, No 8 (2014) Vol 4, No 7 (2014) Vol 4, No 6 (2014) Vol 4, No 5 (2014) Vol 4, No 4 (2014) Vol 4, No 3 (2014) Vol 4, No 2 (2014) Vol 4, No 1 (2014) Vol 3, No 9 (2014) Vol 3, No 8 (2014) Vol 3, No 7 (2014) Vol 3, No 6 (2014) Vol 3, No 5 (2014) Vol 3, No 4 (2014) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 2, No 10 (2013) Vol 1, No 10 (2013) Vol 3, No 1 (2013) Vol 2, No 9 (2013) Vol 2, No 8 (2013) Vol 2, No 7 (2013) Vol 2, No 6 (2013) Vol 2, No 5 (2013) Vol 2, No 4 (2013) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 1, No 9 (2013) Vol 1, No 8 (2013) Vol 1, No 7 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue