cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Mahsiswa Fakultas Ilmu Budaya.
Arjuna Subject : -
Articles 975 Documents
THE ACTION OF REVENGE AS REVEALED BY LORD BLACKWOOD IN SHERLOCK HOLMES THE MOVIE HARDIANTO, FIKKY
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.332 KB)

Abstract

Keywords: safeguarding tendency, neglected style of life, black magic, aggression, accusation Movies cannot be separated from literature. Thus, movies can be analyzed using the theory of literature. Characters in movie can be in the form of human, animals, and others. Every character in movies develops just like in the real life. For example, human characters in movie that also cannot be separated from social life. In the social life, every human had brought social status attached since he/she was born. Social status often creates conflicts in the social life and it develops gradually. The writer conducted the study of the psychological phenomenon that found in one of character in Sherlock Holmes movie. Hence, in this study the writer answered problems of study, namely: (1) What makes Lord Blackwood choose to take revenge in order to safeguard his self-esteem in Sherlock Holmes, the movie (2) How does Lord Blackwood safeguard his self-esteem in Sherlock Holmes, the movie?This study employs qualitative approach to describe the acts of the main character. Descriptive analysis in visual and textual was applied because this study is aimed to comprehend what makes and how the main characters protect his threatened self-esteem.The findings of this study showed that the main character was trying to protect his self-esteem with an uncommon manner. He chose to attack every obstacle that he faced rather than solved it peacefully. To remain in a top of social stratification system, he spread terror through black magic to control the society. In addition, to secure his social status he accused and killed his father who had neglected him. After he got revenge toward his father, he wanted to acquire power in the government to accomplish his superiority complex. However, Sherlock Holmes and his friends had successfully thwarted his efforts.
KONSERVATISME TOKOH OSEN TERHADAP MODERNITAS INDUSTRI MAKANAN DALAM DRAMA OSEN KARYA KIKUCHI SHOOTA INTANSARI, DEVITA PRADNYA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.087 KB)

Abstract

Kata Kunci : drama, konservatisme, industri makanan Jepang, modernitas, mise-en-scene Skripsi ini membahas tentang konservatisme tokoh Osen terhadap modernitas industri makanan di Jepang. Konservatisme adalah paham yang menyatakan bahwa yang dilakukan oleh seseorang harus berpegang pada tradisi yang telah terbukti berhasil di masa lalu, baik pada tradisi agama, tradisi budaya, ataupun tradisi politik merupakan pedoman hidup tertinggi. Penulis menggunakan sumber data berupa drama berjudul Osen yang menceritakan seorang Okami (pemilik) restoran tradisional Jepang yang menjalankan bisnis dengan memegang tradisi Jepang di tengah modernitas Jepang. Dalam drama Osen, penulis menemukan konservatisme tokoh Osen terhadap modernitas industri makanan diJepang serta efek-efek dari konservatisme yang terjadi pada tokoh Osen dalammenjalankan bisnis restoran Isshouan.  Untuk menemukan konservatisme tokoh Osen terhadap modernitas industri makanan dalam drama Osen, penulis menggunakan teori dekonstruksi, serta menggunakan unsur intrinsik dan mise-en-scene. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konservatisme tokoh osen terhadap modernitas industri makanan yang ditampilkan dalam drama Osen Karya Kikuchi Shoota. Hasil penelitian ini menunjukkan dalam drama Osen terdapat modernitas industri makanan di Jepang, image tokoh Osen sebagai Okami restoran Isshouan, hubungan antara Osen dan karyawan di restoran Isshouan, konservatisme tokoh Osen yang berupa penolakan tokoh Osen terhadap modernitas industri makanan dan resistensi tokoh Osen terhadap modernitas industri makanan, akar-akar konservatisme, tujuan konservatisme tokoh Osen, tujuan koservatisme, serta efek-efek konservatisme tokoh Osen pada restoranIsshouan.Penulis menyarankan agar peneliti selanjutnya dapat meneliti film ini tetapi dengan pendekatan maupun permasalahan yang berbeda, misalnya teori feminisme.
A GENDER PERSPECTIVE IN LANGUAGE USE OF MIDDLE EASTERN FREEDOM ACTIVISTS’ SPEECHES -, SULISTYANINGTYAS
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.637 KB)

Abstract

Keywords: gender perspective, language use, speech, freedom activist, MiddleEast. This research aims to examine the language use of the Middle Eastern freedom activists’ speeches through gender perspective. This research investigates (1) what gender differences in language use showed by male and female Middle Eastern freedom activists’ speeches, and (2) how the language for speech used by male and female speakers influences the audience of the Middle Eastern freedom activists’ speeches.Qualitative approach is used in this research. The data source are from male and female Middle Eastern freedom activists’ speech videos. Then, the data are the speeches of freedom activist which are transcribed into written texts as the primarydata and respondents’ opinion as the secondary data. Three transcriptions from eachgender are considered proper to answer the problems in this research. In analysingthe data, the theories employed are about male and female spoken language differences by Haas (1979) and the language for speech by Jones and Peccei (2004).In answering the second problem of the research, it is also required 10 respondentswith certain criteria.The result reveals that there are sets of spoken language differences between male and female speakers. Male speakers’ language can be characterised as: 1) Form: coarse, direct, using pun, using pronominal apposition, 2) Topic: politics, human relation, 3) Content: using male adjectives, 4) Use: lecture, assert, command. In spite of that, female speakers’ language can be characterised as: 1) Form: polite, 2) Topic: social problem, 3) Content: using hyperbole, using adverb of intensity, 4) Use: non-assertive, tentative. In using the language for speech, both male and female speakers produce metaphor, euphemism, the ‘rule of three’, parallelism, and pronouns in random frequency of production, which cannot be separated by genders. Moreover, it cannot be concluded that one gender is more potential than the other to influence the audience in delivering speech. There are also other factors, particularly non-verbal factors, exist to give impacts on how a speech can influence the audience.The next researchers are suggested to conduct a similar research with different objects or to explore gender differences in language use by applying other approach. The next researchers might look into the gender differences in language use from literary works as well.
REPRESENTASI FEMINISME RADIKAL PADA TOKOH AOMAME DALAM NOVEL 1Q84 KARYA MURAKAMI HARUKI PERTIWI, YULIANDA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.27 KB)

Abstract

Kata Kunci: feminisme radikal, 1Q84, novel, pembunuhan,  posmodernisme. 1Q84 merupakan novel trilogi karya Murakami Haruki. Novel ini bercerita tentang dua orang tokoh utama yang terjebak dalam sebuah dunia paralel pada tahun 1984 yang dinamai 1Q84. Penelitian ini difokuskan hanya kepada tokoh utama wanita, yaitu Aomame. Tokoh Aomame ini memiliki peran yang cukup penting di dalam alur cerita novel 1Q84. Aomame adalah seorang pembunuh bayaran yang hanya membunuh laki-laki pelaku kekerasan terhadap perempuan. Semua korban Aomame adalah laki-laki yang suka menyiksa istri dan/anak-anak secara fisik dan seksual. Di dalam kajian teori feminisme, teori yang mengutamakan pembebasan perempuan dari segala bentuk dan tindak penindasan yang dilakukan oleh laki-laki sebagai landasan utama adalah teori feminisme radikal. Teori inilah yang membuat penulis melihat tokoh Aomame sebagai representasi feminisme radikal. Hal ini disebabkan karena dasar pemikiran teori feminisme radikal adalah pemusnahan segala bentuk dan tindakan penindasan terhadap perempuan. Sehingga penulis berpendapat bahwa pembunuhan yang dilakukan Aomame adalah bentuk tindakan feminisme radikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi feminisme radikal pada tokoh Aomame. Teori yang dipergunakan dalam penelitian adalah teori feminisme radikal dan teori penokohan. Sementara itu, metode kualitatif digunakan sebagai metode penunjang untuk memperjelas langkah-langkah penulisan penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya bukti bahwa tokoh Aomame memiliki gambaran feminisme radikal dalam memaknai sistem seks/gender, seksualitas, dan lesbianisme.
TINDAK ILOKUSI DALAM DRAMA HUNGRY! EPISODE 2 KARYA MIKA OMORI KURNIAWAN, HENDRI PRASTIO
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.612 KB)

Abstract

Kata Kunci: tindak tutur, tindak ilokusi, fungsi ilokusi. Tindak ilokusi adalah sebuah tuturan yang berfungsi menginformasikan sesuatu dan juga digunakan untuk melakukan sesuatu. Tindak ilokusi di bagi menjadi 5, diantaranya adalah tindak ilokusi asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklarasi. Drama Jepang yang berjudul Hungry! dijadikan sumber data penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tindak ilokusi dan fungsinya dalam drama Hungry! episode 2 karya Mika Omori.Penelitian ini menggunakan acuan teori Searle untuk menganalisis jenis tindak ilokusi, dan teori Leech untuk menganalisis fungsinya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan 5 jenis tindak ilokusi, yaitu ilokusi asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklarasi. Kemudian disesuaikan dengan fungsi ilokusi yaitu kompetitif (competitive), menyenangkan (convivial), bekerja sama (collaborative), dan bertentangan (conflictive).
PERILAKU AGRESI TOKOH TOKIKO UMEZAWA DALAM NOVEL SENSEIJYUTSU SATSUJIN JIKEN KARYA SHIMADA SOJI YUSUF, MUHAMMAD
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.819 KB)

Abstract

Kata Kunci : Psikologi sastra, novel Senseijyutsu Satsujin Jiken, perilaku agresi Novel Senseijyutsu Satsujin Jiken merupakan novel misteri karya Soji Shimada. Dalam novel tersebut, diceritakan terjadi kasus pembunuhan pada keluarga Umezawa. Pelaku pembunuhan tersebut adalah Tokiko Umezawa. Pembunuhan yang dilakukan oleh Tokiko Umezawa merupakan bentuk dari perilaku agresi yang melibatkan anggota keluarga Umezawa. Perilaku agresi adalah perilaku yang secara sengaja dilakukan untuk melukai atau merugikan individu lain, baik secara fisik maupun psikis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku agresi tokoh Tokiko Umezawa dalam novel Senseijyutsu Satsujin Jiken. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra yang meminjam teori perilaku agresi dalam teori psikologi sosial. Teori yang dipergunakan tersebut untuk menganalisis bentuk-bentuk perilaku agresi tokoh Tokiko Umezawa, penyebab dan perspektif teoritisnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis.   Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis perilaku agresi tokoh Tokiko Umezawa adalah perilaku agresi instrumental. Bentuk-bentuk perilaku agresi yang dilakukan tokoh Tokiko Umezawa adalah fisik-aktif-langsung, fisikpasif-langsung dan verbal-pasif-tak langsung. Penyebab perilaku agresi tokoh Tokiko Umezawa yaitu kesenjangan generasi dan penyerangan atau hinaan. Kesimpulan dari perilaku agresi tokoh Tokiko Umezawa adalah membalas dendam dan agar mendapatkan harta warisan dari ayahnya.
GAMBARAN FUJOSHI PADA TOKOH OGIUE CHIKA DALAM MANGA GENSHIKEN KARYA KIO SHIKOMU AL-ARINI, MAS ACHMADA SYARIFAH AYU
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 1, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.034 KB)

Abstract

Kata kunci : genshiken, fujoshi, teori komik, sosiologi sastra Sistem patriarki di Jepang mempunyai salah satu dampak terhadap gerakan penolakan wanita Jepang terhadap stigma yang ada. Di mulai dari tahun 1970-andimana mulai muncul karya sastra yang bertemakan kisah percintaan diantara dua pria yang disebut genre Boy’s Love atau yaoi. Genre ini membebaskan penulis danpembacanya, yakni para wanita yang disebut fujoshi, dan sebagai bentuk penolakanmereka terhadap paradigma patriarki, dualisme gender dan normatif heteroseksualyang ada.Dalam penelitian kali ini, penulis memfokuskan menganalisa gambaran fujoshi dilihat dari sosiologi sastra, yakni melalui cerminan masyarakat. Sehingga penulis hanya mengidentifikasi fujoshi sesuai dengan yang tercermin di masyarakat Jepang. Selain sosiologi sastra, penulis juga menggunakan teori komik sebagai pendekatan untuk membantu menganalisis karya sastra yang diteliti.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa para perempuan yang menyukai genre Boy’s Love atau yaoi ini ada dan tersebar di Jepang. Para perempuan yang diidentifikasikan sebagai fujoshi ini mampu dipresentasikan oleh tokoh Ogiue Chika dalam manga Genshiken melalui gambaran fujoshi miliknya, antara lain: menyembunyikan identitas sebagai fujoshi, suka berfantasi tentang hubungan romantis diantara pria, berbelanja doujinshi yaoi, dan fujoshi yang menjadi mangaka profesional.Genshiken bisa dianalisa menggunakan pendekatan alih wahana, seperti perbedaan fujoshi yang diwakili oleh Ogiue Chika dalam versi manga dan versi anime. Selain itu manga Genshiken juga bisa dianalisa dari sudut pandang karakter otaku menarik lainnya seperti Madarame dan Sasahara.
FEMINISM SPIRIT TOWARD PATRIARCHAL SOCIETY MANIFESTATED BY KATE REDDY IN I DON’T KNOW HOW SHE DOES IT THE MOVIE RAMDHANI, NADIYA FARISYA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 1, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.66 KB)

Abstract

Keywords: Feminism, Patriarchal Society, Working WomenWomen subordination has running for a long time ago. Women are trapped by patriarchal society’s rule on how they should be. Women never have the opportunities to get a better quality of life, such as education or career. Nowadays, women have more chance to free themselves from that social construction. The movie entitled I Don’t Know How She Does It reveals working woman’s life surrounded by patriarchal society and her effort to prove that woman can live the life she wants to.Sociological approach is used because this research relates to society and its phenomenon. The objective of the study is to observe Kate Reddy’s effort as a working woman in balancing her work-life with motherhood around patriarchal society using feminism.The result reveals that Kate Reddy can free herself from society’s construction by being a successful working woman who can balance her workinglife and motherhood.The next researcher can use phychoanalysis to find out Kate Reddy’s psychology as working woman who lives in patriarchal society.
PELESAPAN SUBJEK DAN OBJEK TINJAUAN MAKNA PREDIKAT DALAM DRAMA HUNGRY! KARYA MOTOHASHI KEITA NUZULAILI, PUTRI
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 1, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.503 KB)

Abstract

Kata Kunci: Pelesapan, Objek, Subjek, Batasan Berdasarkan Makna Predikat. Dalam kehidupan bermasyarakat, bahasa digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Seperti halnya bahasa lain di dunia, bahasa Jepang juga memiliki keunikannya sendiri. Salah satu keunikan tersebut adalah pelesapan. Pelesapan yang banyak dilakukan adalah melesapkan subjek dan objek dalam kalimat percakapan. Sebagai contoh, kalimat percakapan yang banyak mengalami pelesapan subjek dan objek dapat dilihat dalam drama Hungry!.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelesapan subjek dan objek yang terjadi pada masyarakat Jepang. Pembahasan mengenai pelesapan subjek dan objek termasuk dalam kajian semantik, yaitu cabang linguistik yang mengkaji makna kata. Penelitian ini menggunakan teori Nariyama tentang pelesapan subjek dan objek dilihat dari batasan berdasarkan makna predikat.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data yang dianalisis berupa kalimat percakapan dalam drama Hungry! yang telah mengalami pelesapan subjek dan objek.Dari hasil penelitian ditemukan 28 data pelesapan subjek, antara lain: kata ganti orang (pertama dan kedua), dan kata benda. Kemudian 2 data pelesapan subjek dan objek, antara lain: kata ganti orang (ketiga) dan kata benda.
KEMAMPUAN DALAM MENGGUNAKAN VERBA “MEMAKAI” PADA SISWA KELAS XI BAHASA SMA NEGERI 3 PROBOLINGGO TAHUN AJARAN 2013/2014 FEBRIYANTI, RISKA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 1, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.652 KB)

Abstract

Kata Kunci : Kemampuan dan Verba (Kata kerja)Latar belakang timbulnya penelitian ini berdasar pada aturan penggunaan verba memakai dalam kalimat bahasa Jepang. Namun pembelajar bahasa Jepang sering mengalami kesulitan dalam menggunakan verba memakai ini. Sehingga penelitian ini mengambil judul “ Kemampuan dalam menggunakan verba memakai pada siswa kelas XI Bahasa SMA Negeri 3 Probolinggo tahun ajaran 2013/2014”. Berdasarkan latar belakang timbulnya kesulitan tersebut maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah (1) Bagaimana kemampuan dalam menggunakan verba memakai pada siswa XI Bahasa SMA Negeri 3 Probolinggo tahun ajaran 2013/2014? (2) Kesulitan apa saja yang dihadapi siswa kelas XI Bahasa SMA Negeri 3 Probolinggo tahun ajaran 2013/2014 dalam menggunakan verba memakai?Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif yang menggunakan tes dan angket. Data yang digunakan merupakan hasil dari soal – soal tes yang telah memenuhi perhitungan validitas dan reliabilitas. Analisis dilakukan dengan cara memuat data dalam tabel, membuat grafik dan mendeskripsikan hasil berdasarkan grafik. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Bentuk kesalahan penggunaan verba“memakai” pada siswa XI Bahasa SMA Negeri 3 Probolinggo tahun ajaran 2013/2014 adalah peletakan verba“memakai” dengan kata bendanya dalam kalimat bahasa Jepang kurang tepat dikarenakan siswa belum benar – benar paham dengan penggunaan dari setiap jenis verba“memakai” dalam bahasa Jepang. (2) Penyebab siswa kurang  mampu menggunakan verba memakai adalah sebagai berikut berdasarkan pendapat popular yang bersumber pada : (a) Huruf Jepang yang dipelajari terlalu banyak sehingga kurang hafal menyebabkan siswa belum lancar dalam membaca soal-soal yang diberikan. (b) Verba“memakai” terlalu banyak dalam bahasa Jepang dan penggunaanya pada setiap benda berbeda-beda, sehingga siswa sulit untuk mempelajarinya.

Filter by Year

2013 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 1, No 1 (2017) Vol 2, No 10 (2015) Vol 1, No 10 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 9 (2015) Vol 2, No 8 (2015) Vol 2, No 7 (2015) Vol 2, No 6 (2015) Vol 2, No 5 (2015) Vol 2, No 4 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 9 (2015) Vol 1, No 8 (2015) Vol 1, No 7 (2015) Vol 1, No 6 (2015) Vol 1, No 5 (2015) Vol 1, No 4 (2015) Vol 1, No 3 (2015) Vol 1, No 2 (2015) Vol 1, No 1 (2015) Vol 6, No 10 (2014) Vol 5, No 10 (2014) Vol 4, No 10 (2014) Vol 4, No 10 (2014) Vol 3, No 10 (2014) Vol 7, No 8 (2014) Vol 7, No 7 (2014) Vol 7, No 6 (2014) Vol 7, No 5 (2014) Vol 7, No 4 (2014) Vol 7, No 3 (2014) Vol 7, No 3 (2014) Vol 7, No 2 (2014) Vol 7, No 1 (2014) Vol 6, No 9 (2014) Vol 6, No 8 (2014) Vol 6, No 7 (2014) Vol 6, No 6 (2014) Vol 6, No 5 (2014) Vol 6, No 4 (2014) Vol 6, No 3 (2014) Vol 6, No 2 (2014) Vol 6, No 1 (2014) Vol 5, No 9 (2014) Vol 5, No 8 (2014) Vol 5, No 7 (2014) Vol 5, No 6 (2014) Vol 5, No 5 (2014) Vol 5, No 5 (2014) Vol 5, No 4 (2014) Vol 5, No 3 (2014) Vol 5, No 2 (2014) Vol 5, No 1 (2014) Vol 4, No 9 (2014) Vol 4, No 8 (2014) Vol 4, No 7 (2014) Vol 4, No 6 (2014) Vol 4, No 5 (2014) Vol 4, No 4 (2014) Vol 4, No 3 (2014) Vol 4, No 2 (2014) Vol 4, No 1 (2014) Vol 3, No 9 (2014) Vol 3, No 8 (2014) Vol 3, No 7 (2014) Vol 3, No 6 (2014) Vol 3, No 5 (2014) Vol 3, No 4 (2014) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 2, No 10 (2013) Vol 1, No 10 (2013) Vol 3, No 1 (2013) Vol 2, No 9 (2013) Vol 2, No 8 (2013) Vol 2, No 7 (2013) Vol 2, No 6 (2013) Vol 2, No 5 (2013) Vol 2, No 4 (2013) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 1, No 9 (2013) Vol 1, No 8 (2013) Vol 1, No 7 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue