cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Mahsiswa Fakultas Ilmu Budaya.
Arjuna Subject : -
Articles 975 Documents
PENGARUH JAPANISM PADA UMAT KAKURE KIRISHITAN DI ZAMAN EDO DALAM NOVEL CHIMMOKU KARYA SHUSAKU ENDO HARNINGTYAS, FRANSISKA MELATI
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 1, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.064 KB)

Abstract

Kata kunci : Japanism, umat Kakure Kirishitan, Chimmoku Chimmoku merupakan novel karya Shusaku Endo yang terbit pada tahun 1966. Novel ini disebut sebagai novel agama dan sejarah karena memuat banyak nilai ketuhanan (khususnya Kristianitas) dan memuat beberapa fakta sejarah yang terjadi pada zaman Tokugawa. Selanjutnya, novel ini menjelaskan berbagai ketidakcocokan antara karakter mentalitas masyarakat Jepang (disini disebut dengan “Japanism”) dan pengaruh Kristen.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan antropologi sastra.  Pendekatan ini digunakan untuk menganalisis tentang mentalitas dan sistem religi masyarakat Jepang yang tercermin dalam novel tersebut.Hasil dari penelitian ini mendeskripsikan berbagai pengaruh Japanism pada infiltrasi agama Kristen pada zaman Edo yang terdapat dalam novel Chimmoku.  Pengaruh Japanism membuat masyarakat Jepang pada zaman itu mengubah konsep agama Kristen agar menjadi sesuai dengan jalan pikiran mereka sendiri.Penulis menyarankan bagi penelitian selanjutnya yang ingin meneliti novel Chimmoku dapat menggunakan pendekatan historis mengenai masuknya agama Kristen di Jepang.
PENERJEMAHAN VERBA INTRANSITIF BAHASA JEPANG KE DALAM BAHASA INDONESIA (Studi Kasus pada Komik Kaichou Wa Maid Sama Volume 2 Karya Fujiwara Hiro dan Terjemahannya My Sweet Kaicho Volume 2 oleh Widya Anggaraeni) HADI, NESSYA INDRIANINGTYAS IKA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 1, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.042 KB)

Abstract

Kata Kunci  : Penerjemahan, Kesepadanan Makna, Teknik Penerjemahan, Verba Intransitif Kegiatan penerjemahan selalu ditujukan untuk mencari kesepadanan makna dari bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran. Terdapat cara untuk penanggulangan untuk memecahkan persoalan penerjemahan pada tataran kata, kalimat, atau paragraf yang disebut teknik penerjemahan. Terdapat sembilan teknik penerjemahan, yaitu transposisi (pergeseran bentuk), modulasi (pergeseran makna), penerjemahan deskriptif, penjelasan tambahan, catatan kaki, penerjemahan fonologis, penerjemahan resmi atau baku, tidak diberikan padanan (omisi), dan padananan budaya. Penelitian ini melakukan klarifikasi kesepadanan terhadap verba intransitif dalam bahasa Jepang dengan terjemahannya.Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada teori terjemahan yang mengacu pada teori kesepadanan oleh Vinay dan Darbelnet (1995) serta penggunaan teknik penerjemahan oleh Hoed (2006). Untuk mendeskripsikan kesepadanan maknaterjemahan verba intransitif digunakan kamus ekabahasa. Kemudian mendeskripsikan jenis teknik penerjemahan yang dilakukan oleh penerjemah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif untuk menganalisis kesepadanan dan jenis teknik yang digunakan oleh penerjemah.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam Kaichou Ma Maid Sama Volume 2 karya Fujiwara Hiro, ditemukan 26 jenis verba intransitif bahasa Jepang yang memiliki pasangan verba transitif. Dari 26 jenis verba tersebut terdapat 6 verba intransitif yang mengalami pengulangan sebanyak 2 kali dan 1 verba intransitif dengan pengulangan sebanyak 3 kali, total data sebanyak 34 verba.Kesimpulan dari penelitian ini kesepadanan makna yang tidak didapat dari kamus, didapatkan dari konteks dan teknik penerjemahannya. Dalam mempertahankan makna hanya ditemukan 4 teknik penerjemahan dalam komik ini, yaitu transposisi (pergeseran bentuk), modulasi (pergeseran makna), penerjemahan deskriptif dan tidak diberikan padanan (omisi). Dalam satu verba terdapat satu atau lebih teknik penerjemahan. Selain itu, terdapat verba yang sama tetapi diterjemahkan dengan teknik penerjemahan yang berbeda.
AMERICAN VALUES MANIFESTATION PORTRAYED BY ATOM IN REAL STEEL THE MOVIE DARMIANTI, SELVY
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 1, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.074 KB)

Abstract

Keywords: American Values, Popular Culture, Real Steel, Robot CharacterMovie is one of popular cultures that reflect the condition of society. It could be in the forms of phenomena, idea, or culture. This condition also happens in American’s movies, one of them is Real Steel. Unlike other movies representing American values depicted by human character, this movie is depicted by the nonhuman character, i.e. robot.Sociological approach is used in this study since Real Steel the movie describes a lot of American social phenomena. Scene and subtitle will be categorized and analyzed using relevant American values theory.  The result reveals that four out of six American values as proposed by Datesman, et al. are found in this study, they are equality of opportunity, and competition, material wealth and hard-work. Whereas two of them, individual freedom and self-reliance are not found. Furthermore, from Atom’s journey it shows that Americans respect the equality of opportunity; assume that competition is an obligation, benchmark wealth as a status and respecthardworking in the journey of success.In the future, boxing, as one of roughest sports, are performed by robots, because robots are more resistant to take blows rather than humans. So, the next researchers can use humanism theory to analyzed Real Steel the movie.
KEGAGALAN AMAE PADA TOKOH SHUUYA WATANABE DALAM FILM KOKUHAKU KARYA SUTRADARA TETSUYA NAKASHIMA SETIAWAN, WAHYU AJI
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 1, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.904 KB)

Abstract

Kata kunci : Amae, Film, Perilaku, Psikologi. Amae mempunyai makna sikap saling ketergantungan dengan seseorang. Dengan melihatnya melalui hubungan erat antara ibu dan anak. Hubungan yang dilihat sebagai dasar sebuah hubungan yang tidak bisa putus dan menjadi contoh bagi  hubungan yang lainnya. Akan tetapi, amae tidak akan berhasil jika suatu hubungan tidak tercipta. Sikap amae dikatakan berhasil jika seseorang mendapatkan sikap yang puas. Akan tetapi, akibat dari sebuah kegagalan amae adalah sebuah sikap emosi, dendam dan marah. Sehingga akan menyebabkan sikap yang menyimpang dari seseorang yang mengalami kegagalan amae. Oleh karena itu, dalam penelitian kali ini penulis meneliti gambaran bentuk kegagalan amae dalam film kokuhaku karya Sutradara Tetsuya Nakashima. Pada penelitian kali ini, penulis menggunakan konsep amae yang mendukung analisis terhadap sebuah hubungan ibu dan anak. Penelitian ini berfokus pada bentuk kegagalan amae yang terjadi. Dan memberikan gambaran akibat dari kegagalan amae yang terjadi pada seseorang. Dalam menganalisis film ini, penulis juga menggunakan contoh amae dalam kehidupan masyarakat Jepang sebagai data pendukung. Hasil penelitian kali ini menunjukkan bahwa dalam film Kokuhaku terdapat beberapa kutipan dialog yang menunjukkan gambaran bentuk kegagalan amae diantaranya adalah hubungan ibu dan anak yang tidak tercipta, kurangnya suatu komunikasi dari orang yang dicintai, juga sikap yang menyimpang seorang anak hanya untuk mencari perhatian orang tuanya.
POLITENESS STRATEGY FOUND IN THE 2014 PRESIDENTIAL CAMPAIGN OF ABURIZAL BAKRIE ADVERTISEMENTS PAHLEVI, NOVIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 1, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.036 KB)

Abstract

Keywords: Politeness, Face Threatening Act, Politeness Strategy and AburizalBakrie.Language is a tool of communication and while communicating people need to know ”the rule” and one of which is politeness. One of important people who must be use politeness strategy is politicians. Nowadays, politician doing political campaign is by use advertisement as a tool to promote themself. There are two problems to be solved: (1) What face threatening acts are performed in the 2014 presidential campaign of Aburizal Bakrie advertisements? (2) What politeness strategies are performed to minimize the threat?. These problems are answered by using the theory of politeness strategy proposed by Brown and Levinson (1987).This study used qualitative approach in document analysis. The data were collected from 7 advertisement wich were shown on television from March 2013 until January 2014. In the form of transcript of the advertisement downloaded from www.youtube.com in March 2014The researcher found 18 utterances contain face threatening acts (FTA). Out of those utterances, 11 utterances contain negative FTA and 7 utterances contain positive FTA. The negative FTA are in the form orders and request, suggestion and advice, remaindings, promises, expressing thanks. The positive FTA are bringing a bad news or good news (boasting) about the speaker, increases or rising of dangerously emotional topics that relate to politics, race and religion and complimenting others. While in politeness strategies, the researcher found that 29 utterances containing positive politeness strategy which are; 1 notice-attend to the addresses, exaggerate, use in group identity markers, seek agreement, presuppose/raise/assert common ground, assert or presuppose the speaker’s knowledge of and concern for addressee’s wants, offer-promise, be optimistic, include both S&H in the activity and 3 give gifts to the hearer. The researcher did not find utterances contain negative politeness strategy. In this advertisements, the speaker mostly use negative face threatening act and positive politeness strategy to influence the hearer.It is very important for the people to know more closely about the personality of the speaker as president candidate and to be a smart elector after know what kind of face and politeness strategy that speaker shows. While for the the next researchers,who investigate the same area of study use another theory of politeness strategy and use another aspect of the object of advertisement for example advertisement on radio or text advertisement like billboard, magazine and newspaper.
THE ROLES OF EXTERNAL FACTORS IN LIAM O’NEILL’S PURSUIT OF IDENTITY AS A TRANSGENDER YOUTH IN JULIE ANNE PETERS’ LUNA AULIA, MIKY ZAHRATUL
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 1, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.063 KB)

Abstract

Keywords: transgender, social psychology, interpersonal relationship, groupdynamics   Transgender is the term that is used to describe someone with different gender behavior from their actual gender. Nowadays, there are some phenomena in which a transgender has come out in juvenile age that is called as transgender youth. A transgender usually tends to not reveal his identity due to the social opinion toward transgender as a social problem. This study focuses on the role of external factors toward transgender youth in Luna by Julie Anne Peters which shows the influence of society toward transgender in the process of coming out. The story depicts the life of a transgender youth, Liam who tries to come out in public with help from people around him. This study aims to reveal the role of people around Liam in helping him find his identity as a transgender youth. Social psychology approach is used to analyze the role of people around Liam that influence his thought and behavior with interpersonal relationship, group dynamics. In addition, Transgender Identity Affirmation and Mental Health theory by Nuttbrock, Rosen blum and Blumenstein is used to support the analysis.The study findings reveal that there are two external factors which influence Liam’s behavior and thinking in the process of coming out. They are family and affiliation. They have significant influences to his behavior in making him confident in facing his life as a transgender.Liam’s process of coming out as a transgender is influenced by the acceptance from his surroundings. When the surroundings accept his come out process, it actually becomes the significant support for a transgender. In fact, that acceptance has a correlation with his mental health as shown in this study. For future research the writer suggests that the English Department students do research on transgender-themed literature by using Devor’s Transgender Identity model that describes fourteen processes of transgender identity development. The writer hopes that doing this study can raise the awareness of the existence of transgender, particularly the young people’s.
GAMBARAN PERSONA TOKOH SAKAKI MAKIO DALAM DRAMA MY BOSS MY HERO KARYA SUTRADARA SATO TOYA, SAKUMA NORIYOSHI, DAN ISHIO JUN TYAS, FATMA KUSUMANING
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 1, No 4 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.411 KB)

Abstract

Kata Kunci : Psikologi analitis, Persona, Serial Drama, My Boss My Hero Drama merupakan gambaran kehidupan manusia. Drama yang ditampilkan melalui media televisi disebut drama televisi atau serial drama. Serial drama My Boss My Hero menggambarkan kehidupan seorang Sakaki Makio, yakuza yang berpura-pura menjadi seorang anak SMA. Dalam kesehariannya, Sakaki Makio menunjukkan berbagai macam persona untuk menutupi identitas aslinya, oleh karena itu, rumusan masalah yang dipilih adalah persona apa saja yang ditunjukkan oleh tokoh Sakaki Makio dalam drama My Boss My Hero.Pada penelitian ini, penulis akan membahas tentang persona yang ditunjukkan oleh seorang yakuza yang bersekolah di sebuah SMA. Menggunakan konsep persona yang terdapat dalam teori psikologi analitis milik Carl Gustav Jung untuk menganalisis data. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah serial drama. Penulis juga menggunakan teori pendukung film mise-en-scene untuk menganalisis adegan dalam serial drama My Boss My Hero yang menampilkan persona tokoh Sakaki MakioDalam penelitian ini, pertama-tama penulis menganalisis karakter tokoh Sakaki Makio. Dilanjutkan dengan menganalisis semua persona yang ditunjukkan oleh Sakaki Makio. Setelah itu, penulis memilah-milah persona apa saja yang ditunjukkan Sakaki Makio untuk menutupi identitasnya sebagai yakuza.Berdasarkan bab 3 dapat disimpulkan bahwa dalam serial drama ini terdapat 12 persona yang diklasifikasikan menjadi lima macam persona yang ditunjukkan oleh tokoh Sakaki Makio. Lima persona tersebut adalah menunjukkan diri sebagai laki-laki yang lemah, berperilaku sopan, tertawa, mengalihkan pembicaraan, dan patuh pada perkataan guru. Sakaki Makio kerap menunjukkan persona khususnya pada teman-teman serta guru di sekolahnya untuk menutupi identitas asli bahwa ia adalah seorang yakuza.
PENGGUNAAN ONOMATOPE DALAM MEDIA SOSIAL TWITTER (Studi Kasus Artis Jepang) ARISTA, RIZA PRASTITI
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 1, No 4 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.328 KB)

Abstract

Kata Kunci : Giongo, Gitaigo, Onomatope, Semantik, Twitter. Masyarakat Jepang adalah salah satu masyarakat yang menggunakan onomatope dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaannya pun sangat beragam, oleh karena itu onomatope sangatlah erat hubungannya dalam keseharian masyarakat Jepang. Dalam kehidupan orang Jepang onomatope adalah bahasa yang sangat unik dan menarik. Onomatope dalam bahasa Jepang pun sangat beragam. Onomatope adalah salah satu bagian dari bahasa yang ada di dunia ini.Onomatope juga mempunyai arti kata-kata yang berdasarkan tiruan bunyi. Onomatope tidak hanya ada di dalam komik, novel atau anime tetapi juga terdapat dalam media sosial twitter. Sudah lama kalangan artis Jepang menggunakan twitter sebagai media untuk berkomunikasi dengan penggemarnya di seluruh dunia. Dalam penelitian ini, penulis menjawab dua rumusan masalah yaitu (1) jenis onomatope apa saja yang digunakan dalam media sosial twitter (2) tipe makna apakah yang terdapat dalam media sosial twitter Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Data yang digunakan adalah twitter delapan orang artis Jepang yang aktif dalam media sosial twitter. Menganalisis jenis onomatope dan tipe makna yang digunakan dalam media sosial twitter.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dari delapan artis Jepang ini terdapat 25 onomatope. Dari 25 onomatope yang ditemukan, giseigo 3 data, giongo-gitaigo 5 data, giongo-giyougo 1 data, gijougo 5 data, gitaigo 6 data, giongo 2 data, gitaigo-giyougo 2 data dan giyougo 1 data. Tipe makna yang ditemukan adalah makna konotatif 4 data, makna tematis 3 data, makna konotatiftematis 12 data, makna konseptual 3 data, makna konseptual-konotatif-tematis 1 data dan makna tematis-konseptual 2 data. Kesimpulan dari penelitian ini mayoritas onomatope yang ditemukan adalah gitaigo 6 data, gijougo 5 data, dan giongo-gitaigo 5 data. Mayoritas tipe makna yang ditemukan adalah makna konotatif-tematis 12 data.  
REFERENSI PRONOMINA PERSONA DALAM KOMIK OTOMEN VOLUME 1 KARYA KANNO AYA HARDIATI, AIDA MARTHA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 1, No 4 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.186 KB)

Abstract

Kata kunci: Anafora, Katafora, Pronomina persona, ReferensiHubungan referensi (pengacuan) merupakan hubungan yang ada antara kata-kata dan barang-barang, sehingga referensi adalah kata-kata yang mengacu pada barang-barang. Dalam referensi terdapat pronomina yang berfungsi sebagai kata tunjuk, salah satunya pronomina persona. Pronomina pesona adalah kata-kata yang dipakai untuk menunjuk orang juga menggantikan nama orang. Dalam bahasa Jepang, terdapat berbagai variasi pronomina persona dengan penggunaan yang bergantung pada lawan bicara juga situasi pada saat pembicaraan dilakukan. Pada penelitian ini, penulis menjawab dua rumusan masalah, yaitu: (1) Jenis pronomina persona apa sajakah yang digunakan para tokoh dalam percakapan pada komik Otomen volume 1 karya Kanno Aya. (2) Apa referensi pronomina persona yang digunakan para tokoh tersebut dalam percakapan pada komik Otomen volume 1 karya Kanno Aya.Analisis referensi pronomina persona dilakukan berdasarkan teori Sudjianto yang membagi pronomina persona ke dalam empat kelompok. Kemudian untuk mengetahui referensi yang diacu, penulis menggunakan teori Halliday & Hassan yang membagi referensi menjadi dua macam, yaitu referensi eksofora dan endofora, juga referensi endofora yang terbagi dalam dua jenis; referensi anafora dan katafora. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif.Hasil penelitian ditemukan 63 pronomina persona yang memiliki referensi dalam teks dari 36 percakapan. Data tersebut terdiri dari 25 pronomina persona pertama (jishou), 25 pronomina persona kedua (taishou), 12 pronomina persona orang ketiga (tashou) dan 1 pronomina penanya (futeishou). Dari 63 data tersebut, 40 diantaranya merupakan referensi endofora jenis anafora, sedangkan 23 data sisanya merupakan jenis katafora dan tidak ditemukan jenis referensi eksofora.Referensi endofora dari pronomina persona baik jishou, taishou, tashou, dan futeishou dapat berupa jishou, taishou dan frase. Namun, referensi dapat berupa jishou ataupun taishou bergantung pada siapa pembicara yang menyebutkan referensi tersebut. Untuk penelitian selanjutnya dapat dilakukan menggunakan objek selain komik, juga dapat menggunakan jenis pronomina lain, seperti pronomina demonstratif atau referensi komparatif.
ELIPSIS PARTIKEL (JOSHI) DALAM BAHASA JEPANG PADA DIALOG FILM BOKURA GA ITA PART I KARYA TAKAHIRU MIKI ARDAENU, AYU PUJANING
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB Vol 1, No 4 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.315 KB)

Abstract

Kata kunci: Elipsis, Joshi, Kakujoshi, Partikel, SintaksisDalam percakapan sehari-hari, terdapat fenomena bahasa yang disebut elipsis. Elipsis merupakan suatu penghilangan unsur kalimat yang dapat dengan mudah ditafsirkan sendiri oleh lawan bicara. Hal ini, selain untuk menghindari pembicaraan yang terkesan berbelit-belit, juga untuk menghargai dan memberi ruang bagi lawan bicara untuk menyimpulkan sendiri makna ujaran. Dalam bahasa Jepang, elemen yang terelipsis tidak terbatas pada subyek, obyek atau frase, namun juga partikel (joshi). Dalam penelitian ini, penulis menjawab dua rumusan masalah, yaitu: (1) Elipsis partikel apa sajakah yang terdapat dalam dialog film Bokura Ga Ita Part I karya Takahiru Miki. (2) Bagaimana proses terjadinya elipsis partikel dalam dialog film Bokura Ga Ita Part I karya Takahiru Miki.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan metode simak. Data diperoleh dari 102 kalimat dialog dalam film Bokura Ga Ita Part I karya Takahiru Miki yang mengalami elipsis partikel. Penelitian ini mengkaji elipsis partikel dari segi sintaksis sehingga melibatkan pola kalimat beserta unsur-unsurnya. Analisis elipsis partikel dilakukan berdasarkan teori pola kalimat dasar bahasa Jepang menurut Sutedi (2011) dan Iori et al (2000) untuk menemukan indikasi elipsis partikel. Kemudian, untuk menentukan jenis elipsis partikel, analisis dilanjutkan dengan teori elipsis partikel oleh Tsutsui (1984) dan Maruyama (1996).Hasil penelitian ditemukan 119 elipsis partikel dari 102 kalimat dialog yang terdiri dari 37 elipsis partikel wa, 26 elipsis partikel ga, 13 elipsis partikel ni, dan 43 elipsis partikel wo. Elipsis partikel wa pada umumnya diindikasikan oleh letaknya yang berada di awal kalimat dan tidak diikuti langsung oleh verba, sedangkan elipsis partikel ga diindikasikan oleh letaknya yang berkaitan langsung dengan predikat. Elipsis partikel ni diindikasikan oleh fungsinya sebagai penanda tempat dan waktu, sedangkan elipsis partikel wo diindikasikan oleh fungsinya sebagai penanda obyek verba transitif.Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa indikasi elipsis partikel dapat diketahui dari letak elemen kosong, pola kalimat yang mengalami elipsis partikel, fungsi parikel dan verba yang digunakan dalam kalimat tersebut.

Filter by Year

2013 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 1, No 1 (2017) Vol 2, No 10 (2015) Vol 1, No 10 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 9 (2015) Vol 2, No 8 (2015) Vol 2, No 7 (2015) Vol 2, No 6 (2015) Vol 2, No 5 (2015) Vol 2, No 4 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 9 (2015) Vol 1, No 8 (2015) Vol 1, No 7 (2015) Vol 1, No 6 (2015) Vol 1, No 5 (2015) Vol 1, No 4 (2015) Vol 1, No 3 (2015) Vol 1, No 2 (2015) Vol 1, No 1 (2015) Vol 6, No 10 (2014) Vol 5, No 10 (2014) Vol 4, No 10 (2014) Vol 4, No 10 (2014) Vol 3, No 10 (2014) Vol 7, No 8 (2014) Vol 7, No 7 (2014) Vol 7, No 6 (2014) Vol 7, No 5 (2014) Vol 7, No 4 (2014) Vol 7, No 3 (2014) Vol 7, No 3 (2014) Vol 7, No 2 (2014) Vol 7, No 1 (2014) Vol 6, No 9 (2014) Vol 6, No 8 (2014) Vol 6, No 7 (2014) Vol 6, No 6 (2014) Vol 6, No 5 (2014) Vol 6, No 4 (2014) Vol 6, No 3 (2014) Vol 6, No 2 (2014) Vol 6, No 1 (2014) Vol 5, No 9 (2014) Vol 5, No 8 (2014) Vol 5, No 7 (2014) Vol 5, No 6 (2014) Vol 5, No 5 (2014) Vol 5, No 5 (2014) Vol 5, No 4 (2014) Vol 5, No 3 (2014) Vol 5, No 2 (2014) Vol 5, No 1 (2014) Vol 4, No 9 (2014) Vol 4, No 8 (2014) Vol 4, No 7 (2014) Vol 4, No 6 (2014) Vol 4, No 5 (2014) Vol 4, No 4 (2014) Vol 4, No 3 (2014) Vol 4, No 2 (2014) Vol 4, No 1 (2014) Vol 3, No 9 (2014) Vol 3, No 8 (2014) Vol 3, No 7 (2014) Vol 3, No 6 (2014) Vol 3, No 5 (2014) Vol 3, No 4 (2014) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 2, No 10 (2013) Vol 1, No 10 (2013) Vol 3, No 1 (2013) Vol 2, No 9 (2013) Vol 2, No 8 (2013) Vol 2, No 7 (2013) Vol 2, No 6 (2013) Vol 2, No 5 (2013) Vol 2, No 4 (2013) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 1, No 9 (2013) Vol 1, No 8 (2013) Vol 1, No 7 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue