cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 25982397     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil yang diterbitkan 2 kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini pertama kali terbit pada bulan Agustus 2012. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyebarluaskan hasil penelitian bersama dengan dosen pembimbingnya dalam bidang keilmuan dan penerapan di bidang teknik sipil.
Arjuna Subject : -
Articles 64 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2013)" : 64 Documents clear
MACAM – MACAM EPOXY DAN POLYURETHANE BASED FLOORING SYSTEM BESERTA KINERJANYA Sutandyo, Brian Christopher; Putra, Evan Sutantu; Sudjarwo, P.; B., Januar
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Cat lantai Epoxy dan Polyurethane merupakan sebuah alternatif bagi konsumen yang membutuhkan tempat yang hygienis. Tidak adanya nat pada lantai dan terdapat banyak variasi warna merupakan suatu kebutuhan wajib bagi pemilik industri pangan, rumah sakit, dll. Pengamatan based flooring system ini dilakukan pada lantai yang memiliki umur bervariasi. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dari based flooring system seperti perubahan warna, ketahanan kimia, dan kerusakan yang mungkin terjadi. Selain itu pada skripsi ini akan dibahas macam – macam jenis Epoxy dan Polyurethane Based Flooring System sesuai pengklasifikasiannya. Bila dilihat dari umur lantai, maka kinerja terbaik ada pada umur lantai yang masih baru. Dalam pengaplikasian based flooring system mutu beton yang digunakan minimal K – 300 dengan tujuan agar ikatan antara Epoxy maupun Polyurethane dengan beton dapat terikat dengan kuat atau monolit. Kendala dari penggunaan Epoxy dan Polyurethane Based Flooring System yang sering muncul adalah munculnya bubble, crater, dan pinhole. Penyebab adanya buble, crater, dan pinhole dikarenakan proses pengaplikasian cat primer yang buruk.
BATAKO BERLUBANG GEOPOLIMER BERBAHAN DASAR LUMPUR SIDOARJO Valentino, Edwin; Christianto, David; Hardjito, Djwantoro; ., Antoni
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Lumpur Sidoarjo merupakan material yang sedang dikembangkan sebagai pengganti semen. Alasan digunakannya lumpur Sidoarjo adalah jumlahnya yang melimpah dan telah terbukti memiliki kandungan yang dapat menggantikan fungsi semen. Oleh karena itu sebaiknya lumpur Sidoarjo dijadikan sebagai produk jadi yang berguna, untuk masyarakat secara luas. Salah satu produk yang cocok diproduksi dari lumpur Sidoarjo adalah batako geopolimer. Batako geopolimer sendiri mempunyai beberapa kelebihan daripada batako pada umumnya, antara lain dapat mengurangi pelepasan gas CO2 ke atmosfer karena tidak menggunakan semen, sehingga lebih ramah terhadap lingkungan, selain itu bahan geopolimer memiliki ketahanan serangan dari luar. Untuk mengolah lumpur agar siap pakai dalam pembuatan batako, lumpur harus melewati beberapa tahapan, antara lain lumpur harus dijemur selama 24 jam, kemudian dimasukkan ke oven selama 24 jam. Setelah itu lumpur dibakar dengan suhu 650ºC selama 9 jam agar sifat lumpur menjadi amorf sehingga dapat digunakan. Lumpur kemudian digiling sampai melewati ayakan nomor 200. Setelah siap dipakai, lumpur dicampurkan dengan pasir, NaOH, serta sodium silikat dengan perbandingan tertentu untuk dijadikan campuran mortar untuk pembuatan batako. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, kuat tekan dan penyerapan air dari mortar menunjukkan hasil yang baik, Sehingga produk batako geopolimer memenuhi syarat batako pada umumnya.
STUDI KASUS PENJADWALAN PROYEK PADA PROYEK RUMAH TOKO X MENGGUNAKAN MICROSOFT PROJECT 2010 Wijaya, Giri Dhamma; Marsiano, Felix; Limanto, Sentosa
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Pelaksanaan pembangunan proyek konstruksi, terdiri dari rangkaian aktivitas yang saling berkaitan satu sama lainnya. Sehingga diperlukan perencanaan dan penjadwalan proyek untuk mempermudah dalam pelaksanaan di lapangan dan pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai dengan perencanaan. Metode penjadwalan yang umumnya digunakan adalah Bar Chart, dan Critical Path Method (CPM), Program Evaluation and Review Technique (PERT). Pada studi kasus penjadwalan proyek rumah toko X menggunakan beberapa studi literatur yang dijadikan sebagai pedoman dalam perencanaan dan penjadwalan proyek serta studi lapangan sebagai sumber pengamatan dan pengumpulan data, dibantu juga dengan program Microsoft Project 2010 yang mempermudah kita dalam membuat jadwal dan melakukan analisa dalam proyek tersebut. Berdasarkan dari gambar bestek (struktural – arsitektural) dilakukan analisa SNI yang menjadi start kita dalam pembuatan jadwal proyek yang berdasarkan peraturan SNI. Dengan durasi yang didapat dari perhitungan analisa SNI, kita mulai menyusun jadwal berdasarkan urutan aktivitas dan work breakdown structure untuk menghasilkan jadwal proyek yang sesuai dengan analisa SNI.Jadwal yang dibuat akan dibandingkan dengan jadwal Actual yang terjadi sehingga kita dapat melihat progress dan mengetahui lintasan kritis dari proyek rumah toko X.
PEMANFAATAN ABU LIMBAH GERGAJI KAYU SEBAGAI CAMPURAN PEMBUATAN BETON Indra, Melvin Junius; Tjondro, Christianto; Sugiharto, Handoko
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Berbagai penelitian mengenai pemanfaatan material wood ash, khususnya sebagai material pengganti semen (pozzolan) telah dilakukan. Penelitian ini berfokus pada pengaruh penggunaan wood ash sebagai bahan campuran beton terhadap workability, kuat tekan dan kuat tarik dari beton. Presentase penggantian kadar semen dengan wood ash yang digunakan adalah sebesar 10%, 15% dan 20%. Tes X-Ray Fluorescence dilakukan untuk mengetahui komposisi kimia dari abu kayu tersebut. Hasil menunjukkan bahwa wood ash yang digunakan merupakan pozzolan tipe C dengan total kadar SiO2 + Al2O3 + Fe2O3 sebesar 63.97%. Uji kuat tekan dilakukan pada umur 7,14, dan 28 hari. Sedangkan uji tarik dilakukan pada umur 7 dan 28 hari. Hasil menunjukkan bahwa beton dengan wood ash memiliki workability yang lebih rendah dibandingkan beton yang tanpa wood ash. Dari segi kekuatan, beton dengan wood ash memiliki kuat tekan dan kuat tarik yang masih berada dibawah kekuatan beton normal namun memiliki perkembangan kekuatan yang lebih baik dibandingkan beton normal.
PERBANDINGAN PRODUKTIVITAS ALAT HYDRAULIC HAMMER DAN JACK IN PILE DI SURABAYA Tedjokusumo, Risanto; Goenawan, Verryanto; Wulandari, Paravita S.; Kusuma, Jonathan Hendra
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Pelaksanaan pemancangan untuk pondasi suatu bangunan merupakan elemen penting yang dilakukan pada awal pembangunan. Produktivitas dari pelaksanaan pemancangan di setiap wilayah berbeda – beda tergantung pada wilayah dan alat pancangnya yaitu hydraulic hammer dan jack in pile. Faktor - faktor yang mempengaruhi produktivitas dari setiap alat berbeda antara alat kedua alat tersebut. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data pemancangan dengan alat hydraulic hammer dan jack in pile dari proyek – proyek yang berada di wilayah Surabaya yaitu bagian Utara, Barat, Timur, dan Selatan. Semua data yang ada diuji kenormalan datanya dan dicari nilai produktivitas pemancangan tiap alat dari tiap wilayah. Nilai produktivitas itu kemudian dianalisa dari faktor – faktor yang mempengaruhi pemancangan kemudian dilakukan perbandingan dari kedua alat tersebut. Dari hasil perhitungan produktivitas yang didapat, di wilayah Surabaya produktivitas hydraulic hammer lebih besar daripada produktivitas jack in pile. Penyebab dari tingginya produktivitas hydraulic hammer adalah karena mobilitas dan proses pengerjaan pemancangan hydraulic hammer lebih cepat jika dibandingkan dengan alat jack in pile. Walaupun alat hydraulic hammer lebih tinggi produktivitasnya tetapi alat jack in pile masih menjadi pilihan utama dalam pemancangan di Surabaya karena tidak menimbulkan kebisingan dan dalam penggunaan alat harus mempertimbangkan faktor - faktor yang mempengaruhinya.
MODEL PENGUKURAN TINGKAT MOTIVASI DAN DEMOTIVASI PEKERJA PROYEK KONSTRUKSI DI SURABAYA Kohar, William Denyro; Amelina, Sylvie; ., Andi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Hal yang dapat mempengaruhi tinggi rendahnya performa seorang pekerja proyek konstruksi adalah faktor motivasi dan demotivasi kerja. Dengan motivasi yang tinggi dapat memaksimalkan performa usaha kerja, sedangkan dengan demotivasi yang tinggi dapat menurunkan performa usaha kerja. Motivasi dan demotivasi dipengaruhi oleh banyak faktor, sehingga menyebabkan tidak adanya suatu standar yang dapat digunakan untuk mengukur dan membandingkan tingkat motivasi antara proyek konstruksi yang satu dengan yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk membentuk model pengukuran tingkat motivasi dan demotivasi pekerja proyek kontruksi di Surabaya dengan menentukan nilai bobot untuk untuk masing-masing faktor dan sub faktornya. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 120 pekerja dari tiga proyek konstruksi di Surabaya. Faktor motivasi yang memiliki bobot tertinggi adalah faktor pendapatan kerja yang memadai, sedangkan faktor demotivasi yang memiliki bobot tertinggi adalah faktor pendapatan kerja yang kurang memadai. Berdasarkan bobot masing-masing faktor dan sub faktor, dibentuk sebuah model pengukuran tingkat motivasi dan demotivasi pekerja proyek konstruksi di Surabaya. Pemodelan tersebut dapat digunakan untuk mengukur performa dari pekerja proyek konstruksi di Surabaya.
EVALUASI KINERJA DIRECT DISPLACEMENT-BASED DESIGN DAN FORCE BASED DESIGN BANGUNAN IRREGULAR PLAN 6-LANTAI Wijaya, Charly; Wijaya, Stephen Wibiatma; Muljati, Ima; Pudjisuryadi, Pamuda
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Metode Direct Displacement-Based Design (DDBD) merupakan metode baru dalam perhitungan struktur bangunan terhadap gempa yang membutuhkan verifikasi secara global. Metode ini memiliki proses perhitungan yang lebih singkat dan sederhana jika dibandingkan dengan metode Force Based Design (FBD) yang telah banyak diaplikasikan saat ini. Penelitian kali ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja bangunan yang dihitung dengan masing-masing metode untuk melihat performanya terhadap target desain sehingga dapat diverifikasi keandalannya. Bangunan yang diteliti memiliki bentuk irregular plan setinggi 6-lantai yang berada pada wilayah gempa 2 dan 6 Peta Gempa Indonesia. Verifikasi terhadap kinerja bangunan didapatkan dari hasil analisis dynamic nonlinear time history. Hasil verifikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa kedua metode memberikan kinerja yang baik, namun bangunan yang didesain menggunakan metode DDBD lebih mendekati target desain yang telah ditentukan sebelumnya dibandingkan dengan yang menggunakan metode FBD. Selain itu, metode DDBD cocok untuk diterapkan pada konsep Performance Based Design yang memakai drift sebagai batasan desain.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MAHASISWA MENGGUNAKAN MOBIL KE KAMPUS BERDASARKAN MODEL AKTIVASI NORMA Oematan, Erlangga E C; Setiawan, Rudy; Patmadjaja, Harry
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Setiap tahunnya jumlah mahasiswa selalu bertambah, begitu juga dengan mahasiswa yang berkendara mobil ke kampus. Banyaknya mahasiswa yang menggunakan mobil ke kampus seringkali mengakibatkan kemacetan. Untuk mengatasi masalah ini maka pihak kampus perlu mempengaruhi mahasiswa untuk mengurangi penggunaan mobil ke kampus. Menurut model aktivasi norma (NAM), ada dua faktor utama yang mempengaruhi mahasiswa menggunnakan mobil ke kampus yaitu pembebanan tanggung jawab dan kesadaran akan konsekuensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor mana yang lebih mempengaruhi mahasiswa menggunakan mobil ke kampus berdasarkan model aktivasi norma. Pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai responden yang adalah mahasiswa untuk mengisi kuisioner. Analisis data menggunakan model persaman struktural (SEM). Dari hasil analisis data, diketahui bahwa pembebanan tanggung jawab lebih mempengaruhi mahasiswa menggunakan mobil ke kampus dari pada kesadaran akan konsekuensi.
PERBANDINGAN APLIKASI PROGRAM MICROSOFT PROJECT DAN PRIMAVERA DALAM PENJADWALAN PROYEK KONSTRUKSI Octavia, Icha Kristy; Tandoyo, Elliot Caesar; Nugraha, Paulus; Lukito, Sandra
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Dalam proses pembuatan penjadwalan proyek tidak dipungkiri ada banyak kendala, hal ini diakibatkan dari berbedanya tingkat kerumitan tiap proyek. Oleh karena itu diperlukan aplikasi program yang sesuai dengan berbagai macam kebutuhan perusahaan/ latar belakang pengguna dalam membantu mengelola sebuah proyek konstruksi agar efektif dan efisien. Diantara berbagai aplikasi program yang ada sekarang ini Microsoft Project dan Primavera adalah aplikasi program profesional yang masih berkembang dan paling sering digunakan oleh project planner, project control, scheduler,project manager, estimator, dan lain-lain. Penelitian ini membandingkan kelebihan dan kelemahan kedua aplikasi program dengan memakai pendekatan studi literatur, mengintepretasikan dalam aplikasi program, menggunakan semua fitur aplikasi program yang tersedia, dan kemudianmembandingkan kedua aplikasi program berdasarkan 12 kategori menurut J. D. Witt sebagai kerangka dasar penelitian. Hasil penelitian menunjukan keduanya memiliki kemampuan yang relatif sama. Disatu pihak, Microsoft Project sangat user frindly, tidak memerlukan waktu yang lama dalam menyelesaikan hubungan antar aktivitas, sangat kompatible dengan Microsoft Excel, memiliki kemampuan membuat jadwal kerja/ sistem kalendering dengan berbagai macam constraints, dan sangat baik digunakan pada proyek skala kecil. Sedangkan, Primavera baik dalam menampilkan grafik resource, cost, dan kurva S, mengatur informasi proyek dengan menggunakan kode aktivitas dan sangat baik digunakan pada proyek skala menengah sampai besar.
PENGARUH PENAMBAHAN FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN DAN TARIK PEREKAT BATA RINGAN Wijaya, Andre Rachman; Sugiharto, Handoko; Karijanto, Michael Aditya
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Perekat bata ringan adalah hasil inovasi dari perekat bata konvensional. Fly ash adalah pengganti semen karena sifat pozzolanik yang dimilikinya sama seperti semen dengan ukuran partikel yang kecil dan bulat. Pada penelitian ini penulis mencoba menggantikan semen dengan fly ash dengan beberapa variabel persentase fly ash dimana diharapkan akan didapatkan hasil yang lebih baik dan juga lebih murah dari segi ekonomi. Metode pengolahan data dilakukan dengan menggunakan compressive test dan pull off test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penambahan fly ash dengan kadar 30% dapat menghasilkan hasil yang lebih baik dan ekonomis dibandingkan dengan perekat bata ringan standar tanpa fly ash.