cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 25982397     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil yang diterbitkan 2 kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini pertama kali terbit pada bulan Agustus 2012. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyebarluaskan hasil penelitian bersama dengan dosen pembimbingnya dalam bidang keilmuan dan penerapan di bidang teknik sipil.
Arjuna Subject : -
Articles 82 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2014)" : 82 Documents clear
PENGARUH DILATASI PADA BANGUNAN DENGAN KETIDAKBERATURAN GEOMETRI VERTIKAL YANG DIDESAIN SECARA DIRECT DISPLACEMENT BASED Ricky Juandinata; Yohan Pranata; Ima Muljati
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.345 KB)

Abstract

Penerapan metode Direct Displacement Based Design (DDBD) dalam mendesain sebuah bangunan tahan gempa semakin banyak digunakan. DDBD mampu menghasilkan kinerja struktur yang bagus, baik pada bangunan-bangunan beraturan maupun tidak beraturan. Sampai batas-batas tertentu, bangunan dengan ketidakberaturan geometri vertikal dapat direncanakan sebagai satu kesatuan, namun jika perilakunya memburuk maka diperlukan dilatasi untuk mengatasinya. Studi ini akan meneliti pengaruh dilatasi pada bangunan dengan ketidakberaturan geometri vertikal yang direncanakan secara DDBD. Bangunan yang akan diteliti adalah bangunan perkantoran 6- dan 10- lantai dan direncanakan terhadap resiko gempa rendah maupun tinggi di Indonesia. Bangunan direncanakan dalam dua skenario yaitu tanpa dan dengan dilatasi. Pengujian kinerja struktur (drift dan damage index) akan dilakukan dengan analisis Time History. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua opsi menghasilkan kinerja yang baik dan menggunakan jumlah bahan yang relatif sama. Opsi dilatasi lain perlu diteliti lebih lanjut khususnya untuk mengurangi selisih perpindahan pada daerah dilatasi.
STUDI AWAL PENERAPAN GREEN SPECIFICATION DI INDONESIA Austin Vincentius Mastan; Hans Pratama Haliman; Paul Nugraha
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.246 KB)

Abstract

Perlu ditemukan suatu cara yang dapat secara signifikan mengurangi dampak kerusakan lingkungan dalam proses pembangunan. Salah satunya dengan green specification. Green specification sudah berkembang di negara-negara maju. Sudah banyak peraturan-peraturan dan standar-standar yang dibuat untuk mempermudah dalam pembuatan spesifikasi. Di Indonesia masih belum ada standar green specification yang bisa dipakai sebagai standar. Oleh karena itu, dalam skripsi ini diberikan pengenalan studi literatur yang berguna untuk penelitian tentang penerapannya di Surabaya.Dari studi literatur, dapat disimpulkan bahwa green specification adalah spesifikasi teknis pada proses pembangunan proyek untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan. Perbedaan green specification dengangreenship rating tools terletak pada waktu penggunaan peraturan. Green specification telah banyak dipakai oleh banyak negara di dunia untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan. Dari penelitian berupa kuesioner, melalui analisa mean dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan variabel-variabel tersebut mudah diterapkan kontraktor dan konsultan. Kontraktor lebih mudah untuk menerapkan variabel-variabel tersebut daripada konsultan karena memiliki nilai mean lebih besar dari 3,5. Dari uji ANOVA, dapat diambil kesimpulan bahwa secara keseluruhan terdapat kesamaan yang signifikan antara grade kontraktor terhadap variabel yang diuji. Kecuali pada variabel menanamkan kembali pada lahan yang telah dikerjakan, Merelokasikan kembali galian tanah pada proyek yang sama dan menghindari pemakaian bahan coating yang tidak ramah lingkungan.
HUBUNGAN ANTARA KUANTITAS PEKERJAAN DENGAN DURASI PADA PEKERJAAN PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN BERTINGKAT TINGGI Ika Goldia Widiartha; Abisaq Ayu Lestari; Budiman Proboyo; Indriani Santoso
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.345 KB)

Abstract

Scheduling merupakan suatu bagian perencanaan konstruksi yang didalamnya terdapat durasi. Durasi menunjukkan berapa lama berlangsungnya suatu pekerjaan, dimana dipengaruhi oleh kuantitas pekerjaan tersebut. Dalam hal ini, terdapat kaitan antara keduanya yang disebut dengan daily output. Dari data kuantitas dan durasi pada proyek konstruksi bangunan bertingkat tinggi dihitung nilai daily output dengan membagi kuantitas dengan durasi tiap item pekerjaan. Fokus pekerjaan daripada penelitian ini adalah pekerjaan struktur yang meliputi pekerjaan pengecoran, pemasangan bekisting, dan pembesian pada struktur kolom, balok, plat, dan dinding. Diharapkan daily output ini memudahkan perencanaan durasi untuk pekerjaan struktur yang sama di proyek konstruksi bangunan bertingkat tinggi yang akan datang.Nilai daily output untuk pekerjaan pengecoran kolom sebesar 9,23 m3/hari. Untuk shear wall/core wall sebesar 8,17 m3/hari, balok dan plat sebesar 49,76-78,5 m3/hari. Pekerjaan kolom dan wall memiliki nilai daily output sebesar 16,19 m3/hari. Sedangkan untuk pekerjaan bekisting kolom sebesar 61,32 m2/hari. Pekerjaan shear wall/core wall, balok dan plat, serta kolom, balok, dan plat masing-masing memiliki nilai daily output sebesar 175,85 m2/hari, 50,47 m2/hari, dan 137,92 m2/hari. Yang terakhir adalah pekerjaan pembesian yang berdaily output 2977,56 kg/hari pada kolom, 745,04 kg/hari pada shear wall/core wall, 2080,95 kg/hari pada balok dan plat, dan 4750,58 kg/hari pada kolom, balok, dan plat.
ANALISA KELAYAKAN INVESTASI BERDASARKAN ASPEK FINANSIAL PADA PROYEK RUMAH KOS DI SURABAYA Tirsa E. Tumbelaka; Tanika A. Sutanto; Herry P.C.; Soehendro R.
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.338 KB)

Abstract

Keputusan untuk berinvestasi merupakan suatu keputusan yang harus dipertimbangkan dari berbagai aspek. Dalam berinvestasi properti khususnya rumah kos, kepuasan konsumen menjadi hal utama yang harus diperhatikan. Aspek yang mempengaruhi kepuasan konsumen adalah aspek atribut rumah kos. Melalui kuisioner yang dibagikan kepada calon konsumen didapatkan gambaran mengenai desain, fasilitas dan kualitas pelayanan yang diharapkan konsumen. Setelah selesai mendesain didapatkan biaya konstruksi dan non-konstruksi. Tahap selanjutnya adalah membuat perkiraan arus kas masuk dan keluar kemudian menghitung arus kas bersih. Data tersebut kemudian dianalisis dengan analisa NPV.Hasil analisis finansial menunjukkan investasi yang dilakukan dengan mempertimbangkan nilai suku bunga bank, inflasi dan resiko adalah menguntungkan untuk dilaksanakan dengan tingkat okupansi diatas 40%. Hasil analisis finansial dengan umur rencana 15 tahun dan tingkat okupansi 40% sampai 100% adalah berturut-turut –Rp. 154.899.300,00 dengan okupansi 40%, Rp. 599.903.703,00 dengan okupansi 50%, Rp. 1.354.706.705,00 dengan okupansi 60%, Rp. 2.109.509.707,00 dengan okupansi 70%, Rp. 2.864.312.709,00 dengan okupansi 80%, Rp. 3.619.115.711,00 dengan okupansi 90% dan Rp. 4.373.918.713,00 dengan okupansi 100%.
PEMANFAATAN CAMPURAN LUMPUR SIDOARJO DAN FLY ASH DALAM PEMBUATAN MORTAR GEOPOLIMER MUTU TINGGI Aleksander Jodjana; Alvin Cahyadi Djoewardi; Antoni ,; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.747 KB)

Abstract

Luapan lumpur Sidoarjo merupakan permasalahan lingkungan yang hingga saat ini belum dapat diatasi. Lumpur Sidoarjo yang telah diolah sebelumnya, terbukti dapat digunakan sebagai material pozzolan yang baik, yang dapat menggantikan sebagian semen, karena mengandung SiO2, Fe2O3 dan Al2O3 yang tinggi. Akan tetapi, penggunaan lumpur Sidoarjo sebagai bahan dasar pembuatan geopolimer belum dapat menghasilkan mortar geopolimer mutu tinggi. Di lain pihak, fly ash sudah terbukti dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan mortar geopolimer mutu tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini memanfaatkan campuran lumpur Sidoarjo dan fly ash sebagai material mortar geopolimer yang diharapkan dapat menghasilkan mortar geopolimer mutu tinggi. Dalam penelitian ini, variabel yang ditinjau adalah variasi molaritas NaOH, perbandingan massa larutan NaOH dengan sodium silikat, perbandingan larutan dengan pasta, serta perbandingan massa lumpur Sidoarjo dengan fly ash. Karakteristik mortar geopolimer yang dievaluasi adalah kuat tekan, berat jenis, kelecakan dengan menggunakan metode flow table dan initial setting test dengan menggunakan penetrometer. Dari hasil dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa dengan mencampurkan fly ash dengan lumpur Sidoarjo sebagai material dasar geopolimer, dihasilkan mortar geopolimer mutu tinggi dengan kuat tekan 64 MPa pada umur 28 hari yang telah memenuhi syarat mortar geopolimer mutu tinggi.
SURVEI TINGKAT KEPENTINGAN DAN PENERAPAN SUMBER DAN SIKLUS MATERIAL DARI GREENSHIP RATING TOOLS PADA PROYEK KONSTRUKSI Febrian Pratama Poetra Setiawan; Grace Erny Gazali; Paulus Nugraha; Sandra Loekita
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.635 KB)

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang telah menerapkan konsep green building yang ditandai dengan diterbitkannya Greenship rating tools oleh Green Building Council Indonesia. Greenship rating tools menilai suatu bangunan berdasarkan 6 aspek, yang salah satunya adalah sumber dan siklus material yang berkaitan erat dengan proyek konstruksi. Penelitian ini membahas bagaimana tanggapan pelaku konstruksi terhadap tingkat kepentingan dan penerapan dari poin sumber dan siklus material. Penyebaran kuesioner dilakukan pada pelaku konstruksi dengan jumlah kuesioner kembali sebanyak 53 responden (38 kontraktor, 6 konsultan, dan 9 developer). Metode pengolahan data dilakukan dengan menggunakan analisa mean, uji Anova dan Importance-Performance Analysis dari data yang berasal dari kuesioner. Hasil penelitian menunjukan responden beranggapan bahwa poin sumber dan siklus material adalah penting, namun masih jarang penerapannya. Beberapa variabel yang menunjukkan hasil di bawah 2,50 ialah “Material Hasil Daur Ulang”, “Material Sumber Daya Terbarukan”, dan “Material Prafabrikasi”. Selain itu, ditemukan juga adanya perbedaan tingkat kepentingan dan penerapan antara beberapa variabel sumber dan siklus material.
MODEL PENGUKURAN TINGKAT KESELAMATAN KERJA PENGGUNAAN TOWER CRANE Michelle Kwan; Irvan Anggrawan; Ratna Setiawardani Alifen
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.978 KB)

Abstract

Tower crane sering digunakan sebagai alat pemindah material secara vertical maupun horizontal pada proyek bangunan bertingkat. Kecelakaan kerja tower crane sering terjadi akibat perilaku yang tidak aman (unsafe act) dan kondisi yang tidak aman (unsafe condition) sehingga diperlukan suatu penerapan keselamatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah model pengukuran tingkat keselamatan kerja tower crane dalam bentuk program komputer. Data untuk penelitian ini diperoleh dari pengisian kuisioner oleh para responden (kontraktor yang berpengalaman dalam penggunaan TC) sebagai standar penilaian dalam model pengukuran. Hasil penelitian ini berupa program komputer model pengukuran tingkat keselamatan kerja tower crane yang dapat digunakan oleh kontraktor untuk mengukur tingkat keselamatan kerja penggunaan tower crane pada proyek konstruksi sesuai dengan kondisi di lapangan. Informasi yang disajikan oleh model ini berupa nilai-nilai keselamatan kerja pada tiap tahap penggunaan tower crane yaitu tahap penempatan, pemasangan, pengoperasian, dan pembongkaran.
PROPORSI HARGA UPAH, BAHAN DAN ALAT PADA ELEMEN-ELEMEN STRUKTUR BETON BERTULANG PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN BERTINGKAT TINGGI Laurensia Nadia; Cindy Aristia; Indriani Santoso; Budiman Proboyo
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.617 KB)

Abstract

Dalam sebuah proyek konstruksi bangunan, biaya memegang peranan penting. Dalam sebuah proyek konstruksi beton bertulang, terdapat elemen-elemen struktur beton bertulang, seperti pile cap, tie beam, balok, kolom, plat lantai, tangga dan dinding yang terdiri dari 3 jenis pekerjaan yaitu, cor beton, besi tulangan dan bekisting. Biaya pembuatan masing-masing jenis pekerjaan tersebut terbagi lagi menjadi biaya upah, biaya bahan dan biaya alat yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang proporsi masing-masing harga upah, bahan dan alat pada jenisjenis pekerjaan pada elemen struktur beton bertulang.Untuk mengetahui proporsi harga upah, bahan dan alat, yang pertama dilakukan adalah menganalisa kandungan bekisting dan besi yang ada untuk 1 m3 beton bertulang. Setelah itu dilakukan perhitungan proporsi upah, bahan dan alat.Dari hasil penelitian diketahui meskipun proporsi harga upah maupun bahan cor beton, bekisting dan besi berbeda beda, tetapi semua hasil proporsi harga upah, bahan dan alat terbesar dimiliki oleh biaya bahan yang berkisar antara 88.28-90.20% dengan rata-rata 88.16%, yang diikuti dengan biaya upah yang berkisar antara 7.75-15.65% dengan rata-rata 10.68% dan biaya alat yang berkisar antara 0.70-2.02% dengan rata-rata 1.07%.
PERSEPSI PEKERJA TERHADAP SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN PADA PROYEK KONSTRUKSI DI SURABAYA Yohana Eko; Andrean Prasetya Wijaya; Andi .
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.363 KB)

Abstract

Budaya keselamatan kerja merupakan hal yang harus diterapkan pada industry konstruksi. Budaya keselamatan terdiri dari tiga aspek yang saling tergantung satu sama lain. Salah satu aspeknya adalah aspek person. Aspek person meliputi persepsi pekerja yang merefleksikan budaya keselamatan di tempat kerja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi pekerja terhadap sistem manajemen keselamatan pada proyek konstruksi di Surabaya. Persepsi pekerja sendiri terdiri empat dimensi yaitu awareness, acceptance, accountability, dan others. Untuk mengetahui persepsi pekerja di proyek konstruksi, peniliti melakukan penyebaran kusioner berisi 27 butir pertanyaan yang mencakup keempat dimensi persepsi. Di peroleh data sebanyak 226 kusioner dari empat proyek konstruksi di Surabaya. Dengan menggunakan analisa rata-rata (mean) jawaban responden didapatkan bahwa persepsi pekerja pada proyek konstruksi di Surabaya sudah sama dengan tujuan dari sistem manajemen keselamatan. Hal ini berarti persepsi pekerja sudah baik, namun untuk dimensi accountability perlu ditingkatkan lebih lagi. Dimensi accountability dapat ditingkatkan dengan penyampaian sistem manajemen keselamatan yang tegas oleh kontraktor.
PENENTUAN BUFFER SIZING DALAM PENERAPAN CRITICAL CHAIN PROJECT MANAGEMENT PADA SEBUAH PROYEK KONSTRUKSI Christian Hadisurya Suyansen; William Sandika Martanto; Paulus Nugraha
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.207 KB)

Abstract

Critical Chain Project Management (CCPM) merupakan metode penjadwalan proyek yang diperkenalkan oleh Goldratt pada tahun 1997, namun penggunaannya kurang dimanfaatkan dalam proyek konstruksi di Indonesia. Metode penentuan besarnya buffer yang populer yaitu Cut &Paste Method (C&PM) dan Root Square Error Method (RSEM). Dalam penelitian ini, penentuan besarnya buffer menggunakan hasil penelitian oleh Shi pada tahun 2009 karena mempertimbangkan faktor-faktor seperti keterbatasan sumber daya dan kompleksitas jaringan. Penelitian ini menggunakan sampel proyek Hotel Alimar di kota Malang dengan data dari dokumen penawaran 2 kontraktor. Perhitungan dimulai dengan menentukan durasi optimis, most likely, dan pesimis untuk tiap pekerjaan. Perhitungan selanjutnya meliputi faktor keterbatasan sumber daya, kompleksitas jaringan, dan risk preference. Durasi tiap pekerjaan dari jadwal pelaksanaan kontraktor dianggap sebagai durasi pesimis. Dari hasil analisa dan perhitungan didapatkan buffer sebesar 28,43% untuk pekerjaan struktur. Penerapan selanjutnya dilakukan dengan mengganggap durasi tiap pekerjaan dari jadwal pelaksanaan kontraktor sebagai durasi most likely. Dari hasil analisa dan perhitungan didapatkan buffer sebesar 41,04% untuk pekerjaan struktur.