cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Museum Perjalanan Batak di Pulau Samosir Paulus, Leonard
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum Perjalanan Batak di Pulau Samosirmerupakan museum yang menceritakan prosesterbentuknya Danau Toba hingga perjuangan Batakmempertahankan Tanah Toba melalui sequence dankarakter ruang yang menggambarkan kejadian dimasa meletusnya Gunung Toba, adanya BangsaBatak di Tanah Toba, Perang Batak melawanBelanda, masa penjajahan Belanda pada BangsaBatak, hingga Toba yang dinikmati sekarang.Museum ini juga memberi ruang publik kepadamasyarakat sekitar dan pengunjung, sertamemamerkan peninggalan budaya menggunakanteknologi modern. Diharapkan museum ini dapatmembangkitkan empati pengunjung terutamamasyarakat setempat dan orang-orang suku Bataktentang menjaga lingkungan Toba dan budaya Bataksehingga tetap dapat dilestarikan, sertamemperkenalkan budaya Batak kepada pengunjungdari mancanegara. Oleh karena itu, pendekatansimbolik disesuaikan dengan karakter ruang dansequence, sehingga pengunjung dapat merasakansecara langsung situasi pada tiap kejadian yangdiceritakan.
Galeri Material Bangunan di Surabaya Moses Matthew Hendrawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Galeri material bangunan diSurabaya ini di landasi akan sebuah keresahan akankesulitan mencari literasi akan material bangunanyang di alami oleh hampir semua pelaku desainarsitektur di Surabaya. Permasalahan inti dalamperancangan ini adalah bagaimana rancangan inidapat mempermudah aktifitas pengguna dalammencari,mempelajari, dan mengolah sampel materialyang ada di dalam galeri ini. Maka dari itu di lakukanmetode pendakatan secara sistem dalam percanganini sehingga penyelesaian kebutuhan fungsi dapatdilakukan secara jelas dan sistematis. Sedangkanpendalaman yang di lakukan untuk menjawab salahsatu kebutuhan rancangan akan organisasi ruang yangjelas adalah pendalaman secara karakter ruang, dimana dengan menggunakan pendalaman inipengguna dapat dengan mudah mengidentifikasiruang satu dengan yang lainnya.
Fasilitas Wisata Budaya Batik di Surakarta Ivan Kristiawan Eddiyanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Wisata Budaya Batik di Surakartamerupakan fasilitas untuk melestarikan budayamembatik, wadah ini diberikan bagi komunitaspembatik agar dapat berkreasi dan berkembang,sekaligus sebagai sarana memperkenalkan batikSurakarta kepada wisatawan. Kota Surakarta yangterkenal dengan ‘Solo The Spirit of Java’ diharapkandapat menjadi tempat pelestarian budaya Jawa,khususnya batik sebagai daya tarik wisatawan lokalmaupun mancanegara. Fasilitas ini akan dimilikioleh Pemerintah Kota dan dikelola oleh KoperasiPembatik, dengan kelengkapan: Lobby, Galeri, AreaProduksi, Workshop, Kantor, Plaza, Batik Shop,Food Court, Amphitheater, dan Rooftop Garden.Pendekatan neo vernakular digunakan untukmenjawab permasalahan desain, yaitu bagaimanamendesain fasilitas pengembangan budayamembatik yang mencerminkan budaya Surakartahadir pada masa kini secara modern dan menariksehingga lokalitas dan suasana Surakarta kotabudaya dapat terekspresikan. Sedangkanpendalaman karakter ruang dipilih untukmendapatkan suasana pengalaman pengunjung yangingin dicapai yaitu karakter dari budaya Surakartayang diaplikasikan pada masa kini.
Rumah Susun Ekologis di Surabaya Geonata Garinda
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain Rumah Susun Ekologis di Surabaya inididasari oleh angka kepadatan penduduk kotaSurabaya yang melebihi batas normal, dan banyaknyalingkungan permukiman yang kumuh namun tidakdiimbangi dengan adanya fasilitas yang layak untukmewadahi kebutuhan penduduk. Masalah desainyang utama adalah bagaimana memberikan fasilitasyang dapat memperbaiki lingkungan yang kumuh,dan dapat menciptakan keselarasan antara manusiadan alam. Pendekatan desain yang diambil adalahpendekatan desain sustainable yang dinilai cocokdengan konsep ekologis yang dihadirkan dalamRumah Susun Ekologis di Surabaya. Fasilitas yangdisediakan di rumah susun ini adalah hunian, urbanfarm, pasar, rumah kompos, retail, dan fasilitaspenunjang lainnya yang mendukung kegiatan sehari– hari penghuni rumah susun ini.
FASILITAS INFORMASI KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA DI BANYUWANGI Ferryanto Agustinus
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain “Fasilitas Informasi Kebudayaan dan Pariwisata di Banyuwangi” di dasari oleh perkembangan Banyuwangi di sektor pariwisata dan kebudayaan yang mengalami peningkatan wisatawan domestik dan mancanegara sehingga Pemerintah Banyuwangi menerapkan 3 Strategi Banyuwangi Go Internasional salah satunya memperkuat di bidang Atraksi Budaya. Fasilitas ini ditujukan unutk membantu wisatawan domestik dan mancanegara lebih mengenal kebudayaan dan pariwisata yang ada di banyuwangi.Dalam mendesain fasilitas ini di terdapat beberapa rumusan masalah yang sebagian besar diambil melalui Konsep Pembangunan Infrastruktur Kabupaten Banyuwangi. Melalui permasalahan desain yang ada salah satunya bagaimana mendesain fasilitas yang dapat mengekspresikan Kebudayaan dan Arsitektur Lokal yang ada, maka konsep desain diambil melalui kebudayaan Suku Osing yang merupakan suku asli banyuwangi, dan menggunakan pendekatan Neo – Vernakular yang memiliki hubungan erat dengan unsur budaya Egaliter dan mengutamakan Penampilan Visual. Desain dikembangkan melalui interpretasi ulang dari tradisi dan budaya arsitektur setempat lalu disesuaikan dengan kebutuhan yang ada.
Fasilitas Rumah Duka, Krematorium, dan Kolumbarium di Surabaya Daniel Susanto Susanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang perancangan Fasilitas Rumah Duka, Krematorium, dan Kolumbarium di Surabaya ini adalah keprihatinan terhadap kualitas fasilitas sejenis di kota Surabaya. Dimana fasilitas didominasi oleh satu pengelola swasta dan ketiga fasilitas tidak di satu tempat. Perancangan fasilitas ini ditujukan untuk memikirkan ulang, dan menata sistem yang membentuk sebuah fasilitas rumah duka, krematorium, dan kolumbarium. Sistem sirkulasi menjadi aspek utama pada perancangan ini. Sirkulasi dirancang sedemikian rupa sehingga tidak terjadi benturan yang tidak diinginkan antar berbagai subjeknya, sekaligus membentuk pengalaman ruang yang memberikan kedamaian dan suasana kontemplatif, khususnya bagi keluarga yang sedang berduka. Pengolahan ruang melalui berbagai elemen arsitekturalnya dirancang untuk membentuk karakter ruang yang dapat membantu pembentukan kualitas pengalaman tersebut.
Fasilitas Pengembangan Ekonomi Kreatif di Surabaya Jessica Martha Sutedjo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Surabaya memiliki ratusan UMKM dan senimanlokal yang belum memiliki wadah untukmengembangkan potensinya, oleh karena itu fasilitasini dapat menjadi wadah pengembangan dan pelatihanyang dibangun oleh pemerintah lewat pengadaanfasilitas-fasilitas yang mendukung perkembanganekonomi kreatif di kota Surabaya. Mulai dari areapameran, ruang workshop, co-working area, ruangkomunitas, serta panggung untuk para pegiat seni unjukkarya. Masalah desain yang didapati pada fasilitas iniadalah bagaimana menghadirkan sebuah wadahpengembangan bagi pegiat ekonomi kreatif kotaSurabaya, yang dapat mengikat tempat berkumpulnyaanak-anak muda di sekitar tapak yang merupakan targetpasar, untuk menyadarkan pentingnya perkembangansektor ini, maka kedepannya Indonesia akan lebihmengapresiasi dan percaya terhadap produk buatanlokal. Oleh karena itu pada perancangan fasilitas inidigunakanlah pendekatan urban dari Kevin Lynchuntuk meninjau lingkungan sekitar tapak yang sesuai.Sehingga bangunan ini dapat menjadi Hub yangmempertemukan pegiat ekonomi kreatif dengan targetpasar.
Fasilitas Terapi Seni untuk Kesehatan Mental di Surabaya Andrew Laksmana
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain Fasilitas Terapi Seni di Surabaya ini didasari oleh keinginan untuk mewadahi kegiatan terapi psikologis dengan media pembuatan karya seni rupa untuk manajemen kesehatan mental individu mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Penggunaan media seni yang beragam dan kebutuhan terapi klien yang berbeda-beda menghasilkan masalah desain umum yaitu bagaimana mengelompokan zona menjadi kering-basah serta bagaimana menciptakan area transisi untuk perpindahan klien antar ruang terapi yang sesuai kebutuhan masing-masing. Selain itu, untuk mendukung terbentuknya healing environment bagi klien selama proses terapi, proyek ini mengangkat masalah khusus yaitu bagaimana elemen bangunan dapat berperan menjadi elements of healing bagi klien. Oleh karena itu, pendekatan yang dipilih yaitu pendekatan simbolik dengan metode intangible metaphor dari teori Expressive Therapies Continuum (ETC) yang menghasilkan zona dan bentuk bangunan berdasarkan karakteristik otak kiri, Corpus callosum, dan otak kanan. Kemudian, pendalaman karakter ruang terapi yang berbeda media dipilih untuk memperjelas perbedaan kebutuhan dan suasana ruangan bagi proses terapi klien.
Fasilitas Wisata Batik Tulis Tenun Gedog di Tuban Dewi Fortuna Putri
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek ini diharapkan dapat menjadi fasilitassebagai tujuan wisata baru di kota Tuban yangmemperkenalkan dan mengedukasi warisanleluhur yaitu Batik Tulis Tenun Gedog yangdikhawatirkan akan punah jika tidak terusdikembangkan. Terletak di kota Tuban yangmerupakan kota lahirnya Batik Tulis TenunGedog sehingga dapat menjadikan Batik inisebagai ikon dari kota Tuban. Keunikan dariBatik Tulis Tenun Gedog, menjadi daya tariktersendiri bagi wisatawan dan pecinta budayabatik untuk menikmati fasilitas ini. Fasilitas inimemiliki fungsi utama sebagai galeri Batik TulisTenun Gedog, dan fungsi lainnya sebagai areaworkshop, conference hall, foodcourt, batikshop,kelas, lobby, dan kantor.Pendekatan neo-vernakular diterapkan untukmenyelesaikan permasalahan desain utama, yaitubagaimana merancang sebuah fasilitas yangmencerminkan kearifan lokal di Tuban sertamasalah desain pendukung berupa menyelesaikanzoning dan sirkulasi pada area yang memilikilayout multi-masses. Konsep utama yangdiaplikasikan adalah “Citra Tuban Masa Kini”yang kemudian didukung dengan pendalamankarakter ruang untuk menciptakan ruang-ruangyang memiliki karakter lokal.
Fasilitas Pendampingan Pemulihan Wanita Trauma Akibat Kekerasan Seksual di Bali Aurelia Evelym Sentoso
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain Fasilitas Pendampingan Pemulihan WanitaTrauma Akibat Kekerasan Seksuan di Bali ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kasus kekerasanseksual yang terjadi di Indonesia termasuk di Bali,namun hanya sedikit yang akhirnya mendapatkanpelayanan. Maka dari itu tempat ini merupakantempat untuk membantu memulihkan rasa traumayang ada, sehingga nantinya pengguna akan siapkembali terjun di masyarakat. Gangguan psikis yangmembuat perilaku seseorang menjadi berubahmerupakan masalah utama, sehingga menggunakankonsep healing architecture yang didukung dengandesain biofilik sehingga dapat menciptakanruang-ruang (baik pada ruang luar maupun ruangdalam) yang dapat menyembuhkan psikispenggunanya. Pengolahan ruang denganmenggunakan berbagai macam elemenarsitekturalnya, dan didesain dengan pendalamankarakter ruang yang dapat membantu membentukkualitas ruang sehingga dapat membantupenggunanya merasa nyaman, aman, dan dapatmembantu menyembuhkan psikis penggunanya.