cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Hotel Resor di Banyuwangi Selatan Melisa Theresa
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hotel resor di Banyuwangi Selatanmerupakan fasilitas penginapan bagi wisatawanlokal dan mancanegara yang mengunjungi areaBanyuwangi, khususnya Pantai Pulau Merah.Tempat ini memiliki fasilitas resto, tempat fitness,kolam renang, tempat bermain, tempat bersantai,spa dan sauna, dan kios. Penginapan ini memiliki3 kategori yaitu kamar standar, bungalow, danpondok. Hotel resor ini didesain dipinggir pantaisehingga pengunjung dapat menikmati fasilitaspantai dan dapat melihat pemandangan pantai daridalam kamar dan area hotel. Momen matahariterbit, matahari tenggelam serta riuh suara ombakjuga menjadi daya tarik wisatawan. Kegiatan yangdapat dilakukan disekitar hotel resor adalahberselanjar, mendaki bukit, bermain di pantai, dankuliner. Konsep desain dari hotel resor ini adalah“masa lalu dalam masa sekarang”, yaitukebudayaan, identitas, dan karakteristik yangdimiliki Banyuwangi menjadi inspirasi dandiinovasikan namun tetap melekatkan identitasBanyuwangi. Hal ini dilakukan untuk menarik parawisatawan lokal dan mancanegara. Masalah utamadalam desain ini adalah mendesain sebuah hotelresor dengan kesan dan suasana lokal Banyuwangidengan memperhatikan tatanan, material,pencahayaan, tektonika, dan tekstur, Untukmenyelesaikan kebutuhan desain tersebut makapendekatan neo – vernacular dipakai sebagaimetode desain. Pendalaman karakter ruang denganmengaplikasikan konsep “masa lalu dalam masasekarang” pada seluruh proses perancangan.
Apartemen di Surabaya Jefferson Permana
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Apartemen di Surabaya didasarkan ataspermasalahan individualisme dari pendudukkota Surabaya. Individualisme tersebutmembuat turunnya kinerja dan potensiperkembangan seorang individu dalam bekerjamaupun kehidupan sosial. Surabaya Selatanmerupakan daerah yang sedang mengalamiperkembangan konstruksi yang tinggi, denganpermintaan hunian yang tinggi oleh kelasmenengah yang lebih memilih untuk tinggaldalam sebuah unit apartemen daripada rumahperkotaan. Apartemen ini memperkenalkansebuah desain yang mengayomi penggunauntuk saling berinteraksi dan bertukar pikiranmelalui pendekatan Theory of Proxemics(Edward T. Hall) yang memainkan ruanganprivacy pengguna. Permainan privasiditerapkan dalam permainan elevasi dan alurpengguna. Hal ini akan mendorong penggunauntuk mengambangkan sebuah komunitas.Desain apartemen akan dilengkapi oleh fasiitaspublik yang termasuk: business district,perpustakaan, pujasera, co-working space,kantor, café, restaurant, dan ruanganmultifungsi. Suasana interior ruangan publikakan menganut alur yang organic untukmeningkatkan tingkat bertemunya alurpengguna, sedangkan suasana interiorapartemen berupa linear untuk memudahkanwayfinding pengguna.
Fasilitas Pelatihan Pengurangan Resiko Bencana di Palu Joshua Evans Cahyadi
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Risiko Bencana adalah potensi kerugian (kerugian harta benda dan korban jiwa) yang diakibatkan oleh suatu bencana. Suatu wilayah dikatakan sebagai “Wilayah Resiko Bencana Tinggi” jika memiliki potensi bencana yang tinggi, tetapi penduduknya tidak memiliki kesiapan yang cukup untuk menghadapi bahaya. Tujuan pembangunan fasilitas ini adalah untuk mengurangi risiko bencana melalui program pelatihan. Proyek ini berlokasi di Palu, Sulawesi Tengah. Pemilihan lokasi didasarkan pada konteks, dimana Palu dianggap sebagai “Wilayah Resiko Bencana Tinggi” karena memiliki potensi bencana yang tinggi tanpa kesiapan penduduknya. Perancangan fasilitas menggunakan “ Teori Tahapan Pelatihan ” dan “ Teori Kompetensi ” oleh Budi Santoso, dengan pendekatan desain sistem organisasi ruang. Konsep perancangan, adalah mengintegrasikan fungsi utama dan fungsi sekunder bangunan, guna mencapai tujuan program pelatihan.
Fasilitas Perawatan Paliatif Untuk Penderita HIV/AIDS di Surabaya Mitzy Ghema Susanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah penderita HIV/AIDS di Jawa Timur menduduki peringkat kedua terbanyak dari seluruh Indonesia, selain itu pandangan negatif terhadap penderita HIV/AIDS yang membuat kondisi mental dan kesehatan penderitanya akan cepat menurun. Tujuan “Fasilitas Perawatan Paliatif Untuk Penderita HIV/AIDS di Surabaya” adalah sebuah tempat naungan untuk fasilitas perawatan paliatif yang juga sebagai tempat sosial bagi penderita HIV/AIDS dalam menjalani pendampingan mental. Pendekatan desain yang dipakai adalah pendekatan sains, dimana bentuk bangunannya tercipta dari respon tapak terhadap arah matahari dan arah angin yang ingin dimaksimalkan masuk ke dalam bangunan sebagai aspek dalam mendukung penyembuhan mental itu sendiri. Konsep bangunan forest for mental healing yang saya adaptasi dari proses penyembuhan mental dengan alam yang terkenal di Jepang yaitu, forest bathing / shinrin-yoku. Sedangkan pendalaman karakter ruang pada area lukis dan rajut meransang respon positif seusai dengan kebutuhan ruang.
Terminal Penumpang Bandar Udara Domestik Ngloram di Blora Bagus Arisanjaya Irawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminal Penumpang Bandar Udara DomestikNgloram di Blora merupakan fasilitas publik bagipengguna moda transportasi udara yang bertujuanbermobilisasi menuju atau dari Blora. Latar belakangdari proyek ini adalah adanya rencana dari pemerintahpusat melalui kementerian perhubungan menetapkanpengadaan Bandar Udara Ngloram, pemerintah jugamengharapkan dengan dengan dibangunnya BandarUdara Ngloram dapat menigkatkan percepatanpembangunan serta menciptakan kantong-kantongperekonomian baru, selain itu adanya potensi besaruntuk mengangkat identias Blora.Mengingat fungsi utama bandar udara yangdapat mengakomodasi kegiatan operasional, komersial,dan administrasi maka perancangan bangunanmenggunakan pendekatan sistem (yang di titik beratkanpada sistem sirkulasi dan spasial), selain itu gunamengangkat identitas arsitektur setempat, digunakanjuga pendekatan neo-vernakular. Untuk memperkuatpesan dan kesan pengguna terhadap bangunan makadigunakan pendalaman sequence sehingga penggunadapat merasakan pengalaman ruang yang kuat.
Pasar Keputran di Surabaya Michael Michael
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Keputran di Surabaya merupakan suatu pasar induk di kota Surabaya, yang berfungsi mewadahi kepentingan berbelanja pedagang sayur eceran dan masyarakat sekitar dalam skala besar. Latar belakang perancangan pasar keputran ini adalah dengan bergesernya minat masyarakat dalam berbelanja. Masyarakat lebih memilih berbelanja pada pasar modern dan online dibandaingkan berbelanja secara langsung pada pasar tradisional. Dasar dari pergeseran minat itu adalah anggapan masyarakat bahwa pasar tradisional adalah pasar yang kotor, bau, dan tidak tertata dengan baik. Pasar yang akan terdesain nanti akan memiliki beberapa area, yang terdiri dari area pasar utama itu sendiri, area utilitas, dan area tambahan. Pada pasar utama area akan dibagi menjadi area ikan, area daging, dan area sayur. Pada bagian pasar utama diberikan juga fasilitas tambahan berupa area sembako, area berdagang hobi dan area foodcourt. Pada area utilitas terdiri dari area PLN, genset, Loading barang, Penampungan ikan, Pemrosesan ungags, Penyimpanan daging dan sayur, dan area pemrosesan kompos. Pada area tambahan terdiri dari Musholla, area tunggu porter, dan area pengelola. Pendekatan desain yang dipilih adalah pendekatan sistem dan perilaku. Pendekatan perilaku diperlukan karena dasar permasalahan adalah perilaku masyarakat yang tidak sesuai. Pendekatan sistem dipilih karena cara merubah perilaku masyarakat itu perlu menggunakan sistem yang tepat, sehingga dapat teratasi dengan maksimal. Konsep yang muncul dari pendekatan tersebut adalah efektif dan efisien. Dalam perancangan pasar ini, perlu adanya sistem yang efektif dan efisien, agar masyarakat mau datang ke pasar keputran ini.
Fasilitas Kantor Sewa dan Inkubator Bisnis di Surabaya Olivia Ariella Sinatra
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Kantor Sewa dan InkubatorBisnis di Surabaya ini merupakan fasilitasyang dibuat untuk memfasilitasi calonpengusaha start-up di Surabaya agarmendapat bimbingan yang sesuaikebutuhan sehingga, siap untuk terjun didunia bisnis sesungguh-nya. Fasilitas inibertujuan untuk menampung pengusahapengusaha yang sukses pada bidang bisnisuntuk menyalurkan kewajiban CorporateSocial Responsibility (CSR) dengan caramemberikan bimbingan untuk bisnisrintisan lain-nya. Fasilitas ini mewadahidari proses bimbingan, produksi, maupunpenjualan produk pada fasilitas retail yangdisediakan. Fasilitas ini tidak hanyamendukung ekonomi penggunanya, namundapat mendukung perekonomian sekitarnyadengan cara menyediakan ruang pusatperbelanjaan untuk pedagang sekitar siteagar dapat berjualan dengan nyamansehingga menjadi jembatan yangmenghubungkan interaksi calon pelakuusaha dengan masyarakat di Surabaya.Keunikan proyek ini ada pada karaktertiap zona yang disediakan menyesuaikandengan karakter pengguna sehinggasuasana yang dihasilkanpun berbeda. Darizona kantor sewa yang memerlukanefisiensi luasan ruang maksimal dengansuasana formal, zona program inkubasiyang memerlukan suasana nyaman yangdapat menstimulasi ide, hingga zona retailyang memerlukan ruang dengan skala besaruntuk pergerakan yang bebas. Oleh sebabitu, digunakan pendekatan sistem untukmengatur efisiensi ruang, hubungan atarruang, dan sistem struktur, serta pendekatanperilaku untuk menjawab kebutuhansuasana ruang sesuai karakter pengguna
Fasilitas Wisata Edukasi Pengolahan Bambu di Kabupaten Mojokerto Joan Chrisanti
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Wisata Edukasi Pengolahan Bambumerupakan perancangan fasilitas wisata untukseluruh masyarakat Indonesia khususnya Jawa Timurdan komunitas pecinta bambu. Desain ini didasarioleh masalah dimana proses perlakukan danpengrajin bambu yang eksklusif sehingga masyarakatmasih asing akan potensi bambu, padahal bambuadalah material yang berkelanjutan dan merupakankekayaan Indonesia. Tapak berada di Trawas,Kabupaten Mojokerto yang merupakan kawasanwisata dengan target Pusat kegiatan Lokal promosi(PKLp). Masalah desain yang diangkat adalahbagaimana desain mampu membawa publikberwisata sambil belajar dengan mengalami bambudidalam arsitektur kontemporer. Maka didalammendesain, pendekatan perancangan menggunakanteori Hannah Ahlblad untuk mengkombinasikanbambu dengan praktik kontemporer, dan teoriJuhanni Pallasma untuk memperoleh pengalamanruang dengan sistem sensori. Perancangan mengacupada empat zona, yang sesuai analisis fasilitas danaktivitas pengguna. Selain itu untuk menarikpengunjung dan keberlanjutan fasilitas, maka perluadanya keunikan desain. Pendalaman perancanganmerupakan elaborasi kelanjutan dari bentukkontemporer dan pengalaman yang dinamis, denganmenerapkan teori temporalitas dari AT Lars. Desaintemporer diwujudkan dengan material bambu padakeempat zona yaitu, instalasi bambu, partisi bambu,ruang workshop, dan lounge restaurant.
PERPUSTAKAAN WILAYAH DI SURABAYA BARAT Stephanie Stephanie
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minat baca di kalangan masyarakat era modern ini masih sangat rendah. Mirisnya, penyebab dari rendahnya minat membaca ini bukan karena ketidaktertarikan masyarakat untuk membaca, namun karena kurangnya fasilitas yang mewadahi untuk membaca. Sementara pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo yang kedua ini sedang di galakkan peningkatan sumber daya manusia. Secara garis besar, setiap masyarakat memiliki kebutuhan dengan kondisi yang berbeda. Ada individu yang memilih untuk belajar dalam kondisi yang tenang, sedangkan ada individu yang memilih belajar sambil berinteraksi dengan lingkungan disekitarnya. Menanggapi kebutuhan ini maka perlu adanya suatu wadah yang dapat memfasilitasi kedua jenis pengguna tersebut.
Fasilitas Penampungan dan Pelatihan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial di Surabaya Jonathan Rudi Chandra
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain perancangan Fasilitas Penampungan dan Pelatihan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial di Surabaya merupakan suatu fasilitas yang bertujuan untuk mengembalikan para penyandang masalah kesejahteraan sosial kedalam lingkungan masyarakat pada umumnya melalui beberapa proses pelatihan dan bimbingan sosial dan mengubah cara berpikir yang baru untuk meninggalkan kehidupan sebagai tunawisma dan tidak hidup dijalanan lagi. Selain itu, para penyandang masalah kesejahteraan sosial akan dibekali juga dengan pendidikan dan pelatihan vokasi yang bisa menjadi bekal bagi mereka setelah kembali dalam lingkungan masyarakat dan dapat membuka peluang untuk bekerja sama dalam bisnis pengrajin lokal lainnya yang ada di Indonesia.Fasilitas didesain dengan memiliki cukup banyak area komunitas outdoor, dengan mempertimbangkan kenyamanan dan keamanan agar tetap terjaga dalam aktivitas bersosial dengan warga sekitar maupun antar penghuni. Area komunitas utama didesain dengan berbagai macam aktivitas sosial yang terjadi didalamnya sehingga terciptanya area komunitas outdoor yang lebih dinamis dan hubungan interaksi yang dinamis pula antara warga sekitar dengan penghuni. Begitu pula dengan ruang dalam yang didesain sesuai dengan perilaku penghuni, sehingga menghasilkan ruangan yang dinamis membuat penghuni merasa lebih nyaman dan rileks.