cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Hotel Resor di Sumenep Eliapo Anwira Goena
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hotel Resor di Sumenep merupakan fasilitas hotel yang menghadirkan suasana alam di dalam bangunan sehingga memberikan pengalaman kepada para wisatawan yang berkunjung. Desain hotel ini membawa suasana lingkungan tepi pantai. Fasilitas ini mewadahi para wisatawan dan para pecinta alam untuk berkunjung di pulau pulau kecil sekitar Sumenep. Hotel Resor ini diharapkan dapat mengembangkan ekonomi dan menjadi pusat wisata, serta mendesain resor yang ramah lingkungan sehingga tidak merusak alam sekitar pantai. Metode pendekatan yang dipilih pada perancangan adalah sains dengan menggunakan teori Ekologi dari Heinz Frick. Dimana adanya hubungan antara manusia dengan alam sekitar dengan cara menghadirkan alam di dalam bangunan yaitu penyesuaian dengan lingkungan setempat, menghemat energi dan sumber energi, memelihara tanah, air dan udara serta menggunakan material lokal dan terbaharukan. Pendalaman yang dipilih adalah energi dengan pengolahan air hujan dan karakter ruang ekologis.
Rumah Susun Adaptif dan Rekreatif bagi Kampung Nelayan Sukolilo di Surabaya Ivan Liem Surjono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Susun Adaptif dan Rekreatif merupakan desain perancangan untuk kampung nelayan Sukolilo di Surabaya. Fasilitas ini memiliki 2 funsgi utama yaitu permukiman rumah susun dan fasilitas umum berupa rekreasi pada bagian belakang dari lahan. Hal tersebut dilatar belakangi oleh kondisi permukiman kumuh akibat dari pertumbuhan penduduk yang terus meningkat namun kapasitas lahan tidak dapat menyeimbangi dan juga lokasi lahan yang berada di tepi pantai termasuk kawasan strategis ekonomi yang menjadi daya tarik wisatawan. Upaya pembaharuan ini memerlukan beberapa faktor pendukung antara lain: pola tatanan rumah susun, aktifitas sehari-hari, pola perilaku, dan kebiasaan & gaya hidup.Pendekatan morfologi diperlukan sebagai respon desain perancangan untuk menyesuaikan dengan kebiasaan hidup penduduk nelayan eksisting dan untuk mengelolah pola eksisting figure ground. Kemudian, pendalaman karakter ruang dipilih untuk mengintegrasikan material yang sudah ada dan banyak disekitar lahan untuk dimanfaatkan dengan menekankan aspek adaptif dan fleksibilitas di dalam sebuah unit hunian. Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya rumah susun ini dapat mengoptimalkan lahan yang sudah ada tanpa menghilangkan kebiasaan mereka sehingga dapat melakukan aktivitas tanpa ada batasan.
Fasilitas Pengembangan dan Budidaya Jamur di Tangerang Roland Jiraldy
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan krisis makanan sudah mcnjadi perbincangan yang ada dari tahun ke tahun olch seluruh dunia. Namur', hal itu tetap kurang menjadi perltatian. Bcrangkat dart persoalan tersebut, muncul gagasan mengenai perlunya sebuali tempat budidaya serta pengolahan jamur dikarcnakan jarnur mcrupakan sumbcr bahan pangan barn yang murah dan efektif cepat scrta mudah diolab. Tujuan Fasilitas Pengembangan dan Budidaya Jamur yang berlokasi di Tangerang ini adalah karena jamur sendin mcmiliki karakter tumbuh yang sangat bersahabat dengan iklim di Indonesia. Metode yang digunakan yaitu dengan pendekatan iklim. Metode ini dipilih dan diaplikasikan agar bangunan dapat mcnjadi wadah untuk jamur tumbult sarna scperti yang ada di alarnnya. Hasil yang diperolelt yaitu desain dengan pendalarnan saints bangunan yang dapat dilihat dari bcbcrapa aspek sepcni kebutuhan Man air dan cahaya, perninimart cahaya yang masuk serta pengambilan air hujan scbagai sumbcr air mcnjadi perhatian utama dalam pendalarnan desain.
Fasilitas Rekreasi Penggemar K-Pop di Surabaya Stefanus Putra Singjaya
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korean-Pop atau yang lebih dikenaldengan istilah K-Pop merupakan genre musikyang berasal dari Korea Selatan dan jugamerupakan bagian dari budaya Korea Selatansendiri. Dengan munculnya layanan jejaringsosial online dan acara TV Korea Selatan,penyebaran hiburan K-Pop yang dikenal sebagaiKorean Wave menjadi semakin pesat. Hampirseluruh remaja di Indonesia, baik lelaki maupunwanita, terutama di Surabaya sangat menyukaibudaya K-Pop. Mereka sangat mengidolakan“idola”nya, sehingga secara tidak langsungmereka mulai mengikuti gaya idolanya tersebut.Di Indonesia, terlebih di Surabaya, banyak sekaliremaja yang menyanyi dan melakukan dancecover. Banyak remaja melakukan dance cover ditaman kota, mall atau communal space lainnya.Dance cover memerlukan sound speaker yangkencang untuk memutar lagu, hal ini yangmenjadi permasalahan, dimana kegiatan ini bisamengganggu pengunjung mall, taman dancommunal space lain karena kebisingannya.Dengan ini, dibutuhkan suatu wadah untukmewadahi kegiatan K-Pop yang menjadikegemaran remaja masa kini. Bangunandirancang dengan pendekatan arsitektur simbolikyang merepresentasikan kemajuan dankemodernan remaja serta pengolahan spasial untukmemberikan pengalaman ruang yang baru, unik danberbeda kepada pengunjung.
FASILITAS KOMUNITAS KREATOR KONTEN DI JAKARTA Steven Suryadinata Soentanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jakarta adalah sebuah perancangan yang mewadahi para kreator konten untuk bisa saling berinteraksi, belajar, berbagi, dan menginspirasi satu sama lain. Fasilitas ini bertujuan untuk merancang suatu tempat komunitas untuk kreator konten di Jakarta yang mana pengunjung bisa belajar segala sesuatu mengenai konten, dan diharapkan sesama anggota komunitas dapat berinteraksi, berbagi, dan menginspirasi satu sama lain sehingga tercipta komunitas yang solid dan kuat. Masalah perancangan bangunan ini bisa dilihat dari beberapa aspek, yaitu bagaimana terjadinya interaksi sosial di dalam bangunan ini, cara mengintegrasikan antar massa yang terjadi, dan bagaimana program kegiatan di dalam bangunan ini dapat tercipta dengan baik. Maka digunakan pendekatan spasial, dengan pendalaman dan teori Spatial Configuration oleh Cuissenier (1997). Teori ini dilihat dari pengalaman pengguna atau arsitek itu sendiri, atau dari pengalaman yang dirasakan di dalam ruang diikuti bagaimana sebuah ruang itu terbentuk. Konsep yang diambil dalam bangunan ini adalah Interconnected, yang menekankan kepada interaksi sosial yang ada di dalam bangunan ini. Oleh karena itu, di dalam menunjang interaksi sosial tersebut, seperti ruang serbaguna, outdoor plaza, ruang kelas, dan lain lain.
RUMAH RETRET KATOLIK DI DESA WISATA TELAGA SARANGAN Stefanie Intan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Retret Katolik di Desa Wisata Telaga Sarangan adalah sebuah fasilitas rumah retret serta penginapan yang mewadahi beberapa macam jenis retret berdasarkan kelompok usia untuk mengingatkan umat Kristiani akan panggilan hidup masing-masing menurut kerohanian serta pembaharuan diri secara jasmani. Masalah desain utama rumah retret adalah untuk mengintegrasikan berbagai macam jenis retret dengan aktivitas yang berbeda serta mengintegrasikan keadaan eksisting alam agar dapat menciptakan suasana retret yang aman, nyaman, dan asri. Masalah ini kemudian diselesaikan dengan pendekatan perilaku yang fokus pada perancangan ruangan serta fungsi dari ruangan tersebut. Keunikan proyek ini adalah dengan adanya berbagai macam jenis retret berdasarkan kelompok usia menandakan perlunya beberapa macam ruang tetapi masih mempertahankan suasana alam serta kesederhanaan yang bisa dirasakan pada rumah retret pada umumnya. Penginapan pada rumah retret terbagi menjadi dua tipe yaitu : tipe villa dan tipe barak. Terdapat fasilitas unik yang dapat digunakan oleh semua macam jenis retret yaitu ruang konseling yang dilengkapi dengan keunggulan kedap suara.
Fasilitas Pemberdayaan Perempuan di Surabaya Luciana Augusta Chandratama
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seringkali perempuan mengalami diskriminasi dan tingkat pendidikan yang cenderung lebih rendah daripada kaun pria. Fasilitas Pemberdayaan Perempuan di Surabaya ini hadir sebagai sarana dan wadah bagi kaum perempuan untuk menjadi mandiri dengan mengembangkan ekonomi dan kemampuannya, baik secara fisik dan psikis. Keterampilan yang akan diberikan berupa keterampilan tata boga, tata busana, tata rias, rangkai bunga, hingga ilmu berbisnis. Pendekatan desain yang diambil adalah pendekatan perilaku para wanita yang merupakan pengguna fasilitas ini. Sesuai dengan karakter perempuan yang umumnya mengandalkan perasaan dan senang bersosialisasi, maka desain terbentuk banyak area positif untuk para wanita saling berbagi dan menguatkan. Interior didesain dengan upaya menunjukkan kemandirian perempuan yang telah berdaya. Diharapkan fasilitas ini dapat menyadarkan masyarakat mengenai peranan perempuan dan perempuan di Indonesia dapat semakin sejahtera.
Fasilitas Rehabilitasi Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Makassar Reinhard Christian Cokro
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas ini memiliki fokus dalam rnewadahi korban kekerasan da!arn rumah tangga (KDRT) di Makassat. Dalam 5 tahun terakhir, isu KI)RT di Indonesia merttiliki peningkatan yang Salah satu kota yang menjadi perhatian adalah Makassar, yaitu kota dengan status kota terbanyak kedua yang menghasiikan kasus kekerasan dalarn keluarga di lndonesia. Makassar sendiri belum memiliki fasilitas yang mewadahi korban kekerasan ini seeara signifikan dan efisien, sehingga pernulihan berlangsung lebih lamhat atau halikan tidak pulih sarna sekali. Oleh karena itu, diperlukan fasilitas yang sekiranya dapat mewadahi seeara Fasilitas didesuin menggunakan pendekatan perilaku dari korban yang ada, sehingga sekitanya dapat diberi wadah yang sekiranya sesuai dengan karakteristik, sifat rnaupun peritaku korban tersebut, Menggunakan pendalaman karakter ruang, beberapa studi seperti warna, bentuk, latanan ruang, dsb diaplikasikan kedalam desain sehingga lahir suatu wadah yang dapat menaungi korban seeara efektif dan eflsien. Dari pendekatan dan pendalaman yang direneanakani lahir aplikasi dan implementasi dalam desain. Melalui pendekatan perilaku, Irthir beberapa karakter ruang bagi kategori-kategori pasien, seperti ruang kamar anak, remaja dan juga dewasa, yang tentunya memiliki karakter ruang yang berbeda. Seeara bentukan, lebib berfokus pada tatanan massa yang terbentuk, yaitu klaster. Tatanan klaster selranya lebih sesuai untuk masing-masing kategori pasien untuk beraktivitas bersama pasien sebaya mereka
Fasilitas Terapi Penderita Demensia di Batu Matias Irvan Rivaldy
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Terapi Penderita Demensia di Batu didesain berfungsi untuk mendukung parapenderita demensia di Indonesia agar jumlahpenderita berkurang. Tujuan adanya fasilitas iniadalah menterapi para penderita demensiadengan menggunakan beberapa kegiatan terapidan elemen elemen arsitektur sehinggamembantu penderita agar demensia yang dialami tidak bertambah buruk. Lokasi tapakdipilih dengan tujuan agar penderita bisa secaramaksimal melakukan terapi-nya tanpa terganggulingkungan sekitar. Fasilitas ini menggunakanpendekatan perilaku dengan konsep wayfinding,familiaritas, dan interaksi yang di aplikasi kedalam penggunaan material, penataan massa danzona, dan desain landscape. Pendekatan dankonsep dipilih karena disesuaikan dengankebutuhan penderita yang di mana nantinyakedua hal ini akan membantu dan memudahkanpenderita dalam masa terapi-nya.
Hotel Resor dan Cottage Pantai di Semarang Christhofer Hendrikus Limutu
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan fasilitas yang akan didesain adalahfasilitas resor dan cottage pantai di Semarang. Fasilitasini ditujukan untuk mewadahi para wisatawan dalamkota maupun dari luat yang ingin berwisata ke-lahanreklamasi baru semarang serta sebagai fasilitas hunianpada area kota mandiri. Diharapkan dengan adanyafasilitas ini, para wisatawan dapat mendapatkan suatupengalaman baru yang ada disemarang sebagai areapenginapan, rekreasi, serta hiburan alam tepi pantaiyang menyajikan keindahan alam dan fasilitas yanglengkap dan memuaskan. Para wisatawan dapat lebihmengenal tentang daerah semarang dan budayamasyarakatnya karena terletak didaerah yang startegisdan akses yang mudah untuk menuju kedaerah laindisemarang. Metode pendekatan yang dipilih padaperancangan adalah menggunakan pendekatan spasial,Dimana adanya hubungan antara manusia dengan alamsekitar dengan cara menghadirkan alam di dalambangunan agar menciptakan ruang yang nyaman bagipengguna.