cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Vihara Buddha Theravada di Surabaya T., Agung Wijaya
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Vihara Buddha Theravada di Surabaya ini merupakan sebuah tempat ibadah bagi umat Buddha Theravada di Sruabaya. Proyek ini menyediakan tempat ibadah yang baik dan nyaman, sehingga umat Buddha dapat menjalankan ibadanya dengan khusuk dan nyaman. Selain itu, proyek ini juga dilengkapi dengan fasilitas meditasi yang terpadu, serta menyediakan tempat tinggal yang baik bagi para praktisi meditasi dan juga para biksu yang tinggal di vihara ini. Bangunan vihara ini diharapkan akan menjadi salah satu icon agama Buddha Theravada di Surabaya, yang selain dapat mewakili semangat dan pertumbuhan umat Buddha Theravada di Surabaya, juga dapat menjadi pemersatu dari umat Buddha di seluruh Surabaya.
Grha Kuliner Khas Surabaya di Surabaya Anggianto, Danny
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Proyek “Grha Kuliner Khas Surabaya di Surabaya” merupakan tempat yang menyediakan berbagai macam fungsi dan kegiatan sebagai penunjang bagi masyarakat kota Surabaya dan luar kota Surabaya dalam memenuhi kebutuhannya tentang dunia kuliner, karena dunia kuliner saat ini bukan hanya menyangkut bagaimana masyarakat memenuhi rasa lapar mereka, tetapi juga berhubungan dengan bagaimana proses pengolahan bahan mentah yang ada menjadi makanan yang dapat dinikmati, sejarah dan asal mula makanan, kandungan gizi yang tersimpan di dalam makanan dan lain sebagainya.Proyek ini tidak hanya menyediakan fasilitas yang bersifat rekreatif, tetapi juga fasilitas yang bersifat edukatif serta fasilitas lain yang menunjang kegiatan kuliner. Bersifat rekreatif dan edukatif, karena pengunjung dapat menikmati aneka hidangan khas kota Surabaya, memenuhi rasa ingin tahu mereka terhadap warisan kekayaan kuliner khas Surabaya yang sangat diminati oleh banyak orang, termasuk masyarakat dari luar kota Surabaya, pengunjung juga dapat belajar langsung bagaimana mengolah, memasak dan mengkreasikan makanan khas Surabaya sebagai sebuah seni dalam dunia kuliner, serta mempelajari seluk – beluk maupun manfaat dan hal – hal apa saja yang terkandung dalam berbagai jenis makanan sebagai tambahan wawasan bagi masyarakat yang melihat. Oleh karena itu, karena banyaknya fasilitas yang disediakan proyek ini, maka digunakanlah pendekatan sirkulasi yang membantu pengunjung dalam mengatasi disorientasi yang mungkin terjadi. Pendalaman karakter ruang dipilih untuk mendapatkan kesan tradisional dan kekhasan Surabaya di dalam proyek.
Fasilitas Terapi Anak Down syndrome di Surabaya Mulia, Amanda
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Abstrak-Fasilitas terapi anak down syndrome diSurabaya ditujukan bagi anak-anak dengan downsyndrome dengan rentang usia 0-18 tahun. Jumlahpenderita yang cukup banyak dan tidak adanyafasilitas pendukung khusus untuk anak downsyndrome melatar belakangi pembuatan proyek ini.Untuk memberikan terapi yang maksimal bagi anakdown syndrome diperlukan penggenalan terhadapperilaku anak dengan down syndrome. Daripendekatan perilaku yang dilakukan diketahui anakdown syndrome memiliki beberapa kekurangan.Untuk mengatasi kekurangan anak down syndromedan memaksimalkan terapi digunakan konsep‘rumah terapi’. Konsep ini diterapkan dalam zoning,sistem sirkulasi, tatanan dan bentukan massa, sertafaçade dan material. Pendalaman karakter ruangdigunakan untuk memaksimalkan proses terapi.
Fasilitas kegiatan Komunitas Kristen di Kediri Olivia, Vicka
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK "Fasilitas Kegiatan Komunitas Kristen di Kediri" ini merupakan fasilitas peribadatan dan pembinaan untuk mewadahi kebutuhan Gereja-Gereja di wilayah Kabupaten Kediri yang masih belum terpenuhi. Proyek ini menggunakan aliran Pantekosta dari organisasi GPdI karena hampir 50% dari jemaat kristen di Kediri berasal dari gereja GPdI, selain itu dengan pertimbangan kegiatan upacara ibadah dari aliran ini tergolong sederhana dan tidak terlalu banyak perbedaan dari aliran yang lain.Fasilitas ini didirikan sebagai tempat berkumpul Gereja-Gereja dengan latar belakang aliran berbeda untuk mempererat rasa persatuan jemaat Kristen. Pendekatan perancangan memakai metode segitiga semiotika, dengan referensi ‘makna persekutuan dalam Kristen’, yang terinspirasi dari istilah ekumene. Proyek yang terletak di wilayah pendidikan Kota Kediri ini mempunyai fasilitas utama berupa ruang convention hall, sehingga menggunakan pendalaman akustik agar memenuhi kriteria ruang convention hall yang nyaman.Kata kunci: Fasilitas, Kegiatan, Komunitas Kristen, Kediri.  
Pusat Pertunjukan Seni Tionghoa di Surabaya D.W., Nathalialie -
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

 Pusat pertunjukan seni tinghoa di Surabaya ini merupakan sebuah tempat pertunjukan sekaligus hiburan yang menampung kesenian tionghoa seperti opera, kaligrafi, musik, lukis, dan tari agar memenuhi kebutuhan masyarakat Surabaya. Ide desain perancangan ini adalah untuk mewadahi seni pertunjukan tionghoa di Surabaya. Penerapan ide desain ini dengan cara menghadirkan sebuah auditorium dan open stage serta fasilitas pendukung lainnya yang menjadikannya sebagai sebuah tempat pertunjukan sekaligus hiburan yang menyenangkan. Desain dari perancangan ini menggunakan pendekatan simbolis arsitektur tionghoa dengan pendalaman akustik guna menciptakan suasana yang ingin dicapai. Pusat pertunjukan ini merupakan sebuah pusat pertunjukan seni tionghoa yang terdiri dari auditorium, open stage, sebagai fasilitas utama dan disertai dengan tempat pelatihan seperti opera, kaligrafi, musik, lukis dan tari dengan beberapa fasilitas penunjang lainnya seperti cafeteria, gazebo, dan plaza sebagai ruang komunal bersama.
Hotel Resor di Pantai Teleng Ria Pacitan Saputro, Neria Novinda
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Hotel Resort di Pantai Teleng Ria Pacitan” merupakan Hotel bintang 4 yang mendukung kegiatan wisatawan local maupun mancanegara yang hendak bermalam di Pacitan lebih dari 2 malam. Hal ini didukung dengan kekayaan alam yang dimiliki Pacitan tidak kalah dengan kekayaan alam yang dimiliki oleh daerah lain di Indonesia. Hotel Resort ini bertujuan untuk memperkenalkan Pacitan di mata dunia. Selain itu, juga bertujuan untuk menunjukkan bahwa Pacitan memiliki bangunan yang menarik. Hotel ini dirancang dengan mengoptimalkan potensi lingkungan, yaitu view dan  laut yang sudah dimanfaatkan untuk  olah raga selancar . Oleh karena itu dalam desain  ini setiap kamar dan fasilitas-fasilitas  umum dapat melihat view tersebut.. Untuk menampung  para peselancar antara kompleks hotel dan pantai dihubungkan dengan  jembatan .Karena Pacitan merupakan daerah rawan gempa, maka pendalaman yang dipakai adalah pendalaman struktur.
Citywalk Kalimas di Surabaya Susanto W, Catherine
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Proyek tugas akhir ini merupakan fasilitas rekreasi yang terintegrasi dengan fasilitas retail dan kuliner. Fasilitas ini ditujukan sebagai tujuan baru masyarakat Surabaya serta mengintegrasikan fasilitas di sekitar kompleks site. Fasilitas ini didesain dengan mengutamakan wadah untuk rekreasi dan bersosialisasi masyarakat Surabaya sehingga wadah rekreasi dan bersosialisasi masyarakat Surabaya tidak hanWya terpusat di shopping mall, yang sebenarnya ada lah tempat untuk berbelanja. Pendekatan yang diambil adalah pendekatan linkage visual dimana bentuk bangunan dapat mengarahkan pengunjung untuk berpindah dari fasilitas satu ke fasilitas lain, dengan menangkap vista sekitar site. Pendalaman serial vision dipilih untuk memberi kejelasan arah dan kejelasan posisi dalam fasilitas dan dibagi berdasarkan karakter pengunjung, yaitu anak-anak, anak muda, keluarga, dan pegawai.
Grha Seni Tari Tradisional Jawa Timur di Surabaya Kwarrie, Maria Ursula Leony
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK Dewasa ini, nilai-nilai tradisional Indonesia mulai menurun dan berubah akibat adanya globalisasi. Padahal Indonesia secara luas dikenal sebagai negara yang memiliki beragam jenis budaya, tradisi, bahasa, dan arsitektur. Salah satu budaya Indonesia yang telah diabaikan saat ini adalah tari tradisional. Generasi muda lebih memilih untuk berlatih tari modern seperti hip hop atau tari lainnya yang berasal dari budaya luar. Di samping itu, Surabaya sebagai ibu kota Jawa Timur tidak memiliki fasilitas yang memadai untuk mengakomodasi, mempromosikan, dan melestarikan kebudayaan tradisional Indonesia, khususnya tarian tradisional Jawa Timur. Oleh karena itu, diusulkan untuk merancang sebuah fasilitas yang dapat menampung dan mempromosikan tarian tradisional Jawa Timur. Fasilitas ini disebut Grha Seni Tari Tradisional Jawa Timur di Surabaya. Grha Seni Tari Tradisional Jawa Timur di Surabaya ini dilengkapi dengan fasilitas pelatihan dan pendidikan seni tari, teater terbuka, auditorium untuk pagelaran seni tari, perpustakaan, cafetaria, dan wisma bagi para seniman yang harus bermalam. Nilai arsitektur vernakular digunakan sebagai pendekatan desain dalam fasilitas ini untuk mengekspresikan identitas dari tradisi dan arsitektur Jawa. Bentuk atap Joglo digunakan sebagai bentuk atap utama dalam fasilitas ini karena Joglo merupakan salah satu bentuk atap yang penting dalam arsitektur Jawa. Fasilitas ini juga menggunakan material lokal seperti bata ekspos dan kayu untuk mengekspresikan nilai vernakular dan tradisional dalam bangunan. Oleh karena itu, struktur dan konstruksi perlu didalami untuk mendapatkan ekspresi tradisional dalam bangunan. Kata kunci: Seni Tari Tradisional Jawa Timur, Arsitektur Vernakular, Arsitektur Jawa.  
Pusat Informasi Pariwisata dan Kebudayaan Kalimantan Timur di Samarinda Sanjaya, Agus
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Samarinda sekarang merupakan ibukota dari Kalimantan Timur yang didalamnya memiliki potensi pariwisata dan kebudayaan. Hadirnya fasilitas pusat informasi ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan kota atas potensi dan penjawaban salah satu permasalahan kota yang ada. Pusat Informasi ini di desain untuk memberikan informasi serta pemasaran tentang pariwisata dan kebudayaan yang ada di wilayah Kalimantan Timur. tidak hanya berupa data saja tetapi dari fasilitas gallery, workshop, ampitheatre, perpustakaan sampai informasi yang berupa kuliner dari resotran yang di desain.informasi juga dipaparkan lewat puisi semiotika yaitu pada ekspresi bangunan yang menggunakan pendekatan simbolik dengan tema “Genesis of East Borneo Culture”. Tidak semata-mata mentah mengambil bentuk dari arsitektur kalimantan timur tetapi dimodernisasikan mengikuti perkembangan dunia arsitektur disertai dengan kubahan bentuk melalui proses simbolik.
Museum Kereta Api Surabaya Tilaar, Gerrird Mona
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

 Museum Kereta Api Surabaya merupakan salah satu fasilitas yang bergerak di bidang pendidikan dan pariwisata. Fasilitas bersifat rekreasi yang mengedukasi, berekreasi dengan belajar tentang transportasi khususnya perkereta apian. Fasilitas yang direncanakan meliputi fasilitas museum, restoran dan toko souvenir, dan fasilitas kantor. Dalam hal adanya isu bertambahnya kepadatan penduduk yang memenuhi Kota Surabaya dan sekitarnya setiap tahunnya sehingga membutuhkan transportasi yang mencukupi kebutuhan tiap penduduk. Untuk mengurangi frekuensi kendaraan pribadi yang semakin hari semakin banyak maka dibutuhkan sebuah fasilitas yang memberikan pengarahan terhadap masyarakat agar mau menggunakan fasilitas umum ( transportasi ). Fasilitas ini selain dapat memenuhi kebutuhan tersebut, juga memberikan edukasi tentang perkereta apian. Konsep perancangan didasarkan pada bentukan susunan stasiun di Indonesia yang merupakan tempat dimana masyarkat berkumpul untuk pergi atau kembali menggunakan trasnportasi umum (Kereta api). Pendekatan perancangan yang digunakan adalah pendekatan sirkulasi, yaitu membuat sirkulasi yang sesuai dengan sifat stasiun, tercemin dengan bentuk dan sirkulasi bangunan yang ada. Pendalaman yang diambil berupa pendalaman struktur, sehingga pengunjung dapat merasakan konsep stasiun tersebut di dalam Museum kereta api ini.

Page 18 of 155 | Total Record : 1542