cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Pusat Sains Penciptaan Alam Semensta di Surabaya Oswan, Devina Benlin
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK "Pusat Sains Penciptaan Alam Semesta di Surabaya" merupakan sebuah pusat pembelajaran yang melihat bukti-bukti eksistensi Sang Pencipta alam semesta melalui sains. Proyek ini didesain untuk mewadahi aktivitas belajar ilmu pengetahuan bagi para kaum akademisi khususnya di bidang sains penciptaan. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan kaum akademisi Indonesia dapat memperluas wawasannya, belajar dengan cara yang lebih interaktif dan menyenangkan, dan khususnya agar masyarakat dapat mengetahui serta merefleksikan kebesaran Sang Pencipta yang tampak melalui karya ciptaan-Nya yang dipelajari dalam sains.Desain ini menggunakan pendekatan metafora, yaitu memproses sebuah bahasa verbal menjadi bahasa arsitektural. Teks yang dipakai adalah Kitab Kejadian 1, dengan konsep desain yaitu ‘Penciptaan’ atau ‘Creation’ untuk menceritakan proses pencptaan secara runtun melalui lima zona yang ada. Sesuai dengan bidang-bidang sains yang ada, dipilih lima zona sesuai bidang sains tersebut antara lain Zona Kosmologi, Zona Fisika, Zona Astronomi, Zona Biologi, dan Zona Genetika. Pendalaman yang dipilih adalah pendalaman sirkulasi karena total petualangan sejauh 884 meter membutuhkan pengolahan material yang juga mampu mendukung karakter setiap zona.Kata Kunci: Pusat Sains Penciptaan, Pendekatan Metafora, Pendalaman Sirkulasi
Grha Batik Gedhog di Desa Kedungrejo, Kerek Soebagio, Fanny Felina
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Batik Gedhog terdapat di Desa Kedungrejo, Kerek, 40 km sebelah timur kota Tuban. Selain, motifnya yang sangat menarik, proses pembuatan serta semua bahannya dibuat oleh penduduk setempat. Begitu kuatnya lingkungan desa terhadap pembuatan batik, sehingga sulit dibayangkan Desa Kedungrejo ini tanpa batik. Sayangnya, sarana dan prasarana yang ada di desa ini kurang mendukung. Grha Batik Gedhog di Desa Kedungrejo, Kerek, ini merupakan salah satu usaha untuk melengkapi sarana yang ada di desa Kedungrejo. Tanpa sarana dan prasarana yang baik, dikhawatirkan kehadiran batik Gedhog ini akan hilang. Jadi Grha Batik Gedhog ini merupakan usaha pelestarian kegiatan pembuatan batik itu sendiri. Perancangan Grha ini diharapakan dapat menjadi satu kesatuan dengan desa Kedungrejo. Dasar perancangan dibuat dengan cara menganalisis bagaimana ruang luar dan dalam di desa ini terbentuk yang kemudian diinterpretasikan kembali ke dalam perancangan melalui pendekatan neo vernakular re-interpreting. Pendalaman struktur dan konstruksi dipilih karena keberadaan elemen struktur ikut memberikan artikulasi ke dalam ruang luar dan ruang dalam desa dan selanjutnya pada komplek perancangan Grha Batik Gedhog ini.
Pusat Perdagangan dan Komunitas Barang Antik di Surabaya Mutiara, Monica Catharina
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Pusat Perdagangan dan Komunitas Barang Antik di Surabaya” ini merupakan tempat terjadinya transaksi jual-beli barang yang memiliki nilai kuno dan bernilai seni tinggi serta merupakan tempat interaksi sesama pencinta barang antik di Surabaya. Proyek ini terletak di Surabaya Utara yang merupakan dengan kawasan kota tua Surabaya. Hal ini didukung dengan ketidakberadaan fasilitas sejenis yang memadai untuk kawasan Jawa Timur. Sebuah pasar barang antik memiliki perbedaan dengan pasar pada umumnya. Karena itu, pendekatan sistem dipilih supaya dapat mengidentifikasikan kebutuhan khusus sebuah pasar barang antik. Hal yang paling mencolok adalah simbiosis mutualisme antara perdagangan dan komunitas. Komunitas adalah nyawa bagi pasar, dan pasar juga adalah nyawa bagi komunitas. Tipologi pasar yang digunakan pada bangunan ini adalah pasar tradisional modern, yakni pasar tradisional yang nyaman dan tetap terjadi interaksi antara pedagang dan pembeli. Pendalaman karakter ruang dipilih untuk mengarahkan pengunjung menuju zona yang dituju.
Pelabuhan Wisata dengan Fasilitas Kuliner di Manado Ciputra, Agrada
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Abstrak— Proyek tugas akhir ini merupakan gabungan fasilitas pelabuhan wisata dengan fasilitas kuliner di Manado. Fasilitas ini ditujukan untuk mewadahi kegiatan wisata untuk bepergian ke Bunaken, karena satu-satunya akses ke Bunaken hanya melalui laut dengan menggunakan kapal. Fasilitas ini didesain dengan mengutamakan fungsi pelabuhan, bagaimana agar calon penumpang dapat naik dan turun kereta dengan cepat. Di sisi lain juga memperhatikan kemungkinan bencana alam yang terutamagempa dan tsunami. Pendekatan yang diambil adalah pendekatan bentuk sehingga bangunan diharapkan dapat menjadi bangunan yang ramah terhadap gempa dan tsunami. Pendalaman struktur dipilih karena sejalan dengan pendekatan bentuk yang diambil untuk menjadikan bangunan yang ramah gempa dengan tsunami dengan memperhatikan keselamatan manusia dan meminimalkan kerusakan bangunan.
Sekolah Tinggi Seni dan Desain di Jember Winoto, Novi
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK Proyek tugas akhir ini merupakan wadah pendidikan formal tingkat S1 dan D3 dalam bidang seni dan desain. Fasilitas ini ditujukan bagi pelajar yang memiliki minat dan bakat dalam bidang seni dan desain. Sekolah seni ini ingin mengangkat keunggulan lokal Jember yaituJember Fashion Carnaval (JFC), sehingga konsep perancangan proyek ini adalah memadukan program sekolah dan kegiatan parade. Karena terdapat dua kegiatan yang berbeda, maka masalah desain dalam perancangan adalah sirkulasi dan bentuk ruang Untuk memecahkan masalah desain, pendekatan yang diambil adalah sirkulasi dan bentuk ruang sedangkan pendalaman yang dipilih adalah fleksibilitas ruang untuk memberikan ruang yang mampu memenuhi kebutuhan program sekolah dan kegiatan parade. Kata Kunci: sekolah seni,  fashion, sirkulasi, fleksibilitas  
Grha Busana Batik Jawa Timur di Surabaya Tedjosukmono, Nita Angeline
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Grha Busana Batik Jawa Timur di Surabaya ini adalah sebuh fasilitas komersial dimana didesain sebagai wadah untuk memperkenalkan dan mempromosikan Batik Jawa Timur sebagai kekayaan budaya Indonesia sekaligus sebagai bahan dasar (kain) busana lokal dalam upaya meningkatkan rasa cinta terhadap produk dalam negeri. Maka dari itu terdapat masalah desain mengenai bagaimana membuat bangunan yang mempunyai citra yang berkarakter Batik Jawa Timur dan bagaimana mewadahi kesatuan fungsi dari fasilitas-fasilitas yang terkait untuk memenuhi program kegiatan dalam bangunan. Grha ini dilengkapi dengan fasilitas ruang pamer (galeri), museum motif, workshop batik, tempak kursus busana, perpustakaan, fashion cafe, ruang konsultasi dan diskusi, dan ruang peragaaan busana. Untuk penataan ruang disusun berdasarkan sirkulasi pengunjung. Untuk masalah citra, bangunan terbentuk dari hasil transformasi beberapa bangunan di sekitarnya, hal ini dimaksudkan sama dengan prinsip pembuatan Batik Jawa Timur yang mengambil bentuk motif secara jujur dari kekayaan hasil bumi (berupa flora atau fauna) yang ada di daerah tempat asalnya.
GEDUNG PAGELARAN MUSIK ROCK DI SURABAYA Hendrianto, Alvantara
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Gedung Pagelaran Musik Rock di Surabaya ini adalah fasilitas hiburan yang dapat mewadahi kegiatan pertunjukan musik rock di Surabaya yang berada di jalan Ngagel, Surabaya. Tempat ini di desain dengan tujuan untuk menampilkan pertunjukan musik rock serta memberikan hiburan kepada masyarakat Surabaya dengan adanya ruang publik.Surabaya merupakan salah satu kota besar yang mengusung banyak penggemar musik rock. Di Surabaya juga belum tersedia gedung pertunjukan musik khusus untuk music rock yang berkapasitas banyak. Oleh karena itu desain tempat ini didesain menggunakan pendekatan bentuk. Bentuk juga berkaitan dengan struktur, sehingga membutuhkan struktur bentang lebar mengingat banyaknya kapasitas pengunjung. Desain bangunan ini memperhatikan kondisi sekitar yang tata guna lahannya merupakan fasilitas perdagangan dan jasa, serta terdapat potensi lintasan kereta api di sebelah timur.  Pendalaman yang digunakan adalah pendalaman struktur, karena kebutuhan akan bentang lebar dan struktur yang tercipta dapat mencerminkan citra bangunan.
MUSEUM KUNGFU DI SURABAYA Rama, Yuan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Proyek tugas akhir ini merupakan fasilitas pengenalan dan pelatihan kungfu Santung yang ditujukan bagi masyarakat umum dan juga pengembang kungfu Santung di Surabaya. Pemunculan ide pembuatan fasilitas ini dilatarbelakangi oleh tidak adanya fasilitas untuk mengenalkan dan mengembangkan kungfu Santung , oleh karena itu dibuatlah fasilitas museum kungfu dengan fasilitas pelatihan kungfu .Fasilitas ini didesain dengan keinginan agar dapat mengenalkan kungfu yang ikut dalam perjuangan kemerdekaan di Surabaya yang dilengkapi dengan fasilitas pelatihan sehingga dapat mengembangkan kungfu ini agar lebih dikenal oleh masyarakat Surabaya  
Open Mall di Kalimas Surabaya Laudy, Geby Elisabeth
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK "Open Mall di Kalimas Surabaya" ini merupakan sebuah pusat perbelanjaan terbuka, dengan menggunakan penghawaan pasif, namun tetap ternaungi dari panas dan hujan. Proyek ini ditujukan bagi masyarakat, khususnya Surabaya, yang yang ingin merasakan suasana dan konsep open mall yang berbeda dari mal lainnya yang ada di Surabaya. Lokasi Open Mall ini berada di Jalan Sumatera, Kecamatan Gubeng, Surabaya, dan memiliki pemandangan yang indah, yaitu Sungai Kalimas yang akan direvitalisasi dengan latar bangunan-bangunan Kota Surabaya. Oleh karena itu, bentuk, zonning, dan sistem penghawaan pada bangunan open mall ini memanfaatkan potensi pemandangan Sungai Kalimas dan pengawaan alami sehingga menunjang konsep terbuka. Dengan demikian, rumusan masalahnya adalah menciptakan kenyamanan bagi pengunjung dengan penghawaan pasif pada open mall (terlindungi dari panas dan hujan). Hal tersebut dijawab dengan menggunakan pendekatan termal outdoor dan pendalaman elemen-elemen kenyamanan termal, seperti elemen peneduh dan pengatur sirkulasi udara.Kata Kunci: Open mall, Kalimas, termal.  
Fasilitas Pemulihan Pasca Operasi Jantung Koroner di Surabaya S., Marsha C.
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

”Fasilitas Pemulihan Pasca Operasi Jantung Koroner di Surabaya” ini merupakan sebuah sarana yang menyediakan segala kebutuhan proses pemeriksaan hingga pemulihan pasien penderita jantung koroner. Pola hidup modern yang rentan terhadap stress dan pola makan tidak sehat, menambah resiko penyakit jantung koroner, yang menyerang berbagai kalangan usia. Setelah mendapatkan pengobatan, pasien memerlukan proses pemulihan untuk kembali beraktivitas. Pasien yang berada di usia aktif, tidak memiliki banyak waktu, sehingga membutuhkan fasilitas pemulihan lengkap baik pemeriksaan hingga pemulihan secara fisik dan mental. Arsitektur berperan dalam mendukung proses pemulihan, melalui pengaturan sirkulasi, pemanfaatan potensi tapak, dan pengolahan ruang luar yang menunjang program pemulihan. Pendekatan yang diambil adalah pendekatan tranformasi bentuk dari lemah ke kuat, seperti kondisi pasien yang lemah setelah pengobatan, melalui proses pemulihan untuk kuat beraktivitas. Pendalaman karakter ruang dipilih untuk memperjelas pemanfaatan potensi tapak, pengolahan ruang luar yang mendukung proses pemulihan serta mempertegas konsep bangunan.

Page 17 of 155 | Total Record : 1542