Articles
1,542 Documents
Museum Kemaritiman Makassar di Tanjung Bunga
Rangga Christianto Layuksugi
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (946.755 KB)
Indonesia memiliki perkembangan kemaritimam yang berjaya dan terbesar di dunia. Dengan latar belakang Makassar sebagai kota pesisir, peran kemaritiman sangat penting dalam perkembangan kota Makassar. Proyek tugas akhir ini merupakan fasilitas museum yang mendukung Program Pemerinth untuk memajukan kemaritiman Indonesia, khususnya MakassarMuseum berupaya untuk menyampaikan perkembangan sejarah kemaritiman Makassar secara jelas. Maka, masalah desain dalam perancangan adalah peran Museum sebagai simbol yang dapat menampilkan kembali jati diri kemaritiman Mkassar yang kini telah hilang. Untuk memecahkan masalah itu, pendekatan yang dipilh adalah simbolik. Keberadaan perancangan, diintegrasikan dengan sekuensial ruang sesuai perkembangan masa sehigga akan menciptakan kesan dan ekspresi yang berbeda tiap masa. Pendalaman yang dipilih adalah karakter ruang, sehingga pengunjung lebih mudah mengerti alur cerita kemaritiman Makassar yang disampaikan pada masing-masing area museum.
Museum dan Patung di Bali
Putu Andrew Sutama
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (811.061 KB)
Museum dan galeri patung di Bali merupakan fasilitas yang ditujukan untuk mewadahi karya seni patung agar dapat dinikmati dan dipahami cerita atau sejarahnya oleh masyarakat lokal maupun wisatawan. Fasilitas ini menawarkan berbagai pengalaman yang menarik mulai dari interaksi antara pengunjung dengan patung, pengunjung dengan pematung dan juga ada fasilitas dimana pengunjung dapat belajar bagaimana cara-cara dasar membuat patung dan dapat mencoba untuk membuat patung itu sendiri. Selain itu juga terdapat restoran, dan galeri dimana selain menikmati, pengunjung juga dapat melakukan pembelian terhadap patung-patung tertentu, di dalam komplek bangunan ini terdapat 4 bangunan berbeda yang memiliki fungsi-fungsi berbeda juga, bangunan pertama berisikan lobby, museum kecil, kantor, gudang dan kelas, bangunan ini merupakan bangunan terluar pada kompleks museum, lalu yang kedua ada tempat untuk pengerajin, disini pengunjung dapat berinteraksi dan melihat pengerajin membuat patung, yang ketiga ada galeri dan restauran, dan yang terakhir adalah Museum utama itu sendiri.
Museum Luar Angkasa
Calvin Renaldi Renaldi
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1269.069 KB)
Museum Luar Angkasa merupakan fasilitas umum yang mengenalkan masyarakat umum terutama pelajar mengenai ilmu astronomi dan sejarah penerbangan roket. Astronomi sebagai ilmu pengetahuan sangatlah kurang didalami di Indonesia, baik di dalam dunia akademik maupun di dalam minat individu. Sebagai kota terbesar kedua setelah Jakarta, Surabaya memiliki sejarah yang dalam dan oleh karena itu kota ini memiliki banyak museum mengenai sejarah-sejarah di kota tua ini. Namun oleh sebab itulah museum yang bertemakan teknologi hampir tidak ada di Surabaya. Museum Luar Angkasa dirancang dengan maksud sebagai pusat informasi yang dapat memadai kebutuhan ilmu maupun rekreasi yang bertemakan luar angkasa. Fasilitas-fasilitas yang ada antara lain adalah museum, galeri display, simulasi penerbangan roket, ruang serba guna, perpustakaan, café, dan toko souvenir.
Fasilitas Wisata Permainan Tradisional ‘Hibrida’ di Surabaya
Jocelin Marchelina Marchelina
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (700.433 KB)
Fasilitas Wisata Permainan Tradisional ‘Hibrida’ di Surabayamerupakan sebuah fasilitas untuk bermain permainantraditional dengan menggunakan sistem hybrid. Sepertiyang kita ketahui, anak jaman sekarang mulai kecanduandengan online games dan mulai meninggalkan permainantradisional, namun, permainan tradisional merupakan salahsatu kebudayaan Indonesia yang harus dilestarikan. Tujuanutama fasilitas ini adalah untuk memperkenalkan kembalipermainan tradisional dengan cara yang menarik sehinggabisa menarik anak - anak usia 7 - 12 tahun dan orangdewasa. Di dalam fasilitas ini terdapat museum permainantradisional yang terdiri atas 13 jenis permainan tradisionaldimana semua orang dapat belajar bagaimana cara bermaindan berinteraksi langsung dengan bantuan interactivedisplay. Tidak hanya museum, terdapat pula kelas workshopdimana anak - anak dan orang dewasa dapat membuatmainan tradisional sesuai kreativitas mereka. Terdapat pulafasilitas pendukung seperti open amphitheater untukbeberapa acara, cafe, restoran, dan area bermain untukanak dibawah usia 7 tahun. Fasilitas ini menggunakanpendekatan perilaku anak sebagai konsep desain bangunandimana anak dan orang tua dapat berinteraksi satu samalain seperti karakter permainan tradisional dimana parapemain harus berinteraksi satu sama lain untuk memulaipermainan. Fasilitas ini juga menciptakan karakter ruangyang berbeda di setiap area bermain sehingga dapatmenarik anak sesuai dengan perilakunya.
Fasilitas Olahraga Sepatu Roda dan Ice Skating di Surabaya
Agustinus Matthew Matthew
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1818.354 KB)
Fasilitas Olahraga Sepatu Roda dan Ice Skating di Surabaya merupakan fasilitas yang ditujukan bagi para peminat olahraga tersebut di Surabaya, khususnya bagi para komunitas sepatu roda dan ice skating yang berada di Surabaya dan sekitarnya untuk memperkenalkan kembali olahraga tersebut serta memenuhi kebutuhan akan sarana latihan dan pertandingan olahraga tersebut di Surabaya. Karena olahraga ini sudah lama ada di Surabaya dan menjadi tren yang muncul kembali di kalangan anak-anak, maka keberadaan fasilitas ini sangat membantu baik untuk anak-anak, maupun orang tua dari anak-anak tersebut karena lebih aman dibanding bermain di jalanan. Fasilitas Olahraga Sepatu Roda dan Ice Skating ini bersifat rekreatif dan edukatif bagi penggunanya. Fasilitas tersebut di lengkapi dengan area entertainment yang meliputi restaurant, food stall, café dan sebagainya. Pendekatan sistem spasial dan sirkulasi dipilih untuk dapat mejaga keamanan dan kenyamanan pengguna fasilitas tersebut serta mampu mengintegrasikan fungsi ruang dengan baik. Agar fungsi ruang dalam dapat berjalan dengan baik dan efisien, maka pendalaman struktur dipilih agar mampu mewujudkan hal tersebut dan juga mampu menjadi elemen estetika dalam bangunan.
Fasilitas Komersil dan Stasiun Intermoda di Wonokromo, Surabaya
Felix Pratama Suhandinata
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1679.017 KB)
Fasilitas Komersil dan Stasiun Intermoda di Wonokromo, Surabaya, merupakan fasilitas umum stasiun intermoda yang sekaligus menjadi pusat perbelanjaan. Stasiun intermoda Monorail dan Tram ini bertujuan untuk mengakomodasi pengguna dalam mengakses monorail dan tram sekaligus tempat perbelanjaan souvenir khas Surabaya, selain itu fasilitas ini berintegrasi dengan Terminal Joyoboyo. Hal ini untuk mendukung potensi kawasan sekitar karena merupakan tempat penjualan cenderamata khas Kebun Binatang Surabaya. Fasilitas ini menyediakan retail, restoran, dan café sebagai fasilitas penunjang pengguna stasiun. Selain itu proyek ini juga menyediakan Ruang Terbuka Hijau berupa taman untuk mengintregrasikan dengan Kebun Binatang Surabaya. Selain itu agar fasilitas ini tidak hanya dikhususkan pengguna monorail dan tram saja, namun masyarakat umum dapat turut menikmati fasilitas ini.Pendekatan arsitektur sistem sirkulasi dipilih untuk memecahkan masalah desain yang berdasarkan keadaan existing site dan sekitar site, yaitu sirkulasi pejalan kaki dan transportasi umum yang ada. Selain itu pendalaman struktur dipilih untuk mendukung dari pendekatan sistem sirkulasi stasiun ini dimana menggunakan sistem struktur bentang lebar sebagai penyelesaiannya.
Gereja Bethel Indonesia di Surabaya
Johan Hermawan Hermawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1451.605 KB)
Gereja Bethel Indonesia (GBI) di Surabaya merupakan bangunan yang menyediakan fasilitas tempat beribadah dan pembinaan kerohanian dalam berbagai kalangan bagi umat Kristen di kota Surabaya. Pembangunan Gereja Bethel Indonesia (GBI) di Surabaya diharapkan selain menjadi sarana untuk menampung kegiatan ibadah, juga bisa mewadahi komunitas antar umat Kristiani agar dapat tumbuh dan berkembang dalam Tuhan dan juga dapat mendekatkan diri antar jemaat. Gereja ini akan dilengkapi oleh berbagai fasilitas pendukung, yaitu sekolah minggu, ruang musik, klinik, retail, cafe/foodcourt, ruang pekerja, ruang komunal, taman, lapangan olahraga, dan kolam babtis. Pendekatan simbolik digunakan agar bangunan gereja bisa tampil lebih ekspresif dan menunjukkan kelegaan karena mendapatkan perlindungan dari Tuhan. Pendalaman yang digunakan adalah Sequence untuk mendukung konsep simbolik yang memiliki konsep tentang kelegaan, sehingga jemaat dapat merasakan kelegaan dalam Tuhan.
Panti Asuhan di Surabaya
Angeline Angeline Angeline
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1605.151 KB)
Proyek “Panti Asuhan di Surabaya” ini merupakan perancangan fasilitas yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan anak terlantar di Surabaya yang berusia 2 tahun hingga 18 tahun, Di Panti Asuhan ini, anak-anak akan dibimbing dan dididik berdasarkan iman kristiani, dan juga membantu anak dalam memperoleh pendidikan yang baik dan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari sehingga dapat bertumbuh dan berjuang menjadi generasi penerus bangsa.Rumusan masalah yang diangkat dalam desain proyek ini adalah bagaimana merancang sebuah Panti Asuhan di Surabaya yang dapat memenuhi kebutuhan anak terlantar dengan cara mendidik dan merawat anak agar dapat memperoleh hidup yang layak seperti anak-anak pada umumnya.Untuk dapat menjawab rumusan masalah tersebut maka penulis menggunakan pendekatan perilaku, khususnya perilaku anak. Dan hal yang perlu diperhatikan adalah anak yang akan tinggal di dalam Panti Asuhan adalah anak perempuan dan laki-laki yang berusia 2 tahun hingga 18 tahun. Sedangkan konsep yang digunakan adalah bagaimana membuat tempat tinggal yang nyaman dan aman untuk anak-anak beraktivitas belajar dan bermain
Fasilitas Pembelajaran Musik Pop di Surabaya
Hisyam Hilmy Bahasuan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1033.91 KB)
Fasilitas Pembelajaran Musik Pop ini merupakanfasilitas di Surabaya yang mampu melengkapi danmenampung segala kebutuhan-kebutuhan dasarsebuah fasilitas pembelajaran musik populer. Sebagaikota metropolitan terbesar kedua di Indonesia, terlihattingginya minat terhadap kesenian berupa musik yangdibuktikan dengan banyaknya kursus pembelajaranmusik dengan berbagai macam genre. Jenis musikgenre populer yang diajarkan pada fasilitas inimencakup vokal, gitar, bass, drum, piano, juga jeniskursus untuk anak-anak dan grup.Fasilitas pembelajaran ini dilengkapi dengan studiorekaman, auditorium berkapasitas 230 orang dan aulaserbaguna berkapasitas 432 orang sebagai penunjangfasilitas pembelajaran yang juga bersifat komersial.Terdapat pula perpustakaan musik untuk menunjangpembelajaran musik yang juga terbuka untuk umum.Pengunjung teater maupun pengunjung umum jugadisediakan fasilitas komersial seperti retail dan foodcourt. Pendekatan sains digunakan untuk menentukanbentukan optimal agar fungsi akustik pada bangunanmampu memperlancar kegiatan pembelajaran dandapat mengisolasi kebisingan dari luar ke dalammaupun sebaliknya.
Fasilitas Eduwisata Profesi untuk Anak di Surabaya
Felia Cyndi Cyndi
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1951.94 KB)
Fasilitas Eduwisata Profesi untuk Anak di Surabaya merupakan tempat pembelajaran bagi anak-anak dengan penekanan materi pada pengenalan berbagai macam profesi yang paling dicita-citakan oleh anak-anak. Kurangnya tempat bermain yang edukatif untuk anak di Surabaya, menyebabkan permainan anak masa kini terlalu didominasi oleh permainan digital, sehingga diperlukan wadah untuk mengisi waktu luang sambil belajar dengan cara yang menyenangkan.Fasilitas ini dilengkapi dengan fasilitas publik, yaitu kafe dan ruang tunggu orangtua, area bermain mandiri, area bermain balita, toko kecil, dan bilik pengawasan anak. Pendekatan perilaku anak digunakan untuk mengekspresikan karakter anak dengan mengamati tingkah laku dan kebiasaan anak-anak. Pendalaman karakter bangunan diterapkan dengan bentuk persegi, susunan blok bangunan semakin depan semakin rendah, warna-warna dasar yang lembut, solid dan void, aktifitas pada area atap bangunan, penataan lansekap, serta penggunaan material yang eksploratif bagi anak. Dengan demikian, fasilitas ini adalah wadah pendidikan yang menyenangkan bagi anak.