Articles
1,542 Documents
Fasilitas Perbelanjaan dan Rekreasi di Manado
Sompie,, Devi P. R.
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
Proyek ini merupakan sebuah fasilitas perbelanjaan dengan fasilitas pendukung berupa arena rekreasi outdoor. Didukung dengan lokasi tapak yang berada 200m diatas permukaan laut yang menyebabkan sejuknya hawa yang dapat dimanfaatkan bagi fasilitas arena rekreasi outdoor, dan didukung dengan view yang dapat dinikmati, proyek ini terdiri dari fasilitas retail, department store, fashion spot, foodcourt, cafe, arena otoped, trampolin, bola air dan lan-lain. Masyarakat kota Manado memiliki karakter yang unik yaitu senang untuk memamerkan gaya fashion mereka, karakter unik ini yang akan digali untuk memberikan keunikan tersendiri bagi proyek ini. Rumusan masalah dalam proyek ini adalah bagaimana mendesain fasilitas perbelanjaan yang dapat mencerminkan karakter masyarakat Manado. Untuk dapat menjawab rumusan masalah tersebut maka penulis menggunakan pendekatan bentukan. Dan pendalaman yang digunakan yaitu karakter ruang, sehingga ketika ditinjau kembali dapat menjawab rumusan masalah dalam proyek ini.
GALERI DAN SANGGAR ANGKLUNG DI SURABAYA
Natalia, Dessy
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
Galeri dan Sanggar Angklung di Surabaya ini merupakan salah satu fasilitas wisata yang mewadahi kegiatan masyarakat sehubungan dengan pengenalan dan permainan dari salah satu alat musik khas indonesia, yaitu Angklung. Pengadaan fasilitas ini bertujuan untuk mengenalkan dan mengedukasi masyarakat luas, baik dari dalam negeri maupun luar negeri mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan musik angklung. Serta terdapat pula fasilitas gedung pertunjukkan dimana para pengunjung dapat langsung menikmati alunan dari musik angklung. Hal ini didukung pula dengan pengesahan yang telah dilakukan oleh UNESCO pada tahun 2010 terhadap angklung yang diakui sebagai salah satu alat musik asli dari Indonesia. Angklung juga dikenal sebagai alat musik yang sudah universal di indonesia, sehingga dengan keberadaan fasilitas ini di Surabaya dapat mendukung minat dan bakat yang dimiliki oleh anak-anak Surabaya terhadap Angklung serta mendukung eksistensi dari Sanggar Alang-Alang yang telah mempelajari dan memainkan angklung terlebih dahulu dimana letaknya berada di dekat site.  Agar kegiatan yang terjadi di dalam fasilitas ini dapat berjalan dengan baik, maka digunakan pendekatan arsitektur perilaku yang dikombinasi dengan pendekatan akustik. Pendekatan tersebut digunakan agar nilai-nilai kebersamaan yang dimiliki oleh angklung dapat dirasakan dan tersampaikan dengan baik kepada pengguna fasilitas melalui elemen arsitektural. Agar perilaku kebersamaan tersebut dapat terwujud dengan baik, didukung pula dengan akustik, dimana angklung tidak pernah lepas dengan sistem akustiknya. Untuk pendalaman yang digunakan adalah pendalaman akustik yang lebih mendalami mengenai material untuk mendukung sistem akustik yang baik serta pemaksimalan penggunaan material bambu.Â
FASILITAS EDUKASI DAN GALERI KOMUNITAS FOTOGRAFI DI JEMBER
Handjoyo, Selvi Martharina
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
Fasilitas Edukasi dan Galeri Komunitas Fotografi di Jember ini merupakan sebuah fasilitas yang mewadahi kegiatan belajar mengajar, saling berdiskusi dan berkumpul serta tempat memamerkan hasil karya yang berhubungan dengan fotografi di Jember. Fasilitas ini ada karena kurang perhatiannya Pemerintah Kabupaten Jember terhadap keberadaan para pecinta fotografi, serta sudah semakin banyaknya masyarakat pecinta fotografi maupun masyarakat yang ingin belajar lebih dalam tentang fotografi. Pemilihan tapak berada di pusat kota Jember yang berada di dekat kampus dan sekolah. Untuk bentuk dan pendalaman diambil dari bagian kamera, yaitu diafragma lensa yang bersegmen. Dalam proses fotografi, untuk mendapatkan foto yang baik membutuhkan cahaya yang masuk melalui diafragma kamera. Oleh karena itu pendekatan yang diambil adalah pendekatan simbolik yang ditransformasikan kedalam bentuk bangunan. Bentuk bangunan ini merupakan transformasi dari bentuk diafragma kamera dimana diafragma kamera berkaitan juga dengan banyak atau sedikit cahaya yang masuk.Â
Fasilitas Eduwisata Karinding di Bandung Jawa Barat
Limantoro, Edward
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
 Abstrakâ "Fasilitas Eduwisata Karinding di Bandung, Jawa Barat" ini merupakan fasilitas edukasi serta wisata yang mewadahi kegiatan para Seniman dan Pemusik Karinding di Bandung dan sekitarnya untuk mengedukasi, mengenalkan serta mempertunjukkan permainan Karinding yang merupakan salah satu alat musik tradisional Jawa Barat. Perancangan ini didukung dan berdasarkan potensi Karinding yang besar dan bangkitnya permainan alat musik ini di wilayah Bandung dan sekitarnyaa.Fasilitas ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan membuka mata masyarakat akan kekayaan budaya tradisional, yang saat ini semakin berkembang dan berintegrasi dengan alat musik modern. Karinding yang sarat akan nilai filosofis serta pesan yang terkandung di dalamnya, memiliki makna khusus yang dapat dikenalkan pada masyarakat. Oleh karena itu, ide desain Fasilitas ini didasarkan pada nilai filosofis, budaya dan pesan yang ada pada Karinding, yang digunakan sebagai sebuah pendekatan Simbolik. Dalam perancangan Bangunan. Bangunan diharapkan sebagai penyampai pesan, yang diwujudkan melalui elemen perancangan tapak dan pembentuk bangunan. Sehingga pesan yang ada, diharapkan dapat tepat sasaran. Pendalaman Karakter Ruang juga dipilih untuk memaksimalkan konsep bangunan yang ada serta dalam penyampaian pesan bangunan. Kata Kunci: Edukasi, Wisata, Karinding, Simbolik, Bandung Â
Fasilitas Rehabilitasi Pasien Kanker di Batu
T., Gracia Agustina
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
Fasilitas Rehabilitasi Pasien Kanker di Batu merupakan sebuah fasilitas yang bertujuan untuk membantu para survivor kanker agar dapat menjalani sisa hidupnya dengan lebih berkualitas, baik dalam sisi fisik maupun sisi psikologisnya. Suasana yang alami dan jauh dari perkotaan yang memiliki tekanan tinggi dapat mempercepat proses penyembuhan pasien. Oleh karena itu proyek ini terletak di kawasan perbukitan di kota Batu yang berkontur dan memiliki pemandangan indah. Pendekatan yang dipilih adalah Healing Architecture, dimana pendekatan ini menunjang tercapainya tujuan fasilitas, yaitu mengembalikan kondisi pasien ke keadaan seprima mungkin. Pendalaman yang dipilih adalah karakter ruang, dikarenakan karakter ruang memiliki pengaruh besar terhadap kondisi psikologis pasien. Dengan pemilihan pendalaman ini, diharapkan terciptanya suasana positif yang meningkatkan semangat hidup pasien dan mempercepat proses penyembuhan.
MUSEUM KERETA API DAN HOTEL DI SURABAYA
Wibisono, Nita Setiawati
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
Museum Kereta Api dan Hotel di Surabaya ini merupakan fasilitas edukasi dan rekreasi dimana bertujuan untuk menginformasikan masyarakat tentang sejarah dan perkembangan kereta api di Surabaya dan sekitarnya. TIdak banyak yang mengetahui bahwa zaman dulu kereta memegang peranan penting dalam pembuka jalur ekonomi bangsa Indonesia terutama di Surabaya. Hal ini ditunjukkan dengan adanya Stasiun Semut yang ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya dan sedang dalam tahap renovasi. Fasilitas hotel dipilih sebagai penunjang sehingga bisa menambah nilai komersil bagi museum karena letaknya yang berada di kawasan pusat ekonomi dan kota lama Surabaya. Bangunan ini dirancang dengan menggunakan pendekatan simbolik dimana dapat memberikan informasi kepada masyarakat dan mengikuti arsitektur colonial agar selaras dengan lingkungan dan memperkuat kesan kota lama, serta mengingatkan masyarakat pada Stasiun Semut yang letaknya tidak jauh dari bangunan ini.Â
Konsep Perancangan Museum Gula di Surabaya
Harsono, Serafin Kartika
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
 Indonesia telah dikenal sebagai produsen gula semenjak era penjajahan Belanda dan sempat menduduki peringkat kedua di dunia. Akan tetapi, setelah kemerdekaan, produktivitas gula justru mengalami penurunan bahkan pada masa kini Indonesia menjadi negara yang mengimpor gula dari luar negeri. Kebutuhan untuk mengenang sejarah dan masa kejayaan gula di Indonesia menjadi latar belakang dari proyek ini. Proyek museum gula di Surabaya ini dirancang memberikan informasi dan edukasi kepada pengujung mengenai sejarah perkembangan gula dari masa keemasan pada era penjajahan Belanda hingga masa kini. Sejarah dihadirkan dalam desain museum melalui tata ruang yang kronologis dan sirkulasi ruang yang berurutan. Untuk mendukung kesan kronologis, maka digunakan pendalaman karakter ruang. Ruang-ruang dalam museum dirancang tidak hanya sebagai diorama pameran perkembangan gula, namun juga menampilkan suasana dan karakter ruang yang sesuai dengan kronologis sejarah gula
Modifikasi Reflektor Pada Pyramid Skylight
Eep, Melisa
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
 ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh macam â macam reflektor pada pyramid skylight terhadap masuknya cahaya kedalam bangunan, karena sering didapati skylight yang memasukkan cahaya dengan sangat baik, namun juga menambah beban pendinginan bangunan. Arah sudut datang matahari dan elemen reflektor disini juga turut berperan dalam sedikit banyak cahaya alami yang masuk ke dalam bangunan.Penelitian ini menggunakan metode kuatitatif untuk mengetahui besaran cahaya yang masuk ke dalam bangunan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cahaya yang masuk ke dalam bangunan melalui pyramid skylight sangat dipengaruhi oleh model reflektor yang ada.Kata kunci :Reflektor,Skylight, dan Cahaya. Â
Fasilitas Penelitian, Pembudidayaan, dan Wisata Tanaman Mawar di Batu
---, Herlina ---
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
Fasilitas Penelitian, Pembudidayaan, dan Wisata Tanaman Mawar di Batu ini adalah sebuah fasilitas yang mewadahi kegiatan yang berhubungan dengan pengenalan, penelitian, pembudidayaan, serta pengolahan tanaman mawar di Batu. Fasilitas ini bertujuan untuk mengembangkan potensi tanaman mawar menjadi sesuatu yang bernilai jual tinggi. Oleh karena itu, proyek yang terletak di desa Sidomulyo ini menggunakan pendekatan lansekap untuk menyatukan kegiatan-kegiatan yang berbeda seperti penelitian, pembudidayaan dengan wisata sehingga menjadi sesuatu yang menarik dan tidak membosankan dengan mengelompokkan massa sesuai sequence yang direncanakan dengan ruang-ruang perantaranya. Pendalaman yang dipilih adalah desain greenhouse guna menunjang hasil pertumbuhan tanaman mawar dengan maksimal.
Museum Sejarah Pertempuran Surabaya, di Surabaya.
Samuel Harjanto Harjanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1500.918 KB)
Museum Sejarah Pertempuran Surabaya merupakan fasilitas wisata yang bertujuan untuk meningkatkan sikap kepedulian generasi muda terhadap peninggalan-peninggalan sejarah pertempuran pada masa lampau. Dan juga untuk meningkatkan jumlah pariwisata di kota Surabaya. Kota Surabaya dikenal sebagai kota Pahlawan yang memiliki banyak sekali peninggalan sejarah dan bangunan cagar budaya. Hal ini dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk lebih mengenal peristiwa sejarah pertempuran 10 November 1945. Peristiwa 10 November tersebut menjadikan kota Surabaya dikenal sebagai kota Pahlawan. Fasilitas ini akan dilengkapi fasilitas publik, yaitu enterance area, ticketing area, seating area, food central, library, souvenir area. Menggunakan pendekatan sistem yang menekankan pada sirkulasi, bertujuan untuk membawa pengunjung merasakan cerita peristiwa sejarah pertempuran kota Surabaya melalui hubungan antar ruang dengan bantuan teknologi digital. Suasana ruang dalam bangunan juga mengekspresikan suasana setiap perjalanan pertempuran kota Surabaya.