cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Gereja Pentakosta di Indonesia dan Fasilitas Kerohanian di Surabaya Andre Wiranata Wiranata
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1143.647 KB)

Abstract

Gereja Pentakosta di Indonesia dan Fasilitas Kerohanian di Surabaya merupakan fasilitas gereja yang mewadahi penganut agama kristen di kota besar yang ingin mengenal agama kristen dan tidak dapat meninggalkan aktivitas kesehariannya, namun tetap dengan suasana tenang. Bangunan ini memiliki area beribadah untuk mewadahi kegiatan ibadah setiap hari dan juga area retret yang digunakan untuk kegiatan retret bagi penganut kristen yang ingin mengenal agamanya, serta terdapat rumah pastorial untuk gembala gereja agar dapat melayani jemaat nya penuh waktu. Pendekatan simbolik untuk menciptakan ruang yang sesuai dengan firman Tuhan dan dapat dirasakan jemaat nya.
Panti Asuhan Kristen Pondok Kasih di Semarang Jesslyn Felicia Chendra
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1564.684 KB)

Abstract

Panti Asuhan Kristen Pondok Kasih di Semarang merupakan sebuah rancangan sarana akomodasi tempat penampungan dan perawatan bagi anak yatim piatu dan anak-anak terlantar berusia 7-12 tahun yang berfokus pada misi Pondok Kasih yakni tampung, bimbing, dan utus. Tidak hanya memiliki fasilitas hunian, panti asuhan ini juga dilengkapi dengan fasilitas ibadah, permainan, dan pelatihan yang layak. Panti asuhan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi anak yatim piatu khususnya dalam membentuk sebuah hubungan interaksi dengan orang-orang dikemudian hari. Selain itu, dengan adanya fasilitas pendukung panti, diharapkan anak-anak mendapatkan modal ketrampilan dan menjadi anak yang berintegritas dan bermanfaat bagi orang banyak. Rumusan masalah dalam proyek ini adalah bagaimana membentuk sebuah desain ruang yang terinteraksi untuk meningkatkan hubungan antar anak yatim piatu dan sekitarnya. Untuk menjawab rumusan masalah tersebut maka pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perilaku. Pendekatan perilaku disesuaikan dengan kebutuhan perilaku anak yatim piatu yang berkaitan dengan respon anak terhadap ruang yang akan mempengaruhi tatanan masa, zoning, bentuk bangunan, material, dan suasana ruang. Pendalaman yang dipilih adalah pendalaman karakter ruang, sehingga ruangan tersebut mampu membentuk sebuah interaksi antara anak satu dengan yang lainnya.
Sekolah Menengah Nasional Plus Berbasis Kristiani di Surabaya Rika Mandasari Mandasari
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1680.49 KB)

Abstract

Sekolah Menengah Nasional Plus Berbasis Kristiani di Surabaya merupakan sebuah fasilitas pendidikan formal yang mewadahi siswa SMP dan SMA berusia 11-18 tahun yang menggunakan kurikulum nasional plus, diwujudkan dalam penggunaan metode pembelajaran aktif, pasif, dan interaktif; serta menggunakan Christian Worldview sebagai dasar kurikulum kristiani.Pendekatan metaphor intangible digunakan dalam bentuk empat bagian Christian Worldview dalam pendidikan Kristen, yaitu Mandat Penciptaan yang mewakili pengetahuan, Perintah Agung yang mewakili relasi horizontal, Amanat Agung yang mewakili relasi vertikal, dan Pemenuhan sebagai hasil dan dampak dari proses ketiga bagian tersebut.Fasilitas yang disediakan meliputi zona pembelajaran pengetahuan (kelas, laboratorium, perpustakaan, dan ruang diskusi), zona relasi horizontal (kelas co-curricular, auditorium, cafeteria, dan ruang penerima), zona relasi vertikal (ruang doa), dan zona perwujudan komitmen (amphitheater).Pendalaman karakter ruang dipilih untuk mewujudkan suasana ruang dalam dan ruang luar yang mendukung proses pembelajaran berdasarkan nilai kristiani, baik secara kognitif, afektif-motorik, dan spiritual.
Gedung Konser Musik Klasik di Surabaya Joshua Johan T. Johan T.
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.938 KB)

Abstract

Gedung Konser Musik Klasik di Surabaya merupakanfasilitas yang mewadahi pagelaran musik klasik di Surabayadengan sistem akustik yang memadai dan sesuai denganstandar internasional sehingga penonton dapat menikmatipagelaran musik dengan maksimal. Kota Surabayamerupakan kota terbesar kedua di Indonesia, namun masihbelum mempunyai fasilitas gedung konser, sehinggapagelaran musik seringkali diadakan di gedung serbagunadengan sistem akustik yang tidak baik. Gedung konser inijuga dilengkapi dengan fasilitas pembelajaran informal dancafe dengan live music sehingga dapat mewadahimasyarakat Surabaya yang ingin mempelajari musik klasikdan komunitas musik klasik di Surabaya. Pendekatansimbolik digunakan untuk mengekspresikan karakter musikklasik di Surabaya melalui bentuk, fasad, dan interior.
Rumah Sakit Demensia di Yogyakarta Novitasari Leonard Tanaya
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.568 KB)

Abstract

Pergerakkan waktu menunjukkan adanya pergeseran usia mayoritas pada populasi penduduk di Indonesia akibat bertambahnya jumlah penduduk lanjut usia. Kerentanan lansia terhadap penyakit – terutama demensia, meningkatkan kebutuhan akan fasilitas berdesain khusus, mengingat kemampuan fisik serta perilaku penderita yang berbeda dengan lansia non demensia. Tulisan ini akan membahas penerapan studi perilaku penderita demensia terhadap desain rumah sakit kelas C, dengan tujuan memaksimalkan kualitas hidup penderita penyakit yang tidak dapat disembuhkan ini. Jika dibandingkan dengan rumah sakit maupun panti pada umumnya, fasilitas bagi penderita demensia difokuskan terhadap kemudahan akses antar fasilitas yang dikehendaki dengan penempatan elemen-elemen wayfinding, pola sirkulasi dan tata letak fasilitas yang mendukung, sehingga penderita dapat mengakses fasilitas-fasilitas tersebut (rehabilitasi, dsb.) secara mandiri. Selain itu, faktor keamanan juga memiliki peranan penting demi mewujudkan kemandirian tanpa adanya kemungkinan bagi penderita untuk tersesat hingga “kabur” dari area perawatan.
Perpustakaan dan Co-Working Space Universitas Airlangga di Surabaya Jessica Lupita Lupita
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1885.796 KB)

Abstract

Perkembangan jaman dan teknologi, serta berkembangnya ilmu pengetahuan dalam dunia pendidikan, telah membuat definisi dan fungsi perpustakaan akademik di jaman modern berkembang secara umum. Perpustakaan dan Co-Working Space Universitas Airlangga di Surabaya ini merupakan sebuah fasilitas umum berupa perpustakaan akademik dengan fasilitas tambahan utama co-working space yang berada di dalam Universitas Airlangga dan diperuntukan sebagai fasilitas bagi masyarakat Universitas Airlangga, seperti mahasiswa, karyawan dan tamu universitas. Perpustakaan menyimpan data/dokumen pendidikan terkait dengan kebutuhan Universitas Airlangga maupun pendidikan secara umum berupa buku cetak dan digital. Sedangkan fasilitas co-working space merupakan area kerja bebas bersama yang dapat digunakan oleh mahasiswa baik perorangan maupun kelompok dalam mengembangkan kualitas akademik baik secara pribadi maupun kelompok. Fasilitas tambahan lainnya yang disediakan adalah kantor untuk karyawan pengelola, ruang penerima, lobi umum, dan area luar terbuka untuk berkumpul bagi para mahasiswa pengunjung fasilitas. Pendekatan yang dipakai dalam merancang adalah pendekatan simbolik untuk menghasilkan sebuah desain perpustakaan yang dapat mencerminkan identitas Universitas Airlangga sebagai simbolisasi akademis. Sedangkan pendalaman desain difokuskan pada karakter ruang untuk memperkuat kesan/karakter ruang yang diinginkan dalam setiap ruang.
Stadion dan Fasilitas Pelatihan eSport di Surabaya Kannigia Putra Liang
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1243.635 KB)

Abstract

Stadion dan Fasilitas Pelatihan eSport di Surabaya mencakup fasilitas untuk pertandingan eSport dan pelatihan eSport yang dilengkapi dengan dengan fasilitas pendukung seperti café, restoran, retail – retail, dan lain – lain. Permasalahan utamanya adalah bagaimana mendesain sebuah bangunan dengan struktur dimana para penonton dan atlet eSport dapat melakukan kegiatannya di stadion dengan aman dan nyaman. Untuk menjawab permasalahan desain yang berfokus pada struktur, maka digunakan pendekatan struktur sebagai metode perancangan. Untuk menjawab masalah kenyamanan penonton, diselesaikan dengan pendalaman sains, sehingga seluruh desain diharapkan menjawab seluruh permasalahan desain.
Fasilitas Pelayanan Pernikahan di Sidoarjo Velani Cindy Permatasari
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1003.192 KB)

Abstract

Fasilitas Pelayanan Pernikahan di Sidoarjo merupakanfasilitas yang mewadahi segala aktivitas yang berhubungandengan keperluan pernikahan, baik dari persiapan hinggaperayaan pernikahan. Fasilitas ini akan menjadi fasilitas onestop service di Sidoarjo yang menyediakan fasilitas hallindoor dan outdoor serta fasilitas penunjang persewaan jasapernikahan. Fasilitas ini dirancang dengan pendekatansimbolik untuk menjawab permasalahan desain, yaitubagaimana merancang sebuah fasilitas yangmengekspresikan pernikahan. Pendekatan simbolik yangditerapkan yaitu metaphor combine, dimana tangiblemetaphor berasal dari bentuk sepasang cincin danintangible metaphor dari karakter pria dan wanita.Pendalaman desain yang dipilih yaitu karakter ruangsehingga dapat memberi perasaan yang berbeda dibeberapa ruang kepada pengunjung.
Hotel Resor “Budidaya Rumput Laut” di Lombok Tan, Jessica Aryani Lukito
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1604.397 KB)

Abstract

Hotel Resor “Budidaya Rumput Laut” di Lombok ini merupakan sebuah hotel resor yang bertujuan sebagai tempat peristirahatan sekaligus sebagai sarana untuk mempromosikan komoditas rumput laut di Lombok. Fasilitas yang disediakan berupa hotel, superior cottage, family cottage, honeymoon cottage, restoran, pool, gym, spa, sauna, dan massage, serta tiga ruang multifungsi yang disewakan untuk mengadakan berbagai acara seperti business meeting atau pesta pernikahan. Selain itu, hotel resor ini juga menyediakan fasilitas galeri budidaya, area penanaman, dan tempat penjemuran rumput laut dimana pengunjung dan tamu hotel dapat mengenal lebih jauh mengenai proses pembudidayaan rumput laut di Lombok.Pendekatan yang digunakan dalam mendesain yaitu pendekatan sustainable design untuk dapat menghasilkan desain hotel resor yang terintegrasi dengan lingkungan sekitar dan tetap menjaga keberlanjutan sumber daya rumput laut. Pendalaman yang digunakan yaitu pendalaman karakter ruang untuk menunjukkan suasana integrasi hotel resor dan pembudidayaan rumput laut.
Fasilitas Wisata Kuliner Tepian Mahakam di Samarinda Kwan Andreas Kristian
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1396.91 KB)

Abstract

Fasilitas Wisata Kuliner Tepian Mahakam di Samarinda merupakan suatu bentuk fasilitas yang memberikan wadah bagi kegiatan kuliner dan area rekreasi di tepian Sungai Mahakam untuk mengangkat perwisataan di tepian sungai Mahakam, Kota Samarinda,Proyek ini terletak pada tepian Sungai Mahakam yang merupakan lahan kosong. Sumber masalah desain adalah bagaimana mendesain sebuah fasilitas kuliner.. Konsep “Riverside View Local Culinary “ diharapkan dapat mengangkat potensi kawasan tepian Sungai Mahakam Samarinda yang bisa menjadi daya tarik dalam hal view dan untuk bisa mengangkat identitas suku Dayak yang dikenal melalui rumah Lamin. Fasilitas yang tersedia seperti restoran, area foodcourt, ruang serba guna, area makan lesehan, area berkumpul , galeri, dan area pancing.Pendekatan desainnya menggunakan pendekatan arsitektur vernakular agar tujuan mengangkat budaya Dayak dapat tercapai, sedangkan pendalaman desainnya adalah konstruksi untuk memperlihatkan keindahan dan keunikan bangunan lamin.Diharapkan dengan proyek ini, dapat meningkatkan pariwisata di kota Samarinda dan bisa mengenalkan wisatawan dengan kebudayaan Indonesia.

Page 23 of 155 | Total Record : 1542