cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Fasilitas Auditorium dan Galeri E-Sports di Padang Galak, Bali Ryan Anindya Santoso
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1612.446 KB)

Abstract

Banyak orang yang tidak menyadari jika e-sports memiliki banyak manfaat dalam membantu perkembangan otak. Dengan bermain game e-sports dapat membantu seseorang untuk fokus, mengambil keputusan secara cepat dan tepat, melatih koordinasi kemampuan motorik, dan masih banyak lagi. Namun masih belum ada fasilitas guna mewadahi aktivitas e-sports seperti pertandingan e-sports maupun mengedukasi masyarakat awam mengenai apa itu e-sports beserta manfaatnya. Untuk menarik minat masyarakat awam agar datang, maka desain harus dibuat seunik mungkin dan menyimbolkan dunia e-sports itu sendiri. Sehingga para pengunjung dapat seolah-olah masuk ke dunia fantasi yang ada di dalam game e-sports. Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka pendekatan yang dipilih dalam mendesain fasilitas ini adalah pendekatan simbolik. Agar pengunjung juga dapat merasakan sensasi tersebut di dalam bangunan, maka pendalaman yang dipilih untuk mermperkuat kesan dunia game e-sports adalah pendalaman karakter ruang. “Fasilitas Auditorium dan Galeri E-Sports di Padang Galak, Bali” diharapkan mampu menjadi jawaban sebagai sarana rekreasi alternatif serta edukasi terhadap masyarakat Indonesia khususnya di Bali.
Perpustakaan dan Galeri Literasi Fiksi di Surabaya Geraldine Janice Wibisono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1736.072 KB)

Abstract

Perpustakaan dan Galeri Literasi Fiksi di Surabayamerupakan sebuah bentuk perpustakaan kontemporerdimana perpustakaan tidak lagi berfungsi sebatassebagai tempat mengkoleksi buku dan pusat informasitetapi juga dapat berfungsi sebagai tempat dimanamasyarakat berkumpul dan melakukan kegiatan aktif.Fasilitas tersebut juga hanyalah menyimpan karyaliterasi fiksi yang bertujuan untuk menghibur sebelumsebagai sumber ilmu. Fasilitas tersebut didesainsebagai sebuah tempat yang bersifat rekreatif, bagikeluarga, sekelompok teman ataupun komunitas.Fasilitas tersebut terbagi menjadi 2 bagian utamayaitu perpustakaan dan galeri, yang manaperpustakaan terdiri dari perpustakaan buku fisik,perpustakaan buku audio dan perpustakaan bukuelektronik, sedangkan galeri terdiri atas galeri utamadan galeri komunitas. Selain itu terdapat pula fasilitastambahan yang berfungsi sebagai area dimanapengunjung dapat bersosialisasi dan melakukankegiatan komnal, yaitu berupa cafe, toko buku danplasa. Pendalaman sequence ruang dipilih sehinggapengunjung dapat mengikuti alur daripada cerita danperubahan citra yang diangkat sebagai referendaripada pendekatan simbolik desain.
Galeri Kuliner Tradisional di Surabaya Ricky G. Halim Halim
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1139.823 KB)

Abstract

Pergerakkan waktu menunjukkan adanya pergeseran kebiasaan dan tradisi penduduk di Indonesia, akibat adanya pengaruh globalisasi. Globalisasi yang terjadi menyebabkan pertukaran kultur dan budaya, meningkatkan jumlah variasi kuliner yang dapat dinikmati oleh masyrakat umum. Tulisan ini akan membahas penerapan studi karakter ruang terhadap ciri-ciri dan karakter kuliner tradisional yang mewakili kuliner khas Jawa Timur, dengan tujuan memaksimalkan pelestarian kuliner tradisional khas Jawa Timur..Jika dibandingkan dengan galeri yang ada pada umumnya desain fasilitas galeri lebih difokuskan pada penjelasan terhadap kuliner asli khas Jawa Timur dengan penempatan elemen-elemen karakter ruang tradisional, pola sirkulasi dan tata letak fasilitas yang mendukung, sehingga penderita dapat mengakses fasilitas-fasilitas tersebut (galeri,retail, dsb.) secara mandiri. Selain itu, fasilitas umum pada galeri juga difokuskan pada perdagangan kuliner untuk meningkatkan penjualan pengusaha-pengusaha kuliner tradisional yang ada.
Richard Borton_Fasilitas Eduwisata Nelayan di Kenjeran, Surabaya Richard Borton Borton
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1247.642 KB)

Abstract

Fasilitas Eduwisata Nelayan di Kenjeran, Surabaya merupakan fasilitas yang bertujuan untuk mengedukasi dan menarik minat pengunjung terhadap aspek nelayan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan sekitar. Fasilitas Eduwisata Nelayan di Kenjeran, Surabaya akan menjadi salah satu potensi wisata di Surabaya yang bersifat rekreatif dan edukatif dengan memperkenalkan kepada wisatawan tentang nelayan. Fasilitas Eduwisata Nelayan di Kenjeran, Surabaya menyediakan fasilitas berupa wisata edukasi tentang nelayan. Fasilitas tersebut dilengkapi dengan galeri edukasi tentang sejarah dan hal-hal tentang nelayan, wisata kuliner, fishing simulator dan area perdagangan yang menjual produk-produk hasil tangkapan nelayan sekitar. Pendekatan simbolik digunakan untuk mengekspresikan fasilitas eduwisata nelayan lewat betukan bangunan. Suasana interior bangunan juga mengekspresikan suasana dan alur kehidupan nelayan agar dapat lebih dipahami pengunjung dan wisatawan.
Stadion dan Fasilitas Pelatihan Futsal di Surabaya NICKO NATANAEL SUKAMTO
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1284.324 KB)

Abstract

Stadion dan Fasilitas Pelatihan Futsal di Surabaya merupakan stadion olahraga futsal yang difungsikan untuk pertandingan futsal tingkat nasional dan tempat pelatihan futsal bagi warga Surabaya. Stadion ini dilengkapi tribun penonton dengan kapasitas 1000 orang. Dengan adanya 2 stadion eksisting dan area parkir umum yang berdekatan dengan site, maka diberi akses pejalan kaki yang mengarah ke salah satu entrance. Selain itu terdapat food court yang dapat diakses oleh umum agar dapat melihat kegiatan pelatihan futsal sehingga ada hubungan antara tempat pelatihan yang untuk umum dan food court tersebut. Untuk keamanan, diberikan 4 tangga darurat berdasarkan perhitungan keamanan dan pertimbangan adanya fasilitas food court pada area stadion yang difungsikan pada saat ada pertandingan. Pendekatan simbolik intangible metaphor digunakan untuk menginterpretasikan ciri khas dari pertandingan Futsal. Berdasarkan pendekatan tersebut didapatkan konsep keseimbangan asimetri dari trik futsal power play dan diaplikasikan pada bentuk atap yang memiliki bukaan pada sisi barat dengan tujuan memasukkan udara untuk mendinginkan atap, bukaan tersebut menyebabkan adanya perbedaan ketinggian pada atap. Selain itu terdapat pencahayaan alami berupa kaca buram agar sinar matahari tidak langsung mengenai lapangan pertandingan yang tidak boleh terkena radiasi matahari secara langsung.
Pusat Informasi Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi di Banyuwangi Clara Cynthia Wibowo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1559.882 KB)

Abstract

Pusat Informasi Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi diBanyuwangi ini merupakan fasilitas yang dapat memberikaninformasi untuk para wisatawan mengenai kebudayaan dantempat wisata di Banyuwangi. Perkembangan KabupatenBanyuwangi semakin meningkat, banyak kebudayaan yangmenarik yang bisa dikenalkan kepada wisawatan domestikbahkan mancanegara yang berkunjung ke Banyuwangi.Oleh karena itu tujuan utama dari fasilitas ini adalah untukmemberikan informasi dan mengenalkan keanekaragamankebudaayan Banyuwangi serta berbagai tempat wisata diBanyuwangi. Fasilitas pendukung lainnya terdapat ruangkelas untuk belajar kebudayaan Banyuwangi, toko souvenir,tempat kuliner khas Banyuwangi dan ruang serbaguna.Menggunakan pendekatan vernakular yang mengadopsitampilan rumah adat suku Osing. Pendalaman karakterruang yang diterapkan pada ruang-ruang dalam galeriinformasi pariwisata dan area tengah panggungpertunjukkan.
Fasilitas Pelatihan Olahraga Menembak di Banjarbaru, Kalimantan Selatan Ivana K Edison Edison
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.755 KB)

Abstract

Fasilitas Pelatihan Olahraga Menembak di Banjarbaru,Kalimantan Selatan merupakan fasilitas yangmemperkenalkan olahraga menembak dan merupakanwadah bagi atlet Banjarbaru dan sekitarnya berlatih sertamenyelenggarakan lomba baik skala nasional sampaiinternasional. Kalimantan Selatan memiliki bibit-bibitunggulan dalam cabang olahraga ini dimana mampumenggunakan fasilitas sebagai sarana untuk meningkatkanprestasi yang akan berdampak untuk prestasi olahraganegara Indonesia. Fasilitas ini akan dilengkapi denganfasilitas-fasilitas penunjang selama kegiatan atlet baikpelatihan maupun selama penyelenggaraan suatu lombasehingga menjadi lebih terlengkapi dan nyaman. Fasilitas inidilengkapi dengan foodcourt, paintball area games,dormitory, dan komersial area yaitu, restoran, minimarket,toko senjata dan perlengkapan menembak, apotek, danlaundry. Berdasarkan masalah desain fasilitas ini,bagaimana fasilitas ini mampu menyatukan masyarakatawam dan atlet menembak dengan menghadirkankebutuhan masing-masing.
Fasilitas Pendidikan Dan Pengajaran Kebudayaan Indonesia di Surabaya Laurensius K. Widjaya K. Widjaya
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1168.209 KB)

Abstract

Fasilitas Pendidikan dan Pengajaran Kebudayaan Indonesia di Surabaya merupakan sebuah fasiitas untuk memberi wawasan tentang berbagai budaya yang ada di Indonesia. Serta ingin memberikan wawasan ulang mengenai kebudayaan yang sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat pada masa kini. Fasilitas ini juga dapat menjadi wadah bagi perkumpulan seniman – seniman untuk memamerkan karya – karyanya dengan tujuan agar masyarakat mengerti peranan dari budaya yang ada. Dengan ini, diharapkan agar masyarakat mau turut terlibat langusung dapat proses pembelajaran serta pelaksanaannya seperti disediakannya workshop di dalam fasilitas tersebut. Fasilitas ini akan dilengkapi fasilitas publik, yaitu commercial retail, communal space, entertainment center (ruang pameran indoor, ruang pameran terbuka, ruang multifungsi, dan perpustakaan), café/kantin, galeri, museum, souvenir shop, ruang audiovisual, ruang visual, ruang kinestetik, serta ruang diskusi. Pendekatan simbolik digunakan untuk memberikan area yang menarik sesuai dengan konsep yang ingin diterapkan yaitu, re-educate. Area tersebut diharapakan orang – orang dapat berinterkasi melalui area yang disediakan itu dengan pengertian bahwa belajar adalah suatu aktivitas yang tidak akan pernah berhenti dan belajar tidak hanya dilakukan secara individu tetapi dapat dilakukan secara bersama – sama.
Pusat Kebudayaan Sulawesi Tengah di Palu Yuriko Veni H. Chandra
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1241.064 KB)

Abstract

Pusat Kebudayaan Sulawesi Tengah di Palu merupakan tempat atau wadah untuk mengenalkan, membina, dan mengembangkan potensi budaya yang dimiliki sebagai representasi dari budaya masyarakat setempat. Sulawesi Tengah kaya akan berbagai macam kebudayaan seperti tarian, rumah adat, musik, pakaian, senjata tradisional yang beragam sehingga dibutuhkan sebuah tempat untuk memfasilitasi kebudayaan tersebut. Fasilitas ini dibuat agar dapat melestarikan budaya khas Sulawesi Tengah dan diharapkan menjadi ikon di kota Palu sebagai pusat dari kebudayaannya.Selain itu, juga dapat memfasilitasi masyarakat Sulawesi Tengah sebagai tempat latihan maupun pertunjukan tarian tradisional sehingga dapat mengenalkan budaya Sulawesi Tengah. Berbagai macam fasilitas yang terdapat pada Pusat Kebudayan ini yaitu area penerima, galeri kebudayaan, ruang pertunjukan, restoran, parkir, dan kantor pengelola. Pendekatan vernakular digunakan untuk mengekspresikan bentuk bangunan yang mencerminkan kekhasan Sulawesi Tengah dengan mempertahankan nilai-nilai lokal. Suasana interior bangunan juga mengekspresikan karakter dari budaya setempat melalui pendalaman karakter ruang sehingga para pengunjung dapat merasakan kehadiran suasana budaya Sulawesi Tengah dalam ruangan yang ada.
Museum Mainan Anak Tradisional dan Fasilitas Bermain Mas Ridho Aji Dewantoro
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.983 KB)

Abstract

Museum Mainan Anak Tradisional merupakan museum yangmemperkenalkan sekaligus melestarikan mainan ataupermainan tradisional yang berasal dari Indonesia danmerupakan wadah bagi komunitas-komunitas pecinta mainantradisional yang berada di Surabaya. Indonesia sangatlahterkenal dengan keunikan budayanya dan salah satunyaadalah permainan tradisional. Hal ini bisa menjadi salah satudaya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Indonesia.Museum Mainan Anak Tradisional di Surabaya akan menjadisalah satu ikon kebudayaan di Surabaya yang bersifatrekreatif dan edukatif. Museum ini dilengkapi dengan fasilitaspublik, yaitu fasilitas taman bermain indoor, fasilitas bermainoutdoor, area perpustakaan, area workshop, dan café.Pendekatan perilaku anak digunakan sebagai dasar desainbangunan museum mainan anak tradisional ini, mengingatsebagian besar pengguna pada bangunan museum iniadalah anak-anak pada usia 6 sampai 12. Suasana interiorbangunan juga mengekspresikan karakter tiap budayamelalui pendalaman karakter ruang sehingga pengunjungdapat mengenal dan memahami permainan tradisional.

Page 24 of 155 | Total Record : 1542