Articles
1,542 Documents
Gedung Gereja Bethany di Malang
William Sugianto Sugianto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1250.448 KB)
Gedung Gereja Bethany di Malang merupakan sebuah fasilitas peribadatan bagi jemaat gereja Bethany yang berada di kota Malang. Gedung gereja ini ditujukan untuk memberikan fasilitas ibadah yang lebih dapat mewadahi setiap kebutuhan jemaat gereja Bethany. Fasilitas-fasilitas ibadah yang disediakan diantaranya ruang-ruang sekolah minggu, ruang ibadah pemuda dan remaja, perpustakaan, kantin, kantor gereja, penginapan bagi tamu gereja, klinik kesehatan,ruang-ruang doa, serta hall ibadah yang dapat menampung jemaat hingga 3000 orang. Pendekatan simbolik digunakan untuk menunjukan eksistensi serta identitas dari gereja Bethany. Pendekatan simbolik ini didasarkan pada motto gereja Bethany, yaitu “Successful Bethany Families”.
Urban Farming Hidroponik di Karah- Jambangan, Surabaya
Regina Regina Regina
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2186.298 KB)
Issue lahan yang semakin sempit pada urban city, kurangnya pengetahuan dan minat masyarakat serta biaya transportasi sayuran mahal untuk daerah sub-urban menciptakan sebuah ide untuk mendesain urban farming hidroponik di Surabaya. Urban farming hidroponik merupakan fasilitas yang memberikan edukasi pada masyarakat terutama masyarakat di perkotaan dengan metode sistem hidroponik NFT, rakit apung / floating System / deep water culture dan drip irrigation.Urban farming diharapkan dapat meningkatkan minat dan pengetahuan masyarakat kota bahwa dengan lahan sempit, bercocok tanam dapat dilakukan dengan mudah, murah dan menyenangkan. Agar tanaman memberikan hasil yang optimal maka “working with climate” dipilih sebagai konsep perancangan. Salah satu kebutuhan utama tanaman adalah sinar matahari, sehingga dilakukan pendekatan sains architecture yang memelajari solar aechitecture system dan pendalaman daylighting / cahaya alami.
Galeri “ Koridor Tunjungan “ di Surabaya
Fulbert Otto Sutanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1491.953 KB)
Galeri “ Koridor Tunjungan “ di Surabaya merupakan sebuah sarana berkumpulnya masyarakat untuk bersosialisasi serta mengembangkan kreativitas mereka. Jalan tunjungan memiliki nilai historis yang cukup tinggi dan tempat rekreasi yang menarik bagi masyarakat , namun mulai terlupakan. Galeri “ Koridor Tunjungan “ di Surabaya ini akan menjadi sebuah tempat untuk memperkenalkan kembali jalan tunjungan kepada masyarakat yang edukatif namun rekreatif. Galeri ini akan dilengkapi fasilitas publik, yaitu galeri tetap, galeri berkala, café, restoran, retail dan co-working space. Pendekatan simbolik digunakan untuk mengekspresikan adaptasi yang diterapkan pada bangunan. Suasana interior bangunan juga mengekspresikan karakter tiap ruang yang berbeda - beda melalui pendalaman karakter ruang.
Fasilitas Perbelanjaan di Surabaya
Albert Limanjaya Limanjaya
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1491.65 KB)
Dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan pengguna, fasilitas perbelanjaan kelas menengah keatas umumnya mengkonsumsi energi listrik yang tinggi, khususnya pada penghawaan dan pencahayaan. Perancangan fasilitas perbelanjaan dengan konsep hemat energi, menggunakan pendekatan passive mode sebagai dasar perancangan untuk penghematan energi secara pasif, mengurangi kebutuhan akan teknologi dan material khusus. Pendalaman dilakukan pada aspek facade bangunan yang berperan penting dalam merespon iklim setempat, terutama dari segi radiasi matahari.
ASPEK TERMAL TERKAIT FENG SHUI PADA RUMAH TINGGAL DI CITRALAND SURABAYA
Juan Hogianto Hogianto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (643.301 KB)
Perkembangan zaman dan arus globalisasi perlahanlahanjuga mengikis ciri khas dari konsep arsitekturTionghoa yang telah diwariskan turun-menurunsebelumnya. Penerapan konsep dasar seperti jumlah tatananmassa (San He Yuan dan Se He Yuan), Sumur Udara (TianJing) dan pengaturan area ruangan di dalam rumah sudahmulai ditinggalkan. Akan tetapi, terdapat beberapa hal yangmasih dipertahankan oleh mayoritas masyarakat Tionghoasebagai dasar dari pembangunan rumah tinggal, yakniprinsip Feng Shui. Penelitian ini bertujuan untukmempelajari apakah beberapa penerapan Feng Shui,khusunya Kompas Luo Pan dan posisi kamar mandi didalam ruang tidur memiliki pengaruh terhadap kenyamananrumah tinggal di Perumahan Citraland Surabaya.Penelitian ini berfokus pada pengukuran data suhu dankelembaban udara dan kuesioner yang diisi oleh respondendari 8 rumah tinggal yang ditentukan dengan cara purposivesampling. Penelitian dilaksanakan menggunakan metodekuantitatif dengan dua macam penelitian, yaitu penelitianeksperimen dan penelitian survei. Dari hasil penelitiandiketahui bahwa tidak sepenuhnya apa yang dikatakan baikatau buruk menurut Feng Shui berbanding lurus denganstandar kenyamanan termal yang telah ditetapkan oleh SNI.Secara umum, dapat dilihat bahwa sebenarnya standarkenyamanan yang buruk menurut Feng Shui tidak terlalumembawa masalah yang cukup besar. Mayoritas penghunimengatasi masalah dampak buruk kenyamanan termal yangtimbul akibat tatanan Feng Shui yang buruk dengan caramenyalakan AC untuk mendinginkan suhu ruangan danmengurangi kelembaban yang ada.
Fasilitas “Museum Musik Indonesia” di Malang
Iner Peranitaka Crystalline
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1570.234 KB)
Fasilitas Museum Musik Indonesia di Malang merupakan fasilitas yang mewadahi perjalanan dan mengenalkan kembali nilai fisik yang historis dari musik. Fasilitas ini juga mewadahi komunitas Museum Musik Indonesia yang mengumpulkan rekam jejak musik di Indonesia. Adanya komunitas yang terus berkembang dan berbagai macam kegiatan yang dilakukan secara rutin menjadi salah satu media utuk rekreasi dan dapat mengedukasi pengunjung. Fasilitas ini akan dilengkapi fasilitas publik, yaitu studio, retail makanan, toko souvenir, area pamer, dan ruang multimedia. Pendekatan simbolik digunakan untuk melambangkan pentingnya nilai fisik dari sebuah koleksi musik, yaitu CD. Bangunan didesain dengan pendekatan sequence ruang yang berurutan mulai dari titik awal hingga akhir. Di beberapa titik merupakan bagian dari sequence yang didesain untuk memberikan kesan tertentu kepada pengunjung
Perpustakaan Umum di Surabaya
Fida Liemansetyo Liemansetyo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1826.084 KB)
Perpustakaan Umum merupakan fasilitas publik yang mendukung pembelajaran sepanjang hayat. Oleh sebab itu, idealnya perpustakaan harus dapat beradaptasi mengikuti pola perkembangan pembelajaran manusia. Di era digital saat ini, perpustakaan masih dibutuhkan masyarakat, namun fungsi utamanya telah berubah. Perpustakaan bukan lagi hanya untuk mencari informasi, namun juga menjadi wadah dimana masyarakat dapat bertemu dan berinteraksi, dan melalui interaksi sosial itu, pembelajaran informal dapat terjadi.Realitanya, walaupun telah banyak perpustakaan yang berdiri di Indonesia, minat baca masyarakat masih sangat rendah. Salah satu penyebabnya adalah desain perpustakaan yang kurang memadai. Oleh sebab itu, perlu dipikirkan desain perpustakaan yang lebih dapat menarik minat masyarakat dan lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Kota Surabaya sebagai salah satu kota yang ingin menjadi kota literasi di Indonesia, perlu suatu perpustakaan yang mewadahi aktivitas pembelajaran terkini. Desain perpustakaan diharapkan dapat mewadahi aktivitas pembelajaran formal (aktivitas membaca) dan informal (aktivitas komunitas). Dengan berbagai jenis aktivitas yang diwadahi diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat Surabaya terhadap perpustakaan.Pendekatan yang dipilih adalah pendekatan arsitektur berkelanjutan, agar perpustakaan ini dapat menjadi sebuah space sosial yang mampu menyesuaikan perkembangan pembelajaran dan intervensi pengguna saat ini dan masa depan. Untuk menarik minat pengunjung, maka diperlukan kedalaman karakter pada ruangan yang didesain, sehingga pendalaman yang dipilih adalah pendalaman karakter ruang.
Perpustakaan Umum di Surabaya Barat
Raynaldi Septian Tandiary
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1456.431 KB)
Perpustakaan Umum di Surabaya merupakan perpustakaan dengan fasilitas yang lengkap daripada perpustakaan yang ada di Surabaya. Penduduk kota Surabaya memiliki minat baca yang termaksud tinggi, hal ini membuat perpustakaan seharusnya menjadi tempat yang nyaman untuk membaca. Kenyataannya perpustakaan di kota Surabaya belum layak dan kurang memfasilitasi pembaca. Perpustakaan Umum di Surabaya didesain menjadi perpustakaan umum yang memiliki buku yang lengkap dan fasilitas yang layak bagi pengunjung. Perpustakaan ini akan dilengkapi dengan fasilitas publik yaitu, area komunitas, toko buku, dan café sehingga yang masuk tidak hanya yang berkepentingan ke perpustakaan saja tetapi untuk umum juga ada. Pendekatan perilaku digunakan untuk mengetahui tipe – tipe orang membaca dan perilaku yang dilakukan ketika membaca sehingga pengunjung dapat merasa nyaman.
Gereja Katolik di Malang
Gregorius Ryan Candra
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1087.322 KB)
Gereja Katolik di Malang merupakan tempat ibadah untukumat Katolik di Malang yang terletak di dalam perumahan TheAraya Malang. Awal mula dirancangnya Gereja Katolik di TheAraya Malang ini karena banyaknya umat Katolik di Gerejaparoki St. Albertus de Trapani di Blimbing, Malang sehinggadibutuhkan pembangunan Gereja Katolik baru untukmenampung sebagian umat dari paroki St. Albertus deTrapani Blimbing. Keuskupan Malang pun berencanamembagi paroki St. Albertus de Trapani Blimbing menjadi 3,yaitu: Gereja Katolik St. Albertus de Trapani, perluasan Kapelstasi Pagas, dan pembangunan Gereja Katolik di perumahanThe Araya Malang. Proyek Gereja Katolik ini merupakanGereja Katolik yang akan berdiri sendiri dengan skala paroki.Tujuan utama Gereja ini yaitu untuk dapat menampungsebagian umat dari paroki St. Albertus de Trapani Blimbingdan perkembangan umat di lingkungan sekitar perumahanThe Araya Malang.Lokasi tapak berada di persimpangan Jalan ArayaBoulevard yang memiliki kelebihan sebagai point of interestdi dalam perumahan The Araya Malang. Untuk menjadi pointof interest, maka Gereja ini menggunakan pendekatansimbolik melalui konsep yang diambil dari Santo Fransiskusdari Asisi. Konsep terbuka pada Gereja yang memanfaatkanalam sekitar menjadi tantangan pada sistem akustik dalamgereja. Tantangan tersebut akan ditangani denganpendalaman akustik, yaitu insulasi suara pada Gereja.
Fasilitas Pelatihan Anak Jalanan di Surabaya
Verina Cornelia Tandio
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (486.286 KB)
Fasilitas Pelatihan Anak Jalanan di Surabaya merupakanfasilitas yang dapat mewadahi kreatifitas dan memberikanedukasi non-formal kepada anak jalanan. Fasilitas inidilengkapi dengan fasilitas hunian sehingga anak-anak yangdibina dapat tinggal untuk sementara. Selain itu, terdapatfasilitas umum berupa fasilitas kesehatan dan ruangbersama yang dapat digunakan oleh warga sekitar dananak-anak jalanan. Fasilitas ini diharapkan dapatbermanfaat bagi anak jalanan di kemudian hari sehinggaanak-anak memiliki modal pengetahuan dan ketrampilanyang cukup untuk mendapatkan penghasilan ataupekerjaan. Pendekatan yang digunakan dalam perancanganini adalah pendekatan perilaku yang disesuaikan dengankebutuhan anak jalanan dan kemudian akan berpengaruhterhadap zoning, bentuk bangunan, material,serta suasanaruang. Pendalaman yang digunakan yaitu karakter ruang,sehingga dapat menciptakan ruang yang nyaman dan amanuntuk anak jalanan.