cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Museum Sejarah Kesultanan Kotawaringin di Pangkalan Bun Michael Suharto Pangestu
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1521.701 KB)

Abstract

Museum Sejarah Kesultanan Kotawaringin di Pangkalan Bun merupakan fasilitas wisata dan pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap peninggalan sejarah dan budaya dimasa lampau. Serta meningkatkan jumlah pariwisata di kota Pangkalan Bun. Kota Pangkalan Bun sebelumnya dikenal sebagai Pangkalanbuun yang merupakan pelabuhan di tepi sungai buun, merupakan tempat kedudukan sultan dan pangeran kerajaan kotawaringin. Setelah istana Kotawaringin Lama di tinggalkan pada tahun 1841. Istana di Pangkalan Bun sekarang dikenal sebagai Istana Kuning yang masih meninggalkan sejarah. Hal ini dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk mengenal lebih dalam sejarah dan budaya setempat. Museum ini akan di lengkapi dengan fasilitas, area parkir, gerbang pos jaga, pendopo, ruang administrasi, ruang teater dan ruang edukator, perpustakaan, ruang curator dan ruang studi koleksi, ruang pameran temporer, ruang pameran tetap, kafe, dan toko souvenir. Menggunakan pendekatan simbolik yang menekankan pada sekuen pada bangunan, Bertujuan untuk membawa pengunjung merasakan cerita peristiwa sejarah Kesultanan kotawaringin.
GALERI SENI TARI REOG KENDANG DI TULUNGAGUNG Budi Andrianta Andrianta
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1307.803 KB)

Abstract

Galeri Seni Tari Reog Kendang merupakan fasilitas yang memperkenalkan seni tari daerah Tulungagung kepada masyarakat. Kota Tulungagung memiliki ikon budaya yang sangat membanggakan yaitu seni tari Reog Kendang. Akan tetapi, tidak adanya suatu fasilitas untuk memberi edukasi dan mengenalkan seni tari kepada masyarakat. Sehingga, identitas lokal kota Tulungagung mulai menghilang. Galeri Seni Tari Reog Kendang di Tulungagung ini diharapkan mampu untuk memberi edukasi dan mampu mengapresiasi seni tari Reog Kendang kepada masyarakat.Galeri Seni Tari Reog Kendang di Tulungagung akan menjadi salah satu ikon budaya baru bagi kawasan kota Tulungagung. Agar masyarakat baik dalam kota maupun luar kota dapat tertarik dan mengapresiasi seni daerah, galeri ini menggabungkan unsur tradisional dan modern dari segi eksterior hingga program ruang. Galeri ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas publik, yaitu foodcourt, taman patung, ruang bermain, retail, teather terbuka, agar menjadi wadah hiburan baru yang akrab dan nyaman bagi masyarakat. Pendekatan simbolik digunakan untuk menampilkan ciri khas seni tari Reog Kendang pada bentuk bangunan, sehingga masyarakat dapat lebih mengenal nilai budaya lokal seni tari melalui arsitektur. Tidak hanya itu, ciri khas seni tari Reog Kendang juga diperkenalkan melalui suasana interior bangunan, sehingga dilakukan pendalaman karakter ruang.
Pasar Ikan “Kemakmuran” di Kotabaru Yessica Yessica Yessica
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1748.647 KB)

Abstract

Pasar Ikan “Kemakmuran” di Kotabaru merupakan pasar ikan tradisional yang hadir untuk menunjang kebutuhan pangan masyarakat Kotabaru sekaligus untuk menunjang perekonomian nelayan dan masyarakat pesisir Kotabaru. Kotabaru memiliki kekayaan hasil ikan laut yang melimpah, tidak hanya dari hasil laut saja tetapi juga dari hasil ikan darat seperti ikan bandeng, lele, udang, nila dan sebagainya.Lokasinya yang berdekatan dengan 2 pulau besar di Indonesia yaitu Selawisi dan Jawa, menjadikan Kotabaru sebagai wadah yang strategis di jadikan tempat persinggahan nelayan dan pusat distribusi hasil laut. Menurut Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan tahun 2014, H Sahaidudin, perairan Kotabaru merupakan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II dan berada di posisi strategis dengan letak geografis persis di tengah-tengah kepualaun IndonesiaPasar Ikan “Kemakmuran” di Kotabaru akan menjadi ikon pasar higienis pertama di Kotabaru. Pasar ikan ini dilengkapi oleh fasilitas penjemuran ikan, ruang pengelohan ikan, ruang pengolahan limbah, foodcourt, kantor, taman, dan pos securityPendekatan sistem dipilih untuk menjawab permasalahan pasar ikan pada umumnya khususnya di Kotabaru, sedangkan pendalaman yang dipilih adalah utilitas untuk menjawab permasalahan sistem drainese dan pengolahan limbah pada pasar yang terletak di pesisir laut.
Fasilitas Rumah Doa dan Retret di Soe, NTT Siska Hadiwijaya Hadiwijaya
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.84 KB)

Abstract

Fasilitas Rumah Doa dan Retret di Soe, Nusa TenggaraTimur merupakan fasilitas yang ditujukan bagi pendudukKota Soe untuk beristirahat sejenak dari rutinitas danmendekatkan diri kepada Tuhan dan sesama. NusaTenggara Timur, khususnya Kota Soe, memiliki keunikanbudaya dan sejarah rohani yaitu kebangkitan rohani 1965-1969 yang merupakan tonggak bertumbuhnya salah satuGereja yang ada di NTT yaitu GMIT (Gereja Masehi InjiliTimor). Salah satu peristiwa yang sangat dikenang saatkebangkitan rohani 1965-1969 ini adalah peristiwa mujizatair berubah menjadi anggur di salah satu sumur air yangada di Soe. Sumur “air menjadi anggur” ini berpotensi untukdikembangkan lebih lanjut. Oleh karena itu, sumur “airmenjadi anggur” ini akan menjadi bagian pelengkap daridesain rumah doa dan retret ini.Saat ini di Nusa Tenggara Timur, masih belum ada fasilitasretret sehingga diharapkan fasilitas ini dapat memberikanmanfaat kepada penduduk Kota Soe dan mewadahi aktivitaspengguna dengan baik. Pendekatan vernakular dipilih untukmengekspresikan dan merepresentasikan kebudayaan lokaldalam desain. Pendalaman fasad dirancang agar material,sistem konstruksi, dan ekspresi fasad menyesuaikankebutuhan dan perkembangan jaman saat ini namun tetapmenampilkan ciri khas arsitektur setempat.
Fasilitas Pariwisata Pasar Terapung di Banjarmasin Eric lim lim
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (960.808 KB)

Abstract

Desain Fasilitas Pariwisata Pasar Terapung diBanjarmasin ini didasari oleh pemikiran kondisipasar terapung yang ada sudah mulai ditinggalkankarena tidak ada inovasi lanjutan dari programpariwasata yang ada, adapun wadah dan lokasi bagipasar terapung yang ada sulit dicapai, sehinggamasalah desain pertama adalah menciptakan lahanbaru bagi pasar terapung ditengah kota denganpenambahan fasilitas eduwisata didalamnya. Proyek inijuga memiliki masalah khusus dalam desainnya yaituperpaduan dua corak budaya antara kearifan lokalyang mengangkat nilai – nilai sejarah, dan digabungkandengan nilai modernisme dalam fasilitas didalamnyaserta dasar material dari bangunannya itu sendiri. Makadari itu untuk menjawab permasalahan khusus tersebutdiperlukan dasar desain dengan menggunakanpendekatan venakular kontemporer, yang memilikidasar desain dari bentukan tradisional dan dikombinasikan dengan material modern, sehinggabentuk dasar dari bangunan ini menggunakan rumahadat panjang suku Dayak dan material modern.Kemudian pendalaman karakter ruang dipilih untukmencermati penyelesaian kebutuhan ruang luar bagipasar terapung, dan kebutuhan ruang eduwisata yangberbeda-beda sesuai dengan temanya.Keunikan proyek ini ada pada alur sirkulasipasar terapung yang mana aliran sungai pasarterapung di bawa masuk kedalam tapak, sehinggapasar terapung sendiri merupakan satu bagian daripada tapak. Selain membuat nuansa pasar terapungyang ada, juga membantu program pemerintah kotaBanjarmasin yang mana kota Banjar sedang krisissungai, sehingga daratan yang dikeruk menjadi sungaimenambah aliran sungai sehingga krisis sungai dapatdi cegah.
Fasilitas Budidaya Tanaman Endemik Indonesia di Badung Gabriella Valentina Valentina
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1375.948 KB)

Abstract

Fasilitas Budidaya Tanaman Endemik Indonesia diBadung merupakan fasilitas pembibitan, pembudidayaan,dan penelitian tanaman endemik Indonesia yang hampirpunah. Fasilitas ini juga untuk mengedukasi masyarakatmengenai tanaman endemik Indonesia dan wadah bagikomunitas pecinta tanaman untuk bersosialisasi danberjualan. Desain fasilitas ini dilatarbelakangi oleh tingginyatingkat deforestasi di Indonesia terutama di Bali. Padafasilitas ini terdapat konservatori bunga, konservatori pohon,konservatori penjualan, fasilitas penelitian, bank benih,fasilitas edukasi, area retail, area komunitas, kantor, danlobby. Masalah desain yang utama dalam perancangan iniadalah bagaimana menciptakan lingkungan bangunan yangsesuai dengan kebutuhan pertumbuhan tanaman. Olehkarena itu, dipilih pendekatan pencahayaan alami yangdigunakan sebagai dasar tatanan massa dan bentuk awaldari konservatori. Kemudian, pendalaman pencahayaanalami dipilih untuk menyelesaikan kebutuhan intensitascahaya matahari untuk pembibitan, antara lain penentuanzona tanaman, penentuan material konservatori, penentuanbentuk dimensi konservatori, dan penataan massa.Keunikan proyek ini ada pada konsep awal yangmenentukan bentuk massa, yaitu blend dengan kontur,pohon eksisting dan pergerakan cahaya matahari setempat.Desain bangunan yang berbentuk lingkaran dimodifikasiuntuk melingkupi pohon eksisting dan meminimalkanpenebangan, bangunan dinaikan dua meter dari tanah untukmeminimalkan cut and fill dan dimanfaatkan sebagai areaservis serta water reservoir, dan kemiringan bangunan yangdidasarkan pada pergerakan matahari merupakan aplikasikonsep tersebut.
Fasilitas Eduwisata Daur Ulang Sampah Plastik di Surabaya Jimmy Alexander Limanthara
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1518.577 KB)

Abstract

Desain Fasilitas Eduwisata Daur Ulang Sampah Plastik di Surabaya ini didasari oleh kurangnya kesadaraan dari manusia terhadap keadaan alam yang dipengaruhi oleh sampah-sampah plastik. Masalah desain utama adalah bagaimana desain mampu menyadarkan pengunjung akan pentingnya menghargai lingkungan dengan penerapan bangunan ramah lingkungan. Sedangkan masalah khususnya adalah menerapkan daur ulang secara arsitektural. Keunikan dari proyek ini ada pada penerapan konsep Nature Blending, dimana konsep ini menyatukan bangunan dengan alam, juga penerapan dari prinsip-prinsip Sustainable Architecture, sehingga menghasilkan desain bangunan berbentuk organic. Bentuk organik juga sesuai dengan sifat alam dan material plastik yaitu tidak kaku. Pendalaman karakter ruang dipilih untuk mengekspresikan keunikan desain pada setiap ruang yang mempunyai tema berbeda-beda.
Perpustakaan untuk Remaja di Surabaya Gabriel Reynard Reynard
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1231.012 KB)

Abstract

Desain perpustakaan ini didasari oleh perlunya remaja pada jaman sekarang untuk membaca buku dan mengenal hal-hal di sekitar mereka. Sehingga masalah desain yang muncul adalah bagaimana untuk dapat membangun sebuah perpustakaan yang sesuai dengan karakteristik remaja dan dalam waktu yang bersamaan dapat membuat mereka untuk ingin mendapatkan informasi dalam berbagai sumber yang salah satunya merupakan informasi yang didapat melalui interaksi.Pendekatan yang dipilih adalah pendekatan perilaku supaya perpustakaan dapat mengakomodasi para remaja sesuai dengan karakteristiknya. Keunikan lain pada perpustakaan ini terletak pada pembagian ruangnya yang membagi para remaja menjadi beberapa bagian berdasarkan bagaimana cara remaja untuk memperoleh sumber informasi. Dalam hal ini remaja dapat memperoleh informasi tidak hanya melalui buku dan internet, melainkan remaja dapat juga memperoleh informasi melalui interaksi. Melalui interaksi, ilmu yang diperoleh oleh remaja bukanlah dalam bentuk tulisan seperti pada buku, melainkan berupa kata-kata dan sudut pandang lawan bicara interaksi.
Hotel Bintang 4 Di Surabaya Matthew Limbang Limbang
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1833.044 KB)

Abstract

Hotel Bintang 4 di Surabaya ditujukan untuk keperluan kegiatan konvensi-konvennsi besar yang banyak terjadi di Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia. Fasilitas penunjang disediakan untuk memenuhi standar hotel konvensi bintang 4, yaitu ruang-ruang konvensi, kolam renang, fitness center, restoran dan kafé. Hotel bintang 4 ini akan dibangun di jalan utarma keluar masuk kota Surabaya sehingga pendatang dari luar Surabaya mudah menemukannya. Hotel ini akan dilengkapi fasilitas penunjang, Pendekatan sistem digunakan untuk menyelesaikan masalah utilitas, sirkulasi dan struktur pada bangunan hotel yang memiliki banyak lantai.
Fasilitas Komunitas Pecinta Anjing di Malang Loundy Lompoliuw Lompoliuw
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1297.196 KB)

Abstract

Fasilitas Komunitas Pecinta Anjing di Malangbertujuan untuk mewadahi berbagai jenis kegiatanyang diadakan oleh komunitas, baik untuk komunitasitu sendiri maupun untuk masyarakat, yang selama initidak terfasilitasi dan terdesain secara khusus.Pendekatan desain yang dipilih adalah pendekatanmetafora dari gestur tubuh manusia dengan anjingyang menggambarkan harmonisasi antara keduanya.Keunikan dari proyek ini terletak pada bagaimanadesain mampu menggabungkan kebutuhan interaksiantara manusia dan anjing, namun tetap memiliki areayang mendukung kebutuhan privasi masing-masing,serta bagaimana masyarakat dipertemukan dengankomunitas sehingga proses edukasi dan interaksimenjadi lebih menyenangkan dan efektif bagi keduabelah pihak. Pendalaman karakter ruang dipilih untukmenunjukkan kompleksitas dan berbagai macampertimbangan desain. Ruang yang didalami adalahruang grooming karena memiliki tingkat kompleksitaspaling tinggi, dan ruang bilik penampungan anjingkarena memiliki kebutuhan yang unik dan didesainkhusus hanya untuk anjing.

Page 35 of 155 | Total Record : 1542