cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Grha Permainan Tradisional Di Surabaya Edgar Hernandez Hernandez
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1316.127 KB)

Abstract

Grha permainan tradisional merupakan fasilitas yang mmperkenalkan sekaligus melestarikan mainan atau permainan tradisional yang berasal dari Indonesia dan merupakan wadah bagi komunitas-komunitas pecinta mainan tradisional yang berada di Surabaya. Indonesia sangatlah terkenal dengan keunikan budayanya dan salah satunya adalah permainan tradisional.hal ini bisa menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Indonesia.Museum Mainan Anak Tradisional di Surabaya akan menjadi salah satu ikon kebudayaan di Surabaya yang bersifat rekreatif dan edukatif. Museum ini di lengkapi dengan fasilitas publik, yaitu fasilitas taman bermain indoor, fasilitas bermain outdoor, dan café. Mengingat sebagian besar pengguna pada bangunan museum ini adalah anak-anak pada usia 6 sampai 12 maka perlu untuk mendekati dengan pendekatan perilaku anak. Suasana interior bangunan juga dapat menggambarkan karakter outdoor dari tiap budaya permainan yang ada melalui pendalaman karakter ruang sehingga pengunjung dapat mengenal dan memahami permainan tradisional.
Fasilitas Eduwisata Akuaponik di Denpasar Yoszy Aldo ondayana
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1630.98 KB)

Abstract

Fasilitas Eduwisata Akuaponik, merupakan sebuah fasilitas yang dapat mendukung program pemerintah untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap pertanian less soil. Fasilitas ini menyediakan area market dan retail, perkebunan akuaponik ( perkebunan hidroponik, kolam ikan), tempat pelatihan dan wisata, serta dilengkapi energy solar panel.Sasaran dari fasilitas ini adalah ibu PKK dan warga setempat, orang dengan pola hidup sehat, dan tourist. Sehingga pemlihan lahan di Sanur adalah sebuah kawasan yang mencakup ke 3 aspek tersebut. metode reinventing tradition dipilih untuk meciptakan fasilitas modern yang dapat di terima oleh warga setempat yang kental akan adat istiadat setempat dan para tourist yang ingin berkunjung ke pulau dewata. Konsep vernacular yang digunakan adalah Tri Angga (penzonaan tata ruang arstiktur Bali) sebagai konsep bangunan yang di dukung pendalaman utilitas agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.
Pasar “Kota” di Bojonegoro Vincent Setiawan Budiono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1311.418 KB)

Abstract

Desain Pasar “Kota” Bojonegoro ini didasari oleh pemikiran kondisi infrastruktur pasar saat ini yang kurang memadai bagi masyarakat Bojonegoro. Masalah desain utama dalam desain ulang pasar tersebut adalah menciptakan desain pasar yang lebih memenuhi standar, baik standar pasar yang berlaku di daerah maupun standar kesehatan pasar menurut Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Proyek ini juga mengangkat masalah desain khusus yaitu bagaimana membuat pasar tradisional ini terhubung dengan fasilitas di sekitar tapak dengan ditambahkan area rekreasi di dalam desain yang dibuat. Adapun pendekatan desain yang digunakan yaitu pendekatan sistem dengan enam sistem yang diacu yaitu: sistem zonasi, sirkulasi, spasial, pencahayaan, penghawaan dan struktur. Kemudian pendalaman energi dipilih karena melihat bangunan sekarang yang mengkonsumsi energi dalam jumlah yang besar terlebih jika bangunan itu adalah bangunan publik.Kekhususan pada desain ini ada pada sistem penampungan air hujan. Tidak hanya menggunakan talang dan bak kontrol, tetapi juga menggunakan void yang menampung air hujan yang dapat menjadi atraksi sendiri dari dalam bangunan. Air hujan akan ditampung dan difiltrasi yang kemudian akan digunakan kembali untuk keperluan air yang tidak berhubungan dengan komoditas. Selain itu, kebutuhan area rekreasi diwujudkan dengan adanya pasar malam yang secara umum akan menyediakan makanan, tetapi pada suatu saat dapat dijadikan pasar malam yang tematik.
Kantor Sewa dan Co-Working Space di Surabaya Elizabeth Nancy Nancy
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1596.193 KB)

Abstract

Kantor Sewa dan Co-Working Space di Surabayamerupakan fasilitas yang didesain didasari olehperkembangan bisnis ekonomi kreatif yang kian pesatnamun belum ada fasilitas yang memadai dan mendukungsaat ini. Sehingga masalah desain utama adalah bagaimanamenciptakan space yang dapat yang dapat menyampaikanidentitas dan menjadi ikon perkembangan ekonomi kreatif diSurabaya. Selain itu adanya kebutuhan para pengembangbisnis untuk bekerja secara produktif, maka proyek ini jugamengangkat masalah desain khusus yaitu bagaimanamenciptakan ruang sosial dan ruang hijau untuk mendukungproduksi hormon dopamine yang dapat meningkatkanproduktivitas. Pendekatan desain yang digunakan adalahpendekatan simbolik dengan menggunakan intangiblemetaphor, mengambil dari sifat utama para pengembangbisnis start-up yakni Inovasi. Kemudian, pendalamankarakter ruang dipilih untuk mencermati penyelesaiankebutuhan ruang-ruang kerja yang berbeda sesuai dengankebutuhan pengguna.Fasilitas ini berbeda dengan ruang kerja pada umumnyakarena mengutamakan ruang interaksi (social space) danjuga ruang hijau, namun tidak mengabaikan privasi yangdibutuhkan setiap pengguna. Desain kantor dan co-workingdilengkapi dengan fasilitas seperti cafeteria, ruang rapat,workshop, dan juga retail, sehingga barang-barang yangdiproduksi juga bisa langsung dipasarkan.
Fasilitas Kebugaran di Situbondo, Jawa Timur Tommy Lokito Lokito
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1363.699 KB)

Abstract

Proyek ini merupakan sebuah fasilitas kebugaran yang menyediakan berbagai jenis latihan dalam 1 atap yang ukurannya sesuai dengan standar nasional. Didukung dengan lokasi tapak yang terletak di pusat Kota Situbondo, membuat pemilihan tapak sangat cocok untuk didirikan mengingat target pengunjung yang merupakan seluruh kalangan masyarakat mulai dari anak-anak hingga para manula. Bangunan memiliki bentuk yang organik agar terlihat kontras dengan bangunan perumahan disekitarnya serta memiliki banyak bukaan agar pengguna di dalam bangunan tidak merasa terkurung. Proyek ini terdiri dari fasilitas retail, kafe, tempat billiard, tempat pijat, kolam renang, lapangan basket, lapangan bulutangkis, jogging track, area latihan beladiri, dan area latihan indoor. Karena fasilitas latihan yang bermacam-macam, digunakan pendekatan sistem sirkulasi dan zoning dan pendalaman lighting untuk menjawab masalah desain yang ada.
Perpustakaan dan Co-Working Space Universitas Ciputra di Surabaya Josephin Martina Negara
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1569.571 KB)

Abstract

Perpustakaan dan Co-Working Space di Universitas CiputraSurabaya merupakan fasilitas edukatif , ekonomis, danrekreatif yang disediakan bagi masyarakat khususnyakepada kalangan mahasiswa yang dikhususkan lebih kepada‘studentpreneur’ dari Universitas Ciputra maupun dariuniversitas lainnya sebagai sarana pendukung pembelajarandan pengembangan ilmu untuk universitas sendiri maupunmasyarakat secara umum. Di dalam proyek ini, perpustakaanmerupakan fasilitas yang utama dan co-working spacemerupakan salah satu fasilitas pendukung. Selainperpustakaan dan co-working space, fasilitas ini dilengkapidengan beberapa fasilitas lain seperti toko buku, café, ruangruangentrepreneur, dan ruang serbaguna. Pendekatansimbolik digunakan untuk mengekspresikan ciri khas dariUniversitas Ciputra yang sangat kental dengan keentrepreneurannya.Suasana interior bangunan jugamengekspresikan karakter yang sesuai dengan karakterUniversitas Ciputra dan nyaman secara arsitektural untukberkegiatan
Fasilitas Rehabilitasi dan Edukasi Anti-Nakoba di Surabaya Aloysius Ersen P.L. Ersen P.L.
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (946.907 KB)

Abstract

Fasilitas Rehabilitasi dan Edukasi Anti-Narkoba merupakan fasilitas terpadu untuk para pecandu narkoba. Fasilitas ini bertujuan mendukung proses pemulihan para pecandu untuk dapat hidup tanpa narkoba dan nantinya dapat diterima kembali dalam masyarakat. Salah satu yang melatarbelakangi adalah jumlah pecandu narkoba di Surabaya yang semakin meningkat setiap tahunnya dan tidak diimbangi dengan fasilitasi rehabilitasi yang memadai.Fasilitasi rehabilitasi ini didesain dengan memperhatikan analisa pengguna bangunan serta masalah umum dan khusus yang ditemukan. Pendekatan yang dipilih adalah pendekatan perilaku, agar fasilitas rehabilitasi ini dapat menjadi sebuah rumah pemulihan yang nyaman dan mewadahi perilaku khusus para pecandu, sehingga proses pemulihan para pecandu narkoba bisa berjalan dengan baik. Beberapa penerapannya adalah pembagian zoning dan sirkulasi yang jelas, kesan bangunan yang “homey”, serta menyediakan ruang sosial bagi pengguna baik di dalam maupun di luar bangunan. Pendalaman yang dipilih adalah pendalaman karakter ruang yang disesuaikan dengan kondisi psikologi para pecandu narkoba.
Gedung Seni Pertunjukkan di Surabaya Yonathan Victor Polii
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.529 KB)

Abstract

Desain Gedung Seni Pertunjukkan di Surabaya inididasari oleh pemikiran kondisi fasilitas seni pertunjukkansaat ini yang kurang memadai di Indonesia, sehinggamasalah desain utama adalah bagaimana menciptakansuatu fasilitas seni pertunjukkan yang memadai baik dalamsegi musik, tarian, maupun teater. Selain itu, untukmerespon kebutuhan ruangan yang baik, proyek ini jugamengangkat masalah desain khusus yakni bagaimanamembentuk ruang auditorium dengan akustik dan luasanyang benar serta bagaimana membentuk ruang foyer danruang pendukung lain. Pendekatan desain yang digunakanadalah simbolik yang diambil dari elemen dari musik, dansa,dan teater yang membentuk unsur mengalir. Kemudian,pendalaman akustik dipilih untuk mencermati penyelesaiankebutuhan ruang auditorium sesuai dengan standar luasandan material dengan akustik yang baik.Keunikan proyek ini ada pada bentukan dan tata letakruangnya. Tidak seperti gedung pertunjukkan lain diIndonesia, sebuah tipologi baru pada gedung pertunjukkanini memperhatikan suatu bentuk berdasarkan fungsi dansymbol yang tercipta dari musik, tarian, dan teater yang jugamenjadi referensi dasar. Desain gedung seni pertunjukkanini mencakupi bentukan yang organik dan fasad serta tataruang yang ‘mengalir’ dinamis membentuk suatu simbolyang kuat.
Perpustakaan dan Fasilitas Edukasi Seni untuk Anak di Surabaya Ayling Calista Azalia
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.343 KB)

Abstract

Perpustakaan dan Fasilitas Edukasi Seni untuk Anak diSurabaya merupakan sebuah fasilitas yang mewadahikegiatan anak – anak dalam belajar sambil bermain.Perpustakaan ini merupakan tempat bagi anak – anak untukmencari informasi dan pengetahuan yang edukatif danrekreatif. Perpustakaan ini dikhususkan untuk melayani anak– anak berusia 2 – 12 tahun sehingga mereka dapat merasadiprioritaskan karena tidak bercampur dengan orangdewasa. Selain perpustakaan, adanya fasilitas edukasi senijuga diharapkan dapat membantu anak – anak untukmengembangkan bakat dan minat mereka dalam bidangseni. Hal ini bertujuan agar anak – anak tidak hanyaberkembang dalam bidang akademik namun juga non –akademikPendekatan yang digunakan yaitu pendekatan perilaku.Hal ini dikarenakan desain bangunan ingin menyesuaikandengan kebutuhan pengguna perpustakaan yaitu anak –anak sehingga desain dapat memberikan ketertarikan bagianak – anak agar senang ketika berkunjung keperpustakaan.
FASILITAS RISET DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI SOL SEPATU DI SURABAYA Allan Hariyono Hariyono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1044.483 KB)

Abstract

Desain Fasilitas Riset dan Pengembangan Teknologi Sol Sepatu Di Surabaya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan sepatu olahraga yang tidak masuk dalam pasar Indonesia dikarenakan kurangnya fasilitas yang cukup besar untuk mewadahi pemasaran produk tersebut. Fasilitas yang terdapat dalam gedung ini antara lain fasilitas riset dan penelitian, fasilitas retail, fasilitias kantor dan pemasaran, dan fasilitas lapangan. Pendekatan yang dipilih adalah pendekatan simbolik combined metaphor dengan konsep mutakhir dalam penggambaran teknologi mutakhir yang diriset dalam bangunan ini.

Page 34 of 155 | Total Record : 1542