cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Apartemen Ekologis di Surabaya William Darren Darren
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1297.251 KB)

Abstract

Proyek Apartemen Ekologis di Surabaya ini merupakan fasilitas hunian vertikal yang didesain dengan dasar pemikiran masalah utama yang ada pada Kota Surabaya sendiri sebagai lokasi proyek. Kondisi Kota Surabaya yang telah semakin berkembang memberikan beberapa dampak yang signifikan bagi infrastruktur kota. Selain bertambahnya penduduk yang semakin pesat, penurunan jumlah lahan terbuka hijau yang banyak digantikan untuk keperluan sektor ekonomi, semakin drastis beberapa waktu terakhir ini. Di sisi lain, penggunaan sumber daya yang semakin terbatas dalam skala besar yang terus meningkat juga dapat menjadi masalah yang harus ditanggulangi pada masa yang akan datang. Secara garis besar, desain yang terdiri dari fasilitas hunian vertikal (apartemen) dan berbagai sarana prasarana pendukungnya ini, berintensi menyelesaikan permasalahan yang ada pada Kota Surabaya ini, sebagai salah satu kota besar yang ada di Indonesia. Untuk menjawab permasalahan tersebut, pendekatan ekologis dan pendalaman energi digunakan untuk membantu merestorasi penggunaan sumber daya yang semakin terbatas, serta membantu mengembalikan lahan hijau yang semakin langka.
PASAR INDUK di BONDOWOSO Oddie Christian Hartanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.306 KB)

Abstract

Seiring dengan perkembangan dan kemajuanzaman terjadi perubahan tuntutan dan standarkonsumen terhadap pasar tradisional. Pasar tradisionalmulai dituntut untuk menjadi tempat jual beli yangnyaman dan bersih. Pasar induk Bondowoso adalahsalah satu pasar tradisional yang masih menjaditempat jual beli utama di Bondowoso. Oleh karena itu,sangat penting bagi pasar induk untuk dapat menjagafasilitas pelayanannya dengan baik. Hal ini disebabkankarena pasar induk menjadi acuan bagi pasartradisional kecil di wilayah tersebut. Desain pasar indukyang terintegrasi dengan sistem di dalamnya tentuakan sangat berpengaruh terhadap kegiatan jual beliyang terdapat dalam pasar tersebut. Desain pasaryang baik akan mempengaruhi kenyamanan pengguna(baik penjual maupun pembeli), kebersihan bangunan,kemudahan sirkulasi,dll. Oleh karena itu, Pasar Indukdi Bondowoso ini didesain dengan mempertimbangkansegala aspek sistem yang terdapat dalam sebuahpasar, yang meliputi: sistem utilitas, sistem sirkulasi,sistem spasial, sistem mekanikal dan elektrikal, sistemtata udara, sistem tata cahaya, dan sistem fasad.Dengan mengintegrasikan seluruh sistem dengan baikdalam bangunan, maka diperoleh desain yang akanmenciptakan sirkulasi dalam bangunan baik, desainyang nyaman dengan memanfaatkan aliran angindalam bangunan, dan desain yang memudahkanservis dan perawatan bangunan.
FASILITAS PENGOLAHAN KERANG DI KENJERAN, SURABAYA Johan Kurniawan Kurniawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1154.168 KB)

Abstract

Fasilitas Pengolahan Kerang di Kenjeran, Surabaya merupakan fasilitas umum milik swasta yang bukan hanya sebagai tempat untuk mengolah hasil tangkapan nelayan yaitu kerang namun juga menjadi fasilitas untuk memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar dan wisatawan asing bahwa kerang merupakan andalan dari daerah Kenjeran yang sama sekali bukan merupakan limbah, sebaliknya dapat menjadi sesuatu yang khas dari daerah Kenjeran jikalau diolah dengan baik. Pendekatan desain yang digunakan adalah pendekatan simbolik untuk menciptakan kesan bentuk kerang pada arsitektur. Konsep perancangan menggunakan bentuk dari komoditas andalan kerang-kerang hasil tangkapan dari nelayan Kenjeran, yaitu kerang bulu, kerang hijau, kerang simping, dan kerang bambu. Desain dibagi menjadi 3 zoning besar, yaitu zoning industri untuk mengolah kerang bulu menjadi bahan pakan ternak, zoning galeri dan workshop untuk mengolah kerang simping menjadi kerajinan tangan, dan zoning restoran untuk mengolah kerang hijau, kerang simping, kerang bulu, dan kerang bambu untuk dimakan. Fasilitas ini dilengkapi dengan fasilitas publik, yaitu amphitheater pada bagian taman dan juga dilengkapi dengan dermaga yang menyediakan fasilitas untuk permainan air bagi pengunjung untuk mendukung kenyamanan pengunjung.
Kantor Sewa Hijau di Surabaya Vincentius Lieyanto Lieyanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1063.41 KB)

Abstract

Desain Kantor Sewa Hijau di Surabaya ini didasarioleh pemikiran kondisi perkembangan ekonomi yang pesat diIndonesia terutama di Surabaya. sehingga dibutuhkan wadahuntuk kegiatan kantor sehari-hari. Masalah utamanyaadalahuntuk kantor seringkali memakan energi yang cukupbanyak terutama penerangan, sehingga untuk meresponmasalah tersebut, pendekatan desain yang diambil adalahgreen architecture dengan menggunakan tolok ukur dariGreen Building Council Indonesia. Pendalamanpencahayaan alami dipilih, ditujukan agar terjadi usahapenghematan energi penerangan dalam bangunan kantortersebutKeunikan proyek ini ada pada pencahayaan alami ruangkantornya, yang pada pagi dan siang hari direncanakan untukmengurangi beban energi penerangan yang artinyapencahayaan dalam ruang. Pencahayaan alami jugamembawa panas dari sinar matahari langsung, akan tetapidesain kantor menggunakan double façade serta light shelfyang membantu memantulkan sinar matahari yang akanmasuk ke dalam ruang kantor sehingga panas yangdihasilkan tidak sepenuhnya masuk. Terdapat tuntutan lahanhijau yang cukup banyak dari tolak ukur GBCI sendiri, alhasildouble façade sendiri terdiri dari green wall, yang di susunsepanjang bagian depan bangunan, sehingga juga menjadisalah satu keunikan proyek.
Fasilitas Edukasi Kreatif Anak Yatim Piatu di Surabaya Christina Christina Christina
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1158.494 KB)

Abstract

Desain Fasilitas Edukasi Kreatif Anak Yatim Piatu di Surabaya ini didasari oleh pemikiran kondisi perkembangan anak yatim piatu, khususnya di panti asuhan saat ini yang kurang memadai, sehingga masalah desain utama adalah bagaimana menciptakan sebuah wadah yang dapat mendukung kebutuhan edukasi dan ketrampilan mereka bagi masa depan mereka kelak. Selain itu, untuk merespon kebutuhan pendekatan desain yang digunakan adalah arsitektur perilaku dengan prinsip teori teritori yaitu, teritori primer, teritori sekunder, dan teritori publik. Kemudian, pendalaman karakter ruang dipilih untuk mencermati penyelesaian kebutuhan ruang berbeda-beda sesuai dengan aktivitasnya.Keunikan proyek ini ada pada karakter tatanan massa yang dihasilkan. Tidak seperti fasilitas panti asuhan yang cenderung tertutup, sebuah desain baru wadah edukasi yang memperhatikan interaksi sosial antara anak yatim piatu yang membantu perkembangan karakter mereka untuk menjadi pribadi yang lebih aktif dan positif. Desain fasilitas berupa beberapa tatanan massa grid yang mewadahi setiap jenis fasilitas memungkinkan untuk mengasah bakat ketrampilan mereka lebih spesifik serta secara tidak langsung memberikan area teritori tertentu yang sesuai dengan jenis fasilitasnya. Selain itu, meminimalisir penggunaan pembatas yang solid juga bertujuan agar terjadinya proses interaksi di dalam ruang yang lebih intensive.
Galeri Sejarah Kota Surabaya Di Surabaya Theddy Louis Alvin
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2347.147 KB)

Abstract

Desain Galeri Sejarah Kota Surabaya ini didasarioleh pudarnya rasa nasionalisme dan pemahamanmengenai Kota Surabaya pada kalangan generasi muda.Oleh karena itu dengan adanya galeri ini diharapkan dapatmenambah wawasan mengenai Kota Surabaya ini dari eralama hingga saat ini. Selain itu, untuk merespon kebutuhansekitar tapak yang sangat kental dengan konteks atau cirikhas site sekitar, proyek ini juga mengangkat masalahdesain khusus yakni bagaimana desain bangunan galeri ininantinya merupakan galeri yang mengusung konsepmodern, tetapi menggunakan elemen ciri khas site sekitaryang diterapkan pada desain bangunan galeri ini.Pendekatan desain yang digunakan adalah pendekatansistem sirkulasi yang didasari akan masalah desain galeriyang membutuhkan tahapan sirkulasi yang jelas. Selain itujuga diterapkan pendekatan tipologi bangunan sekitarsebagai respon desain bangunan terhadap konteks sitesekitar.Keunikan proyek ini ada pada elemen ciri khaspada sekitar site yang bergaya kolonial yang diterapkanpada desain bangunan. Bebeberapa elemen yangdigunakan diantaranya adalah atap pelana, simetris, selasarlengkung, dan menara. Hal ini diharapkan dapat memberinuansa kolonial pada bangunan galeri ini, sehinggabangunan galeri baru yang mengusung konsep modern initetap memiliki ciri khas bangunan di sekitar site.
Fasilitas Eduwisata Kopi di Bali adalah fasilitas yang mewadahi kegiatan edukasi mengenai kopi secara informal untuk menambah pengetahuan mengenai sejarah, pengetahuan, manfaat, dan lain-lain yang terkait mengenai kopi. Pulau Bali merupakan satu dari tujuan wisata di Indonesia yang memiliki jumlah wisatawan yang tinggi baik dari wisatawan asing dan lokal, sekaligus menjadi tempat asal dari Kopi Bali yang lebih spesifiknya terletak di Kintamani. Fasilitas Eduwisata Kopi di Bali akan menjadi salah Nathalia Fransisca Sumarto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1520.008 KB)

Abstract

Fasilitas Eduwisata Kopi di Bali adalah fasilitas yangmewadahi kegiatan edukasi mengenai kopi secara informaluntuk menambah pengetahuan mengenai sejarah,pengetahuan, manfaat, dan lain-lain yang terkait mengenaikopi. Pulau Bali merupakan satu dari tujuan wisata diIndonesia yang memiliki jumlah wisatawan yang tinggi baikdari wisatawan asing dan lokal, sekaligus menjadi tempatasal dari Kopi Bali yang lebih spesifiknya terletak diKintamani. Fasilitas Eduwisata Kopi di Bali akan menjadisalah satu tujuan wisata di Kintamani yang bersifat rekreatifdan edukatif. Fasilitas ini akan dilengkapi fasilitas publik,yaitu galeri, workshop, café dan toko suvenir. Pendekatansimbolik digunakan untuk mengekspresikan bentukanmimesis dari biji kopi.
Galeri dan Taman Florikultura di Batu Jennifer Michelle Michelle
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1708.476 KB)

Abstract

Proyek Galeri dan Taman Florikultura di Batumerupakan fasilitas yang berfungsi untuk menampilkansegala macam bunga dan tanaman hias yangdikembangbiakkan dan disusun dalam suatu bangunanuntuk menampilkan nilai estetika dari tanaman hiasflorikultura sehingga dapat menciptakan ruang hijau yangasri dan indah serta menjadi tujuan wisata edukasional bagipara wisatawan. Kota Batu merupakan kota yang dikenaldengan tempat wisata yang sering dikunjungi baik olehwisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Selainitu, lokasi Kota Batu yang terletak di pegununganmenjadikannya sebagai daerah dengan iklim yang sejuk dantanahnya yang subur. Sehingga pertanian dan pariwisatamenjadi pusat perekonomian Kota Batu. Galeri dan TamanFlorikultura di Batu ini dapat menjadi salah satu fasilitasrekreatif dan edukatif yang ikonik di Kota Batu. Galeri iniakan terbagi menjadi tiga fasilitas utama, yaitu budidayatanaman bersuhu tinggi, tanaman air, dan tanaman bersuhurendah. Fasilitas tersebut dilengkapi juga dengan cafe danpujasera. Pendekatan yang digunakan adalah simbolik agardapat mengekspresikan ciri khas dari tanaman hias atauflorikultura terhadap pengunjung. Struktur yang membentukdan menopang bangunan dijadikan sebagai pendalamanagar menunjang ekspresi bangunan dan kebutuhanbudidaya tanaman hias.
Pusat Kebudayaan Korea di Surabaya Maria Aulia Wijaya
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1468.95 KB)

Abstract

Pusat Kebudayaan Korea ini dilatarbelakangi oleh perkembangan kebudayaan Korea di Surabaya yang tidak disertai dengan adanya fasilitas yang memadai untuk belajar dan bertukar budaya dengan kebudayaan Korea. Di era perkembangan teknologi ini, informasi mengenai budaya Korea hanya tersedia melalui televisi dan internet. Di samping itu, penduduk Korea di Surabaya juga tidak memiliki wadah untuk berkumpul. Dengan demikian, masalah desain yang utama adalah bagaimana menyediakan fasilitas untuk belajar budaya Korea yang menyenangkan dan nyaman bagi pengunjung. Sedangkan untuk masalah desain khusus adalah bagaimana desain dapat mencerminkan budaya Korea dengan nilai konfusius yang melandasi kebudayaannya.Dalam mendesain pusat kebudayaan ini, pendekatan desain yang digunakan adalah pendekatan simbolik dengan mengaplikasikan elemen Yin dan Yang pada bendera nasional Korea Selatan sebagai inspirasi desain. Ekspresi dualisme dan interlocking dari Yin dan Yang diterapkan pada bentukan bangunan, penataan massa, zoning, dan ruang luar. Pendalaman karakter ruang dipilih untuk mengekspresikan perbedaan desain yang kontras dari massa Yin dan massa Yang.
Fasilitas Musik Kontemporer di Banjarmasin Yoshua Pangestu Pangestu
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1842.817 KB)

Abstract

Musik kontemporer telah berkembang dan membawadampak besar bagi masyarakat, khususnya bagi anakmuda. Ketertarikan untuk mempelajari musikkontemporer dan instrumennya sedang meningkat disetiap daerah seperti di Banjarmasin. Saat ini anakmuda di Banjarmasin menunjukan ketertarikannyadalam konser dan penampilan musik kontemporer danselalu mencari kesempatan untuk berinteraksi denganmusisi dan mempelajari bagaimana caranya untukmenguasai alat musik. Bagaimanapun, gedung konserdan fasilitas pendidikan untuk mempelajari musikkontemporer belum tersedia di Banjarmasin. Olehkarena itu, sangat penting untuk merancang fasilitaskonser yang juga menyediakan fasilitas edukasi untukmusik kontemporer di Banjarmasin sehinggamembantu anak muda dan musisi bisamengekspresikan ketertarikannya dalam musikkontemporer. Oleh karena itu, dalam tugas akhir ini,saya mengusulkan konsep desain untuk fasilitas musikkontemporer yang terdiri dari gedung konser danfasilitas edukasi.Dalam proses perancangan, pendekatandesain simbolik digunakan untuk mewujudkankemampuan adaptasi terhadap perubahan sebagaiupaya untuk mengekspresikan salah satu dari artikontemporer. Gedung konser menyediakan 871 tempatduduk dengan fasilitas pendukung seperti hall, loungedan cafe. Sedangkan pada fasilitas edukasi, yang akandibangung terpisah dengan gedung konser, terdiri darikelas untuk mempelajari alat musik seperti gitar, drum,piano, dan juga kelas untuk latihan vokal, hall untukmusic workshop dan masterclass. Untuk memastikanfasilitas-fasilitas layak digunakan untuk musik, areadengan elemen-elemen akustik didesain dan dihitungdalam proses perancangan.

Page 37 of 155 | Total Record : 1542