Articles
1,542 Documents
Fasilitas Wisata Biota Laut di Surabaya
Risca Siswanto Siswanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1736.491 KB)
Fasilitas Wisata Biota Laut di Surabaya merupakan fasilitas publik yang bersifat rekreatif yang mengangkat tema kehidupan biota laut di bawah laut agar dapat lebih mengedukasi masyarakat umum mengenai pentingnya menjaga kelestarian biota laut yang Indonesia miliki. Konsep yang diangkat adalah menggiring pengunjung untuk merasakan seperti masuk ke dalam laut agar pengunjung dapat merasakan dan memahami karakter dari tiap zona di dalam laut. Dengan masalah desain menggiring pengunjung dari setiap titik zona, ditambah dengan kebutuhan akan sistem penyediaan air laut untuk biota maupun sistem pengelolaan kehidupan sehari-hari biota, maka pendekatan sistem sirkulasi dengan pendalaman sistem utilitas penyediaan air laut dipilih untuk dapat memenuhi konsep dan masalah / kebutuhan tersebut. Fasilitas ini didirikan di area wisata Kenjeran Park agar dapat lebih sesuai dengan konsep bawah lautnya dan dapat menjadi daya tarik wisata yang baru dan belum pernah ada sebelumnya di Surabaya. Keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat lebih mengedukasi masyarakat umum dengan cara yang menarik dan menyenangkan sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat lebih mudah dipahami. Sehingga kedepannya masyarakat dapat lebih peduli dengan kelestarian biota di bawah laut Indonesia.
Fasilitas Diagnostik dan Terapi Jiwa di Surabaya
Frandy Radya Tanoto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1285.434 KB)
Latar Belakang Desain Fasilitas Diagnostik danTerapi Jiwa ini kurang memadainya fasilitas terapi jiwayang ada di surabaya , masalah utama adalahmenciptakan tempat terapi yang dapat mewadahistadium/kondisi mulai dari tipe co-operative , semidepresseddan depressed dalam satu ruang rancang .Selain itu, untuk merespon tapak, proyek ini jugamengangkat masalah desain khusus yakni pembagianzoning ruang terapi yang harus disesuaikan dengankarakteristik dari tiap-tiap pasien yang ada. Pendekatandesain yang digunakan adalah pendekatan Perilakudengan menggunakan prinsip Teritori ( suatu polatingkah laku yang ada hubungannya dengankepemilikan oleh seseorang atau kelompok atassebuah tempat atau lokasi). Metode yang diterapkanpada fasilitas diagnostic dan terapi jiwa ini adalahHealing Environment merupakan suatu . desainlingkungan terapi yang dirancang untuk membantuproses pemulihan pasien secara psikologis.Keunikan proyek ini ada pada pembagian zoningyang memperhatikan beberapa aspek penting yaituruang terapi dalam ruangan dan juga luar ruangan, unitkamar inap dari tiap kategori pasien dan ruang interaksiyang dapat digunakan oleh pasien.
Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar Kristen di Surabaya
Felicia Nathania Nathania
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1624.684 KB)
Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar Kristen di Surabaya merupakan fasilitas pendidikan formal yang mewadahi siswa TK dan SD yang menggunakan basis kurikulum nasional dengan kombinasi prinsip metode pembelajaran dari teori Multiple Intelligences; serta menerapkan pelajaran Character Building sebagai dasar kurikulum Kristiani. Sekolah ini memberikan wadah bagi anak-anak untuk bertumbuh dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki tiap pribadi baik secara fisik, kognitif, emosi, sosial dan spiritual.Proyek ini juga memperkenalkan metode Multiple Intelligences kepada masyarakat di Surabaya bahwa tiap kecerdasan memiliki cara belajar yang berbeda. Metode ini memiliki prinsip pembelajaran yang berpusat pada tiap kecerdasan anak supaya anak mempunyai lingkungan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar anak.Pendekatan perilaku digunakan untuk memahami kebutuhan dan keunikan karakter anak TK maupun SD sebagai pengguna utama yang mempengaruhi zona ruang, suasana ruang, sirkulasi dan bentuk bangunan. Pendalaman desain diterapkan pada karakter beberapa ruang untuk mewujudkan suasana ruang yang mendukung proses pembelajaran.
Pusat Pelatihan Bulutangkis di Surabaya
Vito Kosasih Kosasih
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (677.013 KB)
Pusat pelatihan bulutangkis di Surabaya merupakan sebuah fasilitas olahraga yang difungsikan untuk menjadi tempat pelatihan bulutangkis bagi warga Jawa Timur dan sekitarnya. Bulutangkis merupakan salah satu cabang olahraga paling berprestasi di Indonesia.Pusat pelatihan ini dilengkapi dengan beberapa fasilitas penunjang seperti kantin, taman, asrama, area kebugaran, dan klinik. Untuk menjaga keaamanan, diberikan 4 buah tangga darurat berdasarkan perhitungan keamanan dan pertimbangan adanya 2 gedung asrama. Pendekatan system spasial dan sirkulasi dipilih untuk dapat menjaga keamanan pengguna fasilitas tersebut serta mampu mengintegrasikan fungsi tiap-tiap ruang dengan baik dan efisien, oleh karena itu pendalaman struktur dipilih agar mampu mewujudkan hal tersebut.
Panti Asuhan di Surabaya
Yohana Eniette Tarigan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2611.445 KB)
Panti Asuhan di Surabaya merupakanbangunan yang dirancang sebagai wadahpenampungan untuk anak-anak Yatim Piatu danterlantar di Surabaya yang berusia 4 tahun hingga18 tahun. Di dalam Panti Asuhan ini nantinya anakanakakan memperoleh pendidikan, pembinaandan pemenuhan kebutuhan pokok sehingga dapatmeningkatkan kesejahteraan hidup generasipenerus bangsa.Rumusan Masalah yang diangkat dalamdesain ini ialah Bagaimana menciptkakan desainbangunan yang mampu menstimulasiperkembangan anak sehingga anak mampuberinteraksi dengan lingkungannya. Untukmenjawab permasalahan desain ini,Penulismenggunakan Pendekatan Perilaku denganmemperhatikan karakter dan kebutuhan anakperempuan dan laki-laki berusia 4 tahun hingga 18tahun. Konsep desain yang diusung dalamperancangan ini yaitu menciptakan ruang-ruangkomunal untuk berinteraksi sehingga dapatmeningkatkan perkembangan anak.
Gedung Seni Pertunjukan Di Surabaya
Monalisa Soetrisno Soetrisno
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1380.181 KB)
Desain gedung seni pertunjukan di Surabaya ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di Indonesia, khususnya Surabaya terhadap keberagaman dan kekayaan seni yang miliki oleh negara Indonesia ini sendiri. Tujuan perancangan gedung seni pertunjukan di Surabaya adalah untuk menyediakan wadah pengembangan seni kebudayaan Indonesia khususnya dalam seni teater. Fasilitas yang diwadahi dalam gedung seni pertunjukan ini antara lain, fasilitas pertunjukan, fasilitas galeri, dan fasilitas pelatihan. Pendekatan yang dipilih dalam perancangan ini adalah pendekatan simbolik intangibel dengan konsep antagonis dan protagonis dalam peran seni pertunjukan. Selain itu karena bangunan merupakan gedung pertunjukan sehingga akustik ruang merupakan permasalahan utama desain sehingga dipilih pendalaman akustik untuk menyelesaikan permasalahan desain.
Panti Asuhan Anak dan Remaja Di Sidoarjo
Aprilia Rendra Putri
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1393.46 KB)
Panti Asuhan Anak dan Remaja di Sidoarjo merupakanfasilitas hunian untuk menampung anak hingga remajaterlantar dengan alasan orang tua tidak mampu secaraekonomi atau tidak bertanggung jawab, serta menerimapenitipan anak bila orang tuanya sedang bekerja. KabupatenSidoarjo memiliki 20 panti asuhan, namun hanya 2 yangberbasis Kristiani yang jaraknya lebih dari 15km dari Sidoarjokota. Hal ini menyebabkan kurangnya hunian yang berbasisKristiani untuk anak-anak terlantar di Sidoarjo. Panti AsuhanAnak dan Remaja di Sidoarjo ini menjadi satu-satunya pantiasuhan yang berbasis Kristiani di Sidoarjo kota. Fasilitas iniakan dilengkapi fasilitas penerima, edukasi, ruangserbaguna, ruang doa, serta hunian untuk pengasuh dananak yatim piatu. Pendekatan perilaku digunakan untukmenjawab kebutuhan anak yatim piatu, khususnya yangberagama Kristen. Pembagian tempat tinggal bagi anak pantijuga diatur sedemikian rupa untuk mendapatkan suasanakekeluargaan dalam panti asuhan.
Pabrik Pengolahan Ikan Ekspor di Gresi
Agath Judit Enri
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2015.38 KB)
Dengan tingginya potensi perikanan ikan budidaya di Gresik yang belum dimanfaatkan secara maksimal,Pabrik Pengolahan Ikan Ekspor di Gresik merupakan fasilitas yang didesain untuk mewadahi pengolahan ikanlayak ekspor di Gresik, dengan mempertimbangkan tingginya permintaan ikan budidaya di pasar mancanegara.Bangunan juga memiliki fungsi sampingan sebagai eduwisata untuk mempelajari perihal pengolahan ikan.Proyek ini didesain dengan memperhatikan analisa kebutuhan ruang serta masalah umum dan khusus.Pendekatan yang dipilih adalah pendekatan sistem, dimana memperhatikan semua sistem termasuk sirkulasi,air kotor, air bersih, air hujan, listrik, penghawaan, dan pencahayaan. Peletakan ruang sangat berpengaruhdalam tingkat efisiensi dalam bangunan. pendalaman yang dipilih adalah pendalaman sequence yang diambildari sirkulasi pengunjung bangunan, menekankan kembali pentingnya penataan ruang pada proyek
Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar Buddha di Denpasar, Bali
Dwiki Pradipta Sinarta
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (374.865 KB)
Desain Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar diDenpasar, Bali ini didasari oleh pemikiran kondisi infrastruktursekolah yang ada saat ini yang kurang memadai dan jugabelum adanya fasilitas khusus bagi umat yang beragamaBuddha, sehingga masalah desain utama adalah bagaimanamenciptakan sekolah yang sesuai dengan standar yang telahditetapkan pemerintah dengan tambahan fasilitas bagi umatberagama Buddha. Selain itu, untuk merespon kegiatan yangada, proyek ini memberikan ruang terbuka hijau yang cukupbesar sehingga pengguna dapat bermain dengan leluasa dikawasan sekolah ini. Pendekatan Semiotik dipilih untukmenciptakan kawasan pendidikan dasar yang memiliki nilaiagama Buddha.Keunikan proyek ini ada pada zoning pada setiapbangunannya. Setiap bangunan memiliki fungsi yangberbeda dan juga pengguna yang berbeda juga, tetapiterdapat satu bangunan yang dimana menjadi tempatberkumpulnya segala perbedaan tersebut seperti ajarandalam Agama Buddha dimana Sang Buddha menjadi gurudari semua makhluk baik dewa dan manusia. Bangunantersebut menjadi pusat yang mengikat setiap bangunan yangada. Setiap bangunan Taman Kanak-kanak dan juga SekolahDasar memiliki drop off sendiri sehingga memudahkan bagiorang tua dalam mengantarkan anaknya. Pembagian parkirantara guru dan juga orang tua murid memudahkan dalampengaturan sirkulasi dan pembagian parkir kendaraan.
Museum Transportasi Darat di Surabaya
Alex Wiarta Wiarta
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (816.369 KB)
Museum Transportasi Darat di Surabayamerupakan proyek yang bertujuan untukmengedukasi masyarakat Surabaya khususnya danIndonesia pada umumnya mengenai pengetahuanumum tentang transportasi darat yang meliputisistem penggerak, standar keselamatan, dan caraperawatan alat Transportasi Darat. Proyek inisecara khusus mengangkat tema roda gigi danmedan magnet sebagai ciri khas dariperkembangan teknologi transportasi darat.Pendekatan desain yang dipakai adalahpendekatan simbolik metaphor yang menampilkanbaik roda gigi dan medan magnet dalam ekspresibangunan museum. Pendalaman desain yangdigunakan adalah Pendalaman Karakter Ruangdengan tujuan untuk mengedukasi aktif masyarakatdengan menaiki alat transportasi dalam suasanayang menyenangkan. Hal ini juga didukung olehpemilihan material dan warna furnitur, sertaperalatan elektronik lainya dalam pengolahan ruangdalam (interior) Museum.