cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Galeri Sejarah Perkembangan Arsitektur di Surabaya Georgius Adrian Adrian
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1191.625 KB)

Abstract

Desain Galeri Sejarah Perkembangan Arsitektur di Surabaya ini merupakan sebuah wadah untuk mengedukasi, mengingatkan dan mendokumentasikan keberagaman arsitektur di kota Surabaya ini. Masalah desain yang muncul adalah bagaimana menciptakan sebuah desain yang menyesuaikan dengan lingkungan sekitar, yang serasi baik dalam bentuk, ketinggian dan nilai arsitekturnya sehingga desain bangunan itu sendiri dapat menjadi bagian dari galeri arsitektur. Untuk menjawab permasalah desain yang muncul maka pendekatan tipologi digunakan didalam desain yaitu dengan menggunakan tipologi (bangunan sekitar) sebagai parameter untuk mendesain Galeri Sejarah Perkembangan Arsitektur di Surabaya.
Klub Eksekutif di Nusa Dua Bali Ronny Chandra K. Chandra K.
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1374.667 KB)

Abstract

Proyek ini merupakan sebuah fasilitas yang berfungsi sebagai sarana meeting yang bersifat non-formal yang ditujukan untuk masyarakat kelas eksekutif (pejabat/ exlusive foreigner). Diharapkan dengan fasilitas ini, masyarakat kelas eksekutif dapat memiliki tempat berkumpul dan bersantai, namun tetap dapat digunakan untuk meeting membahas hal-hal tertentu. Area dalam proyek akan dibedakan menjadi area khusus member dan area publik dimana area member hanya dapat diakses oleh member, dan area publik dapat diakses oleh pengunjung umum (non-member). Proyek berlokasi di Bali, tepatnya di daerah Nusa Dua yang kental dengan kesan elitnya. Penentuan lokasi proyek juga didukung dengan banyaknya wisatawan mancanegara yang berkunjung di Bali. Lokasi proyek didukung dengan adanya Grand Nikko Hotel yang berada di seberang site terpilih. Melalui fungsi dan deskripsi proyek yang telah dijelaskan, rumusan masalah dalam proyek ini adalah bagaimana mendesain sebuah klub yang menjaga privasi pengunjungnya. Pengunjung yang ditargetkan dalam proyek dibedakan menjadi member dan non-member. Oleh karena itu diperlukan sebuah desain yang dapat membedakan secara jelas privasi antara member dengan non-member, juga privasi antar member tanpa mengurangi kenyamanan dan kesan ekslusif(mewah) bagi pengunjungnya. Mengetahui rumusan masalah tersebut, digunakan pendekatan sistem yang berfokus pada akses dan sirkulasi dalam bangunan terdesain. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menyelesaikan masalah desain dalam proyek Klub Eksekutif ini.
FASILITAS PENDIDIKAN BALET DI SURABAYA Stevanie Paulina
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.543 KB)

Abstract

Sebuah fasilitas yang mewadahi kegiatan edukasi balet di kota Surabaya ini diharapkan mampu menampung segala kebutuhan yang dibutuhkan oleh para penari balet di Indonesia khususnya Surabaya. Kegiatan pendidikan balet ini berupa pelatihan ketat dan pertunjukkan balet. Selain sebagai fasilitas pendidikan, proyek ini sekaligus ingin memperkenalkan balet kepada masyarakat luas, sehingga balet juga makin dikenal oleh orang awam sekalipun. Balet bukan hanya untuk para penari, tetapi orang yang bukan penari pun diharapkan dapat menikmati seni tari ini. Hal yang paling menonjol dari balet adalah teknik pointe. Teknik pointe ini adalah kemampuan berdiri di ujung jari kaki dimana teknik ini harus dimiliki oleh para penari balet profesional. Untuk menguasai teknik ini, para penari harus mempunyai struktur kaki yang kuat. Selain itu teknik pointe ini adalah salah satu yang paling dikenal dalam balet. Maka dari itu, rancangan bangunan ini menggunakan pendekatan simbolik untuk dapat menujukkan teknik pointe tersebut dan menggunakan pendalaman struktur dimana dapat menunjukkan kekuatan dari bangunan seperti kekuatan kaki para penari dalam menggunakan teknik pointe. Fasilitas pendidikan balet ini berupa tempat kursus, perguruan tinggi, teater, galeri, dan asrama.
PUB DAN HOTEL TRANSIT DI BALIKPAPAN Meicy Surya Oetomo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1574.402 KB)

Abstract

 Proyek tugas akhir Pub dan Hotel Transit di Balikpapan ini merupakan sebuah fasilitas hiburan dan beristirahat yang terletak di daerah industri di kota Balikpapan. Fasilitas ini diperuntukan bagi para Ekspatriat yang bekerja di daerah tersebut. Konsep dari bangunan ini didapatkan dari mempelajari karakter dan prilaku para Ekspatriat yang kemudian diterapkan kedalam bangunan dengan menggunakan pendalaman karakter ruang. Fasilitas ini diharapkan dapat memberikan penyegaran dan hiburan kepada para pengunjungnya serta menghadirkan suasana berbeda ditengah daerah perindustrian tersebut.
FASILITAS REKREASI DAN KULINER SUSU SAPI PERAH DI KOTA BATU Antonio Otto Sasi
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1560.831 KB)

Abstract

Sebuah wadah all in one yang diharapkan dapat menjadi rujukan wisata minat khusus baru di Kota Batu bagi keluarga maupun sekolah – sekolah yang berada di Jawa Timur dan sekitarnya ini, adalah sebuah tempat wisata yang cocok bagi semua kalangan. Untuk mengangkat nilai lokalisasi susu murni di Kota Batu dengan site yang terletak di Kota Batu itu sendiri, sehingga perancangan bangunan ini menggunakan pendekatan sains, konsep refresh, dengan pendalaman karakter ruang. Dinding roster, pedestrian cover, atap tinggi, tidak adanya dinding solid, dan area terbuka adalah upaya cross ventilation udara alami semaksimal mungkin. Didalam perancangan ini tidak menggunakan penghawaan buatan (air conditioning). Tanaman rambat tidak hanya digunakan untuk menambah estetika bangunan, tetapi juga menjadi shading cahaya alami dan mengurangi bau yang berasal dari sapi agar kenyamanan pengunjung tidak terganggu. Kayu, bamboo, dan beton merupakan material utama dalam perancangan ini sehingga tampak bangunan berkesan natural dan alami. Oleh karena itu, Fasilitas Rekreasi dan Kuliner Susu Sapi Perah di Kota Batu ini adalah bangunan yang ramah dan nyaman bagi pengunjung serta bagi lingkungan disekitarnya.
Fasilitas Pengembangan Diri Bagi Anak Penyandang Tuna Daksa Di Surabaya Gabriela Aristya Permatasari
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1679.689 KB)

Abstract

Jumlah anak penyandang tuna daksa di Surabaya yang tidak sedikit belum diimbangi dengan perhatian yang cukup, baik dari pemerintah maupun lingkungan sekitarnya. Sarana dan prasarana yang ada belum memadai untuk mendukung perkembangan anak secara fisik dan mental. Selain itu, keluarga yang belum terbuka akan kondisi anak dan kurangnya pengetahuan masyarakat memicu terjadinya berbagai macam pengucilan pada anak penyandnag tuna daksa.Fasilitas pengembangan diri bagi anak penyandang tuna daksa ini merupakan sebuah institusi dengan tujuan tidak hanya menjadi sarana pembelajaran formal bagi anak, namun menjadi fasilitas untuk melatih kemandirian anak melalui pelatihan keterampilan hidup, membantu anak untuk menemukan bakat, minat dan potensi anak untuk menjadi lebih produktif, serta sarana bagi orang tua untuk lebih proaktif dalam tumbuh kembang anak.Untuk mendesain fasilitas ini, digunakan pendekatan perilaku. Berdasarkan analisa karakteristik dan kebutuhan anak penyandang tuna daksa, konsep Accesible Architecture dipilih. Konsep ini di terapkan ke dalam zoning, bentuk, material bangunan, dan suasana ruang. Pendalaman karakter ruang dipilih untuk mendesain ruang dalam dan ruang luar secara khusus sesuai dengan perilaku anak dan konsep desain.
Fasilitas Wisata Pendidikan Pengolahan Air Sungai di Surabaya Adrian Irawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK Fasilitas Wisata Pendidikan Pengolahan Air Sungai di Surabaya ini merupakan sebuah fasilitas atau sarana untuk belajar sekaligus rekreasi yang dikemas sedemikian rupa agar menarik untuk dipelajari oleh masyarakat baik golongan tua maupun muda. Melalui fasilitas ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang cara mengolah air sungai yang kotor dan tidak layak digunakan menjadi layak digunakan untuk keperluan sehari-hari. Fasilitas ini berlokasi di Jalan Kedung Baruk, Surabaya, dimana pada bagian belakang site berbatasan langsung dengan sungai Kali Wonorejo. Sungai tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga air, dan air juga diolah untuk keperluan fasilitas. Bangunan dirancang dengan bentuk yang dinamis agar menarik dan dapat mendukung proses penyampaian informasi.Kata Kunci: air sungai, dinamis, pengolahan air
Fasilitas Motocross di Kabupaten Pasuruan Lily Sutanto Sutanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1457.678 KB)

Abstract

Fasilitas Motocross di Kabupaten Pasuruan merupakan fasilitas umum milik swasta yang bertujuan untuk mewadahi komunitas motocross dan pelatihan motocross. Latar belakang dari proyek ini adalah banyaknya minat motocross di Kabupaten Pasuruan namun tidak memiliki fasilitas yang memadai.Dua zona utama dari fasilitas ini adalah zona private dan zona publik. Zona private terdiri atas ruang pengelola, ruang komunitas, serta gym. Sedangkan zona publik terdiri atas tribun, paddock area, loket, ruang serbaguna, atrium, dan poliklinik. Pendekatan desain yang dipilih adalah pendekatan sains dengan mempertimbangkan masalah lansekap, penghawaan pasif, dan view mengarah ke arah barat. Konsep perancangan yang digunakan mempertimbangkan tentang kenyamanan pengguna ataupun pengunjung sirkuit dengan cara menyediakan fasilitas penunjang dan menyediakan fasilitas yang memperhitungkan jarak pandang. Konsep ini juga diaplikasikan pada pendalaman struktur sebagai penunjang struktur bangunan namun tetap memberikan estetika.
Pasar Seni Rupa di Surabaya Nerissa Kumala Tandiono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1667.578 KB)

Abstract

Proyek ini merupakan sebuah sarana kegiatan pelayanan dalam usaha komersialisasi hasil karya seni khususnya seni rupa, melalui promosi, peragaan, penjualan, dan pameran. Pasar seni rupa ini dirancang untuk kegiatan pertukaran barang dan jasa serta tempat berkumpul, rekreasi dengan tujuan akhir pemberdayaan kesenian. Didukung dengan lokasi tapak yang berada di daerah strategis kaki jembatan Suramadu, dan didukung dengan view jembatan Suramadu yang dapat dinikmati, proyek ini terdiri dari fasilitas retail, workshop, galeri, foodcourt, cafe, dan lan-lain. Rumusan masalah dalam proyek ini adalah bagaimana mendesain suasana ruang luar maupun dalam di pasar seni rupa agar menarik pengunjung membeli barang hasil seni. Untuk dapat menjawab rumusan masalah tersebut maka penulis memakai pendekatan perilaku. Dan pendalaman yang digunakan yaitu karakter ruang, sehingga ketika ditinjau kembali dapat menjawab rumusan masalah dalam proyek ini.
Museum Gempa di Palu Ferry Liyanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKota Palu merupakan salah satu kota di indonesiayang rawan gempa. Kurangnya pendidikan dalammenghadapi gempa sehingga banyak menimbulkankorban saat gempa Museum Gempa di Palumerupakan fasilitas wisata sekaligus sebagai saranapendidikan bagi masyarakat untuk menghadapi danlebih mengenal gempa yang melanda di Indonesiaterutama kota Palu. . Untuk memahami Gempa secaralangsung maupun tidak langsung pada fasilitas ini,maka pendekatan yang digunakan adalah pendekatanSemiotika ( simbolik ). Pendalaman Sequence di pilihuntuk menjelaskan situasi gempa secara bertahap darisebelum dan sesudah gempa.Kata Kunci: Edukasi, Wisata, Museum, Gempa, Palu

Page 51 of 155 | Total Record : 1542