cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Fasilitas wisata Edukasi BAhari di Kampung Nelayan Tambak Lorok Kota Semarang Levina Kristinningsih Widjojo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1656.295 KB)

Abstract

Fasilitas Wisata Edukasi Bahari di Kampung Nelayan Tambak Lorok Kota Semarang merupakan fasilitas wisata sekaligus fasilitas edukasi mengenai sejarah maritim di Indonesia dan biota lautnya, yang ditujukan bagi masyarakat khususnya masyarakat Kota Semarang dan mancanegara. Latar belakang dari dibuatnya proyek ini adalah karena kurangnya fasilitas wisata yang ada di Kota Semarang, padahal di Kota Semarang sendiri banyak lokasi yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi fasilitas pariwisata, salah satunya adalah kawasan Kampung Nelayan Tambak Lorok. Fasilitas wisata edukasi ini terdiri dari satu masa bangunnan yang dibagi menjadi dua berdasarkan fungsinya, yaitu area utama dan area penukung. Area utama lantai satu adalah zona wisata yang berisi akuarium biota laut dan kolam sentuh, dan lantai dua adalah zona edukasi yang berisi galeri sejarah maritim Indonesia. Sedangkan area pendukung lantai satu adalah zona komersil yang berisi restaurant, dan lantai dua adalah zona retail yang berisi toko sovenir.
Grha Eduwisata Sains Anak di Banjarmasin Diana Wijaya
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1230.627 KB)

Abstract

Grha Eduwisata Sains Anak ini merupakan fasilitas yang menekankan konsep belajar sambil bermain pada bidang sains untuk anak-anak TK-SD ( 4-12 tahun), yang mengutamakan media pembelajaran yang interaktif bagi anak. Gagasan munculnya fasilitas ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan sains bagi anak. Studi performa yang menunjukkan bahwa metode pendidikan informal lebih efektif untuk pembelajaran sains dibandingkan metode pendidikan formal di sekolah, tetapi belum ditemukan fasilitas yang memadai di Banjarmasin sebagai kota layak anak merupakan latar belakang proyek ini. Grha eduwisata sains anak ini diharapkan menjadi tempat edukasi yang rekreatif khususnya mengenai makhluk hidup, bumi dan alam semesta, energi, dan benda sesuai kurikulum pendidikan nasional.             Konsep desain yang digunakan adalah Fun and Safe Science Exploration untuk mendukung konsep belajar sambil bermain dalam desain bangunan. Pendekatan prilaku anak digunakan untuk memenuhi kriteria desain yang menyenangkan dan aman, sedangkan pendalaman karakter ruang digunakan untuk mendukung konsep desain. 
Galeri “Pasar Terapung“ di Banjarmasin Kennia Harvin Wijaya
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (882.064 KB)

Abstract

Galeri “Pasar Terapung” adalah fasilitaspendukung bagi pengunjung Pasar TerapungMuara Kuin di Banjarmasin. Pasar terapung telahmuncul secara alami sejak abad ke-14, sebelumKerajaan Banjar berdiri (1595). Pasar terapung initermasuk bagian dari Pelabuhan SungaiBandarmasih yang meliputi aliran Sungai Barito,dari Sungai Kuin hingga Muara Sungai Kelayan.Posisinya yang berada pada pertemuan beberapaanak sungai inilah yang menjadikannya lokasistrategis untuk berdagang. Pada masa kejayaanKerajaan Banjar, kawasan Pasar Terapung jugabanyak disinggahi pedagang-pedagang dari daerahdan negara lain, seperti dari Jawa, Gujarat (India),dan Cina. Sempat menjadi medan perang padamasa-masa akhir kejayaan Kerajaan Banjar, PasarTerapung berhasil mempertahankan eksistensinyahingga saat ini sebagai peninggalan sejarah dankebudayaan. Karena keunikannya ini, PasarTerapung menjadi destinasi wisata utama diBanjarmasin. Kepopulerannya juga menjadikanPasar Terapung diakui sebagai aset negara padatahun 1980. Sayangnya, ingatan akan keindahanPasar Terapung di Banjarmasin seolah terkikiszaman. Kemajuan sarana prasarana dan alattransportasi menyebabkan para pedagang di PasarTerapung beralih menjual dagangannya ke pasartradisional di daratan. Pasar yang dulunya sangatpadat dengan lebih dari seratus pedagang kinihanya tersisa tidak lebih dari setengahnya. Sisasisakebudayaan dan saksi sejarah selama ratusantahun kini berada di ambang kepunahan.Dengan membuat Galeri “Pasar Terapung” yangberfungsi mengedukasi dan menyediakan fasilitasbagi pengunjung, destinasi wisata ini akan hidupkembali dan dapat mempertahankan eksistensinyasebagai warisan sejarah di Banjarmasin. Hal inisejalan juga dengan upaya Pemerintah KotaBanjarmasin untuk mempertahankan PasarTerapung dengan memasukkannya ke dalamagenda Wonderful Indonesia. Pendekatan yangdigunakan dalam perancangan ini adalah arsitekturvernakular. Dengan memasukkan unsur-unsurarsitektur lokal, galeri ini dapat mempertajamidentitas daerah yang sarat akan sejarah dankebudayaan Banjarmasin.
Fasilitas Penelitian, Pembudidayaan, dan Wisata Tanaman Mawar di Batu Herlina --- ---
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 2 (2013): Juli 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1818.741 KB)

Abstract

Fasilitas Penelitian, Pembudidayaan, dan Wisata Tanaman Mawar di Batu ini adalah sebuah fasilitas yang mewadahi kegiatan yang berhubungan dengan pengenalan, penelitian, pembudidayaan, serta pengolahan tanaman mawar di Batu. Fasilitas ini bertujuan untuk mengembangkan potensi tanaman mawar menjadi sesuatu yang bernilai jual tinggi. Oleh karena itu, proyek yang terletak di desa Sidomulyo ini menggunakan pendekatan lansekap untuk menyatukan kegiatan-kegiatan yang berbeda seperti penelitian, pembudidayaan dengan wisata sehingga menjadi sesuatu yang menarik dan tidak membosankan dengan mengelompokkan massa sesuai sequence yang direncanakan dengan ruang-ruang perantaranya. Pendalaman yang dipilih adalah desain greenhouse guna menunjang hasil pertumbuhan tanaman mawar dengan maksimal.
Galeri Seni Kerajinan Daur Ulang di Surabaya Patricia Veronica Veronica
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.668 KB)

Abstract

Galeri seni kerajinan daur ulang ini merupakan perpaduan antara sarana rekreasi dan edukasi yang diwujudkan dalam bentuk galeri sebagai sarana utama rekreasi dan kelas-kelas sebagai edukasi. Proyek ini juga memiliki fasilitas-fasilitas penunjang yang mendukung yaitu pujasera, kafe, dan taman instalasi.Pemilihan lokasi berada di sekitar perumahan yang menjadi salah satu sasaran bagi penjualan hasil seni kerajinan daur ulang. Selain itu letaknya yang dekat dengan jalan besar Ahmad Yani diharapkan dapat menarik para pengunjung dari luar kota yang menuju ke area tengah kota.Oleh karena itu rumusan masalah proyek ini adalah mendesain sebuah galeri seni kerajinan daur ulang yang ekspresif. Untuk dapat menjawab rumusan masalah tersebut maka penulis menggunakan pendekatan secara simbolik. Serta pendalaman yang digunakan yaitu material bangunan dari bahan bekas, sehingga ketika ditinjau kembali dapat menjawab rumusan masalah dalam proyek ini.
Fasilitas Pelatihan Pemadam Kebakaran di Surabaya Mariana Marcela
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK Fasilitas Pelatihan Pemadam Kebakaran di Surabaya ini merupakan fasilitas operasional yang dilengkapi dengan fasilitas pelatihan pemadam kebakaran. Surabaya, sebagai kota terpadat kedua di Indonesia, baik dari segi kepadatan penduduk maupun pembangunan menyebabkan lahan di Surabaya menjadi semakin sesak. Hal ini memicu meningkatnya bahaya kebakaran di Surabaya. Sehingga diperlukannya fasilitas operasional yang tanggap dan fasilitas pelatihan yang memadai. Fasilitas pelatihan ini tidak hanya ditujukan bagi pemadam kebakaran di Surabaya saja namun juga kaum awam. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pemadam kebakaran yang ada guna memenuhi persyaratanresponse time dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya kebakaran. Mengingat akan adanya persyaratan tersebut, maka dibutuhkan sebuah perancangan fasilitas operasional dan fasilitas pelatihan yang mampu mengakomodasi kebutuhan tersebut. Maka dari itu proyek yang terletak di jalan Margomulyo ini menggunakan pendekatan sirkulasi. Diharapkan fasilitas operasional dapat berlangsung dengan cepat tanpa terganggu kegiatan pelatihan, meningkatnya mutu pemadam kebakaran, dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan bahaya kebakaran. Pendalaman karakter ruang juga dipilih untuk mendukung pendekatan tersebut. Diharapkan kewaspadaan pemadam kebakaran dapat meningkat akan bahaya kebakaran yang dapat terjadi kapan saja.Kata kunci: Pelatihan, Pemadam, Kebakaran, Surabaya  
Grha Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) di Surabaya Gianina Puspita Sari
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1448.039 KB)

Abstract

Grha Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) di Surabaya merupakan bangunan yang menyediakan sarana bagi komunitas Kristiani dalam beribadah dan melakukan kegiatan pembinaan keagamaan terhadap umat Kristiani di kota Surabaya. Karena jumlah umat Kristen di Surabaya yang meningkat, maka gereja harus mengalami pertumbuhan dan perkembangan.Grha GPdI di Rungkut,  Surabaya akan dilengkapi berbagai fasilitas, yaitu toko buku Kristen, perpustakaan, klinik, kafe, gereja, tempat pelatihan tari, musik, drama, kolam Baptis, guest house, taman bermain anak - anak, lapangan basket. Pendekatan simbolik digunakan agar bangunan dapat merepresentasikan suasana sakral dalam ruang ibadah. Pengunjung akan mampu merasakan suasana sakral dalam ruang ibadah  melalui nilai – nilai Kristen yang diterapkan dalam desain bangunan secara arsitektural. Pendalaman yang dipilih adalah karakter ruang. Melalui pendalaman tersebut, perancangan bangunan akan lebih difokuskan untuk mampu mewujudkan suasana sakral dalam ruang ibadah, dalam menyampaikan pesan yang diinginkan, yaitu semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.
Sekolah Alkitab Reformed di Surabaya Leonardo Daniel Prastono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 6, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1899.62 KB)

Abstract

Proyek Sekolah Alkitab Reformed di Surabaya inimerupakan fasilitas yang secara khusus dirancang untukmengajar dan membekali orang Kristen yang berkomitmenuntuk melayani Tuhan sebagai hamba Tuhan, belajar, dan dididik menjadi pelayan Tuhan yang baik dengan perspektifteologi Reformed. Selain menyediakan fungsi edukasi bagicalon hamba Tuhan seperti gedung kelas, perpustakaan,kapel, Sekolah Alkitab Reformed di Surabaya ini jugamemberikan sarana akomodasi bagi pengguna bangunanbaik dosen maupun mahasiswa yang tinggal dalam komplekssekolah alkitab tersebut seperti asrama dan hunian dosen.Sebagai upaya untuk mendesain bangunan sekolahalkitab, maka dilakukan pendekatan arsitektur simbolikanalogis. Kompleks sekolah alkitab ini didesain denganmenganalogikan ‘5 Points of Calvinist, TULIP’ yangmerupakan salah satu ajaran dan doktrin yang dipegang kuatoleh ajaran Kekristenan Reformed yang memiliki keunikandibanding ajaran denominasi lain.Sekolah Alkitab Reformed di Surabaya memiliki banyakkegiatan yang memberikan pengaruh pada suasana danakustika antar fasilitas di dalamnya, sehingga diperlukanpendalaman akustika untuk memberikan perhitungan yangsesuai bagi penentuan material bangunan yang baik untukmeresponnya.
Kantor Sewa Berbasis Transit Oriented Development di Surabaya Evando Harlan Harlan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1031.627 KB)

Abstract

Kantor Sewa Berbasis Transit Oriented Development di Surabaya yang dirancang dengan menggunakan pendekatan desain Sistem Sirkulasi. Dimana sistem sirkulasi ini menjadi dasar untuk memikirkan sebuah desain sirkulasi yang dapat mengakomodasi moda transportasi umum, seperti ojek online, Bus Suroboyo hingga moda transportasi umum yang mendatang yaitu LRT. Indonesia juga berpotensi menjadi ladang investasi bisnis bagi perusahaan – perusahaan internasional, dan Surabaya merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia sehingga pasti akan menjadi salah satu destinasi investasi tersebut, oleh karena itu pelaku bisnis tersebut tentu akan membutuhkan office space untuk melakukan kegiatan bisnisnya, dan desain ini dapat menjawab masalah tersebut. Konsep Transit Oriented Development juga dapat menjadi daya tarik agar bangunan ini menjadi dilirik calon – calon penyewa kantor, dimana konsep ini memberikan fleksibilitas alternatif transportasi bagi orang untuk berangkat, ataupun pulang dari kantor sewa ini. Sehingga, Transit Oriented Development ini selain berfungsi sebagai solusi untuk meminimalisir kemacetan lalu lintas Surabaya, juga dapat menjadi fitur utama yang menjadi daya tarik jual dari kantor sewa tersebut.
WISATA KULINER DAN AGRO ORGANIK DI BATU Ivan Allan Sutanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.959 KB)

Abstract

Wisata Kuliner dan Agro Organik di Batu ini adalah fasilitas edukasi, wisata, dan tempat makan sayur dan buah organik yang berada di jalan Sultan Agung, Batu. Tempat ini di desain dengan tujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat bagaimana cara menanam sayur dan buah organik yang benar, dan sekaligus menjadikan tempat ini sebagai tempat wisata keluarga. Sebagian besar masyarakat kurang memahami bagaimana cara menanam sayur dan buah organik menggunakan sistem tanpa media tanah. Oleh karena itu desain tempat ini didesain menggunakan pendekaan sistem. Sistem yang digunakan dalam desain bangunan ini adalah sistem perkebunan. Karena tiap metode penanaman berbeda-beda kebutuhan dan perilaku. Tiap bangunan ini memperhatikan penghawaan, pencahayaan alami, dan material lokal, serta sistem konstruksi yang murah dan ramah lingkungan. Pendalaman yang digunakan adalah pendalaman struktur bambu, karena tiap jenis bambu membutuhkan perilaku yang berbeda dan pemasangan struktur bambu yang unik dibandingkan dengan material beton sehingga membutuhkan pendalaman yang jelas.

Page 50 of 155 | Total Record : 1542