Articles
1,542 Documents
Stadion Olahraga Renang di Pulau Derawan
Adi Surya Anggara
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (610.859 KB)
Rancangan desain ini merupakan bangunan stadion olahraga renang dengan memperhatikan landscape outdoor yang baik untuk pengunjungnya. Area lokasi dekat dengan pantai yang menyebabkan banyaknya aktivitas di bagian perairan, seperti kegiatan perdagangan dan rekreasi wisata air. Proyek ini saya desain dengan berusaha menyatukan suasana outdoor dengan kegiatan berolahraga indoor. Fasilitas yang tersedia kolam renang pertandingan lomba balap renang dan lompat indah, di dukung dengan reatail, area cafe, vip room, tribun penonton, dan sirkulasi area parkir yang harus bisa menanmpung banyak kendaraan. Kegiatan penduduk di sekitar lokasi terutama pada bagian perairan kebanyakan kegiatan outdoor, maka dari itu saya mencoba menunjangnya dari sektor kegiatan indoor. Dengan tujuan mengembangkan atlet olahraga cabang renang dan disertai tempat dengan fasilitas yang terbaik untuk pertandingan. Dalam mendesain stadion olahraga ini, hal yang perlu diperhatikan adalah estetika bangunan dan struktur bentang lebar. Stadion olahraga ini diharapkan keindahan bangunan bisa dinikmati dari luar gedung dan menonjolkan estetika struktur bangunan kepada pengguna space. Rumusan masalah dalam karya desain proyek ini adalah mendesain fasilitas olahraga yang memadai dan bisa menampung kapasitas 3000 penonton, beserta pemilihan bentukan struktur yang tepat sebagai estetika. Sehingga pendalaman struktur terhadap desain ini sangat diperhatikan dan didesain dengan kritis.
FASILITAS KEGIATAN MAHASISWA DI SURABAYA
Khong Delbert Sturges Santoso
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (389.452 KB)
Surabaya memiliki banyak fasilitas pendidikan dan beberapa universitas terbaik Indonesia ada di Kota Surabaya. Keadaan ini kurang didukung dengan fasilitas penunjang kegiatan belajar mahasiswa yang sesuai dengan gaya hidup anak muda sekarang. Fasilitas Kegiatan Mahasiswa ini merupakan fasilitas yang mewadahi kegiatan belajar tersebut dan juga aktivitas komunitas kreatif di luar jam perkuliahan. Kegiatan tersebut meliputi kegiatan akademis dan non-akademis. Konsep dari fasilitas ini adalah desain yang memperhatikan gaya belajar mahasiswa, yang dibagi dalam tiga kriteria yaitu visual, auditori, dan kinestetik. Pendekatan perilaku diaplikasikan untuk memahami masing-masing gaya belajar tersebut. Desain fasilitas ini juga disesuaikan dengan gaya hidup anak muda sekarang yaitu belajar sambil bersosialisasi. Sehingga fasilitas ini dilengkapi dengan perpustakaan, ruang seminar, ruang workshop, rent office, foodcourt, café, dan area duduk outdoor
FASILITAS EDUKASI KULINER DI SURABAYA DENGAN PEMANFAATAN POTENSI ALAM
Melisa Rosiana Tanadi
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1156.117 KB)
Fasilitas Edukasi Kuliner di Surabaya dengan Pemanfaatan Potensi Alam ini merupakan fasilitas edukasi kuliner informal dimulai dari pendidikan dasar kuliner untuk orang awam, sampai orang yang sudah mengerti tentang kulinari, dan pelajaran tentang bahan organik dalam bentuk pertanian organik. Fasilitas ini bertujuan untuk menyediakan sebuah pendidikan kuliner yang berkesinambungan dengan pertanian yang dapat memperkenalkan masyarakat tentang memasak dengan bahan yang sehat dan cara yang sehat.
Galeri Wayang Topeng Malangan di Malang
Yungga Fianto Hendrawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1416.73 KB)
Galeri Wayang Topeng Malangan di Malang merupakan suatu gagasan “identitas” bagi para wisatawan ketika mengunjungi Malang. Malang merupakan salah satu kota tujuan wisata di jawa timur yang memiliki banyak objek wisata berupa alam, tempat rekreasi serta taman bermain. Namun, identitas kota Malang sendiri mulai pudar, bahkan sebagian besar masyarakatnya tidak lagi mengenal dan tidak berminat untuk melestarikan kebudayaan wayang topeng. Gagasan ini berusaha untuk memberikan ekshibisi, rekreasi, edukasi dan informasi bagi masyarakat lokal dan wisatawan terkait kebudayaan yang terdapat di kota Malang, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat lokal dan wisatawan untuk lebih menghargai dan melestarikan budaya.
Gereja Bethel Indonesia di Surabaya Barat
Leonard Soeprajitno Soeprajitno
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1378.771 KB)
“ Gereja Bethel Indonesia Di Surabaya Barat” merupakan sebuah bangunan gereja yang bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga merupakan tempat untuk berkumpul dan melayani siapa saja. Gereja Bethel Indonesia Di Surabaya Barat ini yang di latar belakangi dari sebuah keadaan sosial dimana keberadaan sebuah gereja saat ini kurang dapat di terima oleh sebagian masyarakat. Hal ini membuat proyek dibuat dengan memperhatikan aspek tersebut sehingga dimana gereja pada umumnya sebagai tempat beribadah umat Kristiani dan menjadi sebuah tempat yang juga dapat melayani semua golongan masyarakat. Dengan adanya pelayanan social seperti klinik. Dengan adanya fasilitas umum ini di harapkan dapat menjangkau semua kalangan masyarakat. Bangunan ini juga di harapkan dapat menyelesaikan masalah yang ada pada gereja lama yakni dapat memenuhi fasilitas dari kapasitas gedung yang lama, serta untuk lingkungan sekitar seperti parkir.
Akademi Kuliner Indonesia di Denpasar
Satryo Saputro
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK Akademi Kuliner Indonesia di Denpasar ini merupakan fasilitas edukasi formal yang ditujukan untuk mewadahi minat masyarakat asing dalam mempelajari kekayaan hidangan Indonesia. Kuliner sebagai salah satu wujud peninggalan budaya Indonesia telah dikenal secara luas oleh masyarakat asing. Pengenalan ini masih dirasa dangkal, karena keotentikan masakan Indonesia yang tersaji di luar negeri seringkali dipertanyakan. Hal ini terjadi karena banyak faktor, salah satunya adalah ketiadaan fasilitas edukasi kuliner formal di Indonesia yang terspesifikkan pada hidangan Indonesia saja. Denpasar dipilih sebagai lokasi proyek karena nama Bali telah memiliki nilai jual yang tinggi bagi masyarakat asing. Pendekatan yang dipilih merupakan pendekatan sistem, dimana gubahan bentuk bangunan muncul untuk memaksimalkan efisiensi kegiatan memasak yang dilakukan. Selain itu, konsep rekreatif juga digunakan, untuk memberi kenyamanan dan pengalaman tersendiri kepada masyarakat asing yang akan belajar di sini. Pendalaman ruang masak dipilih untuk memfasilitasi tiap ruang-ruang masak yang ada supaya seluruh kebutuhannya bisa terpenuhi dengan baik.Kata Kunci: akademi, kuliner, kuliner Indonesia, Denpasar, Bali
Fasilitas Pelatihan Klub Bola Voli Surabaya Samator
William Victory Walelang.
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 2 (2013): Juli 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1108.756 KB)
Fasilitas Pelatihan Klub Bola Voli Surabaya Samator ini merupakan fasilitas pelatihan untuk olahraga bola voli klub Surabaya Samator yang berada di daerah Kertajaya Indah Timur. Fasilitas pelatihan ini didesain dengan tujuan untuk menyediakan fasilitas olah raga bola voli yang dapat menampung dan membina potensi bola voli di Surabaya. Fasilitas ini ditujukan kepada para atlet Surabaya Samator, penggemar Surabaya Samator dan penggemar olahraga bola voli. Surabaya Samator merupakan klub bola voli yang mempunyai ciri khas kekeluargaan di mana mereka berusaha mengerti kebutuhan dan kondisi yang mereka alami. Oleh karena itu desain fasilitas pelatihan ini menggunakan konsep kekeluargaan dimana berusaha menggabungkan interaksi antar penggunanya, yaitu atlet, pengelola dan pengunjung. Dalam hal ini menggunakan sistem sirkulasi yang membagi jalur tiap-tiap penggunanya diharapkan dapat memperoleh desain yang nyaman dan aman bagi penggunanya. Pendalaman yang digunakan adalah pendalaman fartlek yaitu latihan daya tahan kardiovaskular yang dimaksud untuk mengembalikan dan memelihara kondisi tubuh seseorang
Rumah Susun untuk Nelayan di Tarakan
Anthony Alexander Kristianto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1309.966 KB)
Tarakan adalah sebuah kota yang terletak di sebuah pulau tersendiri, sehingga tidak heran seluruh sisi kota ini berbatasan dengan garis pantai. Hal ini mempengaruhi mata pencaharian penduduk Tarakan yang mayoritas adalah nelayan. Tingginya pertumbuhan penduduk yang berprofesi sebagai nelayan membuat pemukiman di sekitar garis pantai menjadi tidak teratur dan mengarah ke pemukiman kumuh.Proyek ini merupakan sebuah hunian vertikal yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan dari segi kebutuhan papan, serta mengurangi padatnya pemukiman di daerah tepi pantai. Latar belakang yang melandasi lahirnya proyek ini adalah kondisi pemukiman di daerah garis pantai yang padat dan kumuh, sehingga membuat hunian tidak sehat dan merusak ekosistem tepi pantai Oleh karena itu, dengan adanya fasilitas ini diharapkan mampu menciptakan hunian yang lebih layak huni dan dapat mendukung kegiatan dan kebiasaan nelayan.Pendekatan perilaku digunakan untuk membawa menjaga kegiatan dan kebiasaan nelayan dalam tatanan hunian horizontal yang dipindahkan dalam suatu tatanan vertikal.
Hotel Resort Dengan Konsep Ekowisata di Teluk Patipi Fakfak
Steven Anthony Wirjono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK "Hotel Resort dengan Konsep Ekowisata di Teluk Patipi,Fakfak" ini merupakan rencana untuk menanggapi rencana besar pemerintah dalam mengembangkan daerah Papua Barat. Daerah Papua Barat, bagian Teluk Patii merupakan area yang diproyeksikan sebagai daerah pariwisata untuk masyarakat Papua dan masyarakat luas pada umumnya. Beberapa keunggulan alam Teluk Patipi adalah (1) banyaknya lumba-lumba yang berada di area ini dan secara rutin masuk ke Teluk setiap sore; (2)Indahnya pemandangan pulau-pulau kecil di sekitar Teluk; (3) Wisata mancing di laut lepas yang memang sudah terkenal akan kekayaan lautnya; (4) Merupakan daerah penghasil pala. Beberapa faktor di atas merupakan modal utama Teluk Patipi untuk mempromosikan dirinya. Dan kekurangan Teluk Patipi hanyalah akomodasi yang layak dan nyaman karena setiap wisatawan yang datang harus pulang pergi dan menginap di kota terdekat yang Fakfak. Karena itu perlu sebuah hotel yang tidak hanya berpikir tentang keuntungan semata tapi juga hotel yang merupakan sebuah sistem yang menghidupkan potensi-potensi Patipi dan dikonservasikan kembali untuk kegunaan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, pendekatan yang diambil adalah Teori Ekowisata dengan 5 poin utamanya yaitu; (1) minimize impact to environment; (2)build environmental and cultural awareness and respect; (3)conservation; (4)provide empowerment for local people; (5)raise sensitivity to host countries’ environmental climate. Poin-poin inilah yang digunakan menjadi tolak ukur dalam mendesain hotel.Kata Kunci: Hotel Resort, Ekowisata, Teluk Patipi, Fakfak
GEDUNG PERTUNJUKAN WAYANG INDONESIA DI JAKARTA
Agung Soejanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak— Menurunnya minat masyarakat kota terhadap kesenian tradisional Wayang pada zaman sekarangdiakibatkan oleh pengaruh budaya asing yang lebih diunggulkan. Dengan alasan inilah dirancangnyaGedung Pertunjukan Wayang Indonesia di Jakarta, dimana kesenian tradisional Wayang Indonesia dariberbagai daerah dapat ditampilkan dalam satu wadah. Untuk merubah persepsi kuno terhadap keseniantradisional Wayang, gedung pertunjukan ini didesain dengan suasana modern yang memiliki ruang-ruangteater untuk menampilkan berbagai macam jenis pertunjukan kesenian tradisional Wayang serta didukungdengan fasilitas seperti, galeri, toko sovernir, minimarket, cafe dan restoran, sehingga menjadi tempathiburan yang akrab dan nyaman bagi masyarakat kota. Pendekatan simbolik digunakan untukmenggambarkan Wayang Indonesia secara global sehingga masyarakat dapat lebih mengenal Wayangmelalui arsitektur. Diharapkan Gedung Pertunjukan Wayang Indonesia di Jakarta dapat menjadi salah satupilihan hiburan ditengah masyarakat kota yang modern, serta menjadi ikon Wayang di Indonesia.