cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Hotel Resor di Pantai Wini, Nusa Tenggara Timur Cindy Clara Salu
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1316.247 KB)

Abstract

Pantai Wini saat ini menjadi salah satu kawasan berkembang, namun belum mendapat perhatian khusus terkait pariwisata sehingga wisatawan menjadi kurang nyaman ketika berada di pantai ini. Perancangan Hotel Resor di Pantai Wini ini didasari oleh pemikiran atas kurangnya fasilitas, sarana dan prasarana yang memadai di kawasan Wini berupa penginapan, restaurant, ruang konvensi, spa, gym, dan kolam renang,Dalam mendesain hotel resor ini, digunakakn pendekatan vernacular agar proyek ini dapat memiliki keunikan dan kekhasannya tersendiri. Hotel resor ini mengadaptasi bentuk dan karakteristik dari rumah di permukiman Suku Dawan yang secara jelas memperlihatkan perbedaan antara zona privat dan zona publik. Desain bentuk arsitektur mengadopsi bentuk rumah tradisional ume kbubu, ume kbat dan lopo secara kontemporer. Kemudian pendalaman karakter ruang dipilih untuk memenuhi kebutuhan akan pengalaman ruang yang berbeda-beda sesuai dengan karakter tiap fungsi bangunan.
PASAR TERAPUNG DI BANJARMASIN, KALIMANTAN SELATAN Tjung Ardy
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.448 KB)

Abstract

Pasar Terapung, di Banjarmasin” merupakan sebuah fasilitas umum yang dibuat guna sebagai sebuah sarana wisata belanja pasar terapung di Banjarmasin. Dasar ide muncul dikarenakan melihat pasar terapung aslinya yang ada di bannjarmasin kurang tertata dengan baik dan cendrung merusak sungai karena sampah pasar yang mengapung di atas sungai sehingga di butuhkan pasar terapung yang terorganisasi dalam hal jualbelinya yang baik maupun sistem sampahnya sesuai dengan pasar yang baik dan sehat. “Pasar Terapung di Banjarmasin” yang sudah memenuhi kateria pasar yang baik dalam proses jualbeli, tatanan dan juga penanganan sampah. Pasar terapung ini diharapkan dapat mengembalikan dan mempertahankan tradisi dan lokalitas pada warga Banjarmasin sehingga para pedagang di pasar terapung ini dan juga meningkatkan parawisata di Banjarmasin.
Pusat Perbelanjaan Fesyen di Surabaya Valentia Christina Christina
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2034.194 KB)

Abstract

Surabaya adalah sebuah kota metropolitan yang selaluberkembang. Melalui perkembangan tersebut, kebutuhanmasyarakatnya untuk mengaktualisasikan diri mereka jugameningkat. Salah satu cara untuk mengaktualisasikan diriadalah melalui fesyen. Industri fesyen berkembang denganpesat, sehingga mendorong meningkatnya pembelianproduk-produk fesyen, dan pertumbuhan komunitas fesyen.Namun, masih belum ada tempat untuk mereka berbelanjakebutuhan fesyen terpusat di satu tempat, dan juga tempatuntuk tumbuh kembang komunitas fesyen. Perancangan“Pusat Perbelanjaan Fesyen di Surabaya” ini ditujukan untukmenjadi pusat belanja fesyen dan tempat tumbuh kembangkomunitas fesyen, khususnya di Surabaya.Dalam mendesain pusat perbelanjaan fesyen ini,ditemukan beberapa masalah arsitektur krusial yang perludiselesaikan. Masalah-masalah tersebut adalahmenghadirkan citra unik terkait sebuah fungsi yang baru,merancang fasilitas yang memadai dan mendorongkreativitas pelaku fesyen, serta menciptakan pusatperbelanjaan dengan nuansa fesyen yang kuat. Pendekatanyang dipakai untuk menyelesaikan rumusan masalah diatasadalah pendekatan simbolik. Melalui pendekatan tersebut,muncul sebuah konsep semiotika yang berkaitan denganfesyen, yaitu “everchanging but repeating”. Konsep iniditerapkan melalui bentukan bangunan, fasad dan selubungbangunan, serta penataan ruang (denah).
Pusat Modifikasi Mobil di Surabaya Randy Eka Pranoto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 2 (2013): Juli 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1700.714 KB)

Abstract

“Pusat Modifikasi Mobil di Surabaya” ini merupakan fasilitas yang akan mewadahi kegiatan modifikasi dan kegiatan show off mobil bagi masyarakat di kota Surabaya. Di tempat ini pengunjung akan dapat memiliki interaksi yang dekat dengan kegiatan workhop mobil dan show off mobil, sehingga dapat membuat pengunjung yang tidak mengerti modifikasi mobil pun akan menjadi tertarik. Proyek ini memiliki banyak kegiatan dan banyak jenis sirkulasi dalam satu bangunan, maka digunakan pendekatan sistem sirkulasi yang akan membuat sirkulasi dalam bangunan akan tertata dengan rapi. Pendekatan ini juga dipakai sebagai pendukung konsep, sehingga bentukan terbentuk dengan konsep yang lahir dari sirkulasi
Pasar Burung Surya di Bratang, Surabaya Bram Michae Wayne
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2277.265 KB)

Abstract

Proyek ini merupakan sebuah fasilitas komersial denganfasilitas pendukung berupa ruang komunal baik indoormaupun outdoor. Hal tersebut di timbulkan dari kebutuhandan fungsi bangunan sebagai pasar burung yang berpotensisebagai area berkumpul dari beberapa penjuru di Surabayadengan satu kesamaan, yaitu hobi. Sebuah pasar burungmemiliki keunikan sendiri dalam berdagang danmenunjukan barang jualannya, termasuk melalui lombaburung hias, dan lomba kicau burung yang biasanya palingdi minati sebagai sebuah pertunjukan tersendiri. Rumusanmasalah dalam proyek ini adalah menciptakan sebuahruang yang responsive terhadap sekitar sehinggaketerkaitan bangunan ini dengan sekitarnya dapatterbentuk, dan di perlukannya sebuah penataan ulangdalam bentuk dan sistem berjualan dalam pasar. Untukdapat menjawab rumusan masalah tersebut maka penulismenggunakan pendekatan lingkage. Dan pendalaman yangdigunakan yaitu penghawaan, sehingga ketika ditinjaukembali dapat menjawab rumusan masalah dalam proyekini.
Hotel dan Wisata Bahari di Pantai Ketembe, Buton Sulawesi Tenggar Kharly Christian Sahid
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKeanekaragaman hayati bahari dan kekayaan tradisiButon, Sulawesi Tenggara adalah salah satu darisekian banyak daya tarik pariwisata yang belumdimaksimalkan. Potensi-potensi daerah tersebut perludiperkuat, didukung, dan diakomodasi oleh fasilitasyang layak agar industri pariwisata di Butonmeningkat. Perancangan ini dibuat dalam rangkamenyediakan fasilitas "Hotel Resor dan Wisata Baharidi Pantai Katembe, Buton, Sulawesi Tenggara" yangmenyediakan akomodasi penginapan sekaliguspariwisata bahari bagi para pelancong domestikmaupun internasional yang akan mampu mendukungindustri pariwisata dan kemajuan Buton. Fasilitaspariwisata bahari yang ada dalam proyek inidikhususkan untuk mendukung aktivitas selamdimana menyediakan tempat untuk pelatihan, galeridan persewaan alat selam. Pada bangunan jugaterdapat pariwisata budaya dan sejarah yang berupagaleri dan pusat informasi kebudayaan dan sejarahButon.Proyek ini dirancang didasarkan pada nilai -nilai filosofi yang terdapat pada arsitektur tradisionalButon, sehingga diharapkan wisatawan yang datangke bangunan ini dapat lebih mengenal kebudayaan,sejarah, dan tradisi yang ada di Buton melaluibangunan ini.Kata kunci : Hotel Resor, Wisata Bahari, Buton
Galeri dan Pusat Komunitas Urban Sketcher di Surabaya Andrew Aprilio Raharjo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1615.186 KB)

Abstract

Galeri dan Pusat Komunitas Urban Sketcher di Surabaya merupakan sebuah fasilitas yang memperkenalkan urban sketch pada masyarakat awam. Di dalam galeri dan pusat komunitas ini, anggota komunitas dapat melakukan kegiatan sketch walk  di dalam bangunan untuk menangkap view di sekitar bangunan, sehingga masyarakat dapat melihat langsung karya sekaligus proses pembuatan karya-karya dari urban sketcher. Bangunan ini juga dilengkapi dengan fasilitas perpustakaan, kantin dan toko alat tulis, serta ruang workshop dan seminar yang dapat mendukung kebutuhan dari komunitas urban sketcher itu sendiri. Pendekattan perilaku dipilih untuk menghasilkan desain yang sesuai dengan kebutuhan pengguna utama, yakni komunitas urban sketcher. Tampilan bangunan ini  mengambil gaya kolonial untuk menyesuaikan tapak yang berada di kawasan kota tua, sekaligus untuk menunjukkan bahwa komunitas urban sketcher sangat menggemari bangunan bergaya kolonial.
Pengaruh Pembukaan Daylighting Simbolik Terhadap Kenyamanan dan Persepsi Jemaat di Gereja Jessica Dwitya Intan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.481 KB)

Abstract

Sinar Matahari mampu menciptakan nuansa yang mempunyai nilai spiritual. Beberapa gereja menggunakan pencahayaan alami untuk menciptakan suatu persepsi tertentu bagi jemaat dengan nilai simbolik yang bersifat spiritual. Namun kenyataannya tidak sedikit pembukaan elemen simbolik yang akhirnya menjadi sumber kesilauan/ glare dan menggangu suasana kebaktian bahkan menciptakan ketidaknyamanan. Pada beberapa gereja, pembukaan simbolik diletakkan tepat di belakang podium sehingga cahaya yang menyilaukan mengganggu aktivitas jemaat dalam beribadah.Tujuan dari studi ini adalah untuk menemukan desain penyempurnaan letak pembukaan simbolik yang mampu menciptakan makna namun memasukkan sinar matahari tanpa menyebabkan kesilauan/ glare. Penelitian ini menggunakan metode gabungan kuantitatif dan kualitatif. Penjolokan data tentang makna simbolik dan ketidaknyamanan atas kesilauan dilakukan secara kualitatif dan uji kesilauan dilakukan secara kuantitatif dengan analisis HDRI dan disimulasikan dengan software IESVE (Integrated Environment Solutions).Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat kesilauan / glare dan kemampuan Jemaat dalam menangkap makna dari pembukaan simbolik. Semakin tinggi tingkat kesilauan / glare, maka menganggu jemaat dalam merasakan makna simbolik dari bentuk jendela yang ada. Studi ini menemukan bahwa ada empat faktor yang mempengaruhi kesilauan / glare yaitu lebar pembukaan yang mempengaruhi nilai luminance, warna kaca yang mempengaruhi spectral power distribution, orientasi dan ketidakhadiran elemen pembayangan. Usulan penyempurnaan desain dalam studi kasus yang dipilih berupa perubahan warna kaca pada jendela yang mempunyai makna simbolik untuk menurunkan nilai DGI dan UGR.
RUMAH BELAJAR MANAJEMEN STRES DI TAMAN DAYU PASURUAN Stephanie Santoso
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.855 KB)

Abstract

Rumah Belajar Manajemen Stres di Taman Dayu Pasuruan”  merupakan sebuah fasilitas konseling dan pelatihan manajemen stres. Proyek ini di desain untuk memfasilitasi orang yang sedang mengalami stres  maupun orang yang ingin belajar tentang manajemen stres. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan masyarakat mampu mengelola stres yang merugikan ( distress ) menjadi stres yang menguntungkan ( eustress ). Proyek ini hanya hanya sampai pada tahap penanganan stres saja. Fasilitas yang disediakan meliputi welcome area, villa, restoran, ruang workshop dan perpustakaan, ruang behavior test, ruang belajar manajemen stres.  Desain ini menggunakan pendekatan perilaku, sehingga ditemukan adanya tiga zona belajar utama, yaitu area psikologi, area fisik, dan area sosial. Konsep desain “Homey” diaplikasi untuk menciptakan ruang yang nyaman dan hangat bagi masing – masing pengunjung. Pendalaman karakter ruang dipilih untuk menunjukkan perbedaan suasana sesuai perilaku pengguna. Ruang yang didalami adalah area ruang psikologi, dimana ruang tersebut terdapat 5 jenis pengguna, yaitu bayi, anak – anak, remaja, dewasa, dan lansia.
Sekolah Musik di Ambon Nehemia Wattimena Wattimena
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (838.397 KB)

Abstract

Sekolah Musik di Ambon merupakan sebuah institusi pendidikan dengan tingkat setara jenjang strata satu yang bertujuan sebagai wadah untuk menyalurkan minat dan bakat dalam bidang musik bagi masyarakat di Kota Ambon. Sekolah Musik di Ambon mengajarkan ilmu musik modern dan musik tradisional. Karena itu, pendekatan yang dipakai dalam perancangan memakai pendekatan Neo-Vernakular, yang merupakan interpretasi baru terhadap Arsitektur Vernakular setempat berupa Rumah Tradisional Provinsi Maluku, Baileo. Pendekatan Neo-Vernakular dipilih untuk lebih menonjolkan unsur tradisional pada rancangan bangunan. Konsep perancangan menggunakan bentuk Baileo yang telah diinterpretasi kembali dengan penggunaan material bangunan yang lebih modern, serta bentukan yang lebih fungsional. Desain dibagi menjadi 2 zona besar, yaitu zona pertunjukan yang mencakup studio musik dan konservatorium, serta zona pendidikan yang mencakup ruang kelas, ruang dosen, individual practice room, amphiteater dan fasilitas penunjang seperti kantin dan UKS. Kedua zona dipisah berdasarkan pola aktivitas pengguna agar tidak mengganggu sirkulasi satu sama lain.

Page 61 of 155 | Total Record : 1542