cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture
ISSN : -     EISSN : 2657098x     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 222 Documents
Pandangan Tiga Orang Tionghoa Generasi Tua Samarinda Terhadap Makna Bunga Mei dan Tanaman Jeruk Pada Perayaan Imlek Fransisca Haryanto; Elisa Christiana
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.539 KB) | DOI: 10.9744/century.4.1.33-40

Abstract

Di kota Samarinda, hampir seluruh keluarga keturunan Tionghoa melaksanakan tradisi memasang bunga mei dan tanaman jeruk pada perayaan Imlek. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pemaknaan bunga mei dan tanaman jeruk bagi generasi tua masyarakat Tionghoa Samarinda dan alasan mereka masih melakukan tradisi ini setiap tahunnya. Skripsi ini menggunakan pendekatan kualitatif dan mewawancarai tiga orang narasumber yang berusia 65 tahun atau lebih yang paham akan makna bunga mei dan tanaman jeruk pada saat perayaan Imlek. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga narasumber memiliki pemahaman yang umum terhadap makna bunga mei dan tanaman jeruk. Generasi tua masih melaksanakan tradisi ini dan sangat berharap pada generasi muda untuk terus melestarikan tradisi yang ada, karena tradisi merupakan salah satu tolok ukur identitas bagi etnis Tionghoa sendiri.
SIKAP CHINGCHING KETIKA MENGHADAPI MASALAH DALAM NOVEL SELEMBUT KASIH KARYA QIONGYAO Ervina Hosana; Elisa Christiana; Esther H. Kuntjara
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.5.2.12-32

Abstract

Skripsi ini membahas sikap tokoh Chingching ketika menghadapi masalah dan faktor penyebab Chingching bersikap demikian. Analisis dilakukan dengan studi pustaka yang didukung oleh buku-buku referensi, bahan-bahan yang dikumpulkan melalui internet serta sumber lain yang mendukung penulisan skripsi ini. Dari hasil analisis, penulis menemukan bahwa pengaruh keadaan sosial politik pada zaman itu, membuat Chingching hidup dalam masa transisi emansipasi wanita, yang secara tidak langsung juga ikut mengambil peran dalam kehidupan Chingching yang membuatnya memiliki semangat juang yang pantang menyerah, berani mengambil resiko dan berani mengutarakan pendapat dan perasaannya. Penyebab Chingching bersikap demikian adalah arti kehadiran Hsiaocao bagi Chingching, perasaan cinta Chingching pada Shiwei, dan pengaruh sosial politik pada zaman itu terhadap perbedaan status pria dan wanita.
Alasan Pasien Non Tionghoa Menggunakan Pengobatan Akupuntur di Dua Klinik Akupuntur Surabaya Selatan 非华裔病人在泗水南区两座针灸诊所运用针灸医疗之原因 Agustine Wahyu Nugraheni Howan; Ong Mia Farao Karsono
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.693 KB) | DOI: 10.9744/century.2.1.30-43

Abstract

Penelitian ini bertujuan meneliti penyebab pasien non Tionghoa Surabaya tertarik pengobatan akupuntur untuk menyembuhkan penyakit mereka Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu  akupuntur di Indonesia, akupuntur bagi kesehatan, akulturasi dan akupuntur. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil analisis menemukan persepsi pasien non Tionghoa tertarik terhadap teknik pengobatan akupuntur karena tidak ada efek samping, merasa rileks, dapat mengobati berbagai macam penyakit, tidak melanggar dengan aturan agama yang dianut.  Temuan baru dalam penelitian ini yang  belum diutarakan dalam dua penelitian sebelumnya yaitu efek penyembuhan dengan pengobatan akupuntur harus dilakukan secara rutin dalam proses yang lama. Temuan baru yang lain penyebaran akupuntur di Indonesia selain dari teman juga dari majalah, iklan koran dan televisi.
Tradisi Memiliki Anak Laki-laki dalam Keluarga Tionghoa Khonghucu Klenteng Boen Bio Kapasan Surabaya 泗水文庙孔教华裔家庭对拥有男孩习俗的看法 Cindy Agnes Jonathan; Elisa Christiana
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.652 KB) | DOI: 10.9744/century.2.1.155-166

Abstract

Di dalam sistem kekeluargaan Tionghoa, laki-laki adalah pemimpin dan pengambil keputusan yang menjadi pertimbangan utama, karena dapat meneruskan marga dan merupakan suatu wujud bakti dalam pemeliharaan abu leluhur, maka dari itu banyak keluarga Tionghoa yang merasa kebingungan apabila tidak mempunyai anak laki-laki. Dalam skripsi ini, penulis ingin meneliti tentang perkembangan pola pemikiran etnis Tionghoa beragama Khonghucu terhadap tradisi memiliki anak laki-laki di zaman modern. Penulis menggunakan metode kualitatif dan mengumpulkan data melalui wawancara terhadap enam orang jemaat etnis Tionghoa di klenteng Boen Bio Kapasan Surabaya. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa peran anak laki-laki di tengah keluarga Tionghoa tidak berubah, namun keluarga Tionghoa modern tidak memprioritaskan adanya anak laki-laki di tengah keluarga mereka, karena anak laki-laki dan anak perempuan sama-sama memiliki peran yang penting. Bagi keluarga Tionghoa modern, memiliki anak yang berbakti adalah hal yang paling penting demi mencapai keharmonisan di dalam keluarga. 在中国亲属中,家事由男人来领导,他们的决策成为家庭里的第一考虑,因为他们能继承姓氏和祖先灵位,因此许多没有男孩的华裔家庭会感到心慌。在本论文中,笔者想要调查关于现代孔教华裔家庭对拥有男孩习俗的看法。笔者采用了定性方法与通过访问了六位孔教信徒来收集资料。从分析的结果, 可见男孩的角色没有改变,但在现代华裔家庭中,男孩的存在不再优先,因为男孩和女孩都有很重要的角色。对于华裔家庭,最主要是拥有孝孩,为了达到和谐。
PELESTARIAN SENI PERTUNJUKAN WAYANG POTEHI DI JAWA TIMUR Yohanes Suwanto; Budi Kurniawan
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.139 KB) | DOI: 10.9744/century.5.1.18-27

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana cara melestarikan wayang potehi. Sekitar tahun 1900 wayang potehi mulai popular, pada masa orde baru pertunjukan wayang potehi dilarang total. Akan tetapi wayang potehi masih bisa eksis hingga sekarang. Objek penelitian ini adalah pengurus klenteng kampong dukuh dan dalang wayang potehi di Surabaya dan pengurus klenteng Hong San Kiong Gudo Jombang. Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana wayang potehi masih bisa eksis hingga sekarang.
PROSES PERKEMBANGAN PERKUMPULAN BARONGSAI SURYANAGA SURABAYA SETELAH REFORMASI Yoseph Christanto
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.568 KB) | DOI: 10.9744/century.7.2.1-12

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan kesenian pertunjukan Barongsai yang ada di Suryanaga Surabaya. Konflik masa lalu dan perubahan sudut pandang masyarakat membuat kelompok ini mengalami banyak perubahan. Di masa lalu Barongsai adalah sebuah alat ritual orang Tionghoa, sedangkan saat ini Barongsai adalah salah satu bidang olahraga. Hal ini membuat kelompok ini harus beradaptasi dengan perubahan cara pandang masyarakat terhadap Barongsai, tata cara permainan Barongsai, ritual Barongsai dan lain-lain. Teknik analisa yang digunakan adalah wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian akan menunjukkan bagaimana perbandingan dari kesenian pertunjukan Barongsai sebelum Reformasi dan setelah Reformasi. Dapat disimpulkan, terjadi pergeseran fungsi Barongsai di kelompok ini. Awalnya Barongsai digunakan untuk kebutuhan ritual sedangkan saat ini digunakan untuk mencari uang. Mereka bisa mendapat uang dengan cara mendapatkan undangan acara atau memenangkan perlombaan. Kelompok ini hanya akan melakukan apa saja yang dibutuhkan oleh pasar. Mereka tidak perlu percaya kepada ritual-ritual Barongsai.
Pengaruh Xìnyòng Dalam Bisnis Pakaian Antara Orang Tionghoa Dan Pelanggan Orang Jawa Di Pusat Grosir Surabaya 在泗水PGS华裔与爪哇顾客服装贸易商信用关系的影响 Gery Bram Dahoklory
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.225 KB) | DOI: 10.9744/century.2.1.86-99

Abstract

Pentingnya dunia bisnis dalam kehidupan manusia adalah sesuatu yang tidak diragukan lagi. Tujuan penulisan ini adalah menganalisa pengaruh xinyong dalam bisnis pakaian antara orang Tionghoa dan orang Jawa. Penulisan skripsi ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah pengaruh xinyong dalam dunia bisnis orang Jawa dan Tionghoa sangatlah signifikan. Pemikiran mereka tentang pentingnya xinyong dalam berbisnis membuat mereka sangat menaruh perhatian terhadap xinyong. Walaupun berlatar belakang budaya yang berbeda mereka memiliki satu pemikiran tentang pentingnya xinyong itu sendiri
PANDANGAN MASYARAKAT ETNIS TIONGHOA DI TANJUNG SELOR TERHADAP PERNIKAHAN SESAMA MARGA Widya Agustin; Budi Kurniawan
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.935 KB) | DOI: 10.9744/century.4.2.1-8

Abstract

Di kota Tanjung Selor penulis mendapatkan data bahwa masyarakat Tionghoa Tanjung Selor tidak ada yang menikah sesama marga. Dalam hal pernikahan sesama marga, hal yang paling mempengaruhi adalah keluarga. Pernikahan sesama marga sejak dinasti Zhou sudah dianggap sebagai tabu. Hal ini dikarenakan marga merupakan simbol identitas dalam keluarga dan dianggapakan membawa hal yang buruk bagi generasi mendatang. Dengan adanya perkembangan zaman, tabu pernikahan sesama marga ini juga berubah. Tradisi yang mengganggap tabu pernikahan sesama marga berangsur-angsur mulai memudar. Pandangan masyarakat mengenai pernikahan sesama marga juga mulai mengalami perubahan.
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN KATA KETERANGAN BAHASA TIONGHOA DALAM TUGAS VLOG MAHASISWA SASTRA TIONGHOA UNIVERSITAS KRISTEN PETRA ANGKATAN 2015 Yulia Yessica; Dwi Retnaning Untari; Shuiqing Zhu
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.036 KB) | DOI: 10.9744/century.6.2.71-83

Abstract

Kesalahan berbahasa menunjukkan bahwa tujuan pengajaran bahasa belum tercapai secara maksimal, dan harus dikurangi sampai ke batas minimal, bahkan diusahakan dihilangkan sama sekali. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bentuk kesalahan dan penyebab kesalahan penggunaan adverbia bahasa Tionghoa dalam tugas pembuatan vlog mahasiswa Sastra Tionghoa Universitas Kristen Petra angkatan 2015. Penelitian ini menggunakan metode analisis tekstual. Data dalam penelitian ini yang adalah dokumen berupa 8 buah vlog yang dibuat oleh 17 mahasiswa angkatan 2015 Sastra Tionghoa Universitas Kristen Petra.Dari keseluruhan 8 jenis kata keterangan bahasa Tionghoa, penulis menemukan adanya 5 jenis kata keterangan yang mengalami kesalahan pengunaan yaitu kata keterangan level, waktu, ruang lingkup, negasi, dan hubungan.  Kesalahan yang terjadi berupa kesalahan penggunaan kata keterangan 太(tài), 正在 (zhèngzài), 就是 (jiùshì), 很 (hěn), 还是 (háishì), 只zhī, 是否(shìfǒu) atau 是不是 (shìbúshì), 已经 (yǐjīng), dan 也 (yě).Kesalahan penggunaan kata keterangan bahasa Tionghoa disebabkan oleh karena adanya pengaruh dari kata keterangan bahasa Indonesia, dimana bahasa Indonesia adalah bahasa ibu dari mahasiswa.
PERSEPSI WARNA BAGI MAHASISWA ETNIS TIONGHOA UNIVERSITAS KRISTEN PETRA Frisia Metta Kurnia; Budi Kurniawan
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.53 KB) | DOI: 10.9744/century.4.1.41-49

Abstract

Tujuan penelitian mengetahui persepsi warna bagi mahasiswa etnis Tionghoa Universitas Kristen Kristen Petra beserta faktor yang mempengaruhi persepsi. Penulis menggunakan metode kualitatif dan pengumpulan data melalui wawancara. Subjek penelitian adalah 20 mahasiswa aktif Universitas Kristen Petra Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan persepsi warna dari segi budaya dan psikologi. Dari segi budaya warna hitam adalah lambang berduka, niat jahat, dan keadilan, warna merah adalah keberuntungan, kebahagiaan, dan warna putih adalah pertanda buruk dan kesedihan. Sedangkan dari segi psikologi warna hitam adalah mewah, formal, dapat membuat tubuh terlihat lebih kurus, warna merah adalah semangat, berani juga dapat menambah nafsu makan dan warna putih adalah murni, bersih, dan terang. Adanya faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi seperti keluarga, lingkungan sosial, media massa, agama, dan pendidikan. Faktor tradisi keluarga dan lingkungan sosial adalah penyebab utama yang banyak mempengaruhi persepsi warna. Faktor media massa, agama, dan pendidikan yang menjadi faktor kedua yang mempengaruhi responden dalam memaknai suatu warna. 

Page 10 of 23 | Total Record : 222