Articles
216 Documents
Persepsi Pasien Non Tionghoa di Klinik Karang Asem Surabaya Terhadap Pengobatan Tradisional Tiongkok 泗水KarangAsem路中医非华裔病人接受中医治疗的原因和看法
Fanny Desilia Tansy;
Elisa Christiana Christiana;
Yifeng Wang
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (333.431 KB)
|
DOI: 10.9744/century.1.2.85-93
Dahulu orang non Tionghoa hanya minum jamu, ke dukun dan ke dokter umum bila sakit. Namun, 15 tahun terakhir, orang non Tionghoa yang menerima pengobatan tradisional Tiongkok di Surabaya semakin banyak. Penulis menggunakan metode kualitatif untuk menjelaskan pendapat dan alasan Pasien non Tionghoa di Klinik Surabaya terhadap pengobatan tradisional Tiongkok. Dari hasil wawancara disimpulkan: narasumber menerima pengobatan tradisional Tiongkok karena direkomendasikan orang lain. Para perekomendasi menyatakan bahwa teknik pengobatan tradisional Tiongkok sangat bagus. Ketika perekomendasi menjelaskan bahwa sinse seorang Tionghoa, pewawancara merasa khawatir pada awalnya. Tetapi, perekomendasi menjelaskan bahwa sinse ini tidak memandang ras dan agama. Orang non Tionghoa yang disembuhkan olehnya juga tidak sedikit. Para pewawancara setelah menerima mengobatan tradisional Tiongkok, menurut mereka ramuan obat tidak berbahan kimia, namun sulit diramu dan rasanya pahit. Pasien yang menerima akupuntur beranggapan bahwa dengan menggunakan jarum saja sudah bisa menyembuhkan penyakit, dan harganya tidak mahal.
Pelafalan Bahasa Mandarin Generasi Tua Di Pondok Tjandra Indah 泗水Pondok Tjandra Indah 老年华人普通话的语音
Carolina A.S.;
Henny P. S. Wijaya
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (438.577 KB)
|
DOI: 10.9744/century.1.2.47-53
Dari generasi ke generasi etnis Tionghoa di Surabaya memiliki ciri – ciri yang berbeda. Dalam berkomunikasi generasi tua etnis Tionghoa memiliki ciri yang khas dalam tataran bunyi dan intonasi. Ada 2 tujuan penelitian ini yaitu Untuk mengetahui apakah pelafalan bahasa Mandarin generasi tua ada perubahan atau tidak dan perubahannya apa saja. Skripsi ini menggunakan metode kualitatif dan subyeknya adalah generasi tua yang berusia 60 tahun – 80 tahun yang bisa membaca karakter hanzi dan berada di perumahan Pondok Tjandra Indah. Teori yang dipakai dalam penelitian ini ada 8, tetapi yang ada 3 macam yang penting dalam pelafalan bahasa Mandarin yaitu nada,vokal dan konsonan. Hasil dari penelitian ini, penulis mendapatkan bahwa ada 3 macam kesalahan yang telah terjadi yaitu kesalahan dalam vokal, konsonan dan nada. Di dalam perbedaan nada, semua nada mengalami perbedaan. Perbedaan vokal yang terjadi ada 10 perbedaan, sedangkan di dalam konsonan ada 5 konsonan yang terjadi perbedaan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu perbedaan pelafalan generasi tua di Pondok Tjandra Indah, Surabaya mungkin karena perbedaan dari pelafalan guru di sekolah.
Dominasi Anak Laki-Laki Sulung Dalam Keluarga Tionghoa Suku Hokkien di Kecamatan Tambaksari Surabaya Timur 泗水东区Tambaksari福建家庭中长子的地位和优势研究
Setefani Veronica Jap;
Elisa Christiana
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (312.111 KB)
|
DOI: 10.9744/century.1.2.37-46
Zaman dahulu budaya Tionghoa dalam sebuah keluarga memiliki anak laki-laki sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sampai saat ini anak laki-laki sangat diinginkan dan juga untuk membuat kita mengerti tentang keistimewaan dan keuntungan dalam posisi menjadi anak laki sulung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu mewawancarai informan guna mendapatkan data yang akurat. Terdapat empat sudut pandang informan terhadap anak laki sulung, yaitu laki sulung, orangtua anak laki sulung dan saudara kandung anak laki sulung. Meskipun zaman sudah semakin maju, namun tetap saja semua informan menilai anak laki lebih penting. Alasannya anak lelaki sulung dapat membantu menjaga adiknya yang masih kecil, meneruskan marga dan pekerjaan orang tua. Disaat anak sulung sebelum menikah pula ada beberapa hal material dan nonmaterial yang orangtua anak sulung berikan. Bagi saudara kandung laki sulung, mereka menilai kakak sulung mereka melakukan tanggung jawabnya dengan baik.
Relasi Ibu Mertua dan Menantu Perempuan Dalam Keluarga Tionghoa di Surabaya 泗水华人家庭里的婆媳关系
Ivana Huang;
Elisa Christiana
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9744/century.1.2.44-58
Relasi ibu mertua dan menantu perempuan seringkali digambarkan buruk, seperti dalam puisi klasik Tiongkok Kongque Dongnan Fei. Maka dalam skripsi ini, penulis meneliti relasi ibu mertua dan menantu perempuan dalam tiga keluarga Tionghoa di Surabaya yang telah tinggal bersama lebih dari 15 tahun. Dari hasil analisis, penulis menemukan bahwa relasi ibu mertua dan menantu perempuan sudah lebih modern, tidak ada lagi feodalisme keluarga. Ibu mertua tidak lagi menuntut menantu yang sempurna dan dapat menerima segala kelebihan dan kekurangan menantu perempuan sebagai anak sendiri. Konflik rumah tangga tentunya pernah terjadi di antara mereka, namun dengan cara manajemen konflik avoidance, accomodation dan collaboration, masalah dapat diatasi dengan baik, dan keharmonisan relasi di antara ibu mertua dan menantu tetap terjaga.婆婆与媳妇之间很多时候很难建立良好关系,就像中国古代叙事诗《孔雀东南飞》里所描述的那样。在此笔者研究在泗水三个华人家庭里同住了15年的婆婆和媳妇的关系。由分析结果可见,婆媳关系已现代化了,不再遵行家庭封建制度。婆婆不再要求完美的媳妇,而愿意接受媳妇为亲女儿,接受她的优缺点。家庭里的矛盾、冲突当然发生过,但她们都能以冲突管理方式如躲避式、圆通式、协同式来解决问题,因此能保持婆媳之间良好的关系。
Pandangan Etnis Tionghoa Surabaya Terhadap Budaya Penggunaan Arak 泗水华裔对运用酒文化之观点
Yessica Loviana;
Ong Mia Farao Karsono Karsono
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (671.721 KB)
|
DOI: 10.9744/century.1.2.104-118
Oleh karena arak di Tiongkok selain memiliki sejarah budaya penggunaan yang panjang, jenis-jenisnya banyak, dan juga digunakan dalam proses pengobatan tradisional, penelitian ini ingin menganalisis bagaimana pandangan etnis Tionghoa Surabaya terhadap budaya penggunaan arak. Apakah masih seperti yang dikatakan dalam kajian pustaka yang digunakan dalam penelitian ini, ataukah sudah ada perubahan dalam budaya penggunaannya. Kajian pustaka yang digunakan meliputi: budaya minum arak bagi kaum perempuan; penggunaan arak dalam perayaan-perayaan tertentu; makna arak bagi kaum sastrawan; manfaat arak dalam kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada budaya penggunaan arak yang masih sama seperti yang ditulis dalam kajian pustaka, ada yang sudah mengalami perubahan.
Adat Istiadat Suku Guangdong Tarakan Merayakan Tahun Baru Imlek打拉根广东人欢度春节的习俗
Lily Ferryanto;
Olivia Olivia
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (538.486 KB)
|
DOI: 10.9744/century.1.2.53-60
Penelitian ini dilakukan untuk mengungkap bagaimana etnis Tionghoa suku Guangdong Tarakan dalam merayakan Tahun Baru Imlek dan makna tradisi perayaan Tahun Baru Imlek tersebut. Peneliti mengunakan 10 orang etnis Tionghoa Tarakan suku Guangdong yang berumur 55-75 tahun, karena mereka masih mempertahankan tradisi yang diturunkan oleh nenek moyang. Contohnya: sebelum Tahun Baru Imlek bulan 12 tanggal 23 mereka akan sembahyang kepada dewa dapur berharap ketika saat dewa dapur naik ke langit akan melaporkan hal-hal yang baik kepada dewa langit, selain itu satu minggu sebelum Tahun Baru Imlek mereka akan melakukan tradisi bersih-bersih rumah yang dipercayai bisa membuang hal-hal yang tidak baik keluar dari rumah. Etnis Tionghoa suku Guangdong ini juga lebih menitikberatkan pada makanan yang dipersiapkan. Makanan yang dipersiapkan ini memiliki makna tersendiri. Contohnya: makan ayam berharap bisa beruntung, makan babi bakar berharap bisa kaya dan lain-lain. Hasil analisis menemukan bahwa meskipun telah dikeluarkannya instruksi presiden No. 14/1967 tetapi setelah reformasi etnis Tionghoa suku Guangdong Tarakan kembali menjalankan tradisi Imlek yang telah diturunkan oleh nenek moyang.
Pemberian Nama Tionghoa Keluarga Sub Suku Fúqīng di Banjarmasin 马辰福清人命名分析
Fennylia Siska Gunawan;
Ong Mia Farao Karsono
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (400.333 KB)
|
DOI: 10.9744/century.1.2.1-11
Adanya berbagai cara pemberian nama di kalangan etnis Tionghoa yang menarik untuk dilakukan penelitian bagaimanakah keluarga etnis Tionghoa memberi nama Tionghoa kepada putra-putri mereka dan alasannya. Kajian pustaka meliputi pelaksanaan kebijaksanaan pemerintah orde baru; makna pemberian nama; asal usul marga; bentuk struktur nama Tionghoa; cara pemberian nama Tionghoa dan hal yang dihindari dalam pemberian nama Tionghoa. Digunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil analisis menemukan bahwa meskipun dikeluarkan kebijakan asimilasi, semua responden masih menggunakan dan memberikan nama Tionghoa kepada putra-putrinya yang berfungsi sebagai identitas keturunan Tionghoa; asal usul marga sudah tidak dimengerti; marga Tionghoa berstruktur tunggal dan nama terdiri atas dua aksara Tionghoa; sebagian besar responden tidak mengerti mengenai nama generasi; cara pemberian nama bermakna keindahan; hal yang dihindari ketika pemberian nama sudah diabaikan. Alasan responden masih memberi nama Tionghoa untuk menunjukan identitas keturunan Tionghoa.
Interaksi Sosial Pasangan Jawa Tionghoa Dalam Pernikahan Beda Etnis di Surabaya 泗水爪哇族与华族通婚情况小调查
Emillia Stephanie Handoko
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (274.094 KB)
|
DOI: 10.9744/century.1.2.59-74
Berdasarkan situasi keberagaman etnis, budaya dan agama di Indonesia, interaksi sosial antara etnis yang berbeda tidak dapat dihindari. Skripsi ini bertujuan untuk menganalisa tentang interaksi sosial antara pasangan Jawa Tionghoa dalam pernikahan beda etnis di Surabaya. Skripsi ini menggunakan metode kualitatif. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa proses terjadinya pernikahan antara etnis Jawa dan Tionghoa tidaklah mudah, ada beberapa informan yang menerima halangan dari pihak luar. Selain proses terjadinya pernikahan beda etnis, setelah dianalisis dapat diketahui bahwa dengan adanya beberapa perbedaan baik dari segi latar belakang dan pendidikan keluarga serta perbedaan budaya antara suami istri membuat mereka lebih membutuhkan banyak toleransi dan pengertian. Saling belajar dari perbedaan masing-masing individu dan berkomunikasi dengan baik tidak hanya cara yang baik namun merupakan kunci dari kesuksesan pernikahan beda etnis基于在印尼有各种各样的民族、文化和宗教的情况下,与不同民族交流,互相来往直到结婚是不可避免的。因此本调查分析爪哇族与华族通婚的情况。本调查使用定性描述研究法。从研究结果可了解到爪哇族与华族通婚并不容易,有些受访者曾经受到外来的阻碍。除了通婚背景以外,通过分析可了解在爪哇族与华族已婚的情况下,因为不同的家庭背景、家庭教育、文化差异而夫妻间需要更多包容与了解。互相适应与好的沟通方式不仅让生活和谐,也是成功婚姻的关键。
PANDANGAN GENERASI MUDA HAKKA TERHADAP KEBERLANGSUNGAN PERKUMPULAN HWIE TIAUW KA SURABAYA
Chandra Chandra;
Elisa Christiana
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (679.494 KB)
|
DOI: 10.9744/century.1.2.119-133
Di kota Surabaya terdapat perkumpulan orang Hakka yang sangat bersejarah dan dibangun pada tahun 1820 yaitu perkumpulan Hwie Tiauw Ka. Dalam masa perkembangannya selama hampir 200 tahun, perkumpulan ini sudah mengalami berbagai tantangan dan halangan, salah satunya yang dirasakan sekarang adalah sebagian besar dari pengurus perkumpulan ini adalah senior-senior yang sudah sepuh, sehingga yang sangat dibutuhkan sekarang adalah regenerasi, merekrut para pemuda untuk meneruskan perkumpulan ini. Banyak hal yang sudah dilakukan contohnya, membuka les bahasa Hakka, melaksanakan berbagai bentuk kegiatan, bahkan juga membentuk kelompok muda-mudi Hakka, dengan tujuan supaya semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk mempertahankan eksistensi perkumpulan Hwie Tiauw Ka. Penulis menggunakan teknik penelitian kualitatif dan mewawancarai pemuda-pemudi Hakka yang pernah mengikuti kegiatan perkumpulan Hwie Tiauw Ka. Melalui penelitian ini dapat diketahui bahwa para informan merasa eksistensi perkumpulan ini harus dipertahankan, karena perkumpulan ini dapat membantu dalam mewariskan dan melestarikan budaya Hakka. Selain itu para informan juga menyampaikan ide mereka tentang cara-cara menarik generasi muda untuk ikut membantu mempertahankan perkumpulan Hwie Tiauw Ka.
Xiao Yan Zi dan Nilai Konfusianisme yang Dimiliki yang Terdapat dalam Novel Putri Huan Zhu 《还珠格格》中小燕子与其儒家思想观念
Stefhani Felina;
Olivia Olivia;
Shan Hua Chao
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (402.738 KB)
|
DOI: 10.9744/century.1.2.61-69
Novel Putri Huan Zhu adalah novel yang dikarang oleh Qiong Yáo yang memiliki kisah bahagia berbeda dengan novel-novel yang dikarang sebelumnya yang kisahnya semuanya berakhir dengan tragedi, contohnya adalah novel Y ā n Y ǔ M ē ng M ē ng. Xiǎo Yàn Zi memiliki sifat pemberani, membela kebenaran dan dapat dipercaya yang mendukungnya untuk memenuhi nilai kebajikan, keadilan, kepercayaan dan keberanian dari nilai Konfusianisme. Xiǎo Yàn Zi juga memiliki sifat tidak sopan, tidak penurut, keras kepala dan tidak suka belajar. Namun melalui skripsi ini, kita dapat melihat usaha Xiǎo Yàn Zi untuk memenuhi nilai Konfusianisme.