cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture
ISSN : -     EISSN : 2657098x     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 216 Documents
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN KATA BANTU STRUKTURAL “的,得,地” PADA MAHASISWA ANGKATAN 2017 Shielyn Angela; Alpin Gadman Markali; Kuo Chun – I
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.766 KB) | DOI: 10.9744/century.6.2.1-11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan, faktor penyebab kesalahan  dan cara pandang mahasiswa Universitas Kristen Petra angkatan 2017 prodi Sastra Tionghoa terhadap cara pengajaran kata bantu struktural de(的), de(得) dan de(地). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan terbanyak yang dilakukan mahasiswa adalah kesalahan penggunaan kata bantu struktural de(得) dan de(地). Faktor penyebab mahasiswa melakukan kesalahan adalah: penggunaan kata bantu struktural yang rumit, faktor dalam diri mahasiswa, kurangnya latihan soal dan adanya pengaruh dari bahasa ibu. Selain itu dari hasil penelitian juga dapat diketahui cara pandang mahasiswa terhadap pengajaran kata bantu struktural de(的), de(得) dan de(地) yaitu: cara penjelasan pengajar yang sangat berpengaruh terhadap tingkat pemahaman mahasiswa serta memperbanyak latihan soal dapat membuat mahasiswa tidak mudah melupakan materi yang baru diajarkan. Kesimpulannya adalah penggunaan kata bantu struktural de(得) dan de(地) adalah yang paling sulit, yang membuat mahasiswa banyak melakukan kesalahan dan di antara ketiga kata bantu struktural, kesalahan penambahan dan penghilangan kata bantu stuktural de(的) yang paling banyak dilakukan mahasiswa.
Dampak Drama Televisi Taiwan Terhadap Motivasi Belajar Bahasa Tionghoa Mahasiswa Program Studi Sastra Tionghoa Universitas Kristen Petra 台湾电视剧对彼得拉基督教大学中文系学生汉语学习动机的影响 Yosephine Wignyo; Budi Kurniawan; Henny P. S. Wijaya
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.915 KB) | DOI: 10.9744/century.1.2.22-27

Abstract

Sejak munculnya drama televisi Meteor Garden, drama televisi Taiwan mulai mendapatkan perhatian dari masyarakat Indonesia. Hal ini menarik minat penulis untuk meneliti dampak dari drama televisi Taiwan terhadap motivasi mahasiswa program studi Sastra Tionghoa. Teori yang digunakan adalah teori mengenai drama idola Taiwan oleh Yi Xiaoli易晓莉 (2009), Lan Xiaoying兰晓英, Wang Manhua王满华 (2009), dan Huang Guorong黄国荣 (1996), lalu teori motivasi oleh Suntrock (2010). Dari hasil kuesioner dan wawancara dengan mahasiswa Program Studi Sastra Tionghoa, faktor terbesar yang membuat mereka ingin belajar bahasa Tionghoa adalah jalan cerita, bahasa Tionghoa itu sendiri, dan aktor/aktris dalam drama televisi Taiwan. Selain itu menonton drama Taiwan dapat membantu mereka dalam belajar grammar, listening, speaking, hanzi, pelafalan, dan shengdiao. Dari analisa data dapat disimpulkan bahwa drama televisi Taiwan memiliki dampak dalam memotivasi mahasiswa program studi Sastra Tionghoa untuk meningkatkan kemampuan bahasa Tionghoa mereka.
Relasi Ibu Mertua dan Menantu Perempuan Dalam Keluarga Tionghoa di Surabaya 泗水华人家庭里的婆媳关系 Ivana Huang; Elisa Christiana
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.1.2.44-58

Abstract

Relasi ibu mertua dan menantu perempuan seringkali digambarkan buruk, seperti dalam puisi klasik Tiongkok Kongque Dongnan Fei. Maka dalam skripsi ini, penulis meneliti relasi ibu mertua dan menantu perempuan dalam tiga keluarga Tionghoa di Surabaya yang telah tinggal bersama lebih dari 15 tahun. Dari hasil analisis, penulis menemukan bahwa relasi ibu mertua dan menantu perempuan sudah lebih modern, tidak ada lagi feodalisme keluarga. Ibu mertua tidak lagi menuntut menantu yang sempurna dan dapat menerima segala kelebihan dan kekurangan menantu perempuan sebagai anak sendiri. Konflik rumah tangga tentunya pernah terjadi di antara mereka, namun dengan cara manajemen konflik avoidance, accomodation dan collaboration, masalah dapat diatasi dengan baik, dan keharmonisan relasi di antara ibu mertua dan menantu tetap terjaga. 婆婆与媳妇之间很多时候很难建立良好关系,就像中国古代叙事诗《孔雀东南飞》里所描述的那样。在此笔者研究在泗水三个华人家庭里同住了15年的婆婆和媳妇的关系。由分析结果可见,婆媳关系已现代化了,不再遵行家庭封建制度。婆婆不再要求完美的媳妇,而愿意接受媳妇为亲女儿,接受她的优缺点。家庭里的矛盾、冲突当然发生过,但她们都能以冲突管理方式如躲避式、圆通式、协同式来解决问题,因此能保持婆媳之间良好的关系。
Pemain-Pemain Barongsai Non-Tionghoa Di Surabaya 泗水非华裔舞狮表演者 Yuli Sartika; Ong Mia Farao Karsono; Setefanus Suprajitno
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.1.2.1-14

Abstract

Dalam beberapa dekade pada masa orde baru, etnis Tionghoa tidak bisa menikmati dan mempertunjukkan kesenian budaya Tionghoa, namun setelah masa pemerintahan orde baru berakhir, budaya Tionghoa yang dahulu hilang sekarang muncul kembali. Salah satunya adalah kesenian barongsai yang bisa kita nikmati dalam berbagai acara perayaan-perayaan. Adanya fenomena perubahan kebijakan politik dalam negeri Indonesia ini, menimbulkan situasi terdapatnya pemain barongsai yang dahulu hanya dimainkan oleh etnis Tionghoa, sekarang telah dimainkan oleh orang-orang etnis non-Tionghoa. Fenomena ini menarik minat peneliti untuk menulis penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Menggunakan kajian pustaka yang meliputi kajian mengenai barongsai, akulturasi budaya, dan pengaruh kebudayaan asing terhadap kebudayaan setempat. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa alasan para informan memainkan barongsai karena ajakan teman, hobi, dan menambah pengalaman. Dampak keikutsertaan etnis non-Tionghoa menjadi pemain barongsai adalah memiliki teman-teman etnis Tionghoa, menghasilkan uang, dan mengembangkan pribadi mereka.改革开放之前的几十年,华人不能欣赏与展示中国文化,但新秩序统治时期结束后,以前在印尼消失的中国文化,其中之一是舞狮,现在我们却可以在许多中国传统节日中看到舞狮的演出。由于存在这两种不同的印尼政治措施,,出现了许多非华人的舞狮表演者。这种现象激发笔者研究有关泗水非华裔舞狮表演者。研究方法采用了定性描述法。相关文献包括舞狮之相关文献、文化适应与外来文化对当地文化之影响。从分析结果可以得知,受访者们表演舞狮的原因因为朋友的约请,发泄爱好以及增加经验。表演舞狮对非华裔舞狮表演者的影响使得能够交上华人朋友,赚到钱和改善自己。
Pandangan Etnis Tionghoa Surabaya Terhadap Perempuan Etnis Tionghoa Shio Macan 泗水华人对属虎女性华人之看法 Melissa Bilbert Sutanto; Ong Mia Farao Karsono
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.769 KB) | DOI: 10.9744/century.1.2.70-84

Abstract

Penelitian meneliti pandangan etnis Tionghoa bukan shio macan dan shio macan terhadap etnis Tionghoa perempuan shio macan, mengenai sifat dan perjodohannya. Kajian pustaka meliputi pengertian dua belas shio; pengertian shio macan di antara dua belas shio dan sifat perempuan shio macan; jenis-jenis unsur shio macan; keadaan pernikahan perempuan shio macan dengan shio lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan responden berjumlah sebelas responden yang terdiri atas tiga laki-laki dan tiga perempuan bukan shio macan, serta lima perempuan shio macan. Hasil analisis menemukan sebagian besar responden mengerti tentang shio; semua responden mengatakan perempuan shio macan unsur api galak; semua responden mengatakan perempuan shio macan tidak cocok menikah dengan lelaki shio monyet, sebagian responden mengatakan perempuan shio macan tidak cocok menikah shio ular; responden perempuan shio macan sendiri justru berpendapat perempuan shio macan juga tidak cocok menikah dengan laki-laki shio kelinci dan ayam.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DAYA INGAT HURUF TIONGHOA EDITOR MUDA HARIAN NUSANTARA SURABAYA 影响泗水《千岛日报》年轻编辑的汉字记忆的因素 Hetti Sulasni
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.307 KB) | DOI: 10.9744/century.1.2.28-36

Abstract

Meskipun komputer sangat membantu kita dalam kehiduan sehari-hari, tetapi ia juga memiliki pengaruh buruk, khususnya dalam hal mengetik. Penulis melakukan penelitian tentang pengaruh mengetik terhadap penulisan tangan huruf Tionghoa dan faktor-faktor yang mempengaruhi daya ingat huruf Tionghoa terhadap editor Harian Nusantara Surabaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sering mengetik membuat daya ingat huruf Tionghoa menurun. Akibatnya pada saat menulis, banyak huruf Tionghoa yang tidak dapat ditulis, hanya ditulis sebagian saja, maupun salah menuliskan huruf yang lain. Mengetik juga berpengaruh pada bentuk huruf yang dituliskan. Bentuk huruf tersebut sudah tidak lagi memiliki unsure seni sehingga tidak indah dipandang. Selain mengetik, faktor lain yang dapat mempengaruhi ingatan huruf Tionghoa adalah frekuensi menulis huruf Tionghoa, jenis pekerjaan, frekuensi membaca tulisan berbahasa Tionghoa, menggunakan goresan dan radikal untuk mencari huruf Tionghoa di kamus, jumlah goresan huruf tersebut, frekuensi penggunaan kata, serta faktor lingkungan. Hal-hal di atas dapat mempengaruhi daya ingat kita terhadap huruf Tionghoa.
Pandangan Empat Orang Alumni Sastra Tionghoa Universitas Kristen Petra Terhadap Kebaya dan Qípáo Sebagai Identitas Diri 四位彼得拉基督教大学中文系毕业生对芭雅服与旗袍成为身份标志的看法 Rosalina Chandra; Elisa Christiana
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.085 KB) | DOI: 10.9744/century.1.2.74-87

Abstract

Skripsi ini membahas tentang pandangan empat orang alumni Sastra Tionghoa Universitas Kristen Petra terhadap kebaya dan qípáo sebagai identitas diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana keinginan alumni Sastra Tionghoa Universitas Kristen Petra menunjukkan identitas mereka sebagai warga negara Indonesia keturunan Tionghoa jika dilihat dari pakaian nasional kebaya atau qípáo yang mereka pakai. Dari hasil penelitian, penulis menemukan bahwa keempat alumni Sastra Tionghoa tersebut saat mengenakan kebaya maupun qípáo sama-sama merasa bangga karena menunjukkan identitas mereka sebagai orang Indonesia keturunan Tionghoa. Selain itu mereka juga bisa lebih peka dan luwes dalam menentukan pakaian apa yang akan dipakai untuk menghadiri suatu acara, agar tidak terjadi kesenjangan yang selama ini memisahkan orang Indonesia dengan keturunan Tionghoa. 论文调查了四位彼得拉基督教大学中文系毕业生对芭雅服与旗袍成为身份标志的看法。研究目的是为了了解彼得拉基督教大学中文系毕业生如何通过芭雅服或旗袍来显示她们身份的意愿。从这个调查中发现了中文系的毕业生穿芭雅服和旗袍的时候都觉得自豪,因为均能显示她们的身份 – 印度尼西亚华裔。此外,她们更加敏感和灵活确定去参加什么场合要穿什么衣服,芭雅服或旗袍,以拉近印尼人和华人的距离。
Etos Kerja Pegawai Etnis Tionghoa di Lima Perusahaan Keuangan Kota Surabaya 泗水五家金融机构华人职员的工作态度现况调查 Stephanie Yvonne; Ong Mia Farao Karsono; Setefanus Suprajitno
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.593 KB) | DOI: 10.9744/century.1.2.29-43

Abstract

Pandangan umum mengatakan bahwa masyarakat etnis Tionghoa sejak dahulu mempunyai jiwa sebagai pedagang, namun sekarang kita bisa melihat tidak sedikit masyarakat etnis Tionghoa yang bekerja sebagai pegawai. Fenomena  ini mendorong penulis untuk meneliti tentang bagaimana etos kerja para karyawan etnis Tionghoa di lima perusahaan keuangan kota Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Metode penelitian ini digunakan untuk menganalisa tujuan, etos, sikap dan budaya kerja mereka. Didapati sepuluh orang informan yang telah sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Kategori informan meliputi informan yang bekerja sebagai pegawai staff di bawah manager, etnis Tionghoa, umur berkisar antara 20-35 tahun, lama bekerja di bawah 5 tahun, bekerja pada perusahaan yang bergerak di bank dan saham, berlokasi di Surabaya. Hasil analisis menemukan bahwa  para informan etnis Tionghoa penelitian ini memiliki budaya suka belajar, watak gigih dan mudah beradaptasi. Mereka juga mempunyai keinginan untuk menjadi bos, oleh karena itu mereka mempunyai budaya suka menabung untuk mengumpulkan modal usaha, ulet/rajin/tekun  bekerja/selalu menjunjung tinggi reputasi.社会人们总把华人当作生意人,但现今我们可以看到不少华人并不是自己营业反而在其他公司当职员,由此激发笔者研究关于泗水五家金融机构华人职员的工作态度的现况。使用的研究方法是定性描述研究方法。用此研究方法为分析受访者们的工作目的、工作伦理、工作态度和工作文化。发现有十位受访者最适合研究对象的规定的类别。研究的对象是按照笔者规定的类别来选择。这种类别是经理以下的职员、泗水华人、年龄在二十岁至三十五岁、工作时长五年以下、在泗水银行和股票公司工作。分析结果发现本文的受访者都具有善于学习、劳碌和变通的性格、能当企业家、善于储蓄、看重名誉。
Bisnis Online Pakaian Wanita Oleh Etnis Tionghoa Di Surabaya 泗水华裔网络女服装上之买卖 Vony Fransisca Vony Fransisca; Ong Mia Farao Karsono; Leo Irwan Sugianto
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.619 KB) | DOI: 10.9744/century.1.2.15-28

Abstract

ABSTRAK Adanya kesemarakan bisnis online saat ini, terutama dibidang pakaian wanita, sehingga penulis tertarik untuk meneliti bisnis online pakaian wanita oleh etnis Tionghoa di Surabaya. Kajian pustaka yang digunakan untuk mendukung analisis terdiri atas prinsip-prinsip dasar bisnis etnis Tionghoa, strategi bisnis orang Tionghoa, bisnis online pakaian wanita, metode pembayaran bisnis online. Metode penelitian adalah kualitatif deskripstif , dengan jumlah informan adalah enam orang. Dari hasil analisis ditemukan ciri khas etnis Tionghoa dalam berbisnis online adalah bersifat hemat, kerja keras, dapat menabung, fleksibel, dan berani mengambil resiko, menghargai waktu, strateginya adalah menjadikan pelanggan seperti raja, mengumpulkan informasi melalui teman, family, internet, majalah, bekerja lebih dari jam kerja yang ditentukan. Alasan mengapa bisnis pakaian dijalankan oleh para informan adalah krena murah, wanita lebih suka membeli pakaian baru dan modelnya lebih berfariasi, belum dikenakan pajak oleh pemerintah Indonesia, tidak perlu menyewa stand dan pegawai. .摘要 由于存在网络买卖的热门现象,特别是女服装网络买卖,所以笔者研究泗水华裔的网络买卖内容。本论文采用的相关文献包括华裔经商的基本原则、华裔的经商策略、女服装网络买卖、支付的方式。使用的研究法是定性与描述性,研究对象共六位受访者。研究结果发现泗水华裔女服装网络买卖特色是节约、勤学苦练、善于储蓄、善于适应、敢于承担各种风险、珍惜时间。买卖策略是把客户当作皇帝,向女友、亲戚、姐妹或从网路上以及杂志找寻女服装款式的一切信息,受访者的工作精神超过一般人工作时间。女服装网络成为泗水华裔主要就业原因之一是因为便宜,女性更喜欢买新衣服 ,以及女服装款式比男服装款式多,不但政府还没决定在网络买卖上抽税, 而且不需要雇佣员工和租摊子
Pengaruh Bahasa Pertama Terhadap Pembelajaran Kata Bantu Bilangan Bahasa Tionghoa Sebagai Bahasa Kedua 第一语言对学习汉语量词的负迁移 Ferdinan Dyan Warudu; Elisa Christiana
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.648 KB) | DOI: 10.9744/century.1.2.94-103

Abstract

Adanya fenomena yang terjadi pada pebelajar bahasa Tionghoa bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama mempengaruhi pembelajaran kata bantu bilangan bahasa Tionghoa. Artikel ini meneliti tentang pengaruh apa saja yang timbul dari bahasa pertama terhadap proses pembelajaran kata bantu bilangan dalam bahasa Tionghoa dan bagaimana menyelesaikan masalah yang timbul dari pengaruh bahasa pertama ini dari sudut pandang pebelajar. Menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian menemukan bahwa pengaruh yang timbul dari bahasa pertama adalah ketika pebelajar lupa satu kata bantu bilangan dalam bahasa Tionghoa, maka cara yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini adalah dengan menggunakan kata bantu bilangan “Buah” dalam bahasa Indonesia yang langsung diterjemahkan ke dalam bahasa Tionghoa, sehingga menjadi “个gè”. Cara menyelesaikan fenomena ini adalah pebelajar harus dengan kesadaran diri sendiri melakukan proses metakognitif, dimana pebelajar melakukan proses perencanaan, pengamatan, mengevaluasi dan penyesuaian terhadap proses pembelajaran yang sedang berjalan.

Page 8 of 22 | Total Record : 216