cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture
ISSN : -     EISSN : 2657098x     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 222 Documents
Analisis Pengaruh Citra Merek Baru terhadap Keputusan Mahasiswa Memilih Program Studi Bahasa Mandarin Universitas Kristen Petra Devina Paulina Yapari; Steffi Thanissa Halim
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.10.2.87-101

Abstract

Program Studi Bahasa Mandarin Universitas Kristen Petra pada tahun 2019 baru saja melakukan kebijakan rebranding berupa pengubahan nama program studi yang semula Sastra Tionghoa menjadi Bahasa Mandarin. Perubahan ini ditanggapi positif oleh masyarakat dengan bukti adanya peningkatan jumlah mahasiswa secara signifikan dalam 2 tahun setelah kebijakan tersebut dibuat. Pada penelitian ini, peneliti ingin meneliti bagaimana citra merek baru mempengaruhi keputusan mahasiswa memilih Program Studi Bahasa Mandarin Universitas Kristen Petra. Skripsi ini menggunakan metode kualitatif, mewawancarai delapan orang mahasiswa Program Studi Bahasa Mandarin untuk menganalisis pandangan mereka terhadap citra Program Studi Bahasa Mandarin Universitas Kristen Petra ketika mereka hendak melakukan pemilihan jurusan. Hasil analisis menunjukkan bahwa rebranding yang dilakukan memiliki pengaruh yang besar, dimana pembaharuan informasi yang dilakukan membuat mahasiswa yakin untuk memilih Program Studi Bahasa Mandarin Universitas Kristen Petra. Selain itu kesadaran akan pentingnya berbahasa Mandarin dan luasnya kesempatan kerja, program dual degree dan immersion, serta reputasi Universitas Kristen Petra juga memiliki pengaruh terhadap keputusan mahasiswa. Sementara itu, renaming yang dilakukan tidak membawa pengaruh langsung, hanya mengubah kesan pertama siswa terhadap program studi menjadi lebih positif, dimana hal ini membuat mereka terdorong untuk mencari tahu lebih dalam tentang program studi.
Pergeseran Makna Penerjemahan dan Kesalahan Penerjemahan pada teks subtitle bahasa Indonesia dalam program Youku Tiongkok Street Dance of China Season 4 Vania Budidjojo; Elisa Christiana
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.10.2.29-37

Abstract

       翻译意义的转移和翻译的错误对译文读者或观众对译文的理解程度有很大的影响。所以翻译者能够正确翻译是非常重要的。本研究旨在分析中国中文优酷节目《这!就是街舞 :第四季》印尼文字幕中出现的各种翻译意义转移和翻译的错误,以便将来译者在翻译某些内容时可以更加小心。本研究采用描述性定性研究法,笔者将对优酷官方Youtube上的优酷节目《这!就是街舞:第四季》原视频中的中文和印尼文字幕文本进行一一分析。结果表明,在字幕文本中,所有被Simatupang提出的意义转移类型,即从泛义到特义的改变、从特义到泛义的改变、文化观点不同导致的意义改变都被笔者发现。此外,在资料中还发现了Norrish提出的各类翻译错误理论,即语义错误、句法错误和形态错误。关键词:这就是街舞,意义转移,翻译错误,中文,字幕
Konflik dalam Film “Di balik 98”– Alih Kode dan Campur Kode Aurelia Clarissa Susantopokhan; Dwi Retnaning Untari
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.11.1.43-53

Abstract

Bahasa merupakan salah satu hal yang penting dalam kehidupan manusia dan salah satu fungsinya yaitu sebagai alat komunikasi. Terdapat suatu fenomena bahasa yaitu alih kode dan campur kode. Penulis menggunakan film “Di balik 98” (2015) dikarenakan konflik yang terjadi dalam film tersebut dapat dipahami oleh penonton dan menggunakan lebih dari satu bahasa. Dalam penelitian ini penulis ini menganalisis bagaimana bentuk alih kode dan campur kode pada saat terjadi dan bagaimana memahami konflik dalam film “Di balik 98” melalui teori alih kode dan campur kode, teori konflik dan teori interpretasi. Data penelitian diperoleh dari dialog-dialog konflik yang terdapat dalam film “Di balik 98” dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil analisis menunjukan bahwa dialog konflik lebih sering menggunakan alih kode antar kalimat, alih kode intra kalimat dan campur kode tataran kata. Sementara konflik yang sering terjadi dikarenakan perbedaan kepentingan dan penyelesaian masalah yang sering terjadi adalah coercion dan stalemate. Namun tidak semua alih kode dan campur kode tidak bisa untuk menginterpretasikan bahwa terjadi konflik.
STUDI PERBANDINGAN KATA WARNA “MERAH” DALAM BAHASA INDONESIA DAN TIONGHOA Fransiska Wiratikusuma
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.11.1.54-63

Abstract

Pembelajaran bahasa tidak terlepas dari pembelajaran kosakata yang mencakup makna dan pembentukan kata. Gambaran dari klasifikasi kata berdasar makna dan pembentukan kata dapat digali melalui analisa kelompok kata dalam dua bahasa. Artikel ini menggunakan kelompok kata warna ‘merah’ dalam bahasa Indonesia dan bahasa Tionghoa dengan menggunakan referensi utama dari tesaurus kedua bahasa dan sumber terkait seperti kamus warna maupun kamus definisi bahasa penutur jati. Dari hasil pengklasifikasian kelompok kata warna merah, penelitian ini menunjukkan bahwa kata-kata dalam bahasa Tionghoa didominasi oleh kata majemuk. Pembentuk kata majemuk dalam bahasa Tionghoa mengandung kesatuan dari pembentukan aksara Han yang memiliki arti yang dapat memudahkan pemelajar bahasa Tionghoa dapat memahasi arti dari kata majemuk tersebut. Selain itu, dengan menguasai klasifikasi makna dalam sebuah kelompok kata dan pembentukan kata, pemelajar bahasa Tionghoa dapat secara efektif mempelajari bahasa Tionghoa.
Drama Televisi Modern Tiongkok sebagai Alat Bantu Belajar Kosakata Bahasa Mandarin bagi Wanita Dewasa Muda Ivana Meliana
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.11.1.16-30

Abstract

Penelitian ini bertujan untuk mengeksplorasi bagaimana drama televisi modern Tiongkok dapat digunakan sebagai alat bantu wanita dewasa muda yang belum pernah belajar Bahasa Mandarin secara formal sebelumnya, serta menyelidiki proses akuisi yang terjadi sehingga mereka dapat menyerap beberapa kosakata Bahasa Mandarin melalui menonton drama televisi Tiongkok modern. Responden yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah empat wanita muda non-Tionghoa yang berusia 30-40 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif yaitu dengan melakukan wawancara online semi terstruktur. Hasil analisis menunujukkan bahwa menonton drama televisi Tiongkok modern dapat menjadi motivasi bagi responden untuk belajar Bahasa mandarin, dan dari hasil wawancara diketahui bahwa semua responden sangat terbantu dengan adanya subtitle untuk memahami dialog di dalam drama. Setelah motivasi untuk belajar bahasa Mandarin terbentuk dari menonton drama televisi, responden mulai belajar secara sadar dan menggunakan strategi belajar kosakata yang dipilihnya. Hasil juga menunjukkan bahwa kosakata yang diserap oleh responden selama menonton drama televisi modern Tiongkok adalah kosakata yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
BENTUK KESALAHAN PENGGUNAAN PELENGKAP ARAH GABUNGAN “SHANGLAI” DAN “SHANGQU” OLEH MAHASISWA ANGKATAN 2021 PROGRAM STUDI BAHASA MANDARIN UNIVERSITAS KRISTEN PETRA Sherly Paulina Lin
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.11.1.1-15

Abstract

Pelengkap arah gabungan adalah pelengkap yang digunakan setelah predikat kata kerja mengekspresikan kecenderungan arah yang terdiri dari 13 jenis yaitu “shanglai”, “shangqu”, “xialai”, “xiaqu”, “jinlai”, “jinqu”, “chulai”, “chuqu”, “huilai”, “huiqu”, “guolai”, “guoqu”, dan “qilai”. Penelitian ini berfokus pada pelengkap arah gabungan “shanglai” dan “shangqu”. Tujuan dari penelitian ini adalah penulis ingin mendeskripsikan dan mencari bentuk kesalahan beserta faktor penyebab kesalahan yang terjadi pada mahasiswa angkatan 2021 (semester 3) Program Studi Bahasa Mandarin Universitas Kristen Petra selaku responden penelitian dalam mempelajari pelengkap arah gabungan “shanglai” dan “shangqu”. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan dua teknik analisis data yaitu metode observasi berupa soal tes tertutup yang dibagikan kepada responden dan wawancara terstruktur dengan lima responden yang memiliki jawaban salah terbanyak saat mengerjakan soal tes dari penulis. Melalui observasi, penulis menemukan dua jenis kesalahan yaitu salah penggantian dan salah urutan. Beberapa responden tidak bisa membedakan makna arah dan hasil dari “shanglai” dan “shangqu”, bingung akan penggunaan “shanglai” dan “shangqu” dengan pelengkap arah gabungan lainnya, bahkan mengabaikan letak “shanglai” dan “shangqu” dalam kalimat, juga susunan tata bahasa mandarin. Melalui wawancara, penulis menemukan faktor penyebab terjadinya kesalahan tersebut yaitu transfer negatif bahasa ibu dan generalisasi bahasa target. Melalui penelitian ini, penulis menyimpulkan responden belum cukup menguasai pelengkap arah gabungan “shanglai” dan “shangqu”.
Analisis Kesalahan kata bantu “得” pada mahasiswa angkatan 2021 Universitas Kristen Petra Denny Kusuma Sunyoto
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.11.1.31-42

Abstract

Kata bantu struktural adalah kata bantu yang diletakkan di belakang frasa menjelaskan hubungan struktural, terdiri dari 3 jenis, yaitu “的”,“得”dan“地”. Penelitian ini berfokus pada “de得”. Tujuan dari penelitian ini adalah penulis ingin mendeskripsikan dan mencari jenis kesalahan beserta faktor yang mempengaruhi kesalahan itu terjadi pada mahasiswa angkatan 2021 Program Studi Bahasa Mandarin Universitas Kristen Petra. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan dua teknik analisis data yaitu metode observasi berupa soal tes tertutup dan wawancara dengan tiga responden yang memiliki jawaban salah terbanyak saat mengerjakan soal tes. Melalui observasi, penulis menemukan jenis-jenis kesalahan yaitu salah penggantian sebagai bentuk kesalahan yang paling banyak muncul, di urutan kedua yaitu salah menghilangkan, urutan ketiga yaitu salah urutan, salah menambahkan adalah kesalahan yang muncul dengan frekuensi kesalahan paling sedikit. Di soal tes romawi 1, beberapa responden tidak cukup paham kapan harus menggunakan “de得” dan kapan tidak perlu menggunakannya. Di soal tes romawi 2, ada beberapa responden yang tidak memahami penggunaan kata bantu 得 dengan kata bantu struktural lainnya. Di soal tes romawi 3, sebagian responden memahami struktur atau peletakan 得 dalam kalimat. Melalui wawancara, penulis menemukan faktor penyebab terjadinya kesalahan tersebut yaitu transfer negatif bahasa ibu, pengetahuan bahasa target yang tidak cukup, dan pengaruh strategi belajar dan komunikasi.
ANALISIS BUDAYA TIONGHOA INDONESIA PADA VIDEO IKLAN IMLEK BCA 2022 "PESAN SINGKAT SINCIA WARRIOR" Cecilia Tanuwijaya
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.11.2.130-141

Abstract

Penulis menemukan banyak hal menarik dalam video iklan yang berkaitan dengan nilai-nilai budaya Tionghoa Indonesia ketika menyambut tahun baru Imlek. Selain itu, ada juga beberapa ciri khas yang dapat disimpulkan sebagai karakteristik yang melekat pada kalangan tertentu etnis Tionghoa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etnis Tionghoa Indonesia masih memegang erat kebudayaan leluhur dan melestarikan perayaan Imlek dengan baik. Selain itu, ada beberapa ciri Tionghoa Indonesia yang menjadi stereotip di benak masyarakat seperti pekerja keras, ulet, pandai berbisnis dan suka mencari keuntungan. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi pijakan bagi penelitian berikutnya yang berkaitan dengan kebudayaan Tionghoa Indonesia. Penulis juga ingin mengajak pembaca untuk melestarikan identitas budaya sebagai Indonesia Tionghoa dimanapun kita berada, serta saling bertoleransi. Kata kunci: Video iklan, Budaya, Imlek, Tionghoa Indonesia
ANALISIS PENERJEMAHAN PADANAN KATA KERJA PADA TEKS CERITA RAKYAT DALAM BAHASA INDONESIA KE BAHASA MANDARIN 印尼民间故事文本中中文动词对等词及其翻译分析 Budi Dharmawan; Daniel Ginting
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.11.2.64-83

Abstract

Bahasa merupakan salah satu ciri yang paling khas dan manusiawi untuk membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Peradaban manusia tidak akan mungkin terjadi tanpa bahasa. Penelitian ini menganalisis padanan kata kerja dan maknanya pada cerita rakyat Indonesia ke dalam bahasa mandarin dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi suatu perbedaan padanan kata dan makna dari kata kerja dan menentukan padanan kata dan makna yang tepat. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini menemukan bahwa dari 5 cerita rakyat Indonesia ( Cerita Asal Usul Danau Toba, Malin Kundang, Timun Mas, Asal Usul Burung Cenderawasih dan Candi Prambanan ), terdapat 2 kategori kata kerja : kategori kata kerja yang dapat diterjemahkan yang terdiri dari 48 kata kerja dan kategori kata kerja yang sulit diterjemahkan yang terdiri dari 14 kata kerja. Penentuan padanan kata yang tepat dengan menggunakan teknik penerjemahan kesepadanan lazim dan generalisasi. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin rumit kosakata yang digunakan, semakin sulit juga padanan kata dan makna yang sama dalam bahasa target. Sementara itu, faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi suatu padanan kata dan makna adalah relatifitas budaya.
KARAKTERISTIK DAN FAKTOR PENDORONG WIRAUSAHA WANITA ETNIS TIONGHOA DI KABUPATEN BANYUWANGI Shinta Widyantari
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.11.2.142-155

Abstract

Wanita seringkali terbatas pada pekerjaan rumah tangga menyebabkan memiliki lebih sedikit kesempatan untuk menjadi wirausaha. Meskipun demikian, wanita juga memiliki potensi untuk meningkatkan perekonomian sebagai wirausaha. Saat ini, kita bisa melihat tidak hanya laki-laki yang menjadi wirausaha, tetapi juga wanita mulai mengambil peran kewirausahaan. Penulis ingin mengetahui karakteristik wirausaha wanita etnis Tionghoa dan faktor pendorong wirausaha wanita etnis Tionghoa. Penulis memilih Kabupaten Banyuwangi sebagai lokasi penelitian, karena Banyuwangi merupakan kota wisata, dan merupakan peluang yang baik untuk membuka restoran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Dalam hal metode sampling, penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Metode wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara semi terstruktur. Hasil analisis dari penelitian ini adalah perpaduan antara ketegasan dan kelembutan menjadi ciri khas wirausaha wanita etnis Tionghoa. Sedangkan faktor pendorong wirausaha wanita etnis Tionghoa yaitu karena keinginannya sendiri.             Kata kunci: wirausaha wanita etnis Tionghoa, karakteristik, faktor pendorong