cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture
ISSN : -     EISSN : 2657098x     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 216 Documents
Minat Generasi Muda Tionghoa Surabaya Menonton Metro Xinwen Huang, Marvelyn
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.13.1.28-38

Abstract

Metro Xinwen adalah program berita berbahasa Mandarin pertama di Indonesia yang ditayangkan di Metro TV. Acara ini menyuguhkan informasi yang berhubungan dengan masyarakat Tionghoa di Indonesia dan dunia seperti: bisnis, hiburan, pendidikan, sosial, budaya, internasional, politik, ekonomi, hukum, selebriti, kesehatan, dan olahraga. Acara ini pertama kali resmi mengudara pada tanggal 25 November 2000. Peneliti ingin mengetahui bagaimana tanggapan generasi muda Tionghoa Surabaya untuk mengamati minat mereka menonton Metro Xinwen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara secara langsung dan online. Subjek dari penelitian ini adalah 12 remaja Tionghoa Surabaya berusia antara 17 hingga 23 tahun yang memiliki kemampuan bahasa Mandarin. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh pemahaman bahwa generasi muda Tionghoa di pulau Jawa memiliki minat yang rendah pada bahasa Mandarin. Hal tersebut juga mempengaruhi tontonan program berita berbahasa Mandarin yang rendah. Penulis ingin generasi muda Tionghoa Surabaya dapat memberikan preferensi, persepsi dan tanggapan terkait Metro Xinwen. Penelitian ini memberikan wawasan tentang apa yang membuat generasi muda Tionghoa Indonesia tertarik pada berita berbahasa Mandarin. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tanggapan generasi muda Tionghoa Surabaya untuk mengamati minat mereka menonton Metro Xinwen bersifat positif dan negatif. Selain itu didapat juga bahwa minat responden bervariasi, mulai dari menjadikan Metro Xinwen sebagai sumber pengetahuan tentang sejarah dan kesenian Tiongkok, mempelajari kosa kata baru bahasa Mandarin, hingga mengikuti berita ekonomi global dan geopolitik dalam bahasa Mandarin.
Persepsi Karyawan Indonesia PT. X terhadap Konsorsium Tiongkok Y Rainatha, Stella Stephanie
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.13.1.61-76

Abstract

Persaingan bisnis yang semakin ketat membuat banyak perusahaan yang menjalin kerja sama dengan konsorsium atau aliansi strategis untuk mencapai tujuan bisnis yang lebih efektif dan efisien. Persepsi adalah proses yang memungkinkan kita mengorganisir informasi dan menafsirkan kesan terhadap lingkungan sekitar. Interaksi antara karyawan Indonesia PT X dan karyawan Konsorsium Tiongkok Y merupakan aspek penting dalam keberhasilan kerja sama ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif dan induktif yang dilakukan pada PT X. Melalui metode penelitian ini, peneliti dapat memperoleh pemahaman mendalam mengenai persepsi karyawan Indonesia PT X terhadap Konsorsium Tiongkok Y. Data yang diperoleh berupa hasil wawancara yang telah penulis jadikan transkripsi dan akan dianalisis dengan coding untuk disesuaikan dengan kategori tematik. Hasil analisis menunjukkan bahwa persepsi positif terhadap kerja sama antara PT X dan Konsorsium Tiongkok Y memiliki dampak signifikan terhadap efisiensi operasional dan keberlanjutan perusahaan. Persepsi positif ini mendorong kerja sama yang lebih baik, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Kemampuan inovasi teknologi Konsorsium Tiongkok Y juga mendapat pujian tinggi, karena telah memainkan peran penting dalam melindungi lingkungan.
Pengaruh Persepsi Merek dan Harga terhadap Intensi Pembelian Smartphone Xiaomi Pada Masyarakat Tionghoa di Surabaya Barat Queeny, Reiwina
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.13.1.47-60

Abstract

Xiaomi merupakan salah satu merek smartphone asal Tiongkok yang memiliki pasar di Indonesia dan menduduki peringkat ketiga dalam segi jumlah penjualan. Di Indonesia masih terlihat ada stereotip terhadap merek Tiongkok yang menimbulkan keraguan pembeli terhadap produk-produk dari Tiongkok. Oleh karena itu, penelitian ini akan membahas bagaimana persepsi merek dan harga mempengaruhi intensi pembelian smartphone Xiaomi pada masyarakat Tionghoa di Surabaya barat. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan in-depth interview pada 12 narasumber, baik yang menggunakan smartphone Xiaomi maupun tidak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik bagi pengguna smartphone Xiaomi maupun yang tidak, persepsi terhadap merek memiliki pengaruh yang lebih kecil dibandingkan dengan harga dalam mempengaruhi intensi pembelian mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang Tionghoa di Surabaya barat memiliki kebiasaan berbelanja yang sangat berhati-hati dan penuh perhitungan. Melalui penelitian ini juga dapat terlihat bahwa pada sebagian orang Tionghoa Surabaya barat yang kurang memahami produk Tiongkok, stereotip terhadap merek Tiongkok masih ada.
Analisis Kesalahan Penggunaan Kata “bù”, “méi” dan “méiyou” serta Saran Pengajaran bagi Mahasiswa Indonesia Permatasari, Ivana; Nondolesmono, Jessica
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.13.1.39-46

Abstract

Fǒudìng fùcí atau kata keterangan negatif adalah kata yang sering digunakan dalam bahasa Mandarin. Tetapi pelajar Indonesia sering mengalami kesalahan dalam mempelajari fǒudìng fùcí. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan korpus global antarbahasa Tionghoa untuk menganalisis kesalahan pelajar Indonesia dalam penggunaan fǒudìng fùcí “bù”, “méi” dan “méiyǒu”. Melalui analisis data, ditemukan bahwa kesalahan penggunaan kata “bù”, “méi” dan “méiyǒu” dapat dibagi menjadi penggunaan kata yang terbalik, kesalahan penambahan, dan penggunaan kata yang tidak lengkap, namun frekuensi penggunaan kata yang terbalik adalah yang tertinggi. Oleh karena itu, penelitian ini menganalisis kesalahan penggunaan kata yang terbalik dari penggunaan fǒudìng fùcí “bù”, “méi” dan “méiyǒu”. Alasan kesalahan pelajar Indonesia dibagi menjadi gangguan atau/ transfer negatif dari bahasa ibu, kurangnya pemahaman tata bahasa terhadap bahasa kedua, kurang efektifnya metode pengajaran, dan situasi pelajar sendiri. Selain itu, penelitian ini juga membahas saran pengajaran fǒudìng fùcí kepada pelajar Indonesia, termasuk saran mengenai isi pengajaran, metode pengajaran, dan saran pembelajaran untuk pelajar. Saran-saran pengajaran ini diharapkan dapat membantu mengembangkan bahan ajar, memperbaiki strategi pengajaran, dan meningkatan efisiensi pengajaran.
Strategi Pengajaran Guru Bahasa Mandarin terhadap Anak ADHD yang Mempelajari Bahasa Mandarin Harsoyo, Josephine Angelina; Halim, Steffi Thanissa
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.13.1.11-27

Abstract

Anak ADHD merupakan anak berkebutuhan khusus yang tidak bisa duduk diam, susah fokus dan suka mencari perhatian. Karenanya, mereka menemukan banyak kesulitan ketika belajar bahasa, terutama bahasa Mandarin. Bahasa Mandarin merupakan bahasa yang memiliki aksara dan nada yang berbeda dengan bahasa lainnya, sehingga memerlukan fokus dan daya ingat yang kuat untuk mempelajarinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana strategi guru bahasa Mandarin mengajar siswa ADHD yang mempelajari bahasa Mandarin. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk meneliti proses kegiatan belajar mengajar antara guru dan siswa. Subjek penelitian ini adalah seorang guru bahasa Mandarin di kursus bahasa Mandarin Lianhe dan seorang siswa ADHD berusia 9 tahun yang telah menjalani terapi selama 5 tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa guru tersebut menggunakan pengalamannya dalam strategi mengajar bahasa Mandarin yang dipadukan dengan strategi mengajar siswa ADHD. Untuk meningkatkan keterampilan berbicara, guru mendorong siswa agar lebih banyak berbicara dengan menggunakan bahasa Mandarin dan memperbaiki kesalahan yang muncul. Ketika kelas, guru menjelaskan materi dengan selalu menjaga kontak mata dengan siswa. Guru juga menggunakan gambar, video, dan barang nyata untuk mengajar siswa ADHD. Ketika siswa ADHD tidak fokus mendengarkan, guru menggunakan permainan untuk menarik perhatiannya. Kata kunci: ADHD, Belajar bahasa Mandarin, Guru bahasa Mandarin, Strategi Mengajar
Penggunaan Bahasa Hakka di Kalangan Pemuda Pemudi Tionghoa Hakka Surabaya Suciwati, Lilik
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.13.1.77-85

Abstract

  Suku Tionghoa yang dapat dan menetap di Surabaya berasal dari berbagai daerah di Tiongkok, salah satunya adalah sub-suku Hakka. Dalam berkomunikasi sub-suku Hakka ini dominan menggunakan bahasa Hakka. Penelitian ini merupakan penelitian analisa kuantitatif deskriptif dengan mengumpulkan data kuesioner. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dalam kondisi atau situasi apa, berkomunikasi dalam bahasa Hakka ini digunakan oleh sub-suku Hakka. Hasil penelitian menunjukkan sub-suku Hakka yang tinggal dan menetap di Surabaya ini lebih sering menggunakan bahasa Hakka dalam ranah keluarga, misalnya hadir pada kegiatan-kegiatan atau pertemuan-pertemuan yang dilakukan bersama dengan keluarga, kerabat dan teman satu sub-suku, sedangkan dalam ranah masyarakat bahasa Hakka digunakan untuk membicarakan topik rahasia.
Representasi Budaya Tiongkok di Region Liyue dalam Game Genshin Impact Tasya, Tasya
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.12.2.121-129

Abstract

Genshin Impact adalah sebuah gim bergenre RPG yang dirilis oleh miHoYo pada September 2020. Cerita yang dimiliki oleh game ini meliputi seorang tokoh yang masuk ke dunia Teyvat demi mencari saudaranya yang hilang. Selama menyusuri Teyvat, penulis menemukan bahwa terdapat 4 dari 7 negara virtual yang bisa dimainkan, yaitu Mondstadt, Liyue, Inazuma, dan Sumeru secara berurutan. Negara virtual yang menjadi objek penelitian penulis adalah Liyue, negara virtual urutan kedua yang dirilis Genshin Impact. Penulis melakukan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana cara budaya Tiongkok direpresentasikan dan budaya apa saja yang direpresentasikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teori 7 (tujuh) unsur budaya menurut Koentjaraningrat untuk menemukan unsur-unsur budaya yang terdapat di negara virtual Liyue, serta mencari representasi budaya Tiongkok dalam unsur-unsur tersebut. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa di negara virtual Liyue terdapat 7 (tujuh) unsur budaya menurut Koentjaraningrat, yaitu bahasa, sistem pengetahuan, kemasyarakatan, sistem kepercayaan dan religi, kesenian, ekonomi dan pencarian hidup, serta peralatan hidup dan teknologi.
Studi Prasangka Mahasiswa Nusa Tenggara Timur Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan terhadap Mahasiswa Tionghoa di Universitas Kristen Petra Siregar, Chatarine Bless Chery Wibowo; Olivia, Olivia
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.12.2.83-96

Abstract

Indonesia adalah negara yang terdiri dari banyak suku dan setiap suku memiliki budaya dan kebiasaannya masing masing. Namun keberagaman suku dan budaya ini juga terdapat sisi negatifnya, salah satunya adalah adanya prasangka antar suku. Pada penelitian ini penulis berfokus meneliti prasangka mahasiswa Nusa Tenggara Timur fakultas keguruan dan pendidikan terhadap mahasiswa Tionghoa di Universitas Kristen Petra. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui prasangka apa yang ada pada mahasiswa Nusa Tenggara Timur terhadap mahasiswa Tionghoa dan menggali lebih dalam asal usul prasangka tersebut serta bagaimana proses berubahnya prasangka tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan harapan dapat mengedukasi dan menyadarkan masyarakat untuk bisa hidup berdampingan dan saling menghormati di tengah masyarakat yang multikultural ini. Hasil wawancara terhadap narasumber yang telah penulis analisis menunjukkan bahwa memang masih ada prasangka mahasiswa etnis Nusa Tenggara Timur terhadap mahasiswa Tionghoa. Prasangka yang diberikan terhadap mahasiswa Tionghoa umumnya seperti orang Tionghoa pelit, kaya dan sombong. Namun semakin mereka sering berinteraksi dengan mahasiswa Tionghoa, prasangka itu perlahan semakin berkurang. 
Studi Tentang Transmisi dan Penerimaan Budaya Grand Canal Yangzhou di Indonesia Susanto, Tri Fena Alyssa
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.12.2.109-120

Abstract

Sebagai salah satu warisan budaya tertua di dunia, Grand Canal di Tiongkok pada awalnya dibangun untuk transportasi kapal dan masih dipertahankan hingga saat ini, melestarikan budaya yang kaya. Yangzhou, kota utama di sepanjang Terusan Besar, telah berkontribusi secara signifikan terhadap perkembangan kota-kota di sepanjang rute dan telah melestarikan banyak warisan budaya benda dan tak benda.Penelitian ini mengkaji budaya Grand Canal di Yangzhou dan menyelidiki pengetahuan dan ketertarikan mahasiswa Indonesia di Jurusan Bahasa Mandarin Universitas Kristen Petra. Penelitian ini juga mengevaluasi potensi pengenalan dan strategi promosi.Temuan menunjukkan bahwa meskipun banyak mahasiswa yang mengetahui tentang budaya Tiongkok, beberapa di antaranya tidak mengetahui status Grand Canal sebagai Warisan Dunia. Namun, ada ketertarikan yang kuat terhadap budaya Grand Canal di Yangzhou, terutama aspek-aspek budaya tak benda seperti makanan dan seni. Para siswa percaya bahwa budaya Grand Canal memiliki potensi pengenalan budaya yang signifikan, dengan media sosial dipandang sebagai alat promosi yang efektif. Penelitian ini juga membandingkan persepsi budaya Grand Canal Tiongkok dengan budaya Indonesia, dengan menyoroti fitur-fitur uniknya.
PERSEPSI MAHASISWA FAKULTAS HUMANIORA DAN INDUSTRI KREATIF UNIVERSITAS KRISTEN PETRA TENTANG CITRA ORANG TIONGKOK MELALUI KANAL "SHANTY DI CHINA" Darlene, Angela
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.12.2.67-82

Abstract

Sejak era reformasi Indonesia pada tahun 1998, hubungan antara Indonesia dan Tiongkok semakin membaik. Namun masih memerlukan komunikasi yang baik antara kedua rakyatnya. Saat ini, penelitian tentang interaksi antara orang Indonesia dan Tiongkok sangat terbatas, sehingga perlu untuk mengeksplorasi situasi pemahaman timbal balik antara kedua rakyat. Di era modern ini, terdapat banyak media sosial yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi, salah satunya adalah YouTube. "Shanty di China" adalah kanal YouTube milik Susanti yang meliput banyak aspek seperti kehidupan sehari-hari, memasak, dan jalan-jalan di Tiongkok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam mengenai persepsi citra orang Tiongkok dan akan mengetahui perubahan persepsi citra masyarakat Tiongkok setelah menonton video Shanty di China. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan melakukan wawancara terhadap 10 mahasiswa Fakultas Humaniora dan Industri Kreatif Universitas Kristen Petra. Analisis tersebut menyimpulkan bahwa sebelum menonton, orang yang diwawancarai memiliki 5 persepsi tentang orang Tiongkok: semaunya, eksklusif, pekerja keras, menjaga kebudayaan, dan teknologi yang sangat maju. Setelah menonton video Shanty di China, persepsi tentang orang Tiongkok: disiplin, modis, menjaga budaya, dan tidak eksklusif. Persepsi yang berbeda: semaunya menjadi disiplin, eksklusif menjadi tidak eksklusif. Persepsi baru setelah menonton adalah modis. Persepsi yang tidak ada setelah menonton adalah teknologi sudah sangat maju. Jadi dari sini dapat diketahui bawah terjadi perubahan persepsi dari yang semaunya jadi disiplin, eksklusif jadi tidak eksklusif, muncul persepsi baru yaitu modis, sementara itu tidak ada yang bahas mengenai teknologi yang sangat maju. Abstrak dalam Bahasa Indonesia dan Tionghoa, memuat uraian singkat mengenai masalah dan tujuan penelitian, metode yang digunakan, dan hasil penelitian.