cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture
ISSN : -     EISSN : 2657098x     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 216 Documents
KOMPETENSI KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DALAM PERNIKAHAN PASANGAN ETNIS TIONGHOA DAN ETNIS JAWA DI KABUPATEN JEMBER Melinda Valentine Halim
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.11.2.84-96

Abstract

Pernikahan antaretnis Tionghoa-Jawa adalah sebuah fenomena yang menarik karena kedua etnis ini memiliki tingkat kolektivisme yang tinggi dalam hal pendirian moral, ideologi, filsafat politik, dan pandangan sosial. Hal ini menjadi sebuah tantangan besar, karena tidak mudah menyatukan dua orang dari latar belakang budaya berbeda ke dalam sebuah pernikahan. Perbedaan budaya terkadang dapat menjadi hambatan komunikasi, seperti mudah menimbulkan kesalahpahaman bahkan konflik. Oleh karena itu, suami istri harus memiliki kompetensi komunikasi antarbudaya, sehingga dapat memelihara keharmonisan dalam pernikahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang memfasilitasi kompetensi komunikasi antarbudaya pasangan pernikahan Tionghoa-Jawa, serta menganalisis bagaimana mereka menggunakan kompetensi tersebut untuk mengelola konflik. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan menganalisis hasil wawancara bersama responden menggunakan teori milik Tili dan Barker (2015) mengenai kompetensi komunikasi antarbudaya dan manajemen konflik pada pernikahan beda budaya, serta teori milik Lú Xiùfāng (2003) mengenai jenis konflik dalam pernikahan beda ras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memfasilitasi kompetensi komunikasi antarbudaya pada suami istri Tionghoa-Jawa adalah pola pikir, lingkungan, gaya hidup, kelancaran berbahasa, gaya komunikasi, tingkat pendidikan, dan pekerjaan, sedangkan gaya manajemen konflik mereka adalah mengubah perspektif, berkomunikasi terbuka, dan memahami kepribadian dan kebiasaan pasangan.
PANDANGAN EVENT ORGANIZER X DAN Y DI SURABAYA MENGENAI PROSESI LAMARAN ETNIS TIONGHOA (DINGQIN) Florencya Hartanto
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.11.2.97-108

Abstract

Penelitian ini membahas pemahaman event organizer  di Surabaya mengenai 定亲 (pinyin: dìngqīn) serta makna dari prosesi dan perlengkapan yang harus dipersiapkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Dalam pengumpulan datanya, penulis melakukan wawancara dengan dua event organizer  yang telah berdiri lebih dari sepuluh tahun dan menangani lebih dari sepuluh dìngqīn. Terdapat enam nara sumber yang berasal dari dua event organizer  berbeda, yang masing-masing berkedudukan sebagai executive wedding consultant, project manager dan crew event organizer. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara semi terstruktur, sehingga penulis juga memberikan pertanyaan tambahan sesuai jawaban masing-masing narasumber. Di akhir penelitian, penulis menemukan beberapa temuan akan barang yang dipersiapkan seperti isi hantaran, pakaian, dan warna yang dipakai mengalami modernisasi dan akulturasi dengan budaya yang ada di Indonesia. Seiring berkembangnya zaman berbagai barang yang dipersiapkan mengalami ragam pembaharuan seperti adanya kue nastar, crispy cream, spiku hati, dan lapis Surabaya. Begitu pula dengan pemilihan pakaian qipao batik serta pemilihan warna yang tidak selalu menggunakan warna merah, tetapi menggunakan warna coklat, abu-abu, biru, dan lain-lain. Banyak orang Tionghoa Indonesia yang masih mempertahankan budaya Tionghoa walaupun dalam pelaksanaannya mereka memakai jasa event organizer. Pandangan yang tidak selalu sama antar event organizer, tidak mengurangi makna utama yang penting dari prosesi dingqin.Kata Kunci: Lamaran Tionghoa, Pandangan Event Organizer , Surabaya
PENAMAAN CHINESE RESTAURANT YANG BERDIRI SEBELUM ORDE BARU Chika Olivia Leonardi
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.11.2.109-118

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana cara pendiri memberikan nama Tionghoa pada restorannya dan bagaimana penerus menjaga nama Tionghoa restorannya hingga berhasil dipertahankan hingga sekarang. Kriteria restoran yang dipilih dalam penelitian ini adalah Chinese restaurant di Surabaya yang berdiri sebelum orde baru, menggunakan nama Tionghoa dan masih dilanjutkan oleh keluarganya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah pendiri menggunakan bahasa Mandarin untuk restorannya dengan cara masing-masing. Ada yang menggunakan karakter Mandarin, ada yang menggunakan angka Arab, dan ada yang menggunakan huruf latin di depan restorannya, namun di dalam restoran menggunakan karakter mandarin. Walaupun menggunakan angka Arab dan huruf Latin, namun dalam pelafalannya tetap menggunakan bahasa Mandarin. Selain itu, sub etnis pendiri juga mempengaruhi dalam pemberian nama restoran dan cara penyebutannya. Setiap penerus memiliki strateginya masing-masing dalam menjaga nama Tionghoa dari restorannya.
ETOS KERJA PEDAGANG TIONGHOA DI KAWASAN KEMBANG JEPUN SURABAYA Elisabet Natalia
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.11.2.119-129

Abstract

Kembang Jepun merupakan salah satu kawasan di Kota Surabaya yang mempunyai sejumlah toko dan mayoritas dikelola oleh pedagang Tionghoa. Selain itu, di kawasan Kembang Jepun terdapat beberapa toko yang masih dipegang secara turun temurun dari orang tua sang pemilik dan sampai sekarang masih bertahan. Dari fenomena yang ada membuat penulis tertarik untuk meneliti topik ini.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dengan instrumen penelitian berupa pedoman wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang Tionghoa di kawasan Kembang Jepun Surabaya memiliki etos kerja yang baik. Hal ini ditunjukkan dengan adanya cara pandang, sikap dan nilai yang positif. Cara pandang yang dimiliki oleh pedagang Tionghoa di kawasan Kembang Jepun Surabaya adalah memandang bekerja sebagai suatu kewajiban, sehingga mereka bisa menikmati pekerjaan mereka. Sikap yang dimiliki yaitu bertanggung jawab terhadap pekerjaannya dengan bersikap tegas dan disiplin pada saat bekerja. Sikap bertanggung jawab juga terwujud dalam mengerjakan tugas dengan bersungguh-sungguh, mengikuti aturan dan bertanggung jawab atas pekerjaannya. Nilai yang dianut yaitu fokus terhadap pekerjaan mereka tanpa harus mendapatkan pengakuan dari orang lain.
Tanggapan Terhadap Stereotip “Tionghoa Punya Toko” Averina, Jennifer
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.12.1.1-12

Abstract

Eksistensi etnis Tionghoa di Indonesia sejak awal sudah dari berabad-abad yang lalu. Dalam menjalankan kehidupan di Indonesia, etnis Tionghoa khususnya di Indonesia bekerja dalam berbagai macam bidang. Bidang-bidang tersebut antara lain adalah sebagai pedagang, petani, pengrajin maupun yang lainnya. Di zaman Orde Baru juga terjadi beberapa hal yang membatasi etnis Tionghoa-Indonesia, hingga di era saat ini orang Tionghoa di stereotipkan sebagai “Tionghoa punya toko”. Meskipun bertahun-tahun telah berlalu, namun stereotip itu masih terus ditujukan kepada etnis Tionghoa. Penulis berfokus meneliti stereotip ini yang bersumber pada masyarakat Tionghoa dan non-Tionghoa di Indonesia, khususnya kota Surabaya. Dengan tujuan untuk meneliti lebih lanjut apakah stereotip “Tionghoa Punya Toko” ini masih relevan di era saat ini. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teori Stereotype Content Model, untuk dapat melihat kedudukan stereotip terhadap orang Tionghoa yang ada di Indonesia ini dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil wawancara terhadap para informan yang telah penulis analisis menunjukkan bahwa stereotip terhadap etnis Tionghoa masih ada hingga saat ini, namun sudah mulai berkurang.
Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru Pada Motivasi Murid-Murid Kursus TTZW Surabaya Belajar Bahasa Mandarin Laksmana, Darren Fredericko; Olivia, Olivia
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.12.1.13-26

Abstract

Dalam dunia pendidikan, kompetensi guru dapat diringkas menjadi empat dimensi utama yang terbagi menjadi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. Dalam empat dimensi ini, kompetensi kepribadian memiliki pengaruh yang paling signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi besarnya pengaruh kompetensi kepribadian guru terhadap motivasi murid dalam belajar bahasa Mandarin, dilaksanakan di kursus bahasa Mandarin TianTian ZhongWen (TTZW). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Pertama dengan menyebarkan angket penelitian melalui formulir Google, total terdapat 55 murid yang berpartisipasi dalam pengisian angket, kemudian menggunakan Excel dan aplikasi SPSS untuk mengolah dan menghitung data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi kepribadian guru selama pembelajaran memberikan pengaruh positif terhadap motivasi murid dalam belajar bahasa Mandarin. Di waktu yang sama menemukan bahwa kompetensi kepribadian guru di TianTian ZhongWen (TTZW) secara umum baik, motivasi murid dalam belajar bahasa Mandarin juga cukup tinggi. Penelitian ini menyajikan data yang dapat dijadikan fondasi dasar bagi guru dalam mengembangkan dan meningkatkan kompetensi kepribadian dalam pembelajaran bahasa.
Perspektif Kebahasaan Pada Strategi Sensory Marketing Perusahaan Mixue : Kajian Tindak Tutur Pragmatik Rinaldi, Rinaldi; Fahmi, Muhammad Khairul; Susilo, Arkam; Nurkhalisa, Andi Naswa; Junaeny, Arini
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.12.1.27-38

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi kesuksesan suatu brand adalah strategi marketing yang tepat, adapun teknik marketing yang dapat digunakan yakni melalui penggunaan sensory marketing. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif yang berfokus pada peran konteks pragmatik dalam menentukan maksud tuturan di kehidupan sehari-hari. Sehingga tujuan penulisan ini yaitu menganalisis kebahasaan pada strategi sensory marketing perusahaan Mixue dalam kajian tindak tutur pragmatik indikator sensory Penglihatan (sight), Rasa (taste), Sentuhan (touch), Pendengaran (hear), Penciuman (smell). Sumber data penelitian ini didapatkan langsung dari wawancara informan serta sumber lain baik lisan maupun tulisan. Hasil penelitian ini membuktikan penggunaan sensory marketing yang dilakukan Mixue mampu mempengaruhi perilaku konsumen melalui logo, aksara mandarin, pelafalan unik, dan gimik.
Analisis Komentar Netizen Douban Terhadap Konflik Budaya dalam Film “The Farewell” Tamarisca, Kezia; Christiana, Elisa
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.12.1.39-54

Abstract

Konflik budaya merupakan hal yang lumrah dalam kehidupan manusia, karena setiap orang dilahirkan dengan latar belakang yang berbeda-beda, dan tentunya norma, etika, moralitas dan nilai-nilai budaya tidak terlepas dari interaksi interpersonal. Konflik budaya hampir selalu terjadi dalam kehidupan nyata, namun juga dapat terwujud melalui pertunjukan seperti film.  Penulis memilih film “The Farewell” (2019) dikarenakan terdapat konflik budaya antara Tiongkok dan barat yang terjadi dalam film tersebut dan film ini mendapat banyak komentar dari netizen di Douban, yaitu komunitas daring budaya Tiongkok yang berfokus pada rekomendasi dan komentar film, buku, dan musik. Dalam penelitian ini penulis ingin menganalisis bagaimana komentar netizen Douban terhadap konflik budaya dalam film “The Farewell” melalui teori perbedaan antara nilai budaya kolektivisme dan individualisme yang dikemukakan oleh Kim (1994). Data penelitian diperoleh dari komentar-komentar netizen Douban selama kurun waktu tahun 2019, yaitu tahun ketika film “The Farewell” ditayangkan, yang membahas tentang konflik budaya yang terdapat dalam film “The Farewell” dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam komentar singkat kategori “bagus”, netizen Douban setuju dan menghargai perbedaan antara nilai budaya Tiongkok dan barat yang terdapat dalam film tersebut. Namun, dalam komentar singkat kategori “umum” ada netizen Douban yang setuju dan ada yang tidak setuju terhadap perbedaan nilai budaya, ada yang lebih memihak pada nilai budaya kolektivisme dan ada juga yang lebih memihak pada nilai budaya individualisme. Dalam komentar singkat kategori “buruk”, netizen Douban tidak setuju dengan nilai-nilai budaya Tionghoa dalam film tersebut, mereka percaya bahwa konflik budaya dalam film tersebut hanya akan menciptakan stereotip orang Tionghoa di barat.
Tanggapan dan Indikator Tanggapan Siswa terhadap Kualitas Layanan Xin Miao Chinese Language Centre Sutorejo Surabaya Wijaya, Belinda; Widjaja, Dinalia
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.12.1.55-66

Abstract

Seiring dengan meningkatnya permintaan pusat pengajaran bahasa Mandarin, peluang pasar untuk pusat pengajaran bahasa Mandarin juga semakin besar, sehingga persaingan antar pusat pengajaran bahasa Mandarin dalam menawarkan berbagai metode pembelajaran semakin ketat. Pusat pengajaran bahasa Mandarin adalah usaha dalam bidang jasa atau layanan. Ketika pelanggan menggunakan layanan, pada dasarnya akan memperhatikan kualitas layanan. Pada penelitian ini, penulis meneliti bagaimana tanggapan siswa terhadap kualitas layanan yang diberikan oleh Xin Miao Chinese Language Centre Sutorejo dan indikator-indikatornya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, mewawancarai tiga belas orang siswa Xin Miao Chinese Language Centre Sutorejo untuk menganalisis tanggapan mereka mengenai kualitas layanan Xin Miao Chinese Language Centre Sutorejo berdasarkan teori HEdPERF yang dikemukakan Abdullah (2005),  serta mengukur kepuasan mereka terhadap layanan yang mereka terima menggunakan indikator kepuasan yang dikemukakan oleh Tjiptono (2005). Hasil analisis menunjukkan bahwa responden memiliki tanggapan positif terhadap kualitas layanan yang didapatkan. Mereka menyatakan bahwa layanan Xin Miao Chinese Language Centre Sutorejo sangat baik dalam setiap faktor. Semua responden juga menyatakan bahwa mereka secara umum puas dengan kualitas layanan yang diberikan oleh  Xin Miao Chinese Language Centre Sutorejo. Meskipun terdapat beberapa hal yang menimbulkan ketidakpuasan, hal tersebut tidak mempengaruhi kepuasan mereka secara keseluruhan terhadap Xin Miao Chinese Language Centre Sutorejo.
Analisis Pergeseran Penerjemahan Dokumen di PT. Semen Imasco Asiatic Hariyanto, Patricia Tirza Esther; Olivia, Olivia
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.13.1.1-10

Abstract

PT. Semen Imasco Asiatic, yang telah berdiri sejak 2020, merupakan sebuah perusahaan manufaktur semen yang termasuk bagian dari Hongshi Group asal China dan merupakan salah satu brand semen China yang dapat bersaing dengan brand lainnya, setiap dokumen tertulis dari PT. Semen Imasco Asiatic menggunakan dua Bahasa, yaitu Bahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia. Penelitian  ini bertujuan untuk mencari tahu pergeseran penerjemahan yang terjadi dalam dokumen tertulis PT. Semen Imasco Asiatic dan mencari tahu strategi penerjemahan dari dokumen tertulis PT. Semen Imasco Asiatic. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data penelitian untuk penelitian ini adalah tiga dokumen tertulis yang diberikan PT.Semen Imasco Asiatic kepada penulis. Analisis pergeseran penerjemahan dan strategi penerjemahan dilakukan dengan cara mengelompokkan kalimat sesuai dengan kategori pergeseran dan strategi penerjemahan. Berdasarkan hasil penelitian, PT. Semen Imasco Asiatic paling banyak terjadi pergeseran intra sistem dalam penerjemahan dokumen tertulis. Strategi penerjemahan yang paling sering digunakan oleh PT. Semen Imasco Asiatic adalah penerjemahan dengan kata netral.