cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture
ISSN : -     EISSN : 2657098x     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 216 Documents
Dominasi Anak Laki-Laki Sulung Dalam Keluarga Tionghoa Suku Hokkien di Kecamatan Tambaksari Surabaya Timur 泗水东区Tambaksari福建家庭中长子的地位和优势研究 Jap, Setefani Veronica; Christiana, Elisa
Century Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Century

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Zaman dahulu budaya Tionghoa dalam sebuah keluarga memiliki anak laki-laki sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sampai saat ini anak laki-laki sangat diinginkan dan juga untuk membuat kita mengerti tentang keistimewaan dan keuntungan dalam posisi menjadi anak laki sulung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu mewawancarai informan guna mendapatkan data yang akurat. Terdapat empat sudut pandang informan terhadap anak laki sulung, yaitu laki sulung, orangtua anak laki sulung dan saudara kandung anak laki sulung. Meskipun zaman sudah semakin maju, namun tetap saja semua informan menilai anak laki lebih penting. Alasannya anak lelaki sulung dapat membantu menjaga adiknya yang masih kecil, meneruskan marga dan pekerjaan orang tua. Disaat anak sulung sebelum menikah pula ada beberapa hal material dan nonmaterial yang orangtua anak sulung berikan. Bagi saudara kandung laki sulung, mereka menilai kakak sulung mereka melakukan tanggung jawabnya dengan baik.
Persepsi Pasien Non Tionghoa di Klinik Karang Asem Surabaya Terhadap Pengobatan Tradisional Tiongkok 泗水KarangAsem路中医非华裔病人接受中医治疗的原因和看法 Tansy, Fanny Desilia; Christiana, Elisa Christiana; Wang, Yifeng
Century Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Century

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Dahulu orang non Tionghoa hanya minum jamu, ke dukun dan ke dokter umum bila sakit. Namun, 15 tahun terakhir, orang non Tionghoa yang menerima pengobatan tradisional Tiongkok di Surabaya semakin banyak. Penulis menggunakan metode kualitatif untuk menjelaskan pendapat dan alasan Pasien non Tionghoa di Klinik Surabaya terhadap pengobatan tradisional Tiongkok. Dari hasil wawancara disimpulkan: narasumber menerima pengobatan tradisional Tiongkok karena direkomendasikan orang lain. Para perekomendasi menyatakan bahwa teknik pengobatan tradisional Tiongkok sangat bagus. Ketika perekomendasi menjelaskan bahwa sinse seorang Tionghoa, pewawancara merasa khawatir pada awalnya. Tetapi, perekomendasi menjelaskan bahwa sinse ini tidak memandang ras dan agama. Orang non Tionghoa yang disembuhkan olehnya juga tidak sedikit. Para pewawancara setelah menerima mengobatan tradisional Tiongkok, menurut mereka ramuan obat tidak berbahan kimia, namun sulit diramu dan rasanya pahit. Pasien yang menerima akupuntur beranggapan bahwa dengan menggunakan jarum saja sudah bisa menyembuhkan penyakit, dan harganya tidak mahal.
Bisnis Online Pakaian Wanita Oleh Etnis Tionghoa Di Surabaya 泗水华裔网络女服装上之买卖 Fransisca, Vony Fransisca Vony; Karsono, Ong Mia Farao; Sugianto, Leo Irwan
Century Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Century

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

ABSTRAK Adanya kesemarakan bisnis online saat ini, terutama dibidang pakaian wanita, sehingga penulis tertarik untuk meneliti bisnis online pakaian wanita oleh etnis Tionghoa di Surabaya. Kajian pustaka yang digunakan untuk mendukung analisis terdiri atas prinsip-prinsip dasar bisnis etnis Tionghoa, strategi bisnis orang Tionghoa, bisnis online pakaian wanita, metode pembayaran bisnis online. Metode penelitian adalah kualitatif deskripstif , dengan jumlah informan adalah enam orang. Dari hasil analisis ditemukan ciri khas etnis Tionghoa dalam berbisnis online adalah bersifat hemat, kerja keras, dapat menabung, fleksibel, dan berani mengambil resiko, menghargai waktu, strateginya adalah menjadikan pelanggan seperti raja, mengumpulkan informasi melalui teman, family, internet, majalah, bekerja lebih dari jam kerja yang ditentukan. Alasan mengapa bisnis pakaian dijalankan oleh para informan adalah krena murah, wanita lebih suka membeli pakaian baru dan modelnya lebih berfariasi, belum dikenakan pajak oleh pemerintah Indonesia, tidak perlu menyewa stand dan pegawai. .摘要 由于存在网络买卖的热门现象,特别是女服装网络买卖,所以笔者研究泗水华裔的网络买卖内容。本论文采用的相关文献包括华裔经商的基本原则、华裔的经商策略、女服装网络买卖、支付的方式。使用的研究法是定性与描述性,研究对象共六位受访者。研究结果发现泗水华裔女服装网络买卖特色是节约、勤学苦练、善于储蓄、善于适应、敢于承担各种风险、珍惜时间。买卖策略是把客户当作皇帝,向女友、亲戚、姐妹或从网路上以及杂志找寻女服装款式的一切信息,受访者的工作精神超过一般人工作时间。女服装网络成为泗水华裔主要就业原因之一是因为便宜,女性更喜欢买新衣服 ,以及女服装款式比男服装款式多,不但政府还没决定在网络买卖上抽税, 而且不需要雇佣员工和租摊子
Pandangan Empat Orang Alumni Sastra Tionghoa Universitas Kristen Petra Terhadap Kebaya dan Qípáo Sebagai Identitas Diri 四位彼得拉基督教大学中文系毕业生对芭雅服与旗袍成为身份标志的看法 Chandra, Rosalina; Christiana, Elisa
Century Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Century

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Skripsi ini membahas tentang pandangan empat orang alumni Sastra Tionghoa Universitas Kristen Petra terhadap kebaya dan qípáo sebagai identitas diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana keinginan alumni Sastra Tionghoa Universitas Kristen Petra menunjukkan identitas mereka sebagai warga negara Indonesia keturunan Tionghoa jika dilihat dari pakaian nasional kebaya atau qípáo yang mereka pakai. Dari hasil penelitian, penulis menemukan bahwa keempat alumni Sastra Tionghoa tersebut saat mengenakan kebaya maupun qípáo sama-sama merasa bangga karena menunjukkan identitas mereka sebagai orang Indonesia keturunan Tionghoa. Selain itu mereka juga bisa lebih peka dan luwes dalam menentukan pakaian apa yang akan dipakai untuk menghadiri suatu acara, agar tidak terjadi kesenjangan yang selama ini memisahkan orang Indonesia dengan keturunan Tionghoa. 论文调查了四位彼得拉基督教大学中文系毕业生对芭雅服与旗袍成为身份标志的看法。研究目的是为了了解彼得拉基督教大学中文系毕业生如何通过芭雅服或旗袍来显示她们身份的意愿。从这个调查中发现了中文系的毕业生穿芭雅服和旗袍的时候都觉得自豪,因为均能显示她们的身份 – 印度尼西亚华裔。此外,她们更加敏感和灵活确定去参加什么场合要穿什么衣服,芭雅服或旗袍,以拉近印尼人和华人的距离。
Pemberian Nama Tionghoa Keluarga Sub Suku Fúqīng di Banjarmasin 马辰福清人命名分析 Gunawan, Fennylia Siska; Karsono, Ong Mia Farao
Century Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Century

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Adanya berbagai cara pemberian nama di kalangan etnis Tionghoa yang menarik untuk dilakukan penelitian bagaimanakah keluarga etnis Tionghoa memberi nama Tionghoa kepada putra-putri mereka dan alasannya. Kajian pustaka meliputi pelaksanaan kebijaksanaan pemerintah orde baru; makna pemberian nama; asal usul marga; bentuk struktur nama Tionghoa; cara pemberian nama Tionghoa dan hal yang dihindari dalam pemberian nama Tionghoa. Digunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil analisis menemukan bahwa meskipun dikeluarkan kebijakan asimilasi, semua responden masih menggunakan dan memberikan nama Tionghoa kepada putra-putrinya yang berfungsi sebagai identitas keturunan Tionghoa; asal usul marga sudah tidak dimengerti; marga Tionghoa berstruktur tunggal dan nama terdiri atas dua aksara Tionghoa; sebagian besar responden tidak mengerti mengenai nama generasi; cara pemberian nama bermakna keindahan; hal yang dihindari ketika pemberian nama sudah diabaikan. Alasan responden masih memberi nama Tionghoa untuk menunjukan identitas keturunan Tionghoa.
Pelafalan Bahasa Mandarin Generasi Tua Di Pondok Tjandra Indah 泗水Pondok Tjandra Indah 老年华人普通话的语音 A.S., Carolina; Wijaya, Henny P. S.
Century Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Century

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Dari generasi ke generasi etnis Tionghoa di Surabaya memiliki ciri – ciri yang berbeda. Dalam berkomunikasi generasi tua etnis Tionghoa memiliki ciri yang khas dalam tataran bunyi dan intonasi. Ada 2 tujuan penelitian ini yaitu Untuk mengetahui apakah pelafalan bahasa Mandarin generasi tua ada perubahan atau tidak dan perubahannya apa saja. Skripsi ini menggunakan metode kualitatif dan subyeknya adalah generasi tua yang berusia 60 tahun – 80 tahun yang bisa membaca karakter hanzi dan berada di perumahan Pondok Tjandra Indah. Teori yang dipakai dalam penelitian ini ada 8, tetapi yang ada 3 macam yang penting dalam pelafalan bahasa Mandarin yaitu nada,vokal dan konsonan. Hasil dari penelitian ini, penulis mendapatkan bahwa ada 3 macam kesalahan yang telah terjadi yaitu kesalahan dalam vokal, konsonan dan nada. Di dalam perbedaan nada, semua nada mengalami perbedaan. Perbedaan vokal yang terjadi ada 10 perbedaan, sedangkan di dalam konsonan ada 5 konsonan yang terjadi perbedaan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu perbedaan pelafalan generasi tua di Pondok Tjandra Indah, Surabaya mungkin karena perbedaan dari pelafalan guru di sekolah.
Pengaruh Bahasa Pertama Terhadap Pembelajaran Kata Bantu Bilangan Bahasa Tionghoa Sebagai Bahasa Kedua 第一语言对学习汉语量词的负迁移 Warudu, Ferdinan Dyan; Christiana, Elisa
Century Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Century

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Adanya fenomena yang terjadi pada pebelajar bahasa Tionghoa bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama mempengaruhi pembelajaran kata bantu bilangan bahasa Tionghoa. Artikel ini meneliti tentang pengaruh apa saja yang timbul dari bahasa pertama terhadap proses pembelajaran kata bantu bilangan dalam bahasa Tionghoa dan bagaimana menyelesaikan masalah yang timbul dari pengaruh bahasa pertama ini dari sudut pandang pebelajar. Menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian menemukan bahwa pengaruh yang timbul dari bahasa pertama adalah ketika pebelajar lupa satu kata bantu bilangan dalam bahasa Tionghoa, maka cara yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini adalah dengan menggunakan kata bantu bilangan “Buah” dalam bahasa Indonesia yang langsung diterjemahkan ke dalam bahasa Tionghoa, sehingga menjadi “个gè”. Cara menyelesaikan fenomena ini adalah pebelajar harus dengan kesadaran diri sendiri melakukan proses metakognitif, dimana pebelajar melakukan proses perencanaan, pengamatan, mengevaluasi dan penyesuaian terhadap proses pembelajaran yang sedang berjalan.
Etos Kerja Pegawai Etnis Tionghoa di Lima Perusahaan Keuangan Kota Surabaya 泗水五家金融机构华人职员的工作态度现况调查 Yvonne, Stephanie; Karsono, Ong Mia Farao; Suprajitno, Setefanus
Century Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Century

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Pandangan umum mengatakan bahwa masyarakat etnis Tionghoa sejak dahulu mempunyai jiwa sebagai pedagang, namun sekarang kita bisa melihat tidak sedikit masyarakat etnis Tionghoa yang bekerja sebagai pegawai. Fenomena  ini mendorong penulis untuk meneliti tentang bagaimana etos kerja para karyawan etnis Tionghoa di lima perusahaan keuangan kota Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Metode penelitian ini digunakan untuk menganalisa tujuan, etos, sikap dan budaya kerja mereka. Didapati sepuluh orang informan yang telah sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Kategori informan meliputi informan yang bekerja sebagai pegawai staff di bawah manager, etnis Tionghoa, umur berkisar antara 20-35 tahun, lama bekerja di bawah 5 tahun, bekerja pada perusahaan yang bergerak di bank dan saham, berlokasi di Surabaya. Hasil analisis menemukan bahwa  para informan etnis Tionghoa penelitian ini memiliki budaya suka belajar, watak gigih dan mudah beradaptasi. Mereka juga mempunyai keinginan untuk menjadi bos, oleh karena itu mereka mempunyai budaya suka menabung untuk mengumpulkan modal usaha, ulet/rajin/tekun  bekerja/selalu menjunjung tinggi reputasi.社会人们总把华人当作生意人,但现今我们可以看到不少华人并不是自己营业反而在其他公司当职员,由此激发笔者研究关于泗水五家金融机构华人职员的工作态度的现况。使用的研究方法是定性描述研究方法。用此研究方法为分析受访者们的工作目的、工作伦理、工作态度和工作文化。发现有十位受访者最适合研究对象的规定的类别。研究的对象是按照笔者规定的类别来选择。这种类别是经理以下的职员、泗水华人、年龄在二十岁至三十五岁、工作时长五年以下、在泗水银行和股票公司工作。分析结果发现本文的受访者都具有善于学习、劳碌和变通的性格、能当企业家、善于储蓄、看重名誉。
Pandangan Mahasiswa Universitas Kristen Petra terhadap Angka Sial dan Angka Keberuntungan 彼得拉基督教大学的学生对吉利不吉利数字的看法 Hariyanto, Howie Yukuri
Century Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Century

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan mahasiswa Universitas Kristen Petra terhadap angka sial dan angka keberuntungan. Teori yang menunjang terdiri atas teori manusia dan hal terlarang, perspektif psikologis dalam budaya larangan persamaan bunyi, larangan dalam angka, angka keberuntungan dalam budaya Tionghoa dan Barat, angka sial dalam budaya Tionghoa dan Barat, perbandingan budaya angka antara Tionghoa dan Barat, faktor yang mempengaruhi  psikologis mahasiswa terhadap sesuatu yang bersifat takhayul. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan, sebagian besar mahasiswa Universitas Kristen Petra mengetahui makna angka 4 dan 8 di dalam budaya Tionghoa, tetapi sebagian besar dari mereka tidak percaya. Faktor utama yang mempengaruhi mereka percaya karena pengaruh keluarga.
Pemujaan Leluhur di Rumah yang Dilakukan oleh Etnis Tionghoa Kapasan Dalam 加吧山Dalam华人在家里的祭祖 Rahardjo, Steffi Putri; Olivia, Olivia
Century Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Century

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meskipun masyarakat Tionghoa sering berpindah-pindah, adat dan akar budaya mereka tetap terikat kuat ke tanah air mereka. Hal ini terlihat dari penghormatan mereka terhadap leluhur. Melihat pentingnya pemujaan leluhur bagi masyarakat Tionghoa, penulis memutuskan untuk meneliti tradisi pemujaan leluhur. Karena pemujaan leluhur di rumah adalah yang paling penting, penelitian ini memfokuskan pada pemujaan leluhur di rumah. Berdasarkan hasil wawancara dengan etnis Tionghoa yang tinggal di Kapasan Dalam, penulis menyadari bahwa mereka melakukan pemujaan leluhur dengan sederhana, tidak ada aturan yang ketat. Namun, karena tiap keluarga memiliki kondisi dan kebiasaan sendiri, maka terdapat beberapa perbedaan dalam berbagai aspek. Mereka memiliki tujuan yang kuat mengapa melakukan pemujaan leluhur, tujuan tersebut yang membuat mereka tetap menjalankan tradisi tersebut hingga sekarang.

Page 2 of 22 | Total Record : 216