cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture
ISSN : -     EISSN : 2657098x     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 216 Documents
Pemikiran Konfusius yang Terefleksi dalam Pengajaran Para Guru CHHS 中中华语补习学校汉语老师教学实践中反映的孔子思想 Halim, Steffi Thanissa; Christiana, Elisa; Wijaya, Liejanto
Century Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Century

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.64 KB)

Abstract

Pembelajaran sebuah bahasa tidak lepas dari budaya yang melatarbelakanginya, termasuk pengajaran bahasa Tionghoa yang juga tidak terpisahkan dari budaya Tionghoa, yang sangat terpengaruh oleh nilai-nilai Konfusius, seorang pemikir dan pendidik teragung pada masa Tiongkok kuno. Saat ini, di Surabaya sudah ada berbagai macam lembaga kursus bahasa Tionghoa, baik yang besar maupun kecil. Skripsi ini menggunakan metode kualitatif, mewawancarai enam orang guru pengajar bahasa Tionghoa di Lembaga Kursus Bahasa Tionghoa CHHS yang merupakan salah satu lembaga kursus bahasa Tionghoa terbesar di Surabaya, dan menganalisis nilai-nilai pendidikan Konfusius yang terefleksi dalam proses belajar mengajar mereka. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa keenam narasumber telah secara tanpa sadar menerapkan nilai-nilai ini, antara lain: pendidikan untuk semua kalangan (Yǒu jiào wú lèi有教无类), mengajar sesuai latar belakang dan kemampuan murid (Yīn cái shī jiào因材施教), menghormati guru dan mencintai murid (Zūn shī ài shēng 尊师爱生) dan menjadikannya sebagai prinsip yang terutama dan mendasar dalam pengajaran mereka.
Interaksi Sosial Etnis Batak Dan Etnis Tionghoa Di Gereja GSJA Sungai Kehidupan Surabaya 泗水GSJA Sungai Kehidupan教堂巴塔克族与华裔的社交 Sirait, Robinhood
Century Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Century

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.253 KB)

Abstract

Keanekaragaman etnis di Indonesia menyebabkan adanya interaksi sosial antar etnis yang dapat terjadi kapan dan dimana saja. Syarat terjadinya interaksi sosial adalah kontak sosial dan adanya komunikasi. Skripsi ini bertujuan untuk mendeksripsikan proses perubahan stereotip etnis Batak terhadap etnis Tionghoa di gereja GSJA Sungai Kehidupan. Skripsi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil yang diperoleh ditunjukan melalui interaksi sosial yang intensif dengan aktif dan dalam acara dan kegiatan di dalam dan diluar gereja dapat mengubah stereotip negatif menjadi stereotip positif.
Penerapan Fēng Shuǐ dan Pandangan Fēng Shuǐ dari Anak yang Menyemayamkan Orang Tuanya di Pemakaman Puncak Nirwana 峰顶山庄风水运用及子女对父母墓葬峰顶山庄风水之看法 Hermawan, Robby; Karsono, Ong Mia Farao
Century Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Century

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.3 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana diterapkannya unsur fēng shuǐ pada pemakaman Puncak Nirwana serta pandangan anak yang memakamkan orang tuanya di pemakaman tersebut mengenai fēng shuǐ. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 11 informan. Teori yang digunakan yaitu aliran fēng shuǐ, simbol – simbol fēng shuǐ  (pí xiū dan shi zi), simbol makna baik dalam kehidupan orang Tionghoa dan teori ajaran xiào Kǒng zi dalam upacara kematian. Hasil analisis ditemukan bahwa  pemakaman Puncak Nirwana memiliki unsur fēng shuǐ  yang bagus karena dilengkapi dengan seorang suhu yang merangkap sebagai arsitek yang membantu pelanggan mengatasi keadaan fēng shuǐ yang kurang bagus. Pandangan anak yang memakamkan orang tuanya merasa unsur fēng shuǐ disana sangat bagus. 
Pendapat Mahasiswa Hebei Normal University dan Universitas Kristen Petra Mengenai Budaya Nama Generasi 河北师范大学与彼得拉基督教大学学生对辈分名字文化的看法 Widjaja, Dinalia; Christiana, Elisa; Wijaya, Liejanto
Century Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Century

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.266 KB)

Abstract

Nama generasi adalah nama yang digunakan untuk menyusun generasi keluarga dan untuk mengetahui tingkatan generasi, diletakkan setelah nama marga. Susunan nama generasi ditentukan oleh leluhur keluarga. Penulis ingin meneliti tentang penggunaan dan pandangan mahasiswa mengenai nama generasi di Hebei Normal University Shijiazhuang, Tiongkok dan di Universitas Krsiten Petra Surabaya, Indonesia. Penulis menggunakan metode kuantitatif dan mengumpulkan data melalui kuesioner. Objek penelitian adalah lima puluh mahasiswa berkewarga-negaraan Tiongkok dan lima puluh mahasiswa etnis Tionghoa berkewarga-negaraan Indonesia. Dapat disimpulkan bahwa mahasiswa Universitas Kristen Petra lebih banyak menggunakan nama generasi dibandingkan mahasiswa Hebei Normal University, serta lebih mementingkan dan ingin menurunkan kebudayaan nama generasi ke generasi selanjutnya. Penggunaan nama generasi oleh responden laki-laki lebih banyak dibandingkan responden perempuan, hal ini dipengaruhi oleh ada konsep patriarkal. Penggunaan nama generasi oleh mahasiswa Universitas Kristen Petra dan Hebei Normal University dipengaruhi oleh peristiwa sejarah di masing-masing negara, kondisi keluarga, pandangan pribadi, tempat tinggal, pendidikan dan pola nama Tionghoa.
Akulturasi Budaya Tionghoa dan Jawa dalam Pertunjukan Liong Batik dan Wacinwa di Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta tahun 2015 Tanomi, Erna; Christiana, Elisa
Century Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Century

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.212 KB)

Abstract

Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta diselenggarakan untuk perayaan Cap Go Meh yang menampilkan berbagai kesenian baik Tionghoa maupun daerah. Untuk memperingati sepuluh tahun berlangsungnya acara tersebut, pada tahun 2015 ada penampilan dua buah kesenian hasil akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa. Yang menjadi faktor terjadinya akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa di Yogyakarta adalah orang Tionghoa yang menyesuaikan diri dengan budaya Jawa akibat adanya berbagai penolakan terhadap mereka sejak kedatangan mereka di kota tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui makna unsur budaya Tionghoa dan Jawa yang ada dalam kesenian hasil akulturasi tersebut, yaitu pertunjukan liong batik dan Wacinwa (Wayang Cina-Jawa). Skripsi ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan pengamatan lapangan dan mewawancarai lima informan yang terlibat dalam acara tersebut. Hasil penelitian menunjukan dalam pertunjukan liong batik dan Wacinwa terdapat unsur budaya Tionghoa dan unsur budaya Jawa yang dapat dipadukan dengan apik dan sesuai dengan tema Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta tahun 2015, yaitu melalui pentas kesenian hasil akulturasi dua budaya tersebut dapat mempererat hubungan masyarakat Yogyakarta yang multi etnis. 摘要日惹中华文化周是在日惹呈现中华和印尼各地方艺术表演的元宵节庆典。为了庆祝第十届的活动,2015年有两个中国与爪哇文化融合的艺术表演。造成中国与爪哇文化融合的因素是因为华人来到日惹之后要面对一些排斥,因此他们想尽办法融入当地的主流文化。这研究是为了了解两种文化融合艺术表演—巴迪舞龙和Wacinwa(中国爪哇皮影)戏—里的中国与爪哇文化元素的含义。此论文采用定性研究法,田野观察和采访了五位负责管理活动的人士。分析结果表示在巴迪舞龙和Wacinwa戏里美好地结合了中国与爪哇文化元素而表达了2015年日惹中华文化周的主题,就是通过文化融合的艺术表演能拉近多元的日惹人的关系。
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pandangan Masyarakat Tionghoa Surabaya Terhadap Peruntungan Shio 影响泗水华裔生肖运势看法的因素 Nathania, Nathania
Century Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Century

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.011 KB)

Abstract

Pandangan seseorang terhadap suatu masalah dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti faktor pendidikan, faktor pergaulan, faktor agama, faktor politik, faktor pendidikan keluarga, dan faktor-faktor lainnya. Dalam kasus peruntungan shio, maka faktor paling besar yang mempengaruhi pandangan sekaligus tingkat kepercayaan masyarakat adalah faktor agama. Shio sebenarnya adalah hasil dari kebudayaan Tiongkok kuno, namun ia justru dianggap sebagai produk dari suatu agama. Kekacauan pandangan mengenai shio ini disebabkan karena minimnya sumber informasi pada jaman Orde Baru. Kekacauan pandangan mengenai shio yang dianggap adalah produk suatu agama ini menyebabkan seseorang yang beragama Kristen atau Katolik tidak mempercayai peruntungan shio, sedangkan seseorang yang beragama Buddha atau Konghucu mempercayai peruntungan shio.摘要一个人对某件事的看法会受到很多方面影响,如:学历、社会、宗教等。在生肖运势方面也一样,影响人对生肖运势的看法是:学历、社会、宗教、政治家庭、复杂性、资料缺少和真实性。虽然原因众多,但影响人们看法最主的因素是宗教。很多人误解生肖属于宗教的一部分,而新时期的时候很难找到中华文化的资料,所以人们不太了解中华文化,只能靠想象,也因此有人把生肖视为宗教的产物,这使得宗教成为人是否相信否生肖运势最大的因素。 
彼得拉基督教大学中文系学生学习汉语的动机元素 KOMPONEN PEMBENTUK MOTIVASI MAHASISWA SASTRA TIONGHOA UNIVERSITAS KRISTEN PETRA DALAM MEMPELAJARI BAHASA TIONGHOA Ningrum, Anna Setia; Kurniawan, S.Kom., B.A, Budi
Century Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Century

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.071 KB)

Abstract

Motivasi adalah hal yang menggerakkan seseorang untuk melakukan sesuatu agar mencapai tujuan yang diinginkan. Motivasi menjadi komponen penting dalam mempelajari bahasa kedua. setiap orang pasti mempunyai motivasi dan motivasi setiap orang pasti berbeda. Dalam skripsi ini, penulis ingin meneliti tentang komponen pembentuk motivasi mahasiswa Program Studi Sastra Tionghoa dalam mempelajari bahasa Tionghoa di Universitas Kristen Petra Surabaya, Indonesia. Penulis menggunakan metode kuantitatif dan mengumpulkan data melalui kuesioner. Subjek penelitian adalah seluruh mahasiswa aktif mahasiswa Program Sastra Tionghoa Universitas Kristen Petra, Indonesia. Penulis menggunakan program SPSS untuk melakukan analisis data, didapatkan beberapa komponen yang membentuk motivasi mahasiswa Program Studi Sastra Tionghoa Universitas Kristen Petra dalam mempelajari bahasa Tionghoa, yaitu level bahasa, level pelajar, level situasi pembelajaran. Dalam level bahasa yang paling menonjol adalah pengetahuan  instrumental. Dalam level pelajar komponen yang paling menonjol adalah kepercayaan diri. Dalam level situasi pembelajaran komponen yang paling menonjol adalah komponen spesifik kelas, yang di dalamnya terbagi menjadi dua komponen, yaitu minat mahasiswa terhadap bahasa Tionghoa maupun minat terhadap negara-negara yang berbahasa Tionghoa, dan kepuasan mahasiswa terhadap kelasnya.摘要 动机是让人达到目标的一种力量。动机当学第二语言的重要性。每个人肯定有动机而每个人的动机不一样。在此笔者研究彼得拉基督家大学中文系学生学习汉语的动机元件。本研究采用定量研究法与收集资料的方式是问卷调查。研究对象是所有彼得拉基督教大学中文系在校的学生。笔者用SPSS软件进行数据分析,本研究的结果,有几个元件影响了彼得拉基督教大学中文系学生学习汉语的动机。语言层次,在语言层次最突出的元素是工具性知识。学习者层次,在学习者层次最突出的元素是自信。学习情况层次,在学习者层次最突出的元素是学习动机具体元素、学习动机具体元素包括学生对汉语或者对用汉语的国家的兴趣与学生对课堂的满意性。
Membandingkan Konsep Karma Dalam Film “KARMA” Dengan Konsep Karma Buddha Mahayana Yulisa, Yulisa; Olivia, Olivia; Chun-I, Kuo
Century Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Century

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Film “KARMA” merupakan film Indonesia yang memiliki latar belakang budaya Tionghoa dan ber-genre horor. Hal unik yang terdapat dalam film ini ialah adanya karma yang menghukum sebuah keluarga di Indonesia keturunan Tionghoa bermarga Guan, akibat perbuatan buruknya dimasa lalu sehingga arwah yang marah memberikan hukuman berupa karma. Dalam skripsi ini penulis ingin meneliti konflik apa saja yang terjadi didalam film ini akibat adanya karma yang mengikuti keluarga Guan serta apa saja persamaan dan perbedaan konsep karma yang digunakan oleh sutradara film “KARMA” dan menurut ajaran agama Buddha Mahayana. Pengumpulan data yang dilakukan penulis adalah menggunakan studi pustaka dan wawancara Biksu/pandita Buddha Mahayana yang mengerti tentang hukum Karma.  Dari hasil analisis alasan terjadinya konflik akibat dari karma buruk yang diterima oleh keluarga Guan, dan berdampak pada konflik-konflik lainnya, sehingga karma yang diterima oleh keluarga Guan tidak dapat berhenti dan memiliki akhir cerita yang tragis. Dalam pengembangan cerita dalam film ini terdapat beberapa perbedaan dan persamaan konsep karma antara Buddha Mahayana dan film ini, dan setelah mendapat hasil dari wawancara, maka dapat disimpulkan adanya persamaan dan perbedaan merupakan pengaruh faktor budaya dari masyarakat Tionghoa.“因果报应” 是恐怖类型的电影,背景是印度尼西亚华人的社会。电影的主轴是印度尼西亚华人Guan一家人因为Guan早年的恶行,所以受到怨魂给予的恶报 。本研究从冲突理论来看电影中故事的发展,并比较电影里采用的因果报应概念与大乘佛教的异同。本研究采用资料收集方式为主,透过访问了解大乘佛教的因果报应概念的僧侣、分析“因果报应”电影的故事与有关的书,以及藉由网路资讯等管道收集信息。分析的结果显示,第一个冲突的出现是Guan家受到的恶果原因,更引发了之后一连串的事件,造成了Guan家冲突不断,并产生了悲剧的结局。而随着故事的展开所出现的几个因果概念的表现形式与大乘佛教的异同,在对照受访者的说法后,可推论是因为受到华人文化的影响因素。
Tradisi Memiliki Anak Laki-laki dalam Keluarga Tionghoa Khonghucu Klenteng Boen Bio Kapasan Surabaya 泗水文庙孔教华裔家庭对拥有男孩习俗的看法 Jonathan, Cindy Agnes; Christiana, Elisa
Century Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Century

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.652 KB)

Abstract

Di dalam sistem kekeluargaan Tionghoa, laki-laki adalah pemimpin dan pengambil keputusan yang menjadi pertimbangan utama, karena dapat meneruskan marga dan merupakan suatu wujud bakti dalam pemeliharaan abu leluhur, maka dari itu banyak keluarga Tionghoa yang merasa kebingungan apabila tidak mempunyai anak laki-laki. Dalam skripsi ini, penulis ingin meneliti tentang perkembangan pola pemikiran etnis Tionghoa beragama Khonghucu terhadap tradisi memiliki anak laki-laki di zaman modern. Penulis menggunakan metode kualitatif dan mengumpulkan data melalui wawancara terhadap enam orang jemaat etnis Tionghoa di klenteng Boen Bio Kapasan Surabaya. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa peran anak laki-laki di tengah keluarga Tionghoa tidak berubah, namun keluarga Tionghoa modern tidak memprioritaskan adanya anak laki-laki di tengah keluarga mereka, karena anak laki-laki dan anak perempuan sama-sama memiliki peran yang penting. Bagi keluarga Tionghoa modern, memiliki anak yang berbakti adalah hal yang paling penting demi mencapai keharmonisan di dalam keluarga. 在中国亲属中,家事由男人来领导,他们的决策成为家庭里的第一考虑,因为他们能继承姓氏和祖先灵位,因此许多没有男孩的华裔家庭会感到心慌。在本论文中,笔者想要调查关于现代孔教华裔家庭对拥有男孩习俗的看法。笔者采用了定性方法与通过访问了六位孔教信徒来收集资料。从分析的结果, 可见男孩的角色没有改变,但在现代华裔家庭中,男孩的存在不再优先,因为男孩和女孩都有很重要的角色。对于华裔家庭,最主要是拥有孝孩,为了达到和谐。
PANDANGAN GENERASI TUA DAN GENERASI MUDA TIONGHOA SURABAYA TERHADAP PENERAPAN FENG SHUI TANGGA Dewi, Wenny Yulia; Christiana, Elisa; Kartono, Lukito Suwito
Century Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.451 KB)

Abstract

Penelitian ini berisi tentang bagaimana peranan, eksistensi, dan kelanjutan Fēng Shuǐ di tengah masyarakat Indonesia-Tionghoa saat ini, terutama mengenai Fēng Shuǐ tangga yang seringkali dilupakan. Penelitian ini juga meneliti faktor-faktor yang dapat mempengaruhi sikap masyarakat Indonesia-Tionghoa terhadap Fēng Shuǐ dan upaya yang dapat dilakukan sehingga Fēng Shuǐ sebagai salah satu kebudayaan Tionghoa dapat terus bertahan di tengah masyarakat Indonesia-Tionghoa, dengan memfokuskan penelitian pada pandangan penerapan Fēng Shuǐ tangga yang seringkali dilupakan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan wawancara mendalam dengan delapan orang generasi tua berusia minimal 60 tahun dan enam orang generasi muda berusia 19-27 tahun sebagai obyek penelitian. Hasil penemuan dalam penelitian ini adalah adanya faktor-faktor penyebab yang mempengaruhi eksistensi Fēng Shuǐ; perbedaan sudut pandang di antara generasi tua dan generasi muda mengenai bagaimana cara mereka memahami, menerima dan mempertahankan eksistensi Fēng Shuǐ; pandangan mengenai penting atau tidaknya Fēng Shuǐ tangga dari segi Fēng Shuǐ sebagai ilmu alam yang didominasi oleh generasi muda dan dari segi Fēng Shuǐ sebagai ilmu mistis yang didominasi oleh generasi tua; latar belakang pembelajaran Fēng Shuǐ berdasarkan prinsip keselarasan alam yang menentukan pandangan mengenai pentingnya Fēng Shuǐ tangga; adanya kesalahan pemahaman nilai filosofis dalam penghitungan Fēng Shuǐ anak tangga; pengaruh leluhur dan lingkungan yang menentukan sudut pandang orang Tionghoa dalam menilai Fēng Shuǐ tangga; serta penghitungan jumlah anak tangga dan posisi tangga yang tidak boleh berhadapan langsung dengan pintu sebagai pengetahuan yang paling banyak diketahui oleh masyarakat Indonesia-Tionghoa. Berdasarkan hasil penelitian, solusi untuk dapat terus mempertahankan Fēng Shuǐ adalah menyediakan sumber-sumber yang dapat menjelaskan konsep aturan dalam Fēng Shuǐ secara logis.

Page 4 of 22 | Total Record : 216