Articles
25 Documents
Search results for
, issue
" Vol 2, No 2 (2014)"
:
25 Documents
clear
HAMBATAN KOMUNIKASI DOWNWARD DAN UPWARD PADA DIVISI SALES & MARKETING BUKIT DARMO GOLF SURABAYA
Simu, Emilia Defince
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
Penelitian ini merupakan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui bagaimanakah hambatan komunikasi downward dan upward pada divisi sales & marketing di Bukit Darmo Golf Surabaya. Dalam penelitiannya, peneliti menggunakan jenis deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus dalam melakukan analisis serta menggunakan teknik observasi dan wawancara mendalam untuk memperoleh informasi secara mendalam dari para informan yang telah ditentukan. Hambatan komunikasi downward dan upward yang diteliti oleh peneliti adalah meliputi hambatan perilaku, hambatan struktur, hambatan bahasa, hambatan latar belakang, hambatan teknis dan hambatan jarak.Peneliti menemukan bahwa dalam divisi sales & marketing Bukit Darmo Golf terjadi hambatan komunikasi yang dilakukan dari atasan ke bawahan maupun dari bawahan ke atasan. Dimana antara atasan dengan bawahan kurang adanya kedekatan sehingga hubungan yang terjalin pun kurang harmonis dan komunikasi pun menjadi tidak efektif. Tidak adanya meeting antara atasan dengan bawahan sehingga bawahan tidak dapat memberikan umpan balik / masukan berupa kritik dan saran. Atasan hanya berkomunikasi dengan bawahan jika ada pekerjaan yang ingin diberikan kepada bawahan.
KEPUASAN PELANGAN TERHADAP PROGRAM CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM) NOVOTEL SURABAYA HOTEL AND SUITES
Erasmus, Januard C.H.
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
Program Customer Relationship Management (CRM) Novotel Surabaya Hotel and Suite terbagi dalam 2 kategori yaitu CRM tatap muka dan CRM non tatap muka. Pada penelitian ini peneliti mengangkat program CRM tatap muka dengan fokus pada program VIP Treatment dimana program CRM ini dilakukan untuk mempertahankan hubungan yang baik dan meningkatkan kepuasan dari tamu VIP. Terdapat 5 aktivitas program CRM VIP Treahment diantaranya welcome drink, welcome food, escort by Guest Relations Officers (GRO), easy check-in and Check-out process, dan special request. Dengan menggunakan analisa kuantitaif dengan penghitungan statistika, tingkat kesesuaian dan juga customer satisfaction index didapati bahwa tingkat kepuasan tamu VIP Novotel Surabaya Hotel and Suite sebesar 78,01 % dengan indikator kepuasan tergolong puas. Masih perlu inovasi dan evaluasi dalam pelaksanaan program CRM ini terutama pada aktivitas easy check-in and Check-out process yang memiliki tingkat pengukuran kepuasan paling rendah bila dibandingkan dengan 4 kativitas CRM VIP Treatment lainnya.
PENERIMAAN KHALAYAK TERHADAP NILAI NASIONALISME DALAM FILM âTANAH SURGA KATANYAâ
Linadi, Ruthantika Cahya
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
Nasionalisme menjadi hal yang mulai pudar maknanya, padahal nasionalisme itu sendirii diperlukan untuk menjaga negaranya sendiri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerimaan khalayak terhadap nilai nasionalisme dalam film âTanah Surga Katanyaâ. Teori yang digunakan adalah reception analysis. Penelitian deskriptif kualitatif ini memberikan gambaran bagaimana informan yang berstatus sebagai masyarakat perbatasan, calon TKW, dan yang berprofesi sebagai TKW menerima nilai nasionalisme yang dibentuk dalam film âTanah Surga Katanya. Hasil penelitian ini adalah informan 1 dan 3 memiliki penerimaan negotiated sedangkan penerimaan informan 2 berada di posisi dominant terhadap nilai nasionalisme dalam film âTanah Surga Katanyaâ. Penerimaan ketiga informan ini dilatarbelakangi oleh pengalaman, budaya, prinsip hidup, dan kemampuan informan dalam mengonsumsi pesan dalam media.
KONSTRUKSI KECANTIKAN DALAM IKLAN KOSMETIK WARDAH
Worotitjan, Hulda Grace
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
Iklan kosmetik selama ini, menggambarkan kecantikan melalui penampilan fisik yang menonjolkan bagian tubuh tertentu sebagai daya tarik perempuan. Ditengah keberadaan iklan-iklan tersebut, Wardah kemudian muncul dan menampilkan sesuatu yang berbeda dengan menampilkan perempuan berhijab dalam iklannya. Penelitian ini menggunakan metode semiotika dengan kode televisi John Fiske. Kecantikan yang dikonstruksi dalam iklan ini adalah kecantikan feminin yang mengarah kepada budaya patriarki dan tuntutan kapitalisme.
KOMUNIKASI INTERPESONAL ANTARA TERAPIS DENGAN ANAK PENYANDANG ADHD
Caroline, Stephannie
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
Penelitian ini ditujukan untuk mendiskripsikan proses komunikasi interpersonal antara terapis dengan anak penyandang ADHD di sekolah khusus AGCA Center. Jenis penelitian yang dipergunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode penelitian studi kasus. Dalam penelitian mengenai komunikasi interpersonal yang telah dilakukan, peneliti menggunakan elemen-elemen komunikasi menurut DeVito : sumber-penerima, pesan, umpan balik, hambatan komunikasi, etika komunikasi, dan kompetensi komunikasi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa anak penyandang ADHD lebih mudah menerima pesan verbal yang disertai dengan pesan nonverbal.
PENERIMAAN GURU SEKOLAH DASAR TERHADAP UJIAN NASIONAL DALAM FILM SERDADU KUMBANG
Juang, Caroline J.S
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan guru sekolah dasar terhadap Ujian Nasional dalam film Serdadu Kumbang. Film ini merupakan salah satu film tentang pendidikan yang mengangkat masalah Ujian Nasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis penerimaan. Penelitian jenis deskriptif kualitatif ini memberikan gambaran bagaimana informan yang berprofesi sebagai guru menerima pesan mengenai Ujian Nasional yang ada dalam film Serdadu Kumbang.Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa pemaknaan yang diberikan informan dipengaruhi oleh latar belakang pemahaman dan pengalaman mereka masing-masing. Informan pertama dan ketiga memiliki penerimaan opposisional, sedangkan informan kedua memiliki penerimaan negosiasi. Penerimaan kedua informan tersebut dilatarbelakangi oleh pengalaman mereka yang sama-sama pernah mengajar di daerah dan kini bertugas di kota. Sedangkan informan ketiga dilatarbelakangi oleh pengalamannya mengajar di daerah dengan lingkungan sosial dan keadaan ekonomi yang terbatas menyebabkan informan minim mengonsumsi media dan tidak berkembang, sehingga kondisi tersebut berpengaruh pada penerimaannya terhadap Ujian Nasional dalam film Serdadu Kumbang.
ANALISIS WACANA KRITIS PROGRAM MATA NAJWA âBALADA PERDAâ DI METROTV
Lado, Christo Rico
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
Pada 16 Januari 2013, Mata Najwa mengangkat tema Balada Perda di tengah pemberitaan mengenai perda yang kontroversial. Mata Najwa membahas empat aturan daerah yang mengundang pro dan kontra dalam masyarakat yaitu aturan larangan mengangkang bagi kaum perempuan di Lhokseumawe; aturan nama bayi dengan ciri kedaerahan di Surabaya; inisiatif bupati mengajak pejabat daerah ke penjara di Bualemo; dan aturan wajib mengaji dan mematikan televisi di Kampar. Dalam paradigma kritis, pengunaan bahasa dalam media bersifat sengaja dan memiliki tujuan tertentu. Melihat hal ini, peneliti tertarik melihat wacana yang dibangun dalam episode tersebut.Peneliti menggunakan teknik analisis wacana kritis model Teun van Dijk dan menemukan bahwa Mata Najwa membangun wacana bahwa perda melayani kepentingan pemerintah; perda mengintervensi privasi masyarakat; dan perda mendiskriminasi kelompok tertentu. Pembentukan wacana ini sekaligus menunjukkan pendefinisian dan penempatan posisi yang dilakukan Mata Najwa terhadap partisipan produksi wacana. Mata Najwa menempatkan Najwa Shihab sebagai pihak yang dominan sehingga realitasnya bisa diterima publik sebagai kebenaran.Dengan perpaduan analisis teks, kognisi sosial dan konteks, peneliti menemukan wacana yang dibangun Mata Najwa meneguhkan pandangan bahwa perda pasca otonomi daerah mengundang pro dan kontra dalam masyarakat. Peneliti juga menemukan bahwa tayangan Mata Najwa Balada Perda dipengaruhi oleh kepentingan ekonomi media Metro TV.
PENERIMAAN PASANGAN SUAMI ISTRI TERHADAP INVOLUNTARY CHILDLESSNESS DALAM FILM TEST PACK : YOUâRE MY BABY
Santoso, Lievita
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
Film Test Pack bercerita tentang pasangan suami istri yang tidak bisa memiliki anak. Dalam film ini ketidakmampuan pasangan untuk memperoleh anak bukan menjadi akhir dari sebuah pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerimaan pasangan suami istri terhadap involuntary childlessness dalam film Test Pack. Penelitian ini menggunakan metode reception analysi. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan 2 pasangan informan yang sudah menikah minimal 3 tahun dengan latar belakang pasangan yang sudah memiliki anak dan pasangan yang belum memiliki anak. Data yang didapat dari pemaknaan informan, peneliti jelaskan menggunakan konsep decoding-encoding Stuart Hall. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kedua pasangan informan memiliki penerimaan yang berbeda beda. Pasangan informan 1 menerima secara dominan sedangkan pasangan informan 2 secara negosiasi. Hal ini dilatarbelakangin oleh faktor kontekstual dari lingkungan sekitar masing-masing baik keluarga, kerabat, dan tetangga yang membuat mereka memiliki pemaknaan yang berbeda terhadap involuntary childlessness dalam film tersebut.
SELF DISCLOSURE IBU HAMIL DI LUAR NIKAH KEPADA ANAKNYA
Angelia, Yessie
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
Hamil di luar nikah dianggap memalukan secara sosial budaya di dalam kelompok-kelompok masyarakat di Indonesia. Sehingga sulit bagi ibu yang hamil di luar nikah untuk mengungkapkan dirinya. Dalam hal ini terdapat dilematis dalam melakukan self disclosure, di satu sisi sangat penting bagi ibu untuk melakukan self disclosure. Namun di sisi lain ada beberapa resiko yang akan dihadapi oleh orangtua saat melakukan self disclosure hamil di luar nikah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pemaknaan self disclosure ibu yang hamil di luar nikah kepada anaknya. Dengan menggunakan pendekatan fenomenologi, peneliti mendapatkan 3 esensi self disclosure ibu hamil di luar nikah. Pertama alasan ibu melakukan self disclosure yang dipengaruhi oleh budaya, pengalaman traumatis, usia, dan kejujuran. Kedua, proses ibu melakukan self disclosure dimulai dari klise, fakta, opini, hingga perasaan. Ketiga, dampak setelah melakukan self disclosure adalah kedalaman hubungan ibu dan anak.
REPRESENTASI PENERAPAN KODE ETIK DALAM FILM âTHE BANG BANG CLUBâ
Hartanoeh, Edward Kasimiritus F.
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.005 KB)
Penelitian ini ditujukan untuk mendiskripsikan bagaimana penerapan kode etik Society of Professional Journalist oleh wartawan digambarkan di dalam film âThe Bang Bang Clubâ. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode analisis isi kualitatif. Peneliti menemukan bagaimana perjuangan ataupun usaha yang dilakukan wartawan untuk menerapkan kode etik Society of Professional Journalists dalam mencari fakta dan memberitakannya, meminimalkan bahaya dan bertindak independen tidaklah mudah. Peneliti menemukan adanya perdebatan batin dalam diri wartawan ketika dihadapkan atas pilihan menolong objek berita terlebih dahulu, atau memotret objek berita terlebih dahulu sehingga beresiko kehilangan momen tersebut. Wartawan membutuhkan kepekaan dan hati nurani sebagai sesama manusia untuk menemukan jawaban atas perdebatan batin itu.