cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal e-Komunikasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal e-Komunikasi adalah jurnal versi online yang ditulis oleh mahasiswa dalam rangka mempublikasikan karya skripsinya. Ruang lingkup topik kajian adalah komunikasi massa, komunikasi korporat, human communication, dan komunikasi new media
Arjuna Subject : -
Articles 1,336 Documents
Tingkat Pengetahuan Jemaat GKI Residen Sudirman Surabaya Mengenai Peran Warta Jemaat Sebagai Media Internal Syeilla Adelita Dethan; Inri Inggrit Indrayani; Yustisia Ditya Sari
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.791 KB)

Abstract

GKI Residen Sudirman Surabaya menggunakan Warta Jemaat sebagai media internal organisasi. Warta Jemaat merupakan satu-satunya media komunikasi gereja dan jemaat yang dikelola langsung oleh Kantor Gereja. Media internal ini memiliki peran untuk mengkomunikasikan budaya organisasi antara lain menanamkan budaya organisasi, mempertahankan budaya organisasi dan mensosialisasikan perubahan. Karena peranan penting inilah maka perlu diketahui tingkat pengetahuan jemaat mengenai peran Warta Jemaat sebagai media internal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 285 responden. Hasil penelitian ini menunjukan tingkat pengetahuan tinggi jemaat GKI Residen Sudirman Surabaya mengenai peran Warta Jemaat sebagai media internal. Tingkat penegetahuan tinggi ini terbentuk dari tingkat pengetahuan mengenai peran menanamkan budaya organisasi, mempertahankan budaya organisasi dan mensosialisasikan budaya organisasi yang tinggi.
Pesan dan Respon Dalam Proses Komunikasi Pemasaran Kafe Melalui Instagram Tabitha Susanto
Jurnal e-Komunikasi Vol 4, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.984 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pesan dan respon dalam proses komunikasi pemasaran kafe melalui media sosial Instagram. Instagram adalah media sosial yang pertumbuhannya sangat cepat dan digunakan dengan berbagai macam tujuan. Salah satu tujuannya adalah sebagai media komunikasi pemasaran. Kafe kopi juga berkembang sangat cepat di Surabaya. Dimana komunikasi pemasaran yang para kafe gunakan adalah Instagram. Penggambaran proses komunikasi pemasaran kafe ini dilihat melalui analisis isi pada media sosial Instagram. Hasil penelitian ini menunjukan kafe sebagai pengirim pesan mengirimkan pesan rutin secara mingguan dengan memakai tema aspirations and beliefs dan glitz and glam. Kemudian pesan disajikan dalam bentuk foto yang disertakan dengan deskripsi (caption). Setelah itu kafe akan mendapatkan respon dalam bentuk likes dan comments. Dimana respon terbanyak yang didapatkan oleh kafe adalah post  dengan tema pesan anxieties dan glitz and glam.
Representasi Posfeminisme Dalam Film Don’t Breathe Nathania Beata
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 1 (2018): VOL 6, NO 1 FEBRUARY 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.64 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana representasi posfeminisme melalui film Don’t Breathe. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, dan metode semiotika televisi John Fiske melalui 3 level yaitu, level realitas, level representasi, dan level ideologi. Berdasarkan kode-kode tersebut, peneliti melihat adanya perempuan yang mengadopsi wacana maskulin namun tidak meninggalkan feminitasnya. Hasil penelitian ini memperlihatkan bagaimana perempuan berjuang dalam mempertahankan hidupnya dalam film bergenre horor thriller. Perempuan tidak lagi membutuhkan bantuan laki-laki, dapat memberikan ide, dapat menjadi pemimpin, serta tidak mudah menyerah dalam mencapai target.
Representasi Maskulinitas Pada Sosok Ayah di Majalah Keluarga Ayahbunda Putu Pradnyaparamita Ayu Widiyasa
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 1 (2017): Vol 5, no 1 February 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.887 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penggambaran nilai-nilai maskulinitas pada sosok ayah di Majalah Keluarga Ayahbunda Edisi 9 Bulan Mei dan Edisi 22 Bulan November 2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode analisis semiotika milik Roland Barthes yang terdiri dari dua tataran atau tingkatan: denotasi dan konotasi. Tingkatan pertama merupakan hubungan antara signifier dan signified di dalam sebuah tanda terhadap realitas eksternal yang disebut sebagai denotasi. Sedangkan tataran atau tingkatan yang kedua, yang disebut sebagai konotasi, menggambarkan interaksi yang terjadi ketika tanda bertemu dengan perasaan atau emosi dari pembaca serta nilai-nilai budaya yang dianut oleh pembaca. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Majalah Keluarga Ayahbunda menggambarkan sosok ayah sebagai seseorang yang juga peduli dengan keluarga dan perkembangan anak. Di dalam beritanya, Majalah Keluarga Ayahbunda menampilkan sosok ayah yang superior di ranah domestik dan publik sebagai pekerja, pelindung, dan penjaga isteri dan anak. Majalah ini menggambarkan sosok ayah yang dekat dengan perkembangan anak dan mau ikutan di dalam pekerjaan domestik.
PROSES KOMUNIKASI TERINTERMEDIASI DALAM PT. X TOUR Welencia Hakim
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.785 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proses komunikasi terintermediasi antara atasan dan bawahan dalam PT. X Tour. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus holistik tunggal Yin yang berfokus pada spesifikasi dan unsur dari suatu fenomena. Peneliti menggunakan teori Human Communication DeVito untuk menganalisis bagaimana komunikasi terintermediasi melalui media email dan melalui face to face. Temuan penelitian ini adalah proses komunikasi terintermediasi dalam PT. X ini dijalankan oleh KS sebagai staff operasionil, KS menyampaikan pesan dari DS (pemilik) kepada staff lainnya melalui komunikasi secara tatap muka, KS menyampaikan pesan DS sesuai dengan instruksi dari DS, tetapi KS sendiri merupakan individu sehingga sedikit banyak ia memberikan tambahan pesan secara non-verbal dan verbal dalam penyampaian pesan DS kepada staff lainnya.
Sikap Masyarakat Jakarta Pengguna Aplikasi Grab Terhadap Brand Baru Grab Magdalena Elvina
Jurnal e-Komunikasi Vol 4, No 1 (2016): FEBRUARY 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.887 KB)

Abstract

Grab adalah sebuah brand baru yang merupakan hasil rebranding dari GrabTaxi. Dengan adanya brand baru ini, Grab berharap masyarakat Jakarta dapat mengetahui, menyukai dan kemudian mau menggunakan layanan Grab.Brand baru Grab ini diikuti dengan memperbaharui elemen brand yang terdiri dari brand name, URL, logo, slogan dan packaging. Selama ini, Grab telah mempromosikan informasi brand barunya melalui berbagai media komunikasi. Komponen-komponen yang ada dalam sikap masyarakat Jakarta pengguna aplikasi Grab turut berperan dalam menentukan penilaian terhadap brand baru Grab. Maka, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sikap masyarakat Jakarta pengguna aplikasi Grab terhadap brand baru Grab. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode survei untuk mendeskripsikan sikap masyarakat Jakarta pengguna aplikasi Grab terhadap brand baru Grab. Hasil penelitian menunjukkan sikap masyarakat Jakarta pengguna aplikasi Grab positif terhadap brand baru Grab.
STRATEGI KOMUNIKASI KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF DALAM MELAKUKAN NATION BRANDING PADA EVENT ITB BERLIN 2013 Pratiwi Putri Anugerah
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.295 KB)

Abstract

Penelitian ini memberikan deskripsi mengenai strategi komuniksi yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam Melakukan Nation Branding pada Event ITB Berlin 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Dalam melakukan teknik pengumpulan data peneliti melakukan wawancara, observasi pada saat ITB Berlin 2013 dan data-data lain (dokumentasi, data dari Kemenparekraf). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemenparekraf tidak mempunyai grand strategy komunikasi dalam mempromosikan destinasi pariwisata di event pameran pariwisata seperti ITB Berlin. Kemenparekraf bersandar pada visi dan misi sebagai pedoman serta dalam event ITB Berlin Kemenparekraf ingin memperkenalkan “Wonderful Indonesia”.
Classroom Communication Process Guru Tuna Rungu Wicara dengan Murid-muridnya di SDTK Pelangi Kristus Michelle Alda Gunawan; Desi Yoanita; Fanny Lesmana
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.576 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan bagaimana classroom communication process antara Sb, seorang guru yang merupakan penyandang tuna rungu-wicara dengan murid-muridnya di SDTK Pelangi Kristus. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori komunikasi pendidikan, classroom communication process, pengertian tentang tuna rungu-wicara, komunikasi nonverbal, dan studi kasus untuk digunakan saat menganalisis data. Peneliti menggunakan metode studi kasus dalam melakukan penelitian dan melakukan pengumpulan data dengan observasi non partisipan dan wawancara mendalam. Unit analisis dalam penelitian ini adalah Sb dan murid-muridnya di kelas 4 SD, yaitu Jj, Jc, Kz, Fl, dan Br. Didikan orang tua dan latar belakang pendidikan Sb membuat Sb sudah terbiasa berbicara dengan orang-orang yang memiliki kondisi fisik normal. Untuk memahami pesan yang disampaikan oleh komunikator (Sb/murid-muridnya), komunikan (Sb/murid-muridnya) perlu melihat gerak bibir dan atau komunikasi nonverbal yang disampaikan melalui gerakan tubuh. Sb sudah memiliki pemahaman akan pengetahuan terhadap materi yang hendak disampaikan, kepercayaan diri akan pengetahuan dan informasi yang dimiliki, kredibilitas sebagai guru yang baik, dan kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi. Namun, komunikasi yang terjadi di kelas sering kali tidak efektif karena Sb kurang tegas kepada murid-muridnya.
Konstruksi Gender pada Tokoh Minions dalam Film Despicable Me 2 Sisca Yulidya
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 3 (2014): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.145 KB)

Abstract

Film Despicable Me 2 bercerita mengenai pria bernama Gru, yakni seorang mantan penjahat yang menyesuaikan diri dengan kehidupan keluarga dan mencoba peruntungan di bisnis selai. Suatu hari, sebuah laboratorium rahasia dicuri, sehingga sebuah kelompok bernama Anti-Villain League merekrut Gru untuk melakukan penyelidikan. Dalam melakukan aksinya, Gru tidak sendiri. Ia dibantu oleh minions, yaitu makhluk kecil berwarna kuning. Dalam film ini, minions sering bertingkah lucu dengan menggunakan wig, gaun, pakaian pelayan, kostum putri, dan lain-lain.Penelitian ini berjenis deskriptif, serta menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan untuk analisis dan interpretasi adalah semiotika milik John Fiske, dimana terdapat kode-kode televisi dalam tiga level, yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi gender pada tokoh minions ditampilkan melalui queer theory dalam berbagai cara. Pertama, kreator tokoh meniadakan jenis kelamin pada minions, sehingga gender minions pun menjadi buram karena mereka tidak mempunyai acuan jenis kelamin tertentu. Kemudian, peneliti menemukan bahwa gender menjadi sesuatu yang minions perankan, bukan menjadi hal paten dalam pribadi mereka. Peneliti melihat bahwa gender telah menjadi suatu aktivitas yang dilakukan daripada suatu identitas yang dimiliki. Dengan kata lain, gender adalah hal performatif, dimana gender cenderung mengacu pada apa yang individu lakukan pada waktu tertentu. Queer theory pun dapat membuat individu memiliki lebih banyak kebebasan untuk berekspresi, yang bermakna bahwa individu semakin bebas untuk memilih gender performance yang ingin ditunjukkan. Pada minions, gender layaknya atribut yang mereka gunakan sesuai kondisi yang ada. Peneliti menemukan bahwa hal ini menjadi wujud dari kebebasan untuk berekspresi dalam menentang hegemoni patriarki. 
Representasi Peran Gender Dalam Video Iklan Lifebuoy Help A Child Reach 5 Berjudul Tree Of Life Dwika Yanuar Triswiyanto
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 2 (2017): Vol 5, NO 2 AUGUST 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.759 KB)

Abstract

Tree of Life merupakan judul dari salah satu video iklan Lifebuoy dalam gerakan Help a Child Reach 5. Gerakan ini merupakan penyadaran akan pentingnya menjaga kesehatan anak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penggambaran peran gender digambarkan dalam video Tree of Life. Teknik analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah semiotika John Fiske dengan 3 level, yaitu level realitas, level representasi dan level ideologi. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan tanda dan lambang dalam video iklan tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menemukan bahwa tokoh feminin merupakan tokoh yang tersubordinasi. Hal tersebut terlihat dari adanya tanda berupa: 1) Pola Perilaku dan Aktivitas, 2) Pakaian, dan 3) Ruang yang menunjukkan adanya dominasi tokoh maskulin.

Page 77 of 134 | Total Record : 1336