cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal e-Komunikasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal e-Komunikasi adalah jurnal versi online yang ditulis oleh mahasiswa dalam rangka mempublikasikan karya skripsinya. Ruang lingkup topik kajian adalah komunikasi massa, komunikasi korporat, human communication, dan komunikasi new media
Arjuna Subject : -
Articles 1,336 Documents
PROSES KOMUNIKASI PUBLIK DARI GURU KEPADA MURID KELAS TK B SEKOLAH PELITA PERMAI SURABAYA DALAM PEMBELAJARAN KARAKTER KRISTIANI Evelin Corina Elisabeth Angkouw
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.56 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan proses komunikasi publik dari guru kepada murid kelas TK B Sekolah Pelita Permai Surabaya dalam pembelajaran karakter Kristiani. Peneliti menggunakan studi kasus sebagai metode penelitian. Untuk teknik pengumpulan data peneliti menggunakan observasi non-partisipan dan wawancara dengan informan penelitian. Yang menjadi informan dalam penelitian ini ialah guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses komunikasi publik di kelas TK B Sekolah Pelita Permai Surabaya setiap elemen saling terkait dan dapat menjadi faktor penghambat dan faktor pendukung penyampaian pesan karakter Kristiani dari guru kepada murid. Yang menjadi faktor penghambat adalah kemampuan guru untuk melihat kaitan antara karakteristik audience, stimulus, dan isi pesan, kemampuan guru yang mempengaruhi respon murid dan pemilihan channel, dan context yang berujung menjadi gangguan. Faktor penghambat menyebabkan para murid memberikan feedback negatif, menjadi pasif, dan tidak memperhatikan guru. Yang menjadi faktor pendukung proses ini ialah stimulus melalui cerita bergambar, stimulus tantangan dengan reward stiker, isi pesan yang dekat dengan audience, serta melalui perintah.  
Representasi Feminisme Dalam Film “The Intern” Andreas Setya Wibowo; Ido Prijana Hadi; Chory Angela Wijayanti
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (946.684 KB)

Abstract

Feminisme merupakan gerakan kesetaraan sejak abad 18 yang menuntut kesamaan dan keadilan hak antara laki-laki dan perempuan dalam segala bidang. Bukan hanya dalam kalangan masyarakat saja, namun gerakan feminisme sudah merambah ke dalam dunia perfilman. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan melihat bagaimana representasi feminisme yang terdapat dalam film “The Intern”. Jenis peneltian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode semiotika televisi John Fiske yang terdiri dari tiga level, yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi. Subtema yang digunakan untuk menganalisa yaitu pemimpin perempuan yang memiliki intelektualitas, perempuan cepat mengambil tindakan bijaksana, perempuan sebagai sosok superior, pekerja keras, dan bijaksana, yang terakhir perempuan berkarir masih menjadi kritik sosial di masyarakat. Hasil dari penelitian dalam film “The Intern” terdapat ideologi feminisme gelombang pertama dengan menggambarkan pertukaran posisi perempuan degan laki-laki di ranah publik. Dimana perempuan dapat mengambil keputusan untuk berkarir. Pada aspek kepemimpinan perusahaan, perempuan digambarkan sebagai pemimpin yang memiliki intelektualitas tinggi dan memiliki otoritas dalam sebuah perusahaan. Selain itu, perempuan juga ingin terus mempertahankan karir walaupun dihadapkan pada pelbagai permasalahan yang ada.
STRATEGI MEDIA RELATIONS DI HOTEL HARRIS GUBENG SURABAYA Cindy Terisno
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 2 (2017): Vol 5, NO 2 AUGUST 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.344 KB)

Abstract

Hotel HARRIS Gubeng Surabaya adalah hotel HARRIS pertama di Surabaya. Hotel HARRIS yang telah berdiri selama 2 Tahun ini membutuhkan bantuan media untuk bisa tetap eksis. Ditengah persaingan hotel yang semakin berkembang di Surabaya ini, diperlukan Strategi di dalam menjalin relasi dengan media. Strategi adalah penentuan tujuan dan sasaran jangka panjang dan upaya pelaksanaan untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian studi kasus. Dalam menjalin relasi dengan media Hotel HARRIS Gubeng Surabaya mempunyai tahapan yaitu menentukan tujuan, pemilihan media berdasarkan jenis media yaitu media cetak sera media online, melakukan aktivitas menjalin relasi di bagi menjadi dua yaitu Formal seperti press release, makan siang bersama wartawan, perayaan ulang tahun HARRIS, kunjungan ulang tahun media, sistem barter. Informal seperti memiliki hubungan secara personal. Kemudian, tahapan yang terakhir adalah evaluasi.
Konstruksi Genre dalam Film “The Lego Movie” Vivi Natalia
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 3 (2014): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1150.175 KB)

Abstract

“The Lego Movie” adalah film animasi dari produsen film Warner Bros yang menceritakan kehidupan dan petualangan Emmet, seorang konstruksi bangunan yang salah terdeteksi sebagai orang spesial yang mampu menyelesaikan masalah dunia. Film ini adalah sebuah film yang membawa konvensi-konvensi genre yang berbeda dibanding film-film animasi lainnya. Peneliti melakukan analisis genre terhadap film “The Lego Movie” menggunakan 6 elemen menurut Jane Stoke, yaitu setting, lokasi, peristiwa naratif, plot, ikonografi, serta karakter-karakter, dari situlah akan digunakan untuk mengetahui genre apa yang dikonstruksikan dalam film. Melalui analisis genre ini, peneliti menemukan bahwa “The Lego Movie” mengkonstruksi genre fantasi, aksi, dan dengan 10 genre lain. Peneliti juga menemukan bahwa adanya pergeseran konvensi dan juga pastiche pada genre fantasi terutama dari pembentukan karakter utama. Melalui genre fantasi dan juga dukungan genre aksi Warner Bros membawa anti-diskriminasi sebagai nilai yang yang akan diperkenalkan pada penonton yang belakangan menjadi isu penting di Amerika. Dengan demikian, genre dan diskriminasi dipakai sebagai komoditas untuk mendatangkan keuntungan industri
Jaringan Komunikasi di The Piano Institute Surabaya Michelle Pangestu
Jurnal e-Komunikasi Vol 3, No 2 (2015): Agustus 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.738 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jaringan komunikasi di The Piano Institute Surabaya. Jaringan komunikasi dilihat dari tiga aspek, yaitu jaringan komunikasi, pola komunikasi, dan peranan di dalam jaringan komunikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan teknik wawancara mendalam pada sembilan orang informan. Analisis data menggunakan program komputer QSR NVivo 11. Hasil penelitian menunjukkan jaringan komunikasi yang terjadi adalah formal dan informal, pola komunikasi yang ada adalah pola huruf “Y”, pola lingkaran, dan pola semua arah, sedangkan peranan dalam jaringan komunikasi antara lain klik, opinion leader, dan cosmopolite.
STUDI FENOMENOLOGI : PROSES PEMBENTUKAN PERSEPSI MANTAN PASIEN DEPRESI DI RUMAH PEMULIHAN SOTERIA Sofyan Desvianto
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.54 KB)

Abstract

Persepsi merupakan unsur dasar dari sebuah aktivitas komunikasi. Persepsi yang tepat membawa manusia kepada hubungan interpersonal yang berkelanjutan. Proses pembentukan persepsi melalui lima tahapan, yaitu mulai dari stimulasi-seleksi, pengelompokan, interpretasi-evaluasi, penyimpanan dalam memori, dan pemanggilan kembali. Dalam seorang penderita depresi lima tahapan tersebut juga berlangsung dalam proses pembentukan persepsi terhadap pesan yang mereka tangkap selama menjalani proses rehabilitasi. Ketiga informan dalam penelitian ini menjelaskan pengalamannya dan pemaknaan mereka terhadap pembentukan persepsi selama berada di Rumah Pemulihan Soteria. Pengalaman dan pemaknaan mereka dianalisis menggunakan metode fenomenologi. Dari penelitian ini ditemukan perbedaan yang terjadi pada setiap tahapan dalam proses pembentukan persepsi mulai dari daya konsentrasi yang mempengaruhi stimulasi-seleksi, pembangunan skema kognitif pada tahap pengelompokan pesan, penginterpretasian pesan tersebut, sampai akhirnya hasil persepsi tersebut disimpan dalam memori mereka dan suatu saat dibangkitkan kembali ketika dibutuhkan.
WACANA DALAM TWEET TSAMARA AMANY TERKAIT TOPIK PEMBUBARAN KPK Mingkid, Grasella Sofia; Priyowidodo, Gatut; Lesmana, Fanny
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1181.152 KB)

Abstract

Pada 6 Juli 2017 lalu, media sosial Twitter di Indonesia sempat diramaikan dengan perang argumen atau twitwar, antara wakil ketua DPR Fahri Hamzah dengan politisi muda, Tsamara Amany Alatas terkait topik pembubaran KPK. Perdebatan keduanya menarik perhatian netizen dan memunculkan tagar #TanyaPakFahri yang kemudian menjadi trending topic Twitter. Para aktor politik kian masif menggunakan media sosial sebagai generasi ketiga dalam komunikasi politik. Media sosial digunakan untuk menyebarkan ideologi yang dapat mendominasi atau memarjinalkan orang lain atau bahkan melawan dominasi itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memaparkan wacana apa yang dibangun dalam tweet Tsamara Amany terkait topik pembubaran KPK. Dengan menggunakan metode analisis wacana model Theo van Leuween, penghilangan ataupun pemasukan aktor mendeteksi bagaimana suatu kelompok dimarjinalkan posisinya dalam suatu wacana. Temuan penelitian ini menunjukkan Tsamara menggunakan tweet-tweetnya terkait topik pembubaran KPK untuk membangun wacana yakni dirinya berada di pihak masyarakat yang termarjinalkan karena tidak bisa menentukan kebijakan terkait KPK. Sementara itu, DPR digambarkan sebagai pihak yang mendominasi karena DPR lah yang dapat membuat kebijakan, memiliki hak angket terhadap KPK. Selanjutnya, kemunculan dirinya sebagai kader Partasi Solidaritas Indonesia digambarkan ingin melawan dominasi yang ada. Dirinya dan PSI digambarkan sebagai figur dan partai politik baru yang membawa terobosan serta dapat mewakili aspirasi rakyat.
Analisis Isi mengenai Pelanggaran Kode Etik Profesi Public Relations dalam Film Thank You for Smoking Erlina Rumui
Jurnal e-Komunikasi Vol 4, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.042 KB)

Abstract

Penelitian ini mengangkat topik Public Relations dalam  Film Thank You for Smoking  yang bertemakan Public Relations sebagai sebuah profesi.  Film berdurasi 88 Menit yang memiliki 28 scene, merupakan salah satu film yang dapat melihat sisi profesi seorang  Public Relations dalam menjalankan kode etik Public Relations Society of America yakni Aliran informasi bebas, Kompetisi, Pengungkapan Informasi, Menjaga kepercayaan, Konflik Kepentingan, Memperkuat Profesi.  Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis isi kuantitatif.Pengujian reliabilitas dan validitas menggunakan rumus Holsty. Hasil penelitian menemukan bahwa Nick Naylor sebagai tokoh utama yang berperan sebagai praktisi Public Relations yang menjalankan tugasnya sebagai seorang juru bicara sekaligus pelobi melakukan pelanggaran-pelanggaran etika PRSA antara lain:mengungkapkan rahasia perusahaan, menyuap, menghilangkan kepercayaan klien. Akan tetapi, selain melakukan pelanggaran Nick juga menjalankan etika Public Relations Society of America yakni; Nick jujur dalam berkomunikasi, Nick sebagai problem solver, Nick mencari kebenaran dan keakuratan informasi, Nick mengadakan Konferensi Pers untuk mengklarifikasi masalah. Jadi temuan dalam isi film menunjukkan bahwa tokoh utama dalam film Thank You for Smoking menjalankan dan sekaligus tidak menjalankan etika Public Relations versi Public Relations Society of America (PRSA).
Kepuasan Komunikasi Organisasi di PT Intiland Grande Surabaya Margareth Savira
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 1 (2018): VOL 6, NO 1 FEBRUARY 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.102 KB)

Abstract

PT Intiland Grande merupakan sebuah pengembang properti yang memiliki komitmen dalam menjaga komunikasi internal. Namun terjadi masalah dalam komunikasi internalnya, salah satunya kurang terbukanya manajemen mengenai beberapa informasi yang dibutuhkan karyawan. Umpan balik dan informasi mengenai perusahaan adalah beberapa komponen yang mempengaruhi kepuasan komunikasi organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana kepuasan komunikasi organisasi di PT Intiland Grande Surabaya, terkait komunikasi yang terjadi di perusahaan. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan memiliki kecenderungan untuk merasa puas pada indikator communication climate, supervisory communication, horizontal informal communication, dan subordinate communication.
Representasi Feminisme Dalam Film “Spy” Oni Sutanto
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 1 (2017): Vol 5, no 1 February 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.985 KB)

Abstract

Fenomena feminisme merupakan sebuah fenomena yang sudah beredar cukup lama dalam kalangan masyarakat luas. Bukan hanya dalam kalangan masyarakat saja, isu ini juga terdapat dalam dunia perfilman. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat bagaimana representasi feminisme yang terdapat dalam film “Spy”. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode semiotika televisi John Fiske yang terdiri dari tiga level, yaitu level realitas, level representasi dan level ideologi. Dengan menggunakan metode semiotika televisi John Fiske, peneliti menemukan empat kategori feminisme yaitu feminisme dalam pengambilan keputusan, feminisme dalam kepemimpinan, feminisme dalam intelektualitas dan feminisme dalam penampilan perempuan. Hasil penelitian ini memperlihatkan bagaimana representasi feminisme melalui film “Spy”. Feminisme yang terdapat dalam film “Spy” merupakan feminisme aliran gelombang pertama dengan menggambarkan sosok perempuan yang memiliki intelektualitas dan juga dapat mengambil keputusan. Dalam aspek kepemimpinan perempuan digambarkan sebagai pemimpin dalam sebuah organisasi. Selain itu dalam film ini representasi feminisme juga melalui perempuan bertubuh besar yang direpresentasikan sebagai sosok yang dapat bekerja di lapangan dan menyelesaikan misinya dengan baik. 

Page 79 of 134 | Total Record : 1336