Articles
1,336 Documents
Representasi Desakralisasi Tokoh Agama Katolik Dalam Film “Vatican Tapes”
Andrias Hillbert Lapian
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 1 (2017): Vol 5, no 1 February 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (559.347 KB)
Vatican Tapes adalah film yang menampilkan peran tiga tokoh agama Katolik dalam satu kesatuan film. Film ini menunjukkan perbedaan nilai pada tokoh agama Katolik dengan film-film era 1950-1990an. Suatu nilai yang tepat untuk disematkan pada agama adalah nilai sakral. Tokoh agama Katolik sebagai pemimpin agama, mempunyai nilai sakral. Nilai sakral pada diri tokoh agama mempunyai ciri-ciri yaitu menguasai ritual dan sikap yang khas. Tokoh agama Katolik juga sering ditampilkan pada media, salah satunya film. Vatican Tapes membuat peran yang sentral untuk tokoh agama Katolik karena menampilkan tiga tokoh dengan banyak mengambil peran dan gambar. Hal ini membuat Vatican Tapes diduga mencoba menampilkan nilai sakral pada karakter tokoh agama Katolik. Penggambaran tokoh agama Katolik dalam film Vatican Tapes menunjukkan proses desakralisasi. Proses tersebut terlihat pada peran tokoh agama Katolik yang menunjukkan karakter kurang berkharisma, lemah, dan memudarkan sikap-sikap khas atau ciri khas Katolik sendiri.
ANALISIS WACANA KRITIS PROGRAM MATA NAJWA “BALADA PERDA” DI METROTV
Christo Rico Lado
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (525.021 KB)
Pada 16 Januari 2013, Mata Najwa mengangkat tema Balada Perda di tengah pemberitaan mengenai perda yang kontroversial. Mata Najwa membahas empat aturan daerah yang mengundang pro dan kontra dalam masyarakat yaitu aturan larangan mengangkang bagi kaum perempuan di Lhokseumawe; aturan nama bayi dengan ciri kedaerahan di Surabaya; inisiatif bupati mengajak pejabat daerah ke penjara di Bualemo; dan aturan wajib mengaji dan mematikan televisi di Kampar. Dalam paradigma kritis, pengunaan bahasa dalam media bersifat sengaja dan memiliki tujuan tertentu. Melihat hal ini, peneliti tertarik melihat wacana yang dibangun dalam episode tersebut.Peneliti menggunakan teknik analisis wacana kritis model Teun van Dijk dan menemukan bahwa Mata Najwa membangun wacana bahwa perda melayani kepentingan pemerintah; perda mengintervensi privasi masyarakat; dan perda mendiskriminasi kelompok tertentu. Pembentukan wacana ini sekaligus menunjukkan pendefinisian dan penempatan posisi yang dilakukan Mata Najwa terhadap partisipan produksi wacana. Mata Najwa menempatkan Najwa Shihab sebagai pihak yang dominan sehingga realitasnya bisa diterima publik sebagai kebenaran.Dengan perpaduan analisis teks, kognisi sosial dan konteks, peneliti menemukan wacana yang dibangun Mata Najwa meneguhkan pandangan bahwa perda pasca otonomi daerah mengundang pro dan kontra dalam masyarakat. Peneliti juga menemukan bahwa tayangan Mata Najwa Balada Perda dipengaruhi oleh kepentingan ekonomi media Metro TV.
Penerimaan Penggemar K-Pop Terhadap Gambaran Pria Soft Masculine Boyband EXO di Music Video “Miracle in December”
Pratiwi Try Astuti
Jurnal e-Komunikasi Vol 4, No 1 (2016): FEBRUARY 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (610.49 KB)
Penelitian ini tentang penerimaan penggemar K-Pop mengenai gambaran pria soft masculine di music video “Miracle in December”.Teori yang digunakan adalah teori resepsi dan pria soft masculine.Metode yang digunakan adalah reception analysis.Ada tiga kriteria yaitu tender charisma, purity dan politeness.Soft masculine merupakan konstruksi dari maskulinitas Jepang, Hollywood dan maskulinitas Konfusianisme.Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan empat informan yaitu dua informan laki-laki dan perempuan penggemar EXO dan dua informan laki-laki dan perempuan penggemar K-Pop. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa dua informan memiliki penerimaan dominant yang artinya menerima perihal pria soft masculine yang ditunjukkan EXO dalam MV “Miracle in December”.Sedangkan dua informan lain memiliki penerimaan negotiated, mereka tidak menolak namun memberikan pandangan tersendiri tentang soft masculine. Selain itu informan juga mengaitkan dengan konteks cultural setting yang mereka miliki yaitu pengalaman dan pengetahuan.
KONTEN MALE GENDER ROLE DALAM FILM ANIMASI WALT DISNEY
Renny Amelia
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (638.233 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mencari apa saja male gender role yang terdapat di dalam film animasi Walt Disney. Male gender role sendiri memiliki arti sebagai sebuah script yang digunakan sebagai “pedoman” bagaimana seharusnya, seorang pria berprilaku dalam kehidupan sehari-harinya. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis isi dengan menggunakan 24 film animasi Walt Disney mulai tahun 1970 hingga 2012 sebagai recording unit. Peneliti menggunakan 24 male gender role yang diklasifikasikan dalam 5 kategori utama yaitu standard bearers, workers, lovers, bosses, dan rugged individuals. Hasil penelitian ini adalah male gender role yang dominan dalam film-film Disney adalah bosses, yang menunjukkan bahwa budaya patriarki pada masyarakat Amerika dan pada perusahaan Disney sendiri dapat mempengaruhi pembuatan tokoh dalam film. Selain itu, Disney juga lebih menonjolkan sosok tokoh pria yang memiliki peran baik dan meminimalkan penampilan tokoh pria dengan peran yang jahat/tidak baik. Hal ini dapat dilihat jumlah tokoh hero dan hero supporter yang lebih tinggi dibandingkan tokoh villain dan villain suporter.
Strategi Media Relations Hotel Ciputra World Surabaya dalam Mendapatkan Publisitas Program AFTERNOON TEA
Fransisca Isabella Salim;
Titi Nur Vidyarini;
Monica Rusdianto
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (433.729 KB)
Sejak tahun 2015, Hotel Ciputra World Surabaya (HCWS) membuat program AFTERNOON TEA untuk membentuk reputasi perusahaan yang ingin dikenal unggul dalam bidang food & restaurant. Marketing Communication HCWS menjalankan praktik media relations agar bisa mendapatkan publisitas di media massa, media online, dan media sosial. Program AFTERNOON TEA selalu mendapatkan publisitas yang bersifat baik sehingga penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan metode studi kasus ini bertujuan untuk mengkaji strategi media relations HCWS dalam mendapatkan publisitas. Strategi media relations merupakan sekumpulan kebijakan dan taktik yang sudah ditetapkan untuk mencapai tujuan kegiatan media relations khususnya dan Public Relations pada umumnya yang diacukan pada tujuan organisasi. Strategi media relations yang dilakukan adalah adalah mengelola relasi diluar lingkungan kerja, melakukan aktivitas dan taktik media relations di dalam lingkungan kerja, mengundang influencer dalam aktivitas media relations, dan mengembangkan jaringan.
Service Quality Banquet Novotel Surabaya Hotel And Suites
Jeffry Kusuma
Jurnal e-Komunikasi Vol 3, No 1 (2015): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (212.746 KB)
Kualitas layanan banquet Novotel Surabaya Hotel and Suites menjadi topik yang dipilih karena Novotel merupakan satu-satunya hotel yang memiliki ruangan meeting terbanyak dibandingkan dengan hotel lainnya. Service Quality yang disampaikan oleh Banquet Novotel Surabaya Hotel and Suites kepada pelanggan memiliki 5 indikator yaitu keterandalan, kecepatan dan ketanggapan, kepercayaan, perhatian serta bukti fisik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif. Teori yang digunakan adalah teori service quality dan teori mengenai banquet. Dalam hal ini, penyampaian kualitas layanan banquet Novotel Surabaya Hotel and Suites sudah baik
Gangguan Proses Komunikasi Dalam Home Schooling Antara Ayah Dan Anak
Fenny Anggraini
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 1 (2018): VOL 6, NO 1 FEBRUARY 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (920.78 KB)
Metode home schooling yang saat ini menjadi fenomena yang menarik untuk di perbincangkan dan merupakan fenomena sosial yang kontrovesial dalam masyarakat yang potensial menimbulkan gangguan - gangguan proses komunikasi dalam home schooling antara ayah dan anak. Penelitian ini menggunakan gangguan komunikasi pendidikan yang terdiri dari gangguan fisik, gangguan fisiologis, gangguan psikologis dan gangguan semantik dengan metode studi kasus. Penelitian ini menggunakan keluarga yang menggunakan metode home schooling. Seorang ayah yang mengajar dan seorang anak perempuan 10 tahun yang menjadi informan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa gangguan komunikasi pendidikan antara ayah dan anak ini tidak mengalami hambatan semantik.
Gaya Komunikasi Pemimpin Tim Sales-II Asri Motor Group Surabaya dalam Pencapaian Target Tim
Adelia Melinda
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 1 (2017): Vol 5, no 1 February 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (361.887 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya komunikasi pemimpin tim sales-II Asri Motor Group Surabaya khususnya dalam pencapaian target tim. Penelitian ini dilakukan dengan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif serta metode studi kasus, single level analysis. Penelitian juga menggunakan teori gaya komunikasi Koehler yang terdiri dari gaya komunikasi controlling, equalitarian, structuring, dynamic, relinquishing dan withdrawal. Temuan penelitian ini ialah adanya kombinasi gaya komunikasi yang dimiliki pemimpin tim (supervisor) dilihat dari berbagai situasi yang ada. Dalam penelitian ini, muncul gaya ke tujuh yang juga melengkapi dan menjadi ciri khas pemimpin tim yakni gaya kepemimpinan supporting. Gaya ini dapat melengkapi gaya-gaya komunikasi lainnya sehingga dapat membawa tim sales-II sebagai the best team karena prestasi yang diraihnya.
GAYA KOMUNIKASI PROJECT OFFICER STIE MAHARDIKA SURABAYA
Chitrawanty Koeswadi
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (433.903 KB)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gaya komunikasi Project Officer STIE Mahardika Surabaya. Pemimpin memegang peranan penting dalam berjalannya organisasi. Seorang pemimpin yang baik harus mampu berkomunikasi dengan baik. Gaya komunikasi pemimpin menentukan kesuksesan suatu organisasi. Peneliti menggunakan teori komunikasi organisasi dan gaya komunikasi menurut Likert. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan penerapan skala Likert. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh bawahan Project Officer STIE Mahardika Surabaya yang berjumlah 25 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan gaya komunikasi Project Officer STIE Mahardika Surabaya adalah nurturing.
Sikap Karyawan Atlas Sports Club Surabaya Mengenai Media Internal Perusahaan “Atlas Sports Club Magazine”
Patricia Adheline
Jurnal e-Komunikasi Vol 4, No 1 (2016): FEBRUARY 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (556.253 KB)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sikap karyawan Atlas Sports Club Surabaya mengenai media internal perusahaan. Sikap dilihat dari tiga komponen yaitu kognitif, afektif dan konatif menurut Azwar pada bukunya “Sikap Manusia” pada tahun 2015. Media internal diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manajemen untuk berkomunikasi dan memberikan informasi yang berharga bagi karyawan. Unsur media internal yang akan diteliti adalah menyebarkan informasi yang relevan, menjaga karyawan mendapatkan informasi yang mendukung fungsi perusahaan, meningkatkan komitmen karyawan, membentuk semangat perusahaan, bertindak sebagai media informasi bergerak dan bertindak sebagai sarana umpan balik yang dikemukakan oleh Irvine pada jurnal milik Elvira Wood pada tahun 2006. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey yaitu dengan membagikan kuisioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Atlas Sports Club Surabaya yang berjumlah 85 orang. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sikap karyawan mengenai media internal Atlas Sports Club Magazine baik dalam komponen kognitif, afektif maupun konatif adalah positif. Hal ini berarti karyawan mengetahui, menyukai dan cenderung berpartisipasi dengan media internal ini.