cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal e-Komunikasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal e-Komunikasi adalah jurnal versi online yang ditulis oleh mahasiswa dalam rangka mempublikasikan karya skripsinya. Ruang lingkup topik kajian adalah komunikasi massa, komunikasi korporat, human communication, dan komunikasi new media
Arjuna Subject : -
Articles 1,336 Documents
Strategi Komunikasi Humas PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur dalam Menyosialisasikan Program Pencabutan Subsidi Listrik Daya 900VA Putu Ayu Intan Cahaya Dewi
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 2 (2017): Vol 5, NO 2 AUGUST 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.506 KB)

Abstract

PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur melaksanakan sosialisasi Program Pencabutan Subsidi Listrik Daya 900VA atau PPSL Daya 900VA yang merupakan instruksi dari pemerintah. Sosialisasi diagendakan sejak Januari hingga Maret 2017 untuk menginformasikan kebijakan pemerintah, yaitu Peraturan Menteri ESDM No. 28 Tahun 2016 tentang Tarif Tenaga Listrik PT PLN (Persero) yang mengatur penerapan tarif non subsidi bagi rumah tangga daya 900VA yang mampu secara ekonomi, serta Peraturan Menteri ESDM No. 29 Tahun 2016 tentang Mekanisme Pemberian Subsidi Tarif Tenaga Listrik, kepada masyarakat yang terkena dampak. Untuk menyukseskan sosialisasinya, PLN Distribusi Jawa Timur memiliki strategi komunikasi agar dapat menjangkau target masyarakatnya, yaitu dengan mengelompokkan target masyarakatnya menjadi beberapa kategori, yaitu anggota internal perusahaan, pihak pemerintah daerah, media massa, SD, SMP, SMA di Surabaya, universitas-universitas di Jawa Timur, dan masyarakat umum. Setelah menjangkau target masyarakatnya, PLN Distribusi Jawa Timur menyusun cara-cara yang sesuai untuk masing-masing kategori tersebut agar komunikasi berjalan efektif melalui tiap kegiatan sosialisasi yang dilakukan. Hasil dari penelitian ini adalah pemaparan strategi komunikasi dan taktik yang dilakukan Hubungan Masyarakat (Humas) PLN Distribusi Jawa Timur, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan pasca sosialisasi PPSL Daya 900VA. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dan menggunakan studi kasus sebagai metode penelitiannya.
SIKAP MASYARAKAT SURABAYA TERHADAP VIDEO IKLAN UC BROWSER “10 CARA NEMBAK CEWEK” DI YOUTUBE Daniel Adi Wijaya
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 1 (2017): Vol 5, no 1 February 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.145 KB)

Abstract

Sikap adalah suatu prediposisi dari pelaku yang terdiri dari komponen kognitif, afektif, dan konatif. Iklan merupakan salah satu bentuk komunikasi. Iklan menjadi alat untuk berkomunikasi antara produsen dan konsumen. Media baru yang terus berkembang, dianggap efektif untuk menjangkau khalayak terkait dengan sifat networked. UC Browser memasang iklan pada media baru yaitu YouTube dengan judul “10 Cara Nembak Cewek”.  Penelitian ini dilakukan untuk melihat sikap masyarakat Surabaya terhadap video iklan UC Browser “10 Cara Nembak Cewek”. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey, peneliti melihat sikap responden (masyarakat Surabaya) dari indikator kognitif, afektif, dan konatif.Hasil penelitian menunjukkan 89% responden memiliki sikap positif dan 11% memiliki sikap negatif. Dari indikator kognitif, afektif, dan konatif yang mendapat respon positif tertinggi adalah indikator afektif.
DOWNWARD COMMUNICATION DALAM IMPLEMENTASI MODEL KEPEMIMPINAN LMX(LEADER-MEMBER EXCHANGE) DI PALACIO WEDDING CHAPEL SURABAYA Melysa Wiguna
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.242 KB)

Abstract

Komunikasi merupakan salah satu faktor utama dalam mencapai kesuksesan sebuah organisasi. Downward communication yang dijalankan oleh pimpinan Palacio menunjukkan adanya ketidaksamaan pola komunikasi antara atasan dengan bawahan. Hal ini disebabkan oleh pemimpin Palacio membedakan karyawan mereka menjadi in-group dan out-group. Membedakan karyawan merupakan pengertian dari model kepemimpinan LMXL(Leader-Member Exchange). Downward communications dalam implementasi model kepemimpinan LMX (Leader-Member Exchange) menyebabkan rasa tidak nyaman dalam lingkungan kerja bagi karyawan out-groups. Kualitas komunikasi sangat berbeda, in-group memiliki kualitas komunikasi yang baik dan out-group memiliki kualitas komunikasi kurang baik.Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan dengan observasi dan wawancara yang mendalam. Aktor dalam penelitian ini adalah karyawan yang tergolong dalam in-groups dan out-groups. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi. Penelitian ini dilakukan sejak Juli 2013 hingga November 2013. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa aktor yang termasuk dalam in-groups memiliki hubungan serta kualitas komunikasi yang baik dengan atasannya. Sedangkan aktor yang termasuk dalam out-groups memiliki memiliki hubungan serta kualitas komunikasi yang kurang baik dengan atasannya.
Motif Subscriber Menonton Channel YouTube Raditya Dika Adinda Mellyaningsih
Jurnal e-Komunikasi Vol 4, No 1 (2016): FEBRUARY 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.076 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui motif para subscriber dalam menonton channelYouTube Raditya Dika. Raditya Dika merupakan YouTuber Indonesia dengan jumlah subscriber terbanyak dan merupakan orang pertama di Indonesia yang mendapatkan penghargaan Certifies Award oleh YouTube. Peneliti menggunakan teori Uses and Gratification dengan empat indikator, yaitu hiburan dan relaksasi, hubungan antar pribadi, mencari informasi, dan persahabatan. Metode dalam penelitian ini adalah online survei, dengan jenis penelitian kuantitaif yang menggunakan uji validitas, uji reabilitas, uji deskriptif, serta crosstab untuk menghubungkan identitas responden dengan indikator-indikator motif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motif tertinggi adalah pada indikator hiburan dan relaksasi.Sedangkan yang terendah ada pada indikator persahabatan.
SIKAP PELANGGAN MENGENAI PROGRAM CRM “RETURN GUEST PROGRAM” DI SURABAYA PLAZA HOTEL Liana Elviyanti Tan
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.858 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sikap pelanggan mengenai program CRM “Return Guest Program” yang dijalankan oleh Surabaya Plaza Hotel. CRM merupakan merupakan proses memperoleh, mengembangkan, dan mempertahankan hubungan yang menguntungkan dengan pelanggan agar tetap setia dan membeli lagi produk atau jasa tersebut. Surabaya Plaza Hotel menerapkan CRM dalam sebuah program yang disebut dengan “Return Guest Program”. Program ini dibuat dengan tujuan untuk membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Komponen-komponen yang ada dalam sikap pelanggan turut berperan dalam menentukan penilaian terhadap program CRM yang dimiliki oleh Surabaya Plaza Hotel. Teknik analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan metode survei untuk mendeskripsikan sikap pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan sikap pelanggan positif terhadap “Return Guest Program” yang dimiliki oleh Surabaya Plaza Hotel.
Penerimaan Penonton terhadap Adegan Kekerasan pada Film Komedi Hangout Karya Raditya Dika Nova Cristianingtias; Ido Prijana Hadi; Agusly Irawan Aritonang
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.232 KB)

Abstract

Penelitian penerimaan penonton terhadap adegan kekerasan pada film komedi Hangout karya Raditya Dika dengan penedekatan kualitatif deskripstif dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerimaan penonton yang masih tergolong usia remaja awal terhadap kekerasan yang ada pada film komedi Hangout. Melalui analisa menggunakan metode reception analysis milik Stuart Hall ditemukan bahwa penerimaan yang berbeda dari informan mengenai adegan kekerasan dalam film komedi Hangout. Penerimaan informan terhadap kekerasan dilatar belakangi oleh pengalaman masing-masing.
Penggunaan Maudy Koesnaedi Sebagai Celebrity Endorser Dalam Iklan Televisi L’oreal Fall Repair 3x Terhadap Brand Image L’oreal Di Surabaya Melisa Setiawaty
Jurnal e-Komunikasi Vol 3, No 1 (2015): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.084 KB)

Abstract

Periklanan merupakan proses komunikasi dimana komunikator menyampaikan suatu pesan kepada komunikan baik pesan mengenai suatu produk, kegunaan, maupun informasi penting lainnya. Ada beberapa daya tarik yang biasa digunakan oleh pengiklan untuk menarik pemirsanya menggunakan celebrity endorser sebagai salah satu strategi komunikasi. Pemilihan celebrity endorser harus disesuaikan dengan karakter yang ingin dibangun dari produk yang diiklankan karena dengan menggunakan celebrity endorser, membuat suatu merek dapat terhubung dengan identitas unik dan personalitas yang dibawa oleh selebriti. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanatif dengan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian ini, peneliti bertujuan mengeneralisasikan atau menjelaskan pengaruh Penggunaan Maudy Koesnaedi sebagai Celebrity Endorser dalam Iklan Televisi L’Oreal Fall Repair 3x Terhadap Brand Image L’Oreal di Surabaya. Hasil penelitian ini, membuktikan bahwa penggunaan Celebrity Endorser memiliki pengaruh terhadap Brand Image produk yang diiklankan.
Representasi Kekerasan Simbolik terhadap Tubuh Perempuan pada tokoh Harley Quinn dalam film Suicide Squad Dellarosa Pascalia Dami
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 1 (2018): VOL 6, NO 1 FEBRUARY 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1114.573 KB)

Abstract

Fenomena demam Harley Quinn, tahun 2016 tepatnya setelah rilis film Suicide squad pada tanggal 3 Agustus 2016. Hal ini berhubungan dengan cara media mengeksploitasi tubuh perempuan sebagai objek. Tubuh perempuan berpotensi untuk dieksploitasi karena hal ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi dalam dunia industri media. Eksploitasi tubuh perempuan yang dilakukan media, memunculkan bentuk kekerasan yang disebut kekerasan simbolik. Kekerasan simbolik tubuh perempuan yang ada pada penelitian ini direpresentasikan pada tokoh Harley Quinn. Kekerasan simbolik adalah kekerasan yang kasat mata, tak tampak tapi berdampak besar namun sebenarnya bentuk kekerasan ini mudah untuk diamati. Penelitian ini menggunakan metode analisis teks semiotika milik John Fiske meliputi level realitas, level representasi dan level ideologi dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini menemukan bahwa, Atribut – atribut yang digunakan pada tokoh Harley Quinn merupakan mekanisme kekerasan simbolik yang diletakkan pada tubuh perempuan. Selain itu tubuh perempuan masih sebagai objek sensualitas dan mengarah pada lekuk tubuhnya. Parsial pada tubuh perempuan juga terlihat, tokoh Harley Quinn digambarkan sosok penjahat super yang kuat namun masih terbelenggu pada tubuh perempuan yang lemah. Pada tokoh Harley Quinn, kekerasan simbolik tubuh perempuan mengarah pada pelanggengan ideologi kapitalisme dan idelogi erotism. Kapitalisme melihat tubuh perempuan sebagai objek yang dapat menghasilkan dan erotism meihat tubuh perempuan sebagai pengungkapan hasrat sensualitas.
Relationship Maintenance Dalam Commited Romantic Relationship Pasangan Suami Istri yang Menjalani Commuter Marriage Gabriella Miapistia Mulyadi
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 1 (2017): Vol 5, no 1 February 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.053 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui relationship maintenance yang dilakukan oleh pasangan suami istri yang sedang menjalani commuter marriage. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian deskriptif, dengan metode penelitian studi kasus. Teori yang digunakan adalah relationship maintenance yang membahas lima aspek yaitu, positif, keterbukaan, kepastian, jaringan sosial dan berbagi tugas. Commited Romantic Relationship dibagi menjadi tiga dimensi besar yaitu gairah, komitmen, dan keintiman. Adapun Commuter Marriage terjadi karena faktor ekonomi, faktor pekerjaan, dan faktor pendidikan. Hasil penelitian ini menunjukkan empat temuan, yaitu sikap positif memupuk hubungan jangka panjang, keterbukaan untuk memperkuat kepercayaan dan meminimalisir konflik, kepastian mempengaruhi tujuan akhir berhubungan, dan terakhir peran pasangan dalam berbagi tugas. 
STRATEGI MARKETING COMMUNICATIONS GRAND CITY MALL SURABAYA DALAM MEMBANGUN BRAND AWARENESS MELALUI EVENT EARTH HOUR 2013 Novilia Tjahyono
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.206 KB)

Abstract

Penelitian ini memberikan deskripsi mengenai strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Grand City Mall Surabaya dalam membangun brand awareness melalui event Earth Hour 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Dalam melakukan teknik pengumpulan data, peneliti melakukan wawancara mendalam, observasi pada saat event dan data-data lain (dokumentasi, data dari Grand City Mall). Peneliti menemukan bahwa Grand City Mall telah melakukan delapan tahapan strategi komunikasi pemasaran yang efektif, yakni mengidentifikasi audiens sasaran, menentukan tujuan komunikasi, merancang pesan, memilih saluran komunikasi, menentukan total anggaran komunikasi, menetapkan bauran promosi, mengukur hasil promosi, serta mengelola dan mengkoordinasikan proses komunikasi pemasaran.Hasil penelitian menunjukkan bahwa divisi Marketing Communications Grand City Mall tidak melakukan riset secara tersturktur dalam mengukur hasil promosi melainkan melalui pengamatan jumlah pengunjung yang datang. Selain itu, evaluasi event juga tidak dilakukan secara formal melainkan hanya bertanya pada beberapa anggota panitia apakah ada keluhan atau kesulitan pada saat acara berlangsung. Dalam hal ini, evaluasi menjadi poin penting bagi Marketing Communications Grand City Mall untuk dijadikan acuan bagi perbaikan event Earth Hour yang akan dilaksanakan di tahun berikutnya.

Page 87 of 134 | Total Record : 1336