cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal e-Komunikasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal e-Komunikasi adalah jurnal versi online yang ditulis oleh mahasiswa dalam rangka mempublikasikan karya skripsinya. Ruang lingkup topik kajian adalah komunikasi massa, komunikasi korporat, human communication, dan komunikasi new media
Arjuna Subject : -
Articles 1,336 Documents
Iklim Komunikasi Organisasi di Hotel Savana Malang Andy Santoso
Jurnal e-Komunikasi Vol 3, No 2 (2015): Agustus 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.674 KB)

Abstract

Pada dasarnya, setiap perusahaan membutuhkan komunikasi yang bagus untuk menjalankan usaha-usaha mereka. Oleh karena itu, untuk menunjang lancarnya komunikasi di perusahaan perlu ditunjang juga oleh iklim komunikasi organisasi yang baik. Iklim komunikasi organisasi dapat mempengaruhi perilaku setiap anggota di dalam organisasi. Iklim komunikasi organisasi juga berperan penting dalam organisasi karena mengkaitkan konteks organisasi dengan konsep, perasaan, dan harapan anggota organisasi. Teori yang digunakan adalah teori iklim komunikasi organisasi oleh Pace dan Faules (2000) dengan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode survei (Bungin, 2005, p. 35), peneliti juga menggunakan metode wawancara pada penelitian ini. Hasil daripada penelitian ini menunjukkan bahwa iklim komunikasi organisasi yang ada pada Hotel Savana Malang adalah positif, yaitu kondisi kerja atau suasana kerja daripada karyawan internal yang ada di Hotel Savana Malang juga. Suasana yang mendukung ditunjukkan dengan indikator yang ada pada teori daripada Pace dan Faules yaitu kepercayaan, pembuatan keputusan bersama, kejujuran, keterbukaan dalam komunikasi ke bawah, mendengarkan dalam komunikasi ke atas, dan perhatian pada tujuan berkinerja tinggi
PROSES KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA TERAPIS DENGAN ANAK AUTIS DI ESYA TERAPI CENTER SIDOARJO DALAM PROSES TERAPI WICARA Helen Uli Martha Sitompul
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.534 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana proses komunikasi interpersonal antara anak autis dengan terapis dalam proses terapi wicara di Esya Terapi Center Sidoarjo. Informan yang diteliti adalah murid yang menyandang autis dan juga terapis. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus serta melakukan observasi dan  wawancara mendalam. Elemen yang diteliti adalah, elemen komunikasi interpersonal menurut De Vito, yaitu komunikator, pesan, hambatan, media, hambatan, kompetensi, etika. Hasil penelitian adalah, proses komunikasi yang dilakukan adalah dua arah dengan didominasi oleh bahasa non verbal. Sedangkan, masing-masing terapis mendominasi untuk menjadi komunikator. Hambatan komunikasi yang ditemukan adalah hambatan psikologis dan semantik. Reward and punishment diberikan sebagai respon atas pesan komunikasi yang disampaikan oleh komunikan kepada komunikator sekaligus sebagai etika yang diberlakukan di Esya untuk menjadi salah satu aspek untuk memotivasi murid autis untuk makin semangat dalam melakukan proses terapi wicara”.
Analisis Isi Kekerasan Dalam Film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 Lukas Hartono; Chory Angela Wijayanti; Daniel Budiana
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.694 KB)

Abstract

Film Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss: Part 1 merupakan film komedi Indonesia yang cukup digemari dimasyarakat hal itu ditandai dengan adanya prestasi sebagai film terlaris sepanjang perjalanan perfilman di Indonesia. Akan tetapi film tersebut tidak terlepas dari adanya muatan pesan kekerasan yang timbul didalamnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana bentuk kekerasan dan jenis kelamin pelaku dan juga korban kekerasan yang terdapat dalam film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan definisi kekerasan milik Weiner, Zahn dan Sagi dengan indikator kekerasan fisik, kekerasan psikologis, kekerasan seksual, kekerasan finansial, kekerasan spiritual, dan kekerasan fungsional yang diutarakan oleh Poerwandari. Selain itu untuk indikator jenis kelamin pelaku dan korban kekerasan dengan indikator laki-laki, dan perempuan yang terdapat dalam Sunarto. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1, kekerasan psikologis menjadi indikator kekerasan yang mendominasi dalam film ini sejumlah 49 pesan kekerasan dari seluruhan adegan dan 64% dari keseluruhan pesan kekerasan. Jenis kelamin pelaku serta korban kekerasan keduanya didominasi oleh pemeran berjenis kelamin laki-laki. Tindak kekerasan yang dilakukan oleh laki-laki terjadi sebanyak 70 kali dan tindak kekerasan yang dialami korban kekerasan adalah sebanyak 66 kali dalam total keseluruhan adegan.
Co-creation Communication Pengguna Instagram dalam Foodstagram di Surabaya Giovanny Goenawan
Jurnal e-Komunikasi Vol 3, No 1 (2015): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.976 KB)

Abstract

Co-creation communication merupakan sebuah interaksi yang terjadi dengan pengumpulan respon-respon yang diberikan terhadap sebuah pesan yang ada yang membutuhkan adanya partisipasi audiens dimana mereka memiliki pengaruh dalam sistem tersebut. Co-creation communication biasanya dilakukan dalam sosial media, dimana sosial media yang digunakan dalam penelitian ini adalah instagram dalam mengomentari dan juga melakukan posting foto makanan (foodstagram). Untuk mengetahui keinginan berpartisipasi audiens dalam melalukan co-creation communication, diukur menggunakan empat indikator, yaitu learning benefit, social integrative benefit, personal integrative benefit dan hedonic benefit.  Hasil yang didapatkan, bahwa co-creation communication tertinggi terjadi pada pengguna instagram di Surabaya dalam melakukan co-creation communication dengan cara berkomentar adalah Learning Benefit, Sedangkan dengan melakukan posting adalah Personal Integrative Benefit. 
ANALISIS COMMUNICATION TOOLS PERUSAHAAN KOSMETIK DALAM DECISION MAKING PEKERJA PEREMPUAN SURABAYA Elvara Suryadinata
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 1 (2018): VOL 6, NO 1 FEBRUARY 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.655 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui communication tools yang paling banyak dipilih oleh pekerja perempuan Surabaya dalam setiap tahap decision making pembelian produk make up. Penelitian ini menggunakan teori communication tools dimana terdapat 10 jenis communication tools yang dapat digunakan untuk mencapai target audiens, yaitu iklan, promosi penjualan, pemasaran langsung, hubungan masyarakat, sponsorship, pameran, kemasan, merchandising, manajemen penjualan, dan kepemilikan media (Smith dan Zook, 2016). Empat tahap decision making yang diteliti dalam penelitian ini adalah problem recognition, information search, evaluation of alternatives, dan product choice. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan pada 100 pekerja perempuan Surabaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada tahap problem recognition, tiga media yang paling banyak digunakan responden adalah iklan TV, sales promotion (diskon), dan merchandising (tempat penjualan). Pada tahap information search sumber informasi yang paling banyak digunakan responden adalah sales promotion (diskon) melalui internal search, dan dalam external search, responden paling banyak mencari informasi melalui social media (Youtube) dan teman. Pada tahap evaluation of alternatives tiga media yang paling banyak digunakan responden adalah iklan TV, sales promotion (diskon), dan kemasan produk. Sedangkan pada tahap product choice tiga media yang paling banyak digunakan responden adalah SPG/BA, sales promotion (diskon), dan kepemilikan media (Instagram).
Pengaruh Kepuasan Komunikasi Organisasi Terhadap Loyalitas Karyawan di Eden Hotel Kuta Bali Revanny Goenawan
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 1 (2017): Vol 5, no 1 February 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.652 KB)

Abstract

Kepuasan komunikasi adalah keadaan emosional yang menyenangkan bagi karyawan dalam memandang komunikasi perusahaan untuk meningkatkan kemampuan kerja mereka. Loyalitas karyawan adalah sebuah komitmen afektif karena adanya kenyamanan dari hubungan dengan organisasi. Penelitian dilakukan di Eden Hotel Kuta Bali dengan 143 karyawan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh  dan korelasi dari variabel kepuasan komunikasi terhadap variabel loyalitas karyawan di Eden Hotel Kuta Bali.
PROSES KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA PELATIH DENGAN KAPTEN TIM PERSEBAYA 1927 Donny Christianto Jonathan
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.211 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana proses komunikasi interpersonal antara pelatih dengan kapten tim Persebaya 1927. Komunikasi interpersonal antara pelatih dengan kapten adalah salah satu kunci meraih kesuksesan karena mengingat peran kapten sebagai penyambung lidah dari pelatih. Proses komunikasi interpersonal dengan enam elemen komunikasi olahraga menjadi acuan dalam penelitian ini. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus untuk mendeskripsikan proses komunikasi interpersonal antar pelatih dengan kapten tim Persebaya 1927. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi interpersonal antara pelatih dengan kapten di tim Persebaya 1927 sangat tergantung pada konteks. Selain itu, dalam komunikasi interpersonal antara pelatih dengan kapten di Persebaya 1927, tampak pelatih sangat dominan. Persamaan latar belakang juga bisa menjadi faktor yang mendukung komunikasi interpersonal antara pelatih dengan kapten tim Persebaya.
Penerimaan Khalayak Terhadap Orientasi Seks Homoseksual dalam Film “The Sun, The Moon and The Hurricane” Emmya Garcia
Jurnal e-Komunikasi Vol 4, No 1 (2016): FEBRUARY 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.197 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerimaan khalayak terhadap orientasi seks homoseksual dalam film “The Sun, The Moon and The Hurricane” dengan menggunakan teknik Reception Analysis dari Baran dan Davis. Informan yang diteliti oleh peneliti terdapat empat orang dengan Culture Settings yang berbeda-beda yaitu orang yang terlibat dalam hubungan homoseksual, frater, orang berpendidikan dan bekerja dalam dunia entertain. Pada nantinya hasil dari keempat informan tersebut akan dikategorikan dalam tiga jenis yaitu Oposisi, Negoisasi dan Dominan melalui penerimaan yang mereka dapat dengan fenomena orientasi seks homoseksual melalaui film “The Sun, The Moon and The Hurricane”. Dalam penelitian ini juga terdapat empat analisis dan intrepetasi data berdasarkan penerimaan yang dimaknai dari masing-masing Informan. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan melakukan in depth interview yang terjun secara langsung ke lapangan, guna mewawancarai empat informan yang dilihat dari culture settings masing-masing dari informan. Hasil penelitian ini memperlihatkan bagaimana penerimaan khalayak terhadap orientasi seks homoseksual dalam film “The Sun, The Moon and The Hurricane” dengan melihat penerimaan dari masing-masing khalayak.
HUBUNGAN KEPUASAAN KOMUNIKASI ORGANISASI DENGAN MOTIVASI KERJA KARYAWAN DI PT. SRIKANDI PLASTIK SIDOARJO Fendi Tahjudin Nor
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.14 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adakah hubungan kepuasaan komunikasi organisasi dengan motivasi kerja karyawan. Motivasi kerja karyawan sangat dibutuhkan oleh sebuah perusahaan agar tujuan perusahaan dapat segera tercapai. Namun di PT. Srikandi Plastik terdapat gejala dimana para karyawan mengalain ketidakpuasaan komunikasi organisasi. Teori yang digunakan sebagai dasar untuk melakukan penelitian adalah teori yang ditulis oleh Down & Hanzen (1997) tentang dimensi kepuasan komunikasi. Teori ini terdiri dari delapan indikator kepuasan komunikasi sebagai alat ukur kepuasan komunikasi dan menggunakan Teori Motivasi yang terdapat dalam buka Pace and Faules. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif, metode penelitian survey, dan pendekatan kuantitatif. Proses pengumpulan data dilakukan dengan observasi, kuesioner, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kepuasaan komunikasi organisasi dengan motivasi kerja karyawan. 
Representasi Kekerasan Dalam Film “The Secret Life Of Pets” Fransisca Prayogo; Chory Angela Wijayanti; Daniel Budiana
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.714 KB)

Abstract

Sebagai salah satu media komunikasi massa, film dapat memberikan manfaatnya dalam berbagai materi ajar. Film animasi secara khusus dianggap oleh orang tua sebagai film yang aman untuk anak, Namun sangat disayangkan bahwa film animasi sebenarnya bisa memaparkan tindakan – tindakan kekerasan dan dapat ditiru oleh anak – anak. Film “The Secret Life of Pets” yang merupakan film unggulan dari Illumination Entertaiment di tahun 2016 tentunya tidak luput untuk di kaji. Dimana tujuan penelitian ini nantinya untuk mengetahui representasi kekerasan dalam film “The Secret Life of Pets”. Kekerasan itu sendiri adalah semua bentuk tindakan, intensional atupun pembiaran dan kemasa bodohan yang menyebabkan pihak lain mengalami luka, sakit, penghancuran, dan bukan hanya artian fisik. Dengan menggunakan penelitian semiotika dibantu dengan kode – kode televisi John Fiske, peneliti dapat menemukan lima kategori kekerasan yakni, kekerasan sebagai upaya melindungi, kekerasan sebagai bagian dari naluri, kekerasan sebagai ekspresi kekecewaan, kekerasan yang terjadi tanpa disadari, dan kekerasan yang dilakukan secara legal. Selain itu kekerasan juga didasari karena adanya ideologi feminisme radikal, dan liberalisme utilitarian.

Page 94 of 134 | Total Record : 1336