Articles
1,336 Documents
Dilema Reporter Televisi Saat Melakukan Kegiatan Jurnalistik Dalam Keberadaan Konglomerasi Media
Josua Reno N.S.R
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 2 (2017): Vol 5, NO 2 AUGUST 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (908.576 KB)
Dalam melakukan kegiatan jurnalistik, seorang reporter televisi diharuskan untuk memberitakan sesuatu yang bersifat objektif dan ia harus bersifat independen. Hal ini diatur dalam kode etik jurnalistik yang selama ini menjadi pedoman bagi jurnalis Indonesia dalam melaksanakan tugasnya. Namun peneliti menemukan, keberadaan konglomerasi media di Indonesia rupanya berdampak pada keobjektifan sebuah berita. Pada kenyataannya, ideologi perusahaan pers rupanya kadang-kadang tidak sama dengan ideologi jurnalis tertuang dalam kode etik jurnalistik. Hal ini cenderung membuat seorang seorang reporter televisi merasa bingung dengan posisinya. Kondisi seperti ini menimbulkan dilema dalam diri reporter. Untuk mengetahui pengalaman dilema tersebut, penelitian ini akan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi.
Proses Komunikasi Antara Guru dengan Peserta Didik di Elyon International Christian School Dengan Menggunakan Second Language
Sarita Antonia Goenawan
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 3 (2014): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (294.882 KB)
Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan proses komunikasi di Elyon International Christian School di jenjang kindergarten B yang menggunakan second language. Second language di Elyon International Christian School adalah bahasa Inggris dan Mandarin yang menggunakan guru native dan guru lokal dalam proses belajar mengajar. Penulis menggunakan studi kasus sebagai metode penelitian dan menggunakan observasi non-partisipan serta wawancara mendalam dengan informan penelitian sebagai teknik pengumpulan data. Dalam penelitian ini yang menjadi informan adalah guru native Amerika, guru native China, dua guru lokal dan murid-murid di kelas KGB1. Hasil penelitian menunjukkan, proses komunikasi kelas antara guru dengan peserta didik di Elyon International Christian School dengan menggunakan second language. Penelitian ini didasarkan teori komunikasi kelas dari Powell dan Powell dalam classroom communication and diversity (2010) dengan menggunakan model SMCR. Proses komunikasi yang terjadi dipengaruhi oleh komunikator, pesan yang disampaikan, saluran yang digunakan dan komunikannya. Selain itu, ditemukan bahwa terdapat komunikasi interpersonal yang terjadi ketika guru menegur murid.
Efektivitas Penggunaan Ashraf & BCL Sebagai Celebrity Endorser Dalam Iklan Televisi LINE Let’s Get Rich Dengan Menggunakan Model TEARS
Fera Gunawan
Jurnal e-Komunikasi Vol 3, No 2 (2015): Agustus 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (847.523 KB)
Seorang celebrity endorser dikenal baik oleh publik dan memerankan dirinya sebagai konsumen dalam iklan. Selebriti meliputi bintang film maupun bintang televisi, bintang olahraga, penyanyi dan orang- orang tertentu lainnya yang berpengaruh. Endorser yang merupakan salah satu elemen penting dalam iklan memiliki peran terhadap kesuksesan, salah satunya adalah yang menjadi daya tarik yang dapat menarik perhatian konsumen dalam mengambil keputusan untuk membeli atau menggunakan sebuah produk yang direpresentasikan celebrity endorser dalam sebuah iklan. Efektivitas Celebrity endorser ini dilihat menggunakan indikator dalam model TEARS yaitu trustworthiness, expertise, attraciveness, respect dan similiarity. Teori dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tentang celebrity endorser dan keterkatitannya dengan model TEARS. Peneliti melihat bagaimana cara melihat dan mengukur efektivitas celebrity endorser dengan menggunakan model TEARS yang dapat diterapkan oleh perusahaan ataupun pengiklan. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan purposive sampling, peneliti memiliki beberapa kriteria yang digunakan untuk memilih responden dalam mengisi kuisioner. Berdasarkan hasil analisis yang disimpulkan bahwa penggunaan Ashraf & BCL sebagai celebrity endorser dalam iklan televisi LINE Let’s Get Rich adalah efektif. Faktor paling tinggi yang dapat menarik perhatian konsumen untuk melihat dan memahami iklan LINE Let’s Get Rich adalah attractiveness atau daya tarik dari Ashraf & BCL sebagai celebrity endorser dalam iklan ini.
PERBANDINGAN REPRESENTASI GAYA HIDUP REMAJA PERKOTAAN DALAM FILM “CATATAN SI BOY 1987” DAN “CATATAN HARIAN SI BOY 2011”
Merdina Nestya
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (545.204 KB)
Film merupakan salah satu media yang membantu masyarakat untuk mengenal realitas. Film “Catatan Si Boy 1987” dan “Catatan Harian Si Boy 2011” adalah dua film yang menggambarkan gaya hidup remaja perkotaan namun muncul dalam kondisi sosial yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggambaran gaya hidup remaja perkotaan dalam dua film ini. Peneliti menggunakan elemen-elemen gaya hidup Anthony J. Veal (2000) sebagai rujukan dalam melihat penggambaran gaya hidup dalam kedua film tersebut. Penelitian ini menggunakan metode semiotika dengan kode sosial John Fiske (1987). Hasil penelitian perbandingan representasi gaya hidup remaja perkotaan dalam film “Catatan Si Boy 1987” dan film “Catatan Harian Si Boy 2011” menunjukan perbedaan muncul pada penggambaran situasi keluarga, hubungan pertemanan, dan aktivitas yang dilakukan pada waktu senggang (leisure). Sedangkan persamaan yang ditemukan adalah kedua film ini sama-sama menekankan pada penggambaran gaya hidup urban perkotaan masa kini dengan kelas sosial ekonomi atas. Peneliti menemukan gambaran gaya hidup yang dipengaruhi westernisasi pada kedua film tersebut, tanpa menghilangkan nilai-nilai keagamaan.
Penerimaan penonton perempuan terhadap stereotip gender feminim pada film kartini
Kevin Vielden Minanlarat;
Ido Prijana Hadi;
Daniel Budiana
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (298.029 KB)
Pada norma masyarakat di Indonesia mengenai hak-hak yang didapat oleh kaum adam dan hawa, sebagian besar akan berpihak pada posisi laki-laki dan semakin merugikan peran serta posisi dari perempuan. Setelah banyaknya penindasan dan stereotip terhadap kaum feminim, maka lahirlah stereotipe baru. Hal tersebut ditandai dengan munculnya pergerakan feminisme di seluruh dunia. Adapun pergerakan ini ditandai dengan kampanye yang didalamnya termasuk film. Meskipun masyarakat sekarang yang majemuk, tetapi terdapat film yang masih mengangkat kisah penindasan tradisional kaum feminim. Salah satunya melalui kisah pahlawan nasional Indonesia yaitu Kartini. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis penerimaan penonton perempuan terhadap stereotip gender feminim pada film Kartini. Selain itu, metode penelitian yang digunakan adalah reception analysis dengan menggunakan paradigma encoding-decoding. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka hasil penelitian yang diperoleh adah Mellisa dan Kustivah berada pada penerimaan dominant, sedangkan Barbalina memiliki penerimaan negotiated. Adapun penerimaan mereka dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni Feel of experience, frame of reference, komunikasi sosial, significant others, serta konteks yang dimiliki setiap informan seperti budaya, pekerjaan, dan pendidikan.
Strategi Public Relations Hotel Inna Simpang Surabaya dalam Menjalin Relasi dengan Media
Steven Laudry
Jurnal e-Komunikasi Vol 4, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (480.322 KB)
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh Public Relations Hotel Inna Simpang Surabaya dalam menjalin relasi dengan media.Strategi adalah penentuan tujuan dan sasaran jangka panjang, dan adopsi upaya pelaksanaan dan alokasi sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu.Penelitian ini memberikan gambaran mengenai Strategi Public Relations Hotel Inna Simpang Surabaya dalam Menjalin Relasi dengan Media.Menjalin relasi dengan media merupakan salah satu tugas public relations sebagai jembatan antara organisasi dan publiknya. Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian studi kasus single setting untuk memberikan gambaran mengenai strategi public relations di Hotel Inna Simpang. Selain itu, teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah wawancara mendalam, observasi non-partisipatori dan data – data pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa Strategi Public Relations Hotel Inna Simpang Surabaya dalam Menjalin Relasi dengan Media terdiri atas Menentukan Tujuan, Menentukan pendekatan untuk mencapai tujuan, menentukan contact person media, menjadi narasumber yang bisa dipercaya dan diandalkan, mengenal narasumber ahli yang bersangkutan, menciptakan media list, memberikan salinan informasi secara berkala, mengenali wartawan dan area liputannya.
Penerimaan Remaja Manado Terhadap Peran Ayah Dalam Film Senjakala Di Manado
Dian Prawira Libertina Tumundo
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 1 (2018): VOL 6, NO 1 FEBRUARY 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (633.884 KB)
Film Senjakala di Manado merupakan film pertama Sulawesi Utara (Manado) yang tayang di layar lebar. Film ini menceritakan kisah seorang ayah yang bernama Jhony, bekerja sebagai pelaut dan kembali ke Manado setelah 18 tahun. Remaja membutuhkan ayah mereka bukan hanya sebagai sumber materi, tetapi juga sebagai pengarah perkembangannya terutama perannya dikemudian hari. Di Manado, pelaut merupakan salah satu pekerjaan yang banyak dilakukan oleh masyarakat Manado, karena Manado adalah daerah pesisir pantai. Dalam film ini. Jhony memiliki anak bernama Pingkan, namun Pingkan tidak mau mengakui Jhony sebagai ayahnya karena Jhony tidak pernah memberikan kabar selama dia pergi melaut. Subjek dari penelitian ini adalah Remaja Manado yang dipilih sesuai dengan kriteria tertentu. Sedangkan objek penelitiannya adalah penerimaan remaja Manado terhadap peran ayah pada Jhony. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode resepsi. Hasil penelitian menunjukan penonton terorganisasi kedalam tiga kategori yaitu dominan, negosiasi, dan oposisi. Dalam penelitian ini keempat informan memberikan penerimaan negosiasi terhadap peran ayah yang disampaikan dalam film Senjakala di Manado. Hal tersebut dipengaruhi oleh culture setting, field of experience dan frame of reference dari setiap informan. Karena secara umum mereka memahami dan menerima pesan peran ayah yang tegas, memberi rasa aman, karena mereka memiliki pengetahuan seorang pelaut dari teman dan perkataan orang mengenai pelaut di Manado.
Tingkat Brand Awareness Masyarakat Surabaya terhadap Brand Baru Restoran The Consulate
Melodi Malinda
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 1 (2017): Vol 5, no 1 February 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1240.249 KB)
The Consulate merupakan sebuah brand baru hasil dari rebranding yang dilakukan oleh 1914 Surabaya. Sebagai brand baru, peneliti tertarik untuk meneliti tingkat Brand Awareness. The Consulate telah mengkomunikasikan mengenai brand barunya yang meliputi kelima Brand Elements yang terdiri dari Brand Name, URL, Logo & Symbol, Slogan dan Packaging melalui media komunikasi yang dianggap efektif, yaitu media sosial Instagram. Brand Awareness merupakan aset yang tahan lama dan berkelanjutan, maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat Brand Awareness masyarakat Surabaya terhadap brand baru The Consulate yang diukur dari kesadaran masyarakat terhadap kelima Brand Elements. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat Brand Awareness masyarakat Surabaya terhadap brand baru The Consulate ada pada tingkat tertinggi, yaitu Top of Mind.
REPRESENTASI PENERAPAN KODE ETIK DALAM FILM “THE BANG BANG CLUB”
Edward Kasimiritus F. Hartanoeh
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (612.388 KB)
Penelitian ini ditujukan untuk mendiskripsikan bagaimana penerapan kode etik Society of Professional Journalist oleh wartawan digambarkan di dalam film “The Bang Bang Club”. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode analisis isi kualitatif. Peneliti menemukan bagaimana perjuangan ataupun usaha yang dilakukan wartawan untuk menerapkan kode etik Society of Professional Journalists dalam mencari fakta dan memberitakannya, meminimalkan bahaya dan bertindak independen tidaklah mudah. Peneliti menemukan adanya perdebatan batin dalam diri wartawan ketika dihadapkan atas pilihan menolong objek berita terlebih dahulu, atau memotret objek berita terlebih dahulu sehingga beresiko kehilangan momen tersebut. Wartawan membutuhkan kepekaan dan hati nurani sebagai sesama manusia untuk menemukan jawaban atas perdebatan batin itu.
Self Disclosure Anak yang Pindah Agama kepada Orang Tua
Yohanna Tania
Jurnal e-Komunikasi Vol 4, No 1 (2016): FEBRUARY 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (409.91 KB)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pemaknaan dari self disclosure anak yang pindah agama kepada orang tua. Tidak semua orang mau mengaku kepada orang tuanya bahwa mereka sudah pindah agama. Berdasarkan hasil wawancara, salah satu faktornya adalah takut menerima penolakan dari orang tua dan merasa dirinya berkhianat. Dengan melakukan self disclosure, anak akan mengungkapkan kepada orang tua bahwa mereka sudah pindah agama. Proses yang dilalui masing-masing orang memiliki tingkatan yang berbeda-beda. Adapun juga dampak positif dan negatif yang dirasakan setelah melakukan self disclosure. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah tematik dengan metode fenomenologi untuk menjabarkan proses self disclosure yang dilakukan anak kepada orang tuanya. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada orang yang berasal dari agama Katolik, Islam, Buddha dan Konghucu yang telah pindah ke agama Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses self disclosure, iman adalah penyebab awal self disclosure. Selanjutnya informan menyiapkan hati sebelum mulai mengaku kepada orang tuanya. Selain itu proses negosiasi terjadi selama self disclosure berlangsung baik dari anak maupun orang tua. Keterbukaan dalam self disclosure yang berdampak positif pada kedalaman hubungan dengan orang tua. Sementara itu penolakan sosial adalah kekurangan yang umum terjadi dalam self disclosure.