cover
Contact Name
Yanuar Surya Putra
Contact Email
yanuar_suryaputra@stieama.ac.id
Phone
+62298321013
Journal Mail Official
jurnalama@stieama.ac.id
Editorial Address
Jalan Diponegoro 39 Salatiga
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Among Makarti
ISSN : 19797400     EISSN : 27745163     DOI : https://doi.org/10.52353
Core Subject : Economy, Social,
Jurnal Among Makarti adalah jurnal ilmiah bertujuan untuk berbagi pengetahuan dan isu – isu terkini terkait dengan penelitian dibidang ekonomi dan bisnis. Secara khusus cakupan jurnal Among Makarti adalah : a. Di bidang bisnis, kami menerima artikel ilmiah dengan ruang lingkup sebagai berikut: 1. Manajemen Keuangan dan Akuntansi Keuangan 2. Manajemen Operasional. 3. Manajemen SDM dan Perilaku Keorganisasian. 4. Manajemen Pemasaran. 5. Manajemen Strategi 6. Kewirausahaan 7. Sistem Informasi Manajemen b. Di bidang Ekonomi, kami menerima artikel dengan ruang lingkup sebagai berikut: 1. Makro Ekonomi 2. Mikro Ekonomi
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2014): AMONG MAKARTI" : 6 Documents clear
ANALISIS KINERJA KEUANGAN UNTUK MENGUKUR KESEHATAN KEUANGAN KOPERASI KSU BMT ARAFAH KECAMATAN BANCAK KABUPATEN SEMARANG Afandi, Pandi
AMONG MAKARTI Vol 7, No 1 (2014): AMONG MAKARTI
Publisher : Jurnal Ilmiah Among Makarti, STIE AMA Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52353/ama.v7i1.93

Abstract

Abstract Cooperative in running its effort need the performance evaluation periodical utilize to know the its effort health storey;level. One of performance assessment needed assessment of finance performance as one of yardstick of co-operation efficacy. KSU BMT Arafah Kecamatan Bancak Kabupaten Semarang one of the type of cooperative of service of finance Moslem law by the effort saving and loan unit, in finance of Moslem law of giving of loan to member named by a defrayal which as a rule referred as by murabahah and mudharobah. Rule about performance of finance and finance health relate at regulation of Minister of Cooperative of State and Small And Medium Industry of number 35.3/Per/M.KUKM/X/2007, where Cooperative can be expressed healthy, healthy enough, under the way and indisposed the than 8 aspect. In this research is direct relevant with the finance performance of there is 5 aspect, that is capital aspect, quality of productive asset, efficiency, likuiditas and also aspect of independence and growth. Result of research indicate that the aspect of cooperative capital enter at healthy criterion, aspect of quality of productive asset of cooperative enter the fluent criterion, do not risk but there is potency stuck, the, aspect of cooperative efficiency show the storey;level of efficiency and efficient and good finance health, aspect of likuidity of cooperation finance enter the criterion likuid and enough likuid , aspect of independence and growth of cooperative finance enter the criterion with the asset rentability less, capital rentability by xself and high operational independence. As a whole finance performance at KSU BMT Arafah from year 2011 until with the year 2013 showing storey;level of finance health with the healthy criterion. Matter suggested in this research is the importance of Co-Operation apply the system of asset management of according to standard of Co-Operation Accountancy ( ETAP), improving the quality of resource with the education and training and also try to minimize the defrayal risk by applying principle of elegibility and carefulness in each;every defrayal channeling of member . Keywords: Capital Aspect, Quality Of Productive Asset, Efficiency, Likuiditas, Independence And Growth
ANALISIS MATRIKS BOSTON CONSULTING GRUP ( BCG ) PADA SEPEDA MOTOR MEREK HONDA (Studi Kasus Pada PT. Astra Honda Motor Tahun 2013) Putra, Yanuar Surya
AMONG MAKARTI Vol 7, No 1 (2014): AMONG MAKARTI
Publisher : Jurnal Ilmiah Among Makarti, STIE AMA Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52353/ama.v7i1.95

Abstract

Abstract Dalam melaksanakan strategi pemasaran selalu berkaitan dengan bauran pemasaran yang terdiri dari empat variabel yaitu product, price, place, promotion. Dimana keempat variable tersebut saling berkaitan satu sama lain dan akan mempengaruhi dalam strategi pemasaran. Matrik BCG adalah matrik dan internal-external (IE) matrik yang dibentuk secara khusus dalam rangka meningkatkan usaha-usaha perusahaan yang memiliki multidivisi dengan merumuskan strategi yang paling cocok. Metode BCG Matrik adalah sebuah perencanaan portofolio model yang dikembangkan oleh Bruce Henderson dari Boston Consulting Group pada tahun 1970 awal. Hal ini didasarkan pada pengamatan bahwa unit bisnis perusahaan dapat diklasifikasikan ke dalam empat kategori berdasarkan kombinasi dari pertumbuhan pasar dan pangsa pasar relatif terhadap pesaing terbesar, maka nama "pertumbuhan-berbagi". Obyek dari penulisan ini adalah PT. Astra Honda Motor, yang bergerak dalam bidang produksi kendaraan roda dua dengan merek dagang Honda. PT Astra Honda Motor (AHM) merupakan pelopor industri sepeda motor di Indonesia. Didirikan pada 11 Juni 1971 dengan nama awal PT Federal Motor. Berdasarkan perhitungan matriks BCG untuk mengetahui pangsa pasar relatif (relative market share) maka telah diketahui bahwa pangsa pasar relatif Honda tahun 2012 sebesar 1,68 kali > 1 dan pada tahun 2013 sebesar 1,88 kali > 1 yang artinya menunjukkan bahwa PT.AHM memiliki pangsa pasar lebih besar dibandingkan dengan Yamaha karena nilai pangsa pasar relatifnya lebih besar dari satu.PT.AHM pada tahun 2012 sebesar 1,68 menjadi 1,88 pada tahun 2013, dengan kata lain mengalami kenaikan sebesar 0,20. Berdasarkan pada kedua matriks BCG posisi PT.AHM pada tahun 2012 dan tahun 2013 berada pada posisi star atau bintang yang menunjukkan bahwa posisi PT. AHM berada pada pertumbuhan tinggi dan pangsa pasar tinggi karena pangsa pasar PT. AHM pada tahun 2012 dan tahun 2013 dan mempunyai nilai pangsa pasar relatifnya pada tahun 2012 dan 2013 lebih besar dari satu (>1). Kata Kunci : Matriks Boston Consulting Group (BCG)
PENGARUH PENGALAMAN KERJA TERHADAP TINGKAT PROFESIONAL SEORANG AUDITOR DALAM BIDANG AUDITING (Study Survei di KAP wilayah Surakarta dan Yogyakarta) Jumingan, Jumingan
AMONG MAKARTI Vol 7, No 1 (2014): AMONG MAKARTI
Publisher : Jurnal Ilmiah Among Makarti, STIE AMA Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52353/ama.v7i1.96

Abstract

Abstrak Tingkat professional Auditor dibutuhkan para klien/Perushaan yang diauditnya. Harapan perusahaan seorang auditor mampu mengungkap dan menjelaskan informasi keuangannya. Seorang auditor mempunyai pengaruh paling dominan terhadap peningkatan keahlian auditor dalam bidang auditing di KAP wilayah Yogyakarta dan Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian survey, dengan dimensi waktu cross-sectional research. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian adalah: Uji validitas, reliabilitas, analisis regresi parsial, uji t, analisis regresi berganda, uji F, dan R2. Hasil dari penelitian ini: Secara simultan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel lamanya kerja responden menjadi/bekerja sebagai auditor, banyaknya tugas pemeriksaan yang telah dilakukan, dan banyak jenis perusahaan yang diaudit mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keahlian auditor; Secara parsial terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel lamanya kerja responden menjadi/bekerja sebagai auditor, banyaknya tugas pemeriksaan yang telah dilakukan dalam satu tahun, dan banyak jenis perusahaan yang diaudit mempunyai pengaruh signifikan terhadap keahlian auditor; Nilai Adjusted R2 adalah 0,521, berarti ada pengaruh lamanya bekerja, banyaknya tugas-tugas pemeriksaan, dan banyaknya jenis perusahaan yang telah diaudit secara bersama-sama berpengaruh terhadap keahlian auditor benar-benar dijelaskan oleh kedua variabel tersebut yaitu sebesar 51,20% sisanya yaitu 48,80% dijelaskan oleh variabel-variabel lain di luar penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bahwa untuk lebih meningkatkan pelayanannya terhadap pemakai jasa akuntan maka diharapkan para auditor dapat meningkatkan kemampuan dan pengalamannya dalam bidang keuangan dan ekonomi sehingga para auditor tersebut merupakan auditor yang professional seiring dengan permintaan pasar yang beragam. Kata Kunci: Pengalaman Audit, Lamanya Auditor Bekerja, Banyaknya tugas-tugas, Banyaknya Jenis Perusahaan..
ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH (Studi Kasus Pada Pemerintah Kota Surakarta) Pramono, Joko
AMONG MAKARTI Vol 7, No 1 (2014): AMONG MAKARTI
Publisher : Jurnal Ilmiah Among Makarti, STIE AMA Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52353/ama.v7i1.97

Abstract

Abstrak Sejak diberlakukannya Undang-Undang No.22 tahun 1999, tentang pelaksanaan otonomi daerah, maka terjadi perubahan yang mendasar dalam pengelolaan keuangan daerah. Otonomi daerah adalah wewenang yang dimiliki daerah otonom untuk mengatur dan mengurus masyarakatnya menurut kehendak sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat, sesuai dengan peraturan UU yang berlaku. Untuk menilai kinerja Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mengelola keuangan daerahnya, antara lain adalah dengan melakukan analisis rasio keuangan terhadap laporan keuangan Pemda. Hasil analisis rasio keuangan selanjutnya dipergunakan sebagai tolak ukur dalam menilai tingkat kemandirian, efisiensi, efektivitas, keserasian dan pertumbuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan keuangan Pemerintah Kota Surakarta tahun 2010 dan 2011 serta untuk mengetahui tingkat efisiensi dan efektivitas Pemkot Surakata dalam mengelola sumber dayanya. Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan Pemerintah Kota Surakarta tahun 2011. Selanjutnya data akan di analisis dengan menggunakan enam rasio keuangan yaitu : rasio kemandirian, rasio efektivitas, rasio efisiensi, rasio keserasian, rasio pertumbuhan dan rasio kemampuan mengembalikan pinjaman (DSCR). Hasil analisis data menyebutkan bahwa kinerja keuangan Pemkot Surakarta yang masih kurang adalah di aspek kemandirian dan aspek keserasian, karena rasio kemandiriannya sebesar 15,83% (2010) dan 22,44 (2011) sedangkan rasio belanja terhadap APBD sebesar 90,24% (2010) dan 86,90% (2011), rasio belanja modal terhadap APBD sebesar 9,65% (2010) dan 13,07% (2011). Tingkat efisiensi dan efektivitas Pemkot Surakarta dalam mengelola dana sudah sangat efisien dan efektif, karena rasio efektivitasnya 94,81% (2010) dan 102,79% (2011) sedangkan rasio efisiensinya 27,95% (2010) dan 14,15% (2011). Pertumbuhan PAD cukup tinggi yakni sebesar 58,93%, pendapatan naik 19,92%. Belanja operasi naik 14,58% dan belanja modal naik 61,03%. Kemampuan melunasi pinjaman masih mencukupi karena rasio DSCR sebesar 15,25% (2010) dan 17,84% (2011). Pemerintah Kota Surakarta diharapkan berupaya untuk lebih meningkatkan PAD nya dengan mengoptimalkan pengelolaan sumber daya dan memperluas sektor-sektor yang berpotensi menambah PAD, sehingga ketergantungan pendapatan dari Pemerintah Pusat bisa semakin berkurang. Pemerintah Kota Surakarta agar lebih proporsional di dalam mengalokasikan belanjanya, yakni mengurangi belanja operasional dan meningkatkan belanja modal. Kata kunci : kinerja keuangan, rasio kemandirian, rasio efektivitas, rasio efisiensi, rasio keserasian, rasio pertumbuhan, rasio DSCR
PENGARUH JUMLAH TANGGUNGAN KELUARGA, PENDAPATAN TERHADAP PARTISIPASI KERJA TENAGA KERJA WANITA PADA INDUSTRI KERUPUK KEDELAI DI TUNTANG, KAB SEMARANG Purwanti, Endang; Rohayati, Erna
AMONG MAKARTI Vol 7, No 1 (2014): AMONG MAKARTI
Publisher : Jurnal Ilmiah Among Makarti, STIE AMA Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52353/ama.v7i1.102

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh faktor jumlah tanggungan keluarga, pendapatan terhadap partisipasi kerja tenaga kerja wanita pada industri kerupuk kedelai, Populasi dalam penelitian ini adalah tenaga kerja wanita yang bekerja pada industri kecil kerupuk kedelai di Kecamatan Tuntang sebanyak 335 orang. Kemudian diambil sampel dari mereka sebanyak 77 orang.. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat analisis regresi linier berganda. Hasil analisis diperoleh hasil terdapat pengaruh jumlah tanggungan keluarga terhadap partisipasi kerja tenaga kerja wanita yang signifikan, semakin tinggi jumlah tanggungan keluarga maka semakin tinggi pula partisipasi kerja tenaga kerja wanita pada industri kerupuk kedelai, jumlah tanggungan keluarga yang tinggi memerlukan biaya hidup yang tinggi pula sehingga akan meningkatkan partisipasi kerja agar pendapatan juga meningkat, terdapat pengaruh pendapatan terhadap partisipasi kerja tenaga kerja wanita yang signifikan, semakin tinggi pendapatan akan meningkatkan partisipasi kerja tenaga kerja wanita pada industri kerupuk kedelai Kec. Tuntang, Kab. Semarang, terdapat pengaruh jumlah tanggungan dan pendapatan secara simultan terhadap partisipasi tenaga kerja wanita pada industri kerupuk kedelai di Tuntang Kab. Semarang.Dari hasil analisis data pada penelitian ini diperoleh bahwa kedua faktor yaitu jumlah tanggungan keluarga dan pendapatan dapat memberikan kontribusi sebesar 36,6% terhadap perubahan partisipasi kerja tenaga kerja wanita pada industru kerupuk kedelai kec. Tuntang , Kab. Semarang. Kata Kunci : Tanggungan Keluarga, Pendapatan dan Partisipasi
PEMBANGUNAN SUMBER DAYA MANUSIA DI SEKTOR PENDIDIKAN DENGAN SEGALA PERMASALAHANNYA Samtono, Samtono
AMONG MAKARTI Vol 7, No 1 (2014): AMONG MAKARTI
Publisher : Jurnal Ilmiah Among Makarti, STIE AMA Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52353/ama.v7i1.156

Abstract

Abstrak            Besaran gaji yang diterima oleh para guru tidak menjamin terjadinya perubahan “mind  set” guru untuk menerima perubahan sebagai proses pembangunan sumber daya manusia di sektor pendidikan. Besarnya gaji guru yang diterima setiap bulannya dinilai belum memenuhi standar kebutuhan hidup dan sebaliknya guru-guru semakin banyak masa kerjanya  semakin tinggi gajinya, namun bukan karena tingkat keprofesionalannya akan tetapi karena faktor masa kerja. Semakin tinggi gajinya cenderung tidak mau menerima perubahan kebijakan-kebijakan baru, kebijakan-kebijakan baru sebagai realisasi pembangunan di sektor pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya bagi pendidik dan tenaga kependidikan. Sikap positif para guru ternyata tidak menjadi guru mau menerima perubahan, namun masih dipengaruhi banyak faktor yang melatar belakangi, semakin tinggi gaji guru semakin bertambah usia guru dan cenderung untuk pasif dan stagnan tidak mau berubah  serta bersikap pasrah untuk menghadapi masa pensiun tiba.  Kata Kunci : Pembangunan, Kebijakan, dan Sumber Daya Manusia.

Page 1 of 1 | Total Record : 6