cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Observasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 34 Documents
Pencitraan Tokoh Politik Menjelang Pemilu 2014 Haryati Haryati
Observasi Vol 11, No 2 (2013): Dinamika Komunikasi Politik Menjelang Pemilu 2014
Publisher : Observasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1539.715 KB)

Abstract

Dinamika dan persaingan menjelang Pemilu 2014, antara partai politik dan antara politisi sangat tinggi, antara lain pada pencitraan politik yang dilakukan para tokoh politik. Media massa menjadi lahan strategis dalam menyampaikan pesan-pesan politik kepada masyarakat. yakni dalam pembentukan opini publik dan dalam membangun citra politik. Media massa sesuai dengan kedudukannya, hendaknya berperan sebagai lembaga independen yang dapat memberikan informasi politik secara benar dan objektif, tanpa ada unsur pemihakan terhadap kepentingan politik tertentu. Media massa turut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan dan kualitas kontestan Pemilu 2014. Media massa mempunyai kewajiban dalam mengantarkan Pemilu 2014 tidak sekedar ajang seremonial tetapi juga substansial sebagai pelaksanaan hak-hak politik warga negara.
Potret Surat Kabar Lokal di Indonesia sebagai Basis Informasi Sapta Sari
Observasi Vol 11, No 1 (2013): Eksistensi Media Lokal di Era Konvergensi
Publisher : Observasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1365.323 KB)

Abstract

Kehadiran media lokal di daerah sangat penting diperhatikan. Media lokal, dalam hal ini surat kabar lokal dijadikan sebagai basis informasi bagi masyarakat daerah di Indonesia. Pemusatan informasi dan pemberitaan yang pernah terjadi melumpuhkan kebebasan pers di daerah. Pemusatan yang mengakibatkan ketidakberimbangan pemberitaan dan arus informasi dinilai menindas hak kebebasan berpendapat dan berekspresi. Maraknya surat kabar lokal di berbagai daerah menjadi  potret media lokal di Indonesia. Hal ini bisa dijadikan sebagai representasi bahwa keberimbangan pemberitaan dan arus informasi  sangatlah penting. Selain penting untuk kemajuan masyarakat di daerah, juga penting untuk pembelajaran dalam penerapan kebebasan pers yang bertanggung jawab di Indonesia.
Representasi Citra Perempuan di Media Lucy Pujasari Supratman
Observasi Vol 10, No 1 (2012): Citra Perempuan Dalam Media
Publisher : Observasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1287.649 KB)

Abstract

Citra perempuan hingga saat ini tetap berkisar pada wilayah subordinatnya. Masyarakat memaknai eksistensi perempuan masih  pada wilayah realitas fisik perempuan  saja.   Begitupun dalam keseharian kehidupan kita yang diberondong oleh produk-produk yang diarahkan terhadap kaum perempuan sebagai target media terbesar.  Sebab media-media patriarki berpikir bahwa iklan atau tayangan-tayangan televisi lainnya akan terasa hambar dan kehilangan segi estetikanya bila tidak menyisipkan objek perempuan. Seakan-akan perempuan sangat dituntut untuk menjadi seorang perempuan modern berparadigma feminis. Nilai-nilai tersebut akhirnya terinternalisasi oleh perempuan masa kini yang berhasil disuntikkan media. Kepentingan komersialisme atau pengejaran rating tertinggi menjadi alasan utama kenapa perempuan dijadikan objek pelengkap. Namun saking seringnya dieksploitasi oleh media patriarki, perempuan tidak merasa tengah dijadikan objek fantasi lelaki. Sebaliknya, mereka merasa lebih bebas untuk berekspresi dan mengaktualisasikan dirinya di segala sendi kehidupan.
Afirmasi, Komunikasi Politik Perempuan: Jelang Pemilu 2014 Neti Sumiati Hasandinata
Observasi Vol 11, No 2 (2013): Dinamika Komunikasi Politik Menjelang Pemilu 2014
Publisher : Observasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1170.813 KB)

Abstract

Keterwakilan perempuan dalam parlemen dari Pemilu ke Pemilu memiliki  angka yang rendah, walaupun pemerintah sudah melakukan terobosan melalui aksi afirmasi  untuk tercapainya kuota 30%, sejak Pemilu tahun 2004 dan Pemilu 2009. Banyak faktor yang memengaruhi ketimpangan, selain rendahnya komitmen partai, rendahnya kepercayaan masyarakat dan partisipasi pemilih, juga persaingan antarcalon. Karena itu diperlukan strategi komunikasi politik kaum perempuan untuk meraih kepercayaan rakyat.

Page 4 of 4 | Total Record : 34