cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Observasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 34 Documents
Peluang dan Tantangan Radio Komunitas di Era Konvergensi C.Suprapti Dwi Takariani
Observasi Vol 11, No 1 (2013): Eksistensi Media Lokal di Era Konvergensi
Publisher : Observasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1428.967 KB)

Abstract

Radio komunitas saat ini berkembang pesat sejalan dengan digulirkannya UU No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. Bermacam-macam radio komunitas telah bermunculan. Beragam tipe radio komunitas yang berkembang di Indonesia mencerminkan heterogenitas masyarakat di Indonesia dan kebutuhan komunitas-komunitas akan media yang dapat memenuhi kebutuhan mereka terhadap pengetahuan, informasi, dan sekaligus hiburan. Permasalahan yang diangkat dalam kajian ini adalah bagaimana peluang dan tantangan radio komunitas di era konvergensi? Kondisi geografis wilayah Indonesia dan beragamnya komunitas di Indonesia menjadi peluang radio komunitas untuk berkembang. Sementara keluarnya draft rancangan UU tentang Konvergensi Telematika serta radio swasta menjadi tantangan bagi radio komunitas untuk tetap eksis.
Ekologi Media di Era Konvergensi Haryati Haryati
Observasi Vol 10, No 2 (2012): Digitalisasi dan Konvergensi Media
Publisher : Observasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2292.269 KB)

Abstract

Studi Ekologi media di Era Konvergensi ini bertujuan untuk menganalisis media dalam memanfaatkan media baru (media online) agar mampu berkorvergensi dan berkompetisi dalam usahanya merebut pasar guna meraup iklan dan audiens di era media digital di Indonesia. Kajian ini menunjukkan bahwa konvergensi media massa dapat mengatasi merosotnya jumlah audiens terhadap media mainstream. Karena distribusi informasi tidak lagi hanya mengandalkan media konvensional tetapi juga media online. Kehadiran media online ini juga sebagai bagian dari media konvensional bertujuan untuk memperkuat fungsi media agar dapat memperluas jaringan audiens melalui distribusi informasi yang lebih beragam. Kompetisi media massa dikaji menggunakan teori Ekologi Media dan teori Niche di mana media bersaing dalam ruang ekologi yang sama untuk memperebutkan sumber penunjang kehidupan yakni capital, content, dan audiens.
Meneropong Produksi Media dan Idealisme Media dalam Keterbukaan Informasi Sapta Sari
Observasi Vol 12, No 1 (2014): Pengelolaan Informasi di Era Keterbukaan Informasi
Publisher : Observasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1259.972 KB)

Abstract

Media massa memiliki tugas dan kewajiban yang sangat penting bagi masyarakat. Tugas utama dari jurnalisme adalah menyampaikan kebenaran. Menyampaikan kebenaran tersebut bukan pekerjaan mudah, karena ada faktor yang menjadi penghambat misalnya berbentur dengan kepentingan pengelola media. Keterbukaan informasi yang didukung dengan perkembangan teknologi membuat pengelola media berlomba menyajikan informasi untuk masyarakat. Pengelolaan media tidak saja berbicara bagaimana perjalanan media massa itu sendiri sejak era konvensional sampai media interaktif saat ini, bagaimana media bisa menjalankan tugasnya seperti yang tergambarkan dalam perspektif teoretis media, seperti apa produksi media yang dihasilkan, bagaimana pengelola media memanfaatkan keterbukaan informasi dalam produksi medianya, serta bagaimana bentuk tanggungjawab media itu sendiri kepada masyarakat berkaitan dengan produksi yang mereka hasilkan kepada masyarakat.
Pemanfaatan Internet dalam Mengangkat Budaya Lokal Ibn. Ghifarie
Observasi Vol 11, No 1 (2013): Eksistensi Media Lokal di Era Konvergensi
Publisher : Observasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1077.65 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi selalu erat hubungannya dengan kebudayaan suatu masyarakat karena identitas lokal merupakan cerminan dari kepribadian suatu bangsa yang beradab. Namun, akibat kuatnya arus modernisasi dan globalisasi pada akhirnya dapat meminggirkan identitas dan kearifan lokal suatu daerah. Agar tetap bertahan semua identitas, pengetahuan lokal harus ikut aktif dan berkontribusi terhadap kemajuan teknologi. Hal ini dilakukan oleh komunitas masyarakat bawah tanah (underground) Ujungberung Rebels. Tanpa rasa peduli, cinta, bermusik dengan total, saling berbagi melalui internet niscaya keberadaan pegiat musik metal rasa lokal tak akan terjaga.
Media, Perempuan, dan Kemandirian Ami Purnamawati
Observasi Vol 10, No 1 (2012): Citra Perempuan Dalam Media
Publisher : Observasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.622 KB)

Abstract

Fungsi media massa bagi masyarakat bukanlah memberikan informasi, dan hiburan semata, namun juga mendidik dan memberikan pembelajaran bagi para pembaca atau audiensnya. Konten pemberitaan yang memunculkan sosok perempuan mandiri dan berkarya akan memberikan pencerahan dan sumber inspirasi bagi para perempuan sehingga menjadi bahan pembelajaran bagi para perempuan untuk  berdaya dan mandiri.  Banyak faktor yang dapat dipelajari dari sebuah pemberitaan  tentang profil perempuan yang berkarya; di antaranya adalah  tujuan berkarir, latar belakang mengapa terjun pada bidangnya, pandangan  tentang perempuan ideal dan usaha-usaha yang harus dilakukan untuk terus berkembang dan berdaya. Audiens yang dapat menyerap berita seperti ini akan dapat terilhami untuk menggali potensi dirinya sehingga dapat tampil menjadi perempuan yang tidak hanya berguna bagi dirinya tapi menjadi inspirator bagi pihak lain.
Cermin Citizen Journalism di Indonesia Heni Nuraeni Zaenudin
Observasi Vol 10, No 2 (2012): Digitalisasi dan Konvergensi Media
Publisher : Observasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1095.593 KB)

Abstract

New media yang melahirkan citizen journalism masyarakat didudukkan sebagai objek sekaligus subjek. Citizen journalism lahir dari perkembangan teknologi. Berita dari media konvensional (media massa cetak, radio, maupun televisi) sudah mulai didampingi oleh internet. Dengan terhubung melalui internet, hampir seluruh konten informasi dari media apapun, tersedia kapanpun dan dimanapun, tanpa terbatas ruang dan waktu seperti jika kita menggunakan media tradisional. Melalui internet, segala macam perangkat berbasis komputer dapat saling terhubung untuk saling berbagi segala jenis konten informasi tersebut. Perkembangan teknologi komunikasi didukung dengan kebebasan pers dan demokrasi modern, berkorelasi dengan iklim bahwa sekarang  “Semua Orang bebas mengemukakan opininya”. Setiap orang memiliki peluang untuk menjadi pewarta melalui tulisan, video atau pun foto. Setiap orang dapat  memublikasikan hasil karya jurnalistiknya dimanapun dia berada.
Pesan Politik di Media Televisi Menjelang Pemilihan Umum 2014 Noneng Sumiaty
Observasi Vol 11, No 2 (2013): Dinamika Komunikasi Politik Menjelang Pemilu 2014
Publisher : Observasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1169.943 KB)

Abstract

Pesta demokrasi yang akan dilaksanakan tahun 2014 mendatang merupakan hak rakyat untuk memilih wakilnya sebagai anggota legislatif dan memilih  pemimpinnya di bidang eksekutif yaitu presiden dan wakil presiden. Pemilihan Umum (Pemilu) akan dilaksanakan secara langsung oleh rakyat dan bersifat rahasia. Saat ini partai politik melalui  media massa dalam menghadapi Pemilu telah melakukan berbagai kegiatan baik secara terselubung atau terang-terangan. Pesan politik dikemas dan ditayangkan dalam berbagai media  elektronik seperti di televisi baik berupa iklan atau acara talk show,  yang dipandu langsung oleh host/penyiar dari stasiun televisi penyelenggara. Penayangan iklan dan acara talk show di televisi dianggap lebih efektif oleh partai politik dalam menyebarkan pesan ke masyarakat, mereka mengharapkan penonton dapat memilihnya dalam Pemilu 2014 mendatang.
Televisi Lokal dan Konsentrasi Kepemilikan Media Wiwik Novianti
Observasi Vol 11, No 1 (2013): Eksistensi Media Lokal di Era Konvergensi
Publisher : Observasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1092.493 KB)

Abstract

Industri media, khususnya televisi, di Indonesia berkembang sangat pesat apalagi sejak diberlakukannya UU No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. Undang-Undang tersebut sebagai payung lahirnya stasiun-stasiun televisi lokal di seluruh wilayah Indonesia. Dengan mengusung semangat keragaman isi dan kepemilikan, stasiun televisi lokal tumbuh subur di Indonesia. Adanya fenomena konsentrasi kepemilikan media di Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi televisi lokal untuk dapat mempertahankan lokalitas dalam isi programnya. Dengan memegang komitmen terhadap nilai-nilai lokal dan ditunjang dengan kreativitas yang tinggi, televisi lokal tidak akan kehilangan penontonnya.
Interelasi Perempuan dan Internet Dedeh Fardiah
Observasi Vol 10, No 1 (2012): Citra Perempuan Dalam Media
Publisher : Observasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.73 KB)

Abstract

Internet tidak hanya merevolusi cara perempuan dalam berinteraksi yang menembus jarak, ruang, dan waktu, tetapi ia juga hadir dengan budayanya sendiri memengaruhi watak perempuan dalam berkomunikasi. Keakraban dengan sesuatu yang alami dan nyata (real) kini telah diganti dengan keeratan dengan sesuatu yang tidak nyata, virtual, dan semu. Kealamian pun bahkan dianggap sebagai kesemuan, namun ilusi dianggap riil. Internet dianggap telah menciptakan realitas baru yang dikenal sebagai virtual reality di dalam sebuah virtual world.Fenomena interrelasi perempuan dan internet menarik untuk dicermati. Di satu sisi ada peralihan cara perempuan dalam pencarian sumber informasi, bertemu, berbicara, belajar, dan berdagang melalui internet yang mengukuhkannya sebagai subjek. Di sisi lain sosok  perempuan di internet tetap menjadi objek beragam bentuk kejahatan yang dilakukan di internet (cybercrime). Pada posisinya sebagai objek perempuan masih menjadi korban kekerasan secara verbal dan visual dalam wujud pornografi (cyberporn), pelecehan seksual, penculikan, perilaku narsistik, dan  sasaran budaya konsumtif.
Pengelolaan Informasi oleh Badan Publik Pemerintah Paska Reformasi Birokrasi C.Suprapti Dwi Takariani
Observasi Vol 12, No 1 (2014): Pengelolaan Informasi di Era Keterbukaan Informasi
Publisher : Observasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1255.162 KB)

Abstract

Reformasi birokrasi lahir sebagai wujud dari keinginan berbagai pihak untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan transparan atau good governance. Konsekuensi dari hal tersebut adalah perlunya keterbukaan dalam memberikan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Karena publik atau masyarakat mempunyai hak untuk mendapatkan informasi dan hak tersebut dijamin oleh Undang-Undang. Untuk mewujudkan hal tersebut maka diperlukan pengelolaan informasi agar mudah diakses oleh publik atau masyarakat. Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi, Badan Publik bisa membangun sebuah sistem informasi berbasis TIK, namun hingga saat ini belum semua Badan Publik melaksanakannya. Keterbatasan infrastruktur dan sumber daya manusia di bidang TIK menjadi kendalanya.

Page 2 of 4 | Total Record : 34