cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Observasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 34 Documents
Konvergensi Media Masyarakat Desa Agus Ganjar Runtiko
Observasi Vol 10, No 2 (2012): Digitalisasi dan Konvergensi Media
Publisher : Observasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (994.053 KB)

Abstract

Pembangunan selalu identik dengan perubahan yang lebih baik. Keadaan Indonesia yang didominasi dengan wilayah perdesaan, membuat pembangunan harus berorientasi ke desa. Pada saat yang sama, kondisi dan kecenderungan masyarakat global mengarah pada tahap digitalisasi dan konvergensi media. Pemerintah kemudian mengambil langkah untuk menerapkan kebijakan digitalisasi dan konvergensi media dalam membangun masyarakat desa. Situasi seperti ini menjadi ironi, karena ketidaksesuaian antara kebijakan pemerintah dengan karakteristik masyarakat desa pada umumnya. Langkah yang hendaknya diambil oleh pemerintah adalah mendekati, berusaha berkomunikasi dan menggali kearifan lokal mereka. Hal ini harus didasari pemahaman bahwa mereka lebih tahu apa yang dibutuhkan daripada kita.
Sistem Informasi Dana Kampanye Partai Politik Berbasis Web di Era Keterbukaan Nana Suryana
Observasi Vol 12, No 1 (2014): Pengelolaan Informasi di Era Keterbukaan Informasi
Publisher : Observasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.614 KB)

Abstract

Pengelolaan dana kampanye pada pemilu legislatif sebelumnya banyak sorotan, karena kesannya ditutup-tutupi, tidak objektif, dan tidak dilaporkan sejujurnya atau tidak transparan. Untuk tidak terulang lagi, pada pemilu legislatif 2014 langkah antisipasinya dengan menerapkan sistem informasi dana kampanye berbasis web atau Campaign Fund Information System Web-Based (CFISWB). Kinerja sistem ini sangat efektif, seperti proses pengolahan data (penerimaan dan pengeluaran) dana kampanye mulai dari penyimpanan/pengarsipan, penganalisisan, dan pemublikasian dapat dilakukan secara objektif, terbuka, dan jangkauan pemublikasiannya sangat luas. Sehingga penerapan CFISWB yang mendapat dukungan dari pimpinan Parpol, layak dimanfaatkan dan banyak kontribusinya, dalam mendukung kejujuran, keobjektifan, dan keterbukaan. Pengawasan pun mudah dilakukan oleh siapa saja. Kemudian dapat menutup peluang, menghindari transaksi mencurigakan dan mendeteksi segala dana ilegal (dana titipan, investasi, pinjaman) yang masuk.
Seduksi Politik dalam Masyarakat Bermedia Sosial Dessy Trisilowaty
Observasi Vol 11, No 2 (2013): Dinamika Komunikasi Politik Menjelang Pemilu 2014
Publisher : Observasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1059.198 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi semakin pesat. Terutama dengan munculnya media sosial yang memfasilitasi masyarakat dalam mengakses informasi dan jejaring sosial. Jejaring sosial inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh para kandidat politik untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat yang sudah melek media dan sering bersikap kritis terhadap sebuah permasalahan. Pada praktiknya hal tersebut tidak akan mudah karena muncul isu ataupun wacana baru yang lebih dikenal dengan seduksi politik yakni kecenderungan politik di dunia virtual.
Televisi Lokal dalam Representasi Identitas Budaya Haryati Haryati
Observasi Vol 11, No 1 (2013): Eksistensi Media Lokal di Era Konvergensi
Publisher : Observasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1691.025 KB)

Abstract

Kehadiran televisi lokal memiliki peran penting dalam mengubah ketidakseimbangan fungsi media mainstreamdalam mengangkat isu-isu lokal. Keberadaan televisi lokal diharapkan dapat menampilkan budaya daerah serta peristiwa lokal dengan menyentuh kehidupan nyata masyarakat setempat. Sehingga televisi lokal dapat merepresentasikan identitas budaya masyarakat daerah dengan muatan budaya dan identitas yang berbasis kearifan lokal. Dalam kajian televisi lokal ini, perspektif yang digunakan adalah pendekatan representasi media dari Stuart Hall.
Perkembangan Surat Kabar Digital di Era Konvergensi Didit Praditya
Observasi Vol 10, No 2 (2012): Digitalisasi dan Konvergensi Media
Publisher : Observasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2261.18 KB)

Abstract

Surat kabar digital merupakan salah satu media online yang banyak digunakan dalam pencarian dan penyebarluasan informasi di era konvergensi.  Selain faktor-faktor yang berasal dari pembaca dan organisasi media yang meningkatkan popularitas surat kabar digital, perkembangan teknologi internet juga turut memengaruhi perkembangan surat kabar digital, seperti: perkembangan media online, perkembangan perangkat mobile dan smartphones, akses mobile internet, teknologi jaringan selular (wireless broadband), dan perkembangan jaringan media sosial. Pada tulisan ini, ditinjau perkembangan dan penggunaan teknologi yang telah dilakukan oleh beberapa surat kabar digital.  Popularitas yang tinggi menjadikan surat kabar digital memunyai tanggungjawab yang besar dalam menyampaikan dan mendistribusi informasi sesuai dengan Undang-Undang.  Oleh karena itu, diperlukan regulasi yang menyeluruh terkait aplikasi, konten, teknologi mengenai surat kabar digital maupun media online lainnya di era konvergensi.
Makna Keterbukaan Informasi di Ruang Publik Pada Program Bedah Editorial Media Indonesia di Metro TV Lucy Pujasari Supratman
Observasi Vol 12, No 1 (2014): Pengelolaan Informasi di Era Keterbukaan Informasi
Publisher : Observasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.145 KB)

Abstract

Editorial merupakan sikap dari sebuah media massa pada peristiwa atau wacana yang tengah berkembang di masyarakat. Format setiap editorial pada umumnya bersifat hak privat, berisi pendapat berdasarkan argumen-argumen yang merupakan sebuah kebenaran tunggal dari media massa tersebut. Berbeda halnya dengan Editorial Media Indonesia yang meneropong pada terobosan lain melalui visualiasi tajuk rencananya ke ruang publik televisi.  Program yang diangkat ke layar kaca ini bernama Bedah Editorial Media Indonesia, pada akhirnya ‘benar-benar’ membedah konten editorial koran dengan membuka segmen dialog interaktif sebagai representasi dari era keterbukaan informasi.  Program Bedah Editorial Media Indonesia yang mengusung tegas, lugas, dan jujur bersuara ini dalam dialog interaktifnya selalu berbasiskan grand teori dengan mengusung kenetralan dalam bersikap kritis dengan menyuarakan yang sebenarnya terutama ideologi tentang kebangsaan, Pancasila, empat pilar bangsa, serta nilai-nilai demokrasi pada khalayak luas.
Persiapan Bandung TV dalam Siaran Digital Neti Sumiati Hasandinata; Noneng Sumiaty
Observasi Vol 11, No 1 (2013): Eksistensi Media Lokal di Era Konvergensi
Publisher : Observasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1187.622 KB)

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui upaya televisi lokal melaksanakan digitalisasi media pada siaran televisi lokal Bandung TV. Penelitian ini bersifat kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap Pimpinan Redaksi Bandung TV dan pihak terkait lainnya sebagai data primer, dan studi literatur sebagai data sekunder. Temuan awal menunjukkan dampak positif  televisi digital di era konvergensi, bagi televisi lokal Bandung TV, yang bersinergi dengan jaringan Bali TV, Sriwijaya TV, Yogyakarta TV, dan televisi lokal lainnya di Indonesia dapat meningkatkan sinergitas jaringan dan efisiensi biaya produksi. Dengan keterbatasan jangkauan siaran, perlu memaksimalkan fungsi proksimitas dalam meraih pasar lokal dan juga pasar global.
Konstruktivisme Bias Gender Dalam Media Massa Haryati Haryati
Observasi Vol 10, No 1 (2012): Citra Perempuan Dalam Media
Publisher : Observasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.08 KB)

Abstract

Dalam pandangan konstruktivisme, peristiwa yang disajikan media massa merupakan hasil konstruksi pekerja media. Media massa bukan merupakan faktor tunggal yang memengaruhi persepsi masyarakat terhadap bias gender.  Namun intensitas konsumsi masyarakat terhadap media, dimungkinkan dapat memperkokoh stereotip yang memang sudah ada dalam nilai-nilai masyarakat. Media massa memang bukan yang melahirkan ketidaksetaraan gender, namun media massa dapat memperkokoh, melestarikan, bahkan memperburuk ketidakadilan terhadap perempuan dalam masyarakat.
Dinamika Digitalisasi dan Konvergensi Media Televisi di Indonesia Dinara Maya Julijanti
Observasi Vol 10, No 2 (2012): Digitalisasi dan Konvergensi Media
Publisher : Observasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1773.567 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi di Indonesia tergolong pesat, hal ini dipengaruhi oleh arus informasi dan teknologi di dunia. Masyarakat Indonesia sudah tidak bisa lagi membedakan apakah teknologi itu berdampak baik atau buruk. Apalagi dengan perkembangan pertelevisian di Indonesia, semula hanya ada 5 (lima) stasiun televisi swasta namun pada akhirnya berkembang menjadi 11 (sebelas) stasiun belum termasuk televisi lokal. Dinamika siaran berita yang diinformasikan oleh stasiun televisi kadang menimbulkan kebingungan pada publik, artinya perkembangan teknologi yang ada di Indonesia tidak seiring dengan aktualitas berita yang disajikan oleh pengelola stasiun televisi. Oleh karena itu dibutuhkan konvergensi media massa agar berita yang diterima oleh khalayak tidak simpang siur dan ambigu. Peran dan kebijakan pemerintah sangat dibutuhkan dalam mengatur regulasi siaran televisi di Indonesia.
Managemen Informasi Suatu Alternatif Ditinjau dari Perspektif Teori Efek Komunikasi Massa Sri Wahyuningsih
Observasi Vol 12, No 1 (2014): Pengelolaan Informasi di Era Keterbukaan Informasi
Publisher : Observasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1179.478 KB)

Abstract

Media televisi mempunyai fungsi utama mendidik, menghibur, memengaruhi. Fungsi inilah yang menjadi acuan oleh para pelaku media dan para produser untuk berlomba-lomba menarik khalayak dalam memilih channel program acara yang disajikan di televisi. Semakin banyak televisi lokal dan televisi swasta menjadi persaingan yang ketat dalam industri media. Hal ini sangat memotivasi para pelaku media dan para produser untuk semakin kreatif dalam membuat program acara di televisi dari film untuk anak hingga dewasa, sinetron, talk show, infotainment, dan program acara lainnya, tetapi yang disayangkan mereka tidak memerhatikan manajemen medianya yaitu aturan yang ada dalam KPI, P3SPSS, LSF, begitu pula dengan segmentasi, waktu, metode penyajiannya dan durasinya. Idiologi pasar seperti ini yang terjadi pada negara Indonesia. Sehingga tayangan-tayangan yang disajikan tidak menutup kemungkinan mempunyai efek negatif untuk khalayaknya. Analisis teori yang melandasinya adalah teori Efek Komunikasi Massa, Stimulus Respon, Agenda Setting, dan teori Kataris.

Page 1 of 4 | Total Record : 34