cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 304 Documents
Pengaruh Sumber Nitrogen yang Berbeda dalam Medium Murashige dan Skoog (MS, 1962) terhadap Produksi Senesionin pada Kultur “Compact Globular Structure” Crotalaria anagyroides H.B.K Surakusumah, Mr Wahyu
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 3, No 1 (2002): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v3i1.374

Abstract

An Experiment on the effect of different nitrogen source in Murashige and Skoog media (MS, 1962) on senesionin production of compact globular structure of Crotalaria anagyroides has been performed. CGS culture was obtained from callus culture on liquid MS media with 5.10-5 M NAA and 10-6 M kinetin. The CGS was transfered into media with different nitrogen source: MS A (amonium+nitrat), MS B (nitrat) and MS C (amonium). Qualitatif data showed that senesionin could be detected in the CGS exstract by appearence of spot (Rf=0,78). The quantitative data showed that MS C was the best media to produce 4623 g/DW senesionin on 30th day.Key Word : Crotalaria angyroides, Nitrogen Source, Senesionin, Senesionin Production.
PROFIL PROGRAM CONTINUOUS PROFESSIONAL DEVELOPMENT (CPD) GURU BIOLOGI DI WILAYAH JAWA BARAT DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PROFESI (Profile of Continuous Professional Development Program of Biology Teachers in West Java in an Effort to Enhance Their Ow Rahmat, Adi; M.Si., Amprasto; Riandi, Dr.; Saefudin, Dr.; Sutarno, Nono
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 16, No 1 (2011): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v16i1.276

Abstract

A study on the profile of the continuous professional development (CPD) program of biology teacher in West Java has been done descriptively since March until November 2010. The study was aimed to obtain several information about professional activities have been being followed by biology teachers in West Java. This information was then used to draw CPD profile conducted by biology teachers in an effort to enhance their competencies and their professional quality. Respondents of the study were biology teachers qualified to follow teacher certification and employing in senior high schools of 11 cities in West Java. Information about perceptions of the teacher on teacher improvement programs, the forms of the professional activities of the teacher and the sources supporting the teacher to follow those activities were collected using questionaire. The result shown that biology teachers in West Java had good perception on improving the quality of the teacher and there are eight forms of professional activity which were followed by biology teachers in West Java in an effort to enhance their own professional quality. The seven forms of professional activities were Education and Training (Diklat), Workshop, Seminar, writing teaching material, visiting scientific institutions, doing research, writing and publishing article and/or a textbook. Three out of those seven forms of professional activity had high teacher involvement scale, which indicated that they were preferred by biology teacher. The three forms professional activities were Education and Training, Seminar, and Workshop. However, the number of each professional activity followed by teacher in the last three years was very low (less than one activity each year) due to several reasons. The four main reasons were no permission from school principal interconnecting with teacher task in the school, distance to the place of professional activities, financial, and teacher family.Key words: biology teacher, teacher quality, professional activity of the teacher, continuous professional development (CPD) program
PROFIL RESISTIVITAS 2D PADA GUA BAWAH TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI WENNER-SCHLUMBERGER (STUDI KASUS GUA DAGO PAKAR, BANDUNG) Ardi, Nanang Dwi; Aryanti, Mimin
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 14, No 2 (2009): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v14i2.308

Abstract

Makalah ini menampilkan sebuah pendekatan dalam penyelidikan rongga-rongga di bawah tanah. Akuisisi data resistivitas telah dilakukan di Gua Dago Pakar, Bandung. Lintasan resistivitas telah diukur dan dilanjutkan dengan pengukuran secara manual dengan menggunakan tali serta GPS untuk memperkirakan bentuk gua secara akurat. Sistem konfigurasi lintasan resistivitas menggunakan konfigurasi elektroda WennerSchlumberger. Pemrosesan dan pemodelan data menggunakan perangkat lunak Res2DInv dengan metode komputasi kuadrat terkecil. Hasil dari pemodelan inverse 2D menunjukkan bahwa bentuk tubuh gua berlokasi sekitar 10 – 12,4 m di bawah lintasan resistivitas dengan rentang nilai resistivitas 540-600 Ohm meter. Hasil ini dikorelasikan dengan data geologi dan pengukuran secara manual di dalam gua.Kata kunci:  Rongga, Resistivitas, Wenner-Schlumberger, Inversi
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN VISUOSPATIAL (3D) UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOGNITIF CALON GURU BIOLOGI PADA KONSEP ANATOMI TUMBUHAN Suprapto, Purwati K.; Rustaman, Nuryani Y.; Redjeki, Sri; Rahmat, Adi
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 17, No 1 (2012): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v17i1.235

Abstract

Penelitian  tentang penggunaan model visuospatial (VS) untuk meningkatkan kemampuan kognitif pada mahasiswa calon guru biologi pada mata kuliah Anatomi Tumbuhan telah dilakukan secara diskriptif. Model-VS adalah model pembelajaran yang melibatkan kemampuan tiga dimensi (3D). Penelitian dilakukan  untuk mengetahui efektifitas model-VS dalam meningkatkan kemampuan kognitif mahasiswa melalui matakuliah anatomi tumbuhan. Penelitian ini dilaksanakan pada mahasiswa semester empat, tahun 2011 di Universitas Siliwangi  di Tasikmalaya, Jawa Barat. Jumlah  sampel pada penelitian ini adalah 108 orang yang dibagi dalam tiga kelompok, masing-masing dengan tipe Model-VS berbeda, yaitu Induktif Play doh (IP), Induktif-Gambar (IG) dan Deduktif-Gambar (DG). Pengukuran kemampuan kognitif C1, C2 dan C3 dilakukan secara tertulis dengan menggunakan 32 item soal, sedangkan kemampuan menganalisis (C4) dan kemampuan berkreasi diukur dengan menggunakan item test berupa gambar 2D dan 3D secara terpisah. Kemampuan mengevaluasi (C5) diukur melalui pengamatan pada saat presentasi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Model-VS dapat mengembangkan kemampuan kognitif mahasiswa. Model-VS dengan perlakuan Induktif-Gambar (IG) dapat mengembangkan pemahaman (C2) mahasiswa pada materi jaringan tumbuhan, sedangkan perlakuan Deduktif-Gambar (DG) mampu mengembangkan kemampuan mengaplikasinya (C3). Ketiga tipe Model-VS tidak dapat mengembangkan kemampuan analisis (C4) dengan baik melalui pengamatan mikroskopis. Akan tetapi, dalam Induktif-Play doh kemampuan mengingat (C1), mengevaluasi (C5) dan kreasi (C6) gambar 3D berkembang sangat baik. Kata kunci: model pembelajaran visuospasial, kemampuan kognitif mahasiswa, anatomi tumbuhan.
PROSES BRAZING Cu-Ag BERBAHAN BAKAR BIOGAS TERMURNIKAN Kusrijadi, Ali; Triyono, Budi; Riswanda, Ms
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 14, No 2 (2009): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v14i2.365

Abstract

Pemanfaatan biogas sebagai salah satu alternatif bahan bakar  pada proses brazing merupakan langkah diversifikasi biogas, yang diharapkan dapat meningkatkan tingkat efisiensi dan keramahan teknologi. Permasalahan yang bersifat teknis dan menjadi kendala dalam pemanfaatan biogas ini adalah rendahnya konsentrasi CH4 dikarenakan adanya pengotor utama berupa air, karbondioksida dan asam disulfida. Penelitian dilakukan melalui dua tahap yaitu  tahap  pressureized storage process meliputi pemisahan komponen pengotor yang terdapat dalam biogas melalui teknik absorbsi sehingga dihasilkan biogas yang berkualitas gas alam terbarukan dan proses injeksi ke dalam suatu tangki penyimpanan, dan tahap selanjutnya adalah menggunakan biogas tersebut pada proses brazing logam Cu (tembaga) dengan bahan tambah Ag (silver). Analisis hasil brazing dilakukan melalui analisis struktur mikro (metalografi) untuk melihat kualitas tampak dari hasil brazing, serta analisis kekerasan mikro dan analisis parameter fisik standar terhadap hasil proses brazing. Penelitian ini telah menghasilkan perangkat alat pemurnian biogas yang dapat memurnikan biogas menjadi metana mendekati 100% dan sistem pengemasan (storage system)  biogas bertekanan hingga 2 bar. Dari hasil analisis struktur mikro dan uji kekerasan mikro diketahui bahwa hasil proses brazing dengan biogas menghasilkan kualitas yang sama dengan hasil proses brazing dengan gas acetylene sehingga disimpulkan bahwa biogas dapat menjadi bahan bakar alternatif untuk proses brazing, khususnya untuk logam Cu dengan bahan tambah Ag. Kata kunci : Biogas, Pressureized Storage, Brazing  
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT-TEAMS-ACHIEVMENT-DIVISIONS) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DAN KERJASAMA SISWA Karim, Saeful; Utami, Setiya; Utami, Fipit Riani
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 17, No 2 (2012): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v17i2.267

Abstract

Berdasarkan hasil studi pendahuluan dan observasi di salah satu SMP di kota Bandung, ditemukan beberapa fakta. Pertama, prestasi belajar siswa rendah. Kedua, siswa cenderung pasif dan kerjasama yang dilakukan belum melibatkan seluruh anggota kelompok. Dari temuan fakta ini, maka diperlukan suatu model pembelajaran yang mampu memfasilitasi peningkatan prestasi belajar dan membuat siswa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu solusinya adalah dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Karena pembelajaran kooperatif tipe STAD menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran sehingga kerjasama yang terjadi akan melibatkan semua anggota kelompok, disamping itu juga dari beberapa penelitian membuktikan bahwa penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuasi eksperimen dengan desain penelitian one group pretest - posttest design dengan sampel penelitian 25 siswa kelas VIII-8 di salah satu SMP Kota Bandung. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tes tertulis objektif jenis pilihan ganda dan lembar observasi aktivitas siswa dan guru. Peningkatan prestasi belajar siswa dapat diketahui dari hasil uji signifikansi pada skor pretest dan posttest prestasi belajar dengan menggunakan uji wilcoxon pada taraf signifikansi 95%, diperoleh bahwa terdapat peningkatan prestasi belajar siswa yang signifikan setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD sebesar 77,44%. Peningkatan kerjasama siswa dapat diketahui dari data hasil observasi pada saat model pembelajaran kooperatif tipe STAD diterapkan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa kerjasama siswa mengalami peningkatan pada setiap pertemuannya pada kategori sedang. Kata kunci: kerjasama siswa, model pembelajaran kooperatif tipe STAD, prestasi belajar
EFEKTIVITAS SQ5R TERHADAP PENGETAHUAN KONSEPTUAL DAN RETENSI SISWA SMA PADA PEMBELAJARAN SISTEM REPRODUKSI MANUSIA Hikmawati, Vitta Yaumul; Rustaman, Nuryani Y; Saefudin, Saefudin
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 19, No 2 (2014): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v19i2.461

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis efektivitas SQ5R (Survey, Question, Read, Recite, Record, Reflect and Review) terhadap pengetahuan konseptual dan retensi siswa SMA pada pembelajaran Sistem Reproduksi Manusia. Penelitian ini menggunakan metode weak experiment dengan desain ”The One Group Pre-Post and Retest” yang melibatkan 34 siswa SMA Kelas XI jurusan IPA. Pengetahuan konseptual siswa yang dijaring dengan tiga buah peta konsep melalui teknik fill in meningkat dengan N-gain pada subkonsep Sistem Reproduksi Pria, Sistem Reproduksi Wanita dan Gangguan Reproduksi Manusia berturut-turut adalah 0,4; 0,3 dan 0,5 yang termasuk kedalam kategori sedang. Retensi siswa meningkat dengan skor 96%, yang termasuk dalam kategori sangat baik. Efektivitas pembelajaran dengan SQ5R terlihat dari peningkatan hasil pre-test terhadap post-test yang dijaring menggunakan soal pilihan ganda. Nilai rata-rata sebelum pembelajaran adalah 47,5 dan setelah pembelajaran adalah 74 dengan N-gain 0,5, yang termasuk kategori sedang. Hasil penjaringan daftar cek keterlaksanaan SQ5R menunjukkan bahwa sebagian besar (90,2%) siswa sudah melaksanakan tahapan SQ5R dan keterlaksanaannya mengalami peningkatan pada setiap pertemuan. Penjaringan angket tentang respon siswa terhadap pembelajaran dengan SQ5R menunjukkan bahwa 47,1% siswa merasa senang mengikuti pembelajaran dan penerapan SQ5R dalam membaca artikel membantu mereka (94,2%) dalam memahami materi Sistem Reproduksi Manusia.Kata kunci: pengetahuan konseptual, retensi, SQ5R
PENENTUAN KADAR OKSIGEN TERLARUT MENGGUNAKAN SENSOR POLAROGRAFI BERMEMBRAN PLASTIK (Determination of dissolved oxygen with polarographic oxygen sensor plastic membrane probe) Suhanda, Hokcu
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 2, No 2 (2001): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v2i2.397

Abstract

Plastic membrane sensor for polarographic oxygen measurement has been investigated. The Probe was constructed of: Pt as a working electrode; Ag- AgCl as a reference electrode and an auxiliary electrode; solution of KCl as an electrolyte solution; plastic wrap (thickness 72.7  m) as a membrane; and polyester polymer as a body of sensor. It was found that the polarographic oxygen sensor plastic membrane probe was suited for determination of dissolved oxygen with an optimum operating characteristics at applied voltage of  –0.65 V and solution KCl 30% as an electrolyte. The probe showed that reduction current achieved steady state after 75 seconds. The standard calibration curve (concentration – current) showed that the linear relationships were achieved for dissolved oxygen in the range of 1.0 – 30.6 ppm. The analytical performance characteristics of the probe were: precision 0.87% – 30.0 %; calibration sensitivity 0.17 ppm/  A; analytical sensitivity 0.56 – 0.84 ppm/  A; and detection limit 0.8 ppm. The t- test and F-test at 95% confidence level showed that there was no significant difference between the determinations of dissolved oxygen by polarographic oxygen sensor membrane plastic and by Winkler method. Key words: membrane plastic, polarographic, steady state, Winkler method.
PERKEMBANGAN PENDIDIKAN TEKNOLOGI SEBAGAI SUATU INOVASI PEMBELAJARAN PADA PENDIDIKAN DASAR DI INDONESIA Chandra, Didit T; Rustaman, Nuryani
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 14, No 2 (2009): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v14i2.299

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan di hampir semua aspek kehidupan manusia dimana berbagai permasalahan hanya dapat dipecahkan kecuali dengan upaya penguasaan dan peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk itu perlu terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang menguasai Iptek. Dengan demikian peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan kenyataan yang harus dilakukan secara terencana, terarah, intensif, efektif dan efisien kalau tidak ingin bangsa Indonesia menjadi obyek bangsa lain. Salah satu upaya peningkatan Sumber Daya Manusia yang terstruktur, sistimatis, dan terukur adalah melalui pendidikan dan memperkenalkan teknologi sedini mungkin. Permasalahannya sampai dengan saat ini dalam kurikulum inti Pendidikan Dasar, baik SD maupun SMP belum ada substansi pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam bidang teknologi dalam pembelajarannya. Pendidikan Teknologi Dasar (PTD) merupakan salah satu alternatif dalam memperkenalkan teknologi secara dini kepada anak Indonesia, dalam program tersebut para siswa diperkenankan untuk terlibat aktif berinteraksi dengan teknologi sehingga memberikan stimulasi pengembangan kemampuan problem solving, kreativitas, dan inovasi dalam bidang teknologi, dengan demikian pendidikan teknologi yang diberikan secara proporsional mengembangkan keterampilan berpikir teknologi dan keterampilan vokasional sebagai akumalasi dari proses berpikir teknologi. Kata kunci: Pendidikan Teknologi Dasar (PTD), Life skills, dan Domain PTD.
PENENTUAN ELEKTROMOTANSI TERMAL BEBERAPA JENIS TERMOKOPEL DENGAN PASANGAN LOGAM YANG BERVARIASI (Upaya untuk Mendapatkan Pasangan Logam yang Terbaik untuk Termokopel) KARIM, SAEFUL; SUNARDI, MR
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 8, No 2 (2006): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v8i2.331

Abstract

An experiment has been done to observe about relation of difference temperature with electromotive force between two metal junctions. This experiment directed to determine the coeficient thermal electromotantion from some termocouples and to find metal junction which most linier. In this experiment used experimental method with some instrument, there is thermometer, galvanometer, and potentiometer ( nichrom ). Termocouple is used in this experiment bent two metal junction, there is cooper – steel, nichrom-steel, nichrom – cooper, irom-steel, iron-nichrom, and cooper – iron. Extending of temperature is used inthis experiment there is reference temperature ( To = 1 oC ) and measuring temperature ( 30 – 75 oC ). From this experiment we  find some illustrations that the more higher of difference temperature between two metal junction there for the more higher too of electromotive force has producted from two metal junctions ( termocouple ). For junction cooper iron and iron nichrom has producted non linier relation ( relation of electromotive force with difference temperature ). But for junction cooper steel, nichrom steel, and iron steel has producted linier relations, junction nichrom cooper have relation most linier with coeficient thermal electromotantion 0,0472 mV/ 0C.Coeficient thermal electromotantion will be different depend on metal